Bahlil Bahlil

Bahlil Bahlil

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Energi.--Setpres

Kabinet kita yang gendut kian tambun saja: ada nomenklatur baru di reshuffle kabinet Merah Putih kemarin. Dibentuk kemenko baru: hilirisasi dan transisi energi. Ada pula tambahan wakil menteri di banyak kementerian.

Bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diganti memang sudah waktunya. Bahwa yang menggantikannya adalah Komjen Suyudi Ario Seto adalah kejutan. Respons publik umumnya sangat positif. Ia salah satu jenderal yang netral dari perkubuan mana pun.

Listyo Sigit sendiri mendapat akomodasi yang memadai: menjadi kepala staf presiden (KSP).

Itu posisi yang sangat penting: sama dengan west wing-nya Gedung Putih. KSP seharusnya menjadi pemegang dashboard kepresidenan: apa saja program presiden yang sudah jalan, setengah jalan, dan tidak jalan.

KSP punya wewenang memanggil para menteri, utamanya yang membuat program presiden tidak jalan.

Itu kalau KSP difungsikan seperti west wing. Bisa juga KSP tidak diberi wewenang apa-apa. Semua itu tergantung pada presidennya.

Ups.... Kadang bisa juga tergantung dari orang yang menjabat.

Saya mengamati: ada tipe orang yang diberi jabatan apa pun tetap menonjol. Termasuk ketika diberi jabatan ''buangan''.

Ada juga tipe orang yang diberi jabatan penting pun tidak banyak berbuat.

Presiden Prabowo ternyata mendengar apa yang disuarakan dengan riuh di media: agar mengganti Menteri Luar Negeri Sugiono. Untuk selanjutnya kita akan melihat Sugiono tergolong tipe orang seperti apa. Apakah jabatan barunya, menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, lebih membuatnya berfungsi.

Kita tidak pernah mendengar apa saja kiprah menko PMK yang digantikan Sugiono: Prof Dr Pratikno.

Sebelum menjabat menko, beliau dua periode menjadi mensesneg-nya Jokowi. Anda sudah tahu: beliau juga mantan rektor Universitas Gadjah Mada.

Bahwa jarang muncul di media, mungkin karena beliau tergolong tipe orang yang rendah hati, low profile dan sedikit bicara banyak kerja. Sesekali nama Pratikno muncul di media kaitannya dengan ijazah S-1 kehutanan Presiden Jokowi.

Pratikno dicopot begitu saja. Tidak ada jabatan ''hiburan'' yang diberikan kepadanya. Atau, mungkin saja diberi tapi ditolak. Dengan berpikir positif seperti itu setidaknya tidak perlu berburuk sangka bahwa di reshuffle ini dua anggota "Geng Solo" dicopot.

Saya ingin mengulas lebih panjang soal kemenko yang baru: Hilirisasi dan Transisi Energi. Lebih menarik lagi karena yang menjabat menko adalah Bahlil Lahadalia –dirangkap dengan jabatannya selama ini: menteri ESDM.

Kita belum tahu: kementerian apa saja yang akan di bawah menko hiltrans. Yang pasti Kementerian ESDM dan Perindustrian. Apakah kementerian perdagangan akan di bawahnya juga.

Dalam reshuffle kemarin Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dicopot. Penggantinya tetap dari Golkar: M. Sarmuji, yang tak lain adalah sekjen Golkar. Maka, karena ketua umumnya menko dan sekjennya menjabat menteri perindustrian koordinasi di DPP Golkar bisa lebih lancar.

Presiden Prabowo rupanya melihat hilirisasi dan transisi energi termasuk yang akan didorong keras. Hilirisasi nikel misalnya, bisa dianggap sukses. Sedang untuk bauksit dan timah masih jauh. Maka menterinya diganti.

Bagaimana dengan transisi energi? Sebagai menko, Bahlil bisa minta pertanggungjawaban menteri ESDM. Bahlil memerintah Bahlil. Bahlil marah-marah ke Bahlil. Lebih mudah. Melekat pada orang yang sama.

Transisi energi –dari fosil ke tenaga surya– memang punya hambatan besar di PLN. Listrik untuk Jawa dan Sumatera sudah cukup. Harga produksinya pun murah –karena didominasi oleh batu bara dan tenaga air. PLN langsung sulit kalau harus membeli listrik dari solar cell yang lebih mahal.

Tapi PLN kan milik negara. Bisa dipaksa negara untuk berubah ke solar cell –asal selisih harganya ditanggung oleh yang memerintahkan: negara. Misalnya lewat subsidi.

Transisi energi memang krusial sekali. Saya ingin tahu apa perintah tegas Bahlil ke Bahlil di soal transisi energi ini.

Beda dengan hilirisasi. Sukses hilirisasi nikel –matur nuwun Pak Jokowi– ternyata bisa menjadi pendorong kemajuan lebih tinggi lagi. Berkat ada hilirisasi nikel kini di Morowali muncul industri lanjutan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Yakni industri berbagai jenis material baterai lithium untuk diekspor. Termasuk jenis yang bahan bakunya diimpor ke Morowali dari Australia dan Afrika Selatan.

Lihatlah grafik yang menyertai tulisan ini: awalnya ekspor hasil hilirisasi nikel mencapai USD315 juta. Begitu muncul jenis industri lanjutannya ekspor melonjak sampai ke USD1.266 juta. Itu angka bandingan tahun 2025 dan 2026 –sama-sama enam bulan pertama.


--

Itu yang disebut invisible impact: kemajuan melahirkan kemajuan yang lain.

Yang saya khawatirkan adalah ini: Presiden Prabowo akan memaksakan hilirisasi batu bara. Yakni mengubah batu bara menjadi gas. Secara teori dan secara ilmu itu sangat baik dan ideal. Tapi dalam praktik masih sangat sulit.

Apalagi harga batu bara 4.000 kalori kini sudah USD80/ton. Kalau dijadikan gas harga gasnya bisa USD18/MMBTU. Sedang harga gas alam sekarang di bawah itu.

Memang secara teknologi sudah ada yang membuktikan: Amerika, Afrika Selatan, Tiongkok. Batu bara dipanaskan di ruang tanpa oksigen: menjadi gas sintetis. Lalu sin gas itu diproses lebih lanjut: dimurnikan. Jadilah gas setara gas alam.

Kelihatannya sederhana dan beres. Tapi stabilitas harga batu bara sulit dipegang.

Memang persoalan gas sekarang ini rumit sekali. Industri sudah banyak yang tergantung pada gas. Tapi banyak industri tidak mendapat kepastian pasokan gas. Termasuk kepastian harga. Industri di Jawa Barat yang paling menderita soal gas ini.

Mungkinkah Presiden Prabowo akan memaksakan seluruh batu bara Indonesia diolah jadi gas? Apakah itu yang menyebabkan Agus Gumiwang diganti? Atau itu skenario Bahlil saja: untuk konsolidasi Golkar?

Secara politik reshuffle ini banyak dihubungkan Jokowi. Secara ekonomi dihubungkan ke Bahlil. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 1 Oktober 2026: Moral Pusbatara

åaEr Gham 2

Bagi yang tidak lagi menjadi menteri, tidak perlu sedih terlalu lama. Cukup 1 atau 2 jam saja. Sesekali nikmati hidup 'tanpa melakukan apa apa dan tidak menjadi apa pun'. Tidak ada lagi yang memanggil ke istana tiba tiba, atau terburu buru dipanggil ke Hambalang malam malam. Tidak perlu lagi sibuk rapat atau baca macam macam laporan. Asyik kok tidak ada atasan atau tidak ada lagi yang bentak bentak. Sekarang bisa bawa mobil sendiri, walau macet macetan tanpa voorjrider dengan kaca mobil terbuka dan tanpa didampingi ajudan. Kalo lihat gerobak nasi goreng enak dipinggir jalan bisa langsung berhenti dan duduk di trotoar pakai kursi plastik. Sambil merokok lalu teriak dalam hati, "Merdeka".

Udin Salemo

hanya dalam waktu dua minggu IHSG rontok. nyungsep dari 6500-an menjadi 6000-an. saham gocap ramai2 jatuh ke såacap. teman inyong yang beli saham diharga gocap sekarang mencak-mencak. hanya dalam dua hari nilai saham yang dia beli merosot 40%. ada benar kata pak lurah, saham itu judi kawan, wkwkwk....

Liam Then

tolong stop paksa Pak Bos suruh pesuruh Disway bikin apps. Itu duit semua isinya. Bikin apps media yang bisa bekerja mulus, butuh datu tim insinyur internet yang bukan kaleng-kaleng, butuh sewa server, butuh deretan komputer dan server khusus, butuh maintenance rutin. Butuh pikirkan imbal balik finansialnya, efesiensi antara x modal dengan x potensi penghasilan yang dihasilkan. Kalau tak perlu pakai duit, itu apps dari dulu sudah keluar. Tempo, Kompas, sama-sama ada app, tapi berapa sebenarnya efektifitas sumbangan monetisasi nya ke perusahaan? Di Zaman sekarang di mana orang lebih cenderung mendapatkan berita dari medsos raksasa. Berapa ceruk pasar riil yang berisi orang-orang berkebutuhan misalnya kepada konten-konten yang disajikan Disway? Saya ingat pepatah ; "jangan mengajarkan ikan cara berenang" kwkwkwkkw

Liam Then

hehehehe tulisan Pak DI hari ini ingatkan saya tentang sebuah ungkapan yang kononnya diucapkan oleh seorang Buddha. "kalau bukan aku yang masuk neraka, siapa lagi" ? Begitu kira-kira saya ingatnya. Artinya saya sudah sedikit lupa. Tapi di tulisan hari ini, justru saya dapat kontradiksi yang sangat kontras. Kalau bukan saya yang bangun enclave mewah, siapa coba yang punya duit?

heru santoso

Kapolri baru telah disetujui. Suyudi yang belum pernah menjadi Kabareskrim atau Wakapolri akan menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit. Tunggu saja. Beberapa waktu lagi biasanya akan datang rotasi jabatan. Tidak semua, hanya sejumlah posisi strategis. Alasannya pun Anda sudah tahu: penyegaran organisasi. Kemarin, PBNU juga mengumumkan susunan pengurus baru periode 2026–2031. Jumlahnya lebih dua ratus orang. Anda tidak perlu hafal nama-namanya. Maklum, akomodasi dan konsolidasi berbagai elemen NU membutuhkan banyak laci kabinet. Saat pelantikan nanti saya justru membayangkan Mas Boy, sang juru foto, mengatur komposisi foto bersama. Mungkin perlu drone. Lalu saya berimajinasi lebih jauh. Lima tahun lagi, dalam muhtamar NU itu yang demisioner dan diganti baru hanya Ketua Rais Aam dan Ketua Tanfidziyah. Selebihnya tetap. Sampai tiba waktunya rotasi untuk penyegaran organisasi, seperti di Polri. Toh saat itu NU sudah kembali ke Qanun Asasi.

Pak De Kumis

Mengutip judul detik.com : "Komisi XIII DPR RI minta lapas sediakan bilik asamara -alat bantu seks". Calon pasien yang tidak ingin menderita jika kelak masuk kandang. Alat bantu seks mungkin maksudnya sekelas boneka seks. iiiiih....dipakainya nanti bergantian atau satu napi dapat satu? Bilik asamara? Sekalian saja minta masing masing lapas sediakan LC.

Liam Then

siang ini dapat quote dari sesuatu. Rasanya bagus sekali dan cocok dengan kondisi Indonesia sekarang. "in a democracy country politicians make lieing as an art. In Authoritarian country it is what it is...they're not lieing to you they want to rule you. If it's bad, its bad. If its good, peope feel it" "Ada pandangan menarik dari filsuf Hannah Arendt tentang ini. Dia pernah bilang bahwa bahaya utama dari kebohongan politik yang sistematis bukan cuma membuat orang percaya pada kebohongan itu, tapi membuat orang kehilangan kemampuan untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Demokrasi sering bikin orang lelah bukan cuma karena politisinya bohong, tapi karena rakyat dipaksa berpartisipasi dalam teater kebohongan itu setiap hari."

Wilwa

@Liam. Bukan Buddha. Buddha konon sudah di level Arupadhatu alias Alam Tiada Rupa dan Bentuk (level tertinggi di Borobudur alias Bioro Buddho). Yang masih susah payah mau ngurusi dunia kotor ini (level paling bawah dari Candi Borobudur alias Biara Buddha) adalah Bodhisatva artinya Satwa /Makhluk yang Tercerahkan/Tersadarkan. Kalau dalam bahasa Hokkien adalah Bo Sat 菩薩(singkatan dari Budhi-satwa/ Bodhi-satwa/ Enlightened Being) lalu diucapkan dalam Mandarin sebagai Pu Sa 菩薩. Master Cheng Yen dari Tzu Chi menyebut para relawan sebagai Bodhisatwa Dunia. Karena bumi penuh derita ini perlu uluran “seribu tangan” Kwan Im Bo Sat/ Guan Yin Pu Sa 觀音菩薩. Yang menjelma dalam ribuan relawan Tzu Chi lintas suku dan agama yang dipuji anaknya Iskan itu. Satwa Berbudi / Bodhisatva yang menolong orang sakit dan orang miskin lintas race dan religion di dunia bagai neraka penuh dukkha derita ini. Yang penting action nyata bukan hanya talk! Dan yang mengucapkan “If I do not go to hell, who will?” adalah Bodhisatva Ksitigarba / Di Zang Pu Sa 地藏菩薩. Saya rasa Master Cheng Yen 證嚴 dari Tzu Chi adalah representasi terbaik dari semangat Bodhisatva Ksiti 地 Garbha 藏. ☕️

pak tani

OOT. Saya sangat mengapresiasi kemajuan Polri, khususnya dibidang digitalisasi STNK dan SIM. Ya. Beberapa tahun ini saya sudah membayar dan memperpanjang pajak STNK tahunan secara online. Terbaru, saya ingin mencoba perpanjang SIM secara online. Dan, berhasil !! Meskipun saat komentar ini dibuat fisik SIM belum saya terima. Tapi secara sistem sudah dikemas dan menunggu kurir tiba. Bravo Polri! Bagiamana pengalamannya? Cukup rumit pada awal2 mencoba dahulu. Karena banyak instansi mengeluarkan app nya masing2. Baik pusat maupun provinsi. Pun aplikasi kadang berubah2. Tapi makin hari makin mengerucut, semoga kedepannya hanya perlu 1 super app yang bisa mengintegrasikan semua. Dan, aplikasi 'Digital Korlantas' sepertinya sedang menuju arah kesana. Cukup layak untuk dicoba, bahkan saya rekomendasikan. Tertarik untuk mencoba? Ikuti saja petunjuk dari app, maka seharusnya anda akan baik2 saja :) Saya yakin warga kita sudah mampu untuk sekedar menjawab psikotest online 300 soal lebih :)) meskipun skor PISA kita cukup mengkhawatirkan hehehe. Yang jelas anda bisa perpanjang STNK atau SIM tanpa repot antri. Bahkan bisa menggunakan kaos dalam dan celana pendek dirumah saja. Lalu... kapan Disway akan membuat aplikasi nya sendiri? Ahh... sepertinya tidak masuk wacana. Saran saya nebeng saja ke aplikasi 'Digital Korlantas' ? Kan asik juga tuh, sambil baca disway lalu muncul pop up foto bli LP melanggar rambu lalin, bisa dikomentarin atau kita sawer urunan bayar tilang wkwkwk.

pak tani

saya juga suka terharu kalau dapat makan gratis hahaha

Pak De Kumis

Bisnis spititual dan "bisnis" Tuhan, biasanya tidak murah. Alias : MAHAL

Echa Yeni

Lann sak bejo-bejone wong turu,iseh untung wong melu kondangan meski cuma oleh brutu(pant at aiamciken) *EdiShy kelingan guyone pak guru pas jaman smk

Wilwa

@Liang. Saya termasuk orang yang suka mengamati agama Buddha karena keunikannya yang non-theistic. Baik Bhante-bhante Theravada maupun Master Cheng Yen dari Taiwan sangat konsisten dengan tidak pernah menyebut kata “Tuhan” dalam ceramahnya. Agak beda memang dengan Yahudi-Kristen-Islam. Buddha, baik secara keagamaan dan filsafat (saya termasuk yang menyukai filosofinya tapi saya tidak mengikuti ritual keagamaan mereka) tidak mempercayai Tuhan sebagai Pencipta Semesta karena dalam filosofi mereka “tuhan” itu lebih kurang sama dengan “dewa” Hindu. Ingat bahwa “agama” Buddha lahir sebagai perlawanan terhadap sistem kasta yang dibawa Brahmana yang menyembah Dewa Brahma sebagai Pencipta Semesta. Buddha berusaha menghapus sistem kasta yang digunakan kasta Brahmana sebagai alat politik yang menebar ketakutan akan neraka dan keserakahan akan surga. Buddha kemudian mengajarkan lahir kembali sebagai konsekuensi logis dari hukum karma. Karma dan Reborn atau Samsara adalah konsep yang nontheistic yang tidak mensyaratkan adanya person seperti Dewa Brahma tapi bahwa semua penderitaan dan kebahagiaan itu tidak tergantung pada satu person/individu macam Brahma tapi hasil dari Karma/Action kolektif semua “Satwa” atau Being yang bertindak/berperilaku secara kolektif bukan individual. Hubungan sebab akibat yang rumit dan saling bergantung. Nah perusuh Fendi Njau di bawah mengaitkan INLA atau MILEDADAO 彌勒大道 ini dengan YIGUANDAO 一貫道. Yang konon terkait dengan BAILIAN 白蓮 / Teratai Putih. Text limit

Wilwa

Lanjut. Mengapa ini penting bagi Fendi Njau? Karena MILEDADAO pada dasarnya theistic! Bagi Theravada yang sangat nontheistic jelas konsep theistic yang mana Miledadao mengenal Tuhan sebagai Bunda Ilahi 老母 menyalahi ajaran nontheistic Buddha. Bagaimana dengan Tzu Chi 慈濟? Sebagai aliran Mahayana yang percaya ada benih Buddha dalam hati setiap manusia, Mahayana tidak frontal menentang theistic dan memanfaatkannya untuk berbuat baik yaitu menolong orang miskin dan orang sakit. Mahayana memang begitu dari sejarahnya sehingga bisa rukun dengan semua agama theistic. Jadi pendekatannya berbeda. Theravada mengutamakan nalar/akal sehat vs Mahayana mengutamakan hati/nurani. Saya netral.:):):) Dua-duanya penting: common sense and conscience. Oh ya, yang masuk ke Nusantara adalah Mahayana awalnya. Berdirinya Sriwijaya adalah puncaknya. Sebelum akhirnya “ditaklukkan” Majapahit yang cenderung Hindu Siwa. Sebelum akhirnya Majapahit itu sendiri “ditaklukkan” Demak Islam. Sisa-sisa Majapahit mengungsi ke Bali. Itu fakta sejarah. Back to topic. Theravada masuk Indonesia abad 20, membawa kembali ajaran “konservatif” alias LITERAL yang sangat nontheistic. Miledadao yang disebut Fendi Njau terkait Yiguandao itu sebaliknya sangat LIBERAL bahkan sangat theistic. Bentrokan ajaran terjadi. Dan konon itulah yang menyebabkan Walubi (Perwalian Umat Buddha Indonesia) yang berdiri tahun 1978 kini pecah dengan berdirinya Permabudhi pasca Reformasi. Tridharma (Tao+Buddha+Khonghucu) jelas masuk Permabudhi.

Wilwa

Jadi ingat guyon Ryu Hasan: Uang tidak bisa membeli kebahagiaan..kalau sedikit. :):):) Kalau banyak? Khan bisa ganti “hati” dengan “hati” seorang remaja yang meninggal karena kecelakaan di Tiongkok beberapa dekade yang lalu. Jadi masih “ngéyél” bilang uang tak bisa membeli kebahagiaan sebagai orang yang bisa berkeliling dunia? Itulah KEBAIKAN TUHAN kepada penulis Disway ini. Ini sebuah pengakuan jujur dari anaknya Iskan. :) Hanya Uang Yang Bisa Membuat “Sapien” mengatakan “Dei” Itu Baik. :)

The Emirates Indonesia

Jika Anda juga berpandangan bahwa HANYA uang yang bisa membuat Anda berkata bahwa Tuhan itu baik, maka saya ingatkan Anda, jangan kaget jika nanti Tuhan tersenyum dan mulai menganugerahi Anda bertubi tubi penyakit yang lebih mahal, entah kepada anda pribadi, atau kepada keluarga anda. Tuhan: "OK. Aku akan beri kamu tumor otak paling ganas di zaman ini. Estimasi total biaya pengobatannya nanti, kisaran Rp16 triliun, itu kalau kamu sanggup bayar. Tapi mau pontang-panting sebagaimana pun, kamu usahakan uangnya ya, supaya kelak kamu bisa mengatakan, bahwa Aku baik. Dan ini baru bingkisan pertama. Bingkisan selanjutnya nanti, mungkin akan lebih mahal lagi. Tapi intinya semuanya akan tentang uang, dan tentang menguras uang. Aku hanya sedang mengabulkan perkataanmu, bahwa HANYA dengan adanya uang, kamu memandang-Ku baik. Jadi Aku akan memberimu penyakit demi penyakit, yang bisa diselesaikan HANYA dengan uang, uang, dan uang".

Wilwa

@AgusS3. Sepakat. Moralitas itu bisa berubah sesuai perkembangan zaman. Mayoritas HOMO SAPIENS menganggap ayam, bebek, kambing, babi, sapi, unta, dll hewan adalah dilahirkan di bumi ini UNTUK DIMAKAN homo sapiens sebagai “makhluk” atau “being” yang paling mulia di planet bumi ini (baca: PREDATOR PUNCAK). Dan kini ide vegetarian dan vegan adalah moralitas terbaru. Harus kita akui bahwa pertanian lebih ramah lingkungan daripada peternakan sapi yang menggunduli hutan tropis Amazon yang terbesar di bumi ini hanya untuk memuaskan lidah homo sapiens di USA dan negara lain. Bagi hewan yang dimangsa homo sapiens, homo sapiens adalah SETAN PENCABUT NYAWA, dan rumah jagal adalah NERAKA. Saya pikir (dengan nalar/ akal sehat) dan saya rasa (dengan hati/ nurani) vegan atau vegetarian adalah sebuah moralitas yang lebih baik dan lebih beradab dibanding haram halal ala Yahudi.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

SOTO VEGAN DAN MORAL MANUSIA.. Bagian paling berbahaya dari tulisan Pak Dahlan justru soto Kudus vegan. Ha ha.. Ayamnya tidak ada, tetapi rasanya ada. Rawonnya juga begitu. Sapi tidak ikut makan, tetapi dagingnya terasa hadir. Ini bisa membuat peternak mulai berpikir ulang tentang masa depan. Tapi di situlah menariknya Pusbatara. Yang sedang dicoba bukan sekadar mengganti daging dengan bahan nabati. Yang hendak diganti adalah cara berpikir. Selama ini manusia sering mengukur kemajuan dari berapa banyak yang bisa dimiliki. Pusbatara mencoba mengukur kemajuan dari berapa sedikit yang harus dirusak. Secara ilmiah, ini dekat dengan prinsip keberlanjutan. Secara moral, lebih sederhana: jangan menghabiskan jatah generasi berikutnya. Bayangkan kalau prinsip itu dipakai di semua bidang. Pengusaha tetap untung. Alam tetap hidup. Manusia tetap makan. Bahkan ayam bisa tidur lebih nyenyak karena namanya sudah masuk menu, tetapi tubuhnya tidak. Mungkin itulah bentuk peradaban berikutnya: manusia tetap menikmati hidup, tanpa membuat makhluk lain harus membayar seluruh tagihannya.

Wilwa

Ketuhanan Yang Maha Êsa (bukan Ésa lho ya karena artinya jadi lain) versus Keuangan Yang Maha Kuasa! Siapa pemenangnya? Jawabannya bisa “Only Time Will Tell / OTWT) atau Coba Kita Bertanya Pada Rumput Yang Bergoyang / COKI-TARUM-GOYANG). ☕️

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

TERNYATA, MORAL BELUM MATI.. “Di satu pihak ada orang-orang yang memperjuangkan nilai-nilai, etika, dan moralitas mulia seperti di Pusbatara. Di lain pihak banyak orang yang punya pikiran: Tuhan itu baik. Tapi hanya uang yang bisa membuat orang mengatakan Tuhan itu baik.” Kalimat itu membuat saya terdiam. Bukan karena sedih. Justru karena heran sekaligus bersyukur. Di zaman ketika hampir semua hal mudah diberi harga, ternyata masih ada orang yang memilih memberi nilai. Mereka tidak sedang membangun sekadar gedung. Mereka sedang merawat gagasan. Tentang alam. Tentang kerukunan. Tentang hidup yang tidak harus selalu menang sendiri. Saya heran. Masih ada orang seperti itu. Dan saya bersyukur mereka ada. Mungkin kebaikan memang tidak pernah benar-benar hilang. Ia hanya kalah ramai dengan suara uang. Uang bisa membeli banyak hal. Tetapi rasanya belum pernah ada kasir yang menyediakan menu kedamaian, ketulusan, dan rasa cukup. Kalau Pusbatara benar-benar tumbuh seperti yang dicita-citakan, mungkin yang sedang dibangun bukan hanya pusat budaya. Tetapi juga sedikit harapan bahwa moral manusia masih punya masa depan.

Wilwa

@AgusS3. SSHB @Johannes Kitono adalah semacam aplikasi dari “Sabbe Satwa Bhavantu Sukhitatwa “ nya Buddha Mahayana. Artinya “Semoga Semua Satwa (baca: manusia dan hewan terutama mamalia, reptilia, burung, ikan) Hidup Berbahagia. “. SSSHB ini sebuah moralitas beradab dari agama Buddha Mahayana. Walaupun meteka hanya menganjurkan vegan. Dan tidak mewajibkan atau memaksa. Murni kesadaran diri sendiri.

Tivibox

"Anda sudah tahu : dunia ini milik bersama. Bukan hanya milik yang kaya-kaya saja". Sekilas pernyataan di atas benar. Tapi itu kebenaran normatif. Kebenaran yang hanya ada dalam teori. Kalau itu benar secara realita, seharusnya Indonesia sudah makmur. Tidak ada orang miskin. Karena kekayaan bumi Indonesia adalah milik bersama (rakyat Indonesia), dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Tetapi, kita sudah tahu. Kekayaan alam itu hanya milik orang yang kaya-kaya saja. Begitulah, setidaknya dalam bayangan saya. Bahkan..... Di Cibinong Penjara hanya milik orang yang kaya-kaya saja. Itu juga realita.

iskan kardap

Pusbatara itu gerakan...eits proyek. Kalo ada cabangnya di setiap daerah, pastilah lebih moncer jika di bekas-bekas galian dan penambangan pasir di daerah di hijaukan dengan proyek Pusbatara ini, tentu bekas penambangan pasir di daerah pasti bisa dibeli lebih murah dibandingkan jarak 1 jam dari MONAS. Adakan lomba foto bekas penambangan lengkap dengan data lokasi, perusuh di daerah-daerah akan segera menyumbang data agar Pusbatara bisa berdiri di daerah masing-masing... Minimal saya bisa berkhayal dulu.

yea aina

Lahan proyek "menyatu dengan alam" itu seluas 25 hektar. Lingkungan alam di situ, pernah hancur berbopeng-bopeng akibat penambangan pasir. Sekarang sudah direhabilitasi. Jatam (Jaringan Advokasi Tambang) mencatat, lahan bekas tambang yang belum direhabilitasi seluas 87.307 hektar. Dari luas total tersebut, 23.551 hektar berada di kawasan hutan konsesi tanpa izin pinjam pakai kawasan hutan. Bisnis ekstraktif SDA, juga meninggalkan begitu saja 3.092 lubang bekas galian terbuka. Bisa dibayangkan, betapa hancur berbopeng-bopeng, lingkungan alam bekas tambang di negeri zamrud khatulistiwa kita.

Wilwa

Saran saya kepada pemerintah Indonesia adalah akui Tao sebagai agama ketujuh setelah Khonghucu agar mereka punya wadah sendiri dan tidak bikin resah Theravada dan Mahayana. Tao dan Khonghucu adalah agama impor dari Tiongkok. Hindu dan Buddha adalah agama impor dari India. Kristen (Katolik dan Protestan) dan Islam adalah agama impor dari Timur Tengah. Yang miris adalah Wiwitan dan Kejawen di Jawa, Kaharingan di Kalimantan, Parmalin di Sumatera, Marapu di NTT malah dimarginalkan dan dipinggirkan serta tak diakui sebagai “agama” dan turun kelas jadi “kepercayaan”. Tragis bin ironis. Inilah negeri wanipiro yang “durhaka” terhadap “agama” leluhurnya sendiri. Padahal konon minimal ada 20 juta pemeluk kepercayaan di negeri wanipiro ini. Hhhhh

Wilwa

AI bilang di tahun 2000, sudah diakui sebagai agama tersendiri. Bukan Buddha bukan pula Khonghucu. Masalahnya di sini, agama Tao belum diakui sebagai agama resmi. Mau “ndompleng” Khonghucu gak bisa. Paling toleran adalah agama Buddha. Jadi ndompleng agama Buddha. Toh Tridharma (Buddha, Khonghucu, Tao warisan Dinasti Ming) sudah lebih dulu ndompleng Walubi. :)

Wilwa

Out Of Topic. Di medsos sedang ramai berita mengenai bangunan liar. Dari 16 bangunan yang diklaim sebagai rumah dinas ternyata 13 bangunan tak punya izin dan tak diketahui darimana asal dana pembangunannya. Dan yang menarik lagi adalah Ferdy Sambo pembunuh Nofriansyah Yosua Hutabarat dipenjara di lapas Cibinong tersebut. Bintang dua kepolisian yang membunuh korbannya dengan 12 peluru itu sudah dijatuhi hukuman mati tapi tak pernah dieksekusi. Konon kasus ini terkait bisnis judi ilegal yang konon katanya menjadi pundi-pundi petinggi kepolisian seperti bisnis narkoba. Lalu Sambo entah bagaimana bisa dipindahkan ke lapas Cibinong. Kemungkinan besar Sambo juga menikmati fasilitas mewah di lapas Cibinong. Kasus ini memang khas negeri wanipiro. Simak youtube lama (10 tahun ++): Djarum 76 Korupsi. 17 Feb 2017. Glow Films Jakarta. Plotnya adalah seorang pelamar kerja dimintain duit oleh ASN/PNS yang mirip Gayus Tambunan. Sang pelamar cabut sambil mengumpat, “Dasar Rampok”. Lalu di luar sana tak sengaja menendang lampu jin. Jin berpakaian Jawa berkata: “Kuberi satu permintaan. Monggo.” Pelamar kerja: “(Aku) mau korupsi, pungli, sogokan hilang dari muka bumi, bisa Jin?”. Jin menjawab: “Bisa diatur. Wani Piro (=Berani Berapa)?” Om Jin memberi isyarat tangan yang sama dengan ASN/PNS mirip Gayus Tambunan tersebut. Oh ya pemeran Jin adalah Teguh Sugiarto dengan nama panggung Totos Rasiti. Berperan sebagai Jin dalam berbagai iklan Djarum 76 tahun 2008-2009. (hasil nanya AI). :)

Pak De Kumis

Soto ayam yang bukan ayam, soto daging yang bukan daging, merupakan wujudnyata manusia dalam menipu dirinya sendiri.

Momon Atun

Habis menerangkan kata "menyatu dengan alam -makanan vegan danlain lain" Ada kalimat Berkeliling dengan mobil, wkwk saya pikir tadi berkeliling dengan kuda! Apakah menyatu dengan alam hanya gimmick? Atau mobilnya murni gk pakai BBM? Ah entahlah yg pasri dollar sudah 18.000 di hri kesaktian pancasila wkwk

Turrachman Rachman

"Tuhan itu baik. Tapi hanya uang yang bisa membuat orang mengatakan Tuhan itu baik". Lha orang orang di sini Tuhan saja tidak ditakuti haha

Heri Kurniawan

Mungkin saya yang baper… Misalnya karena abah Abah tidak “mau” menulis (mengenang) G30S, Maka tgl 1 menjadi tidak “sakti” lagi, karena alasan dikatakan sakti sudah tidak ada, Maka wajar jika abah hari ini terbaca (menampilkan) moral yang lain, bukan lagi PMP (Pendidikan Moral P*), Mungkin ….he..he..

Mbah Mars

Unsur What sdh ada: proyek Pusbara. When: Senin kemarin. Where: Legok. Why: utk mengembangkan budaya kasih, rukun, damai dan menyatu dg alam. How: dijelakan melalui pembangunan beberapa kawasa seperti eco camp, rehabilitasi alam, pembangunan pusat pelatihan. Nah, Who nya siapa Bah ? Tokoh utamanya siapa saja ? memang disebutkan mereka lebih dekat ke Buddha Metriya. Tumben Abah tak satupun menyebut nama. Lupa atau disengaja, ya ?

Sugi

Mereka itulah sebenar-benarnya Khalifah fil Ardi, para pengelola bumi yang sejati, yang menjaga keseimbangan dan melestarikan bumi, setelah ada sekelompok manusia perusak bumi yang menjarah alam dengan keji. Mereka bukan muslim, tapi justru lebih islami dalam amaliahnya. Semoga proyek-proyeknya dilancarkan untuk ke depannya. Aamiin.

MZ ARIFIN UMAR ZAIN

Erich Fromm dalam buku SENI ÇINTA KASIH, menulis bahwa jawaban yg sehat terhadap persoalan eksistensi, keberadaan manusia adalah: CINTA KASIH.

riansyah harun

Mungkin kita masih ingat lagunya Chrisye (almarhum) yang berjudul Sabda Alam. Salah satu baitnya mengatakan "Adakah esok kau senyum jua, memberi hangatnya sejuta rasa". Entah nanti sekian puluh tahun akan datang, apakah alam kita ini masih bisa bersahabat dan memberikan rasa indah..??? Jangan jangan Pak Dahlan dan sekian juta orang yang setiap paginya gemar ber olah raga, namun tiba tiba keesokan harinya udara yang biasa kita hirup itu sudah penuh dengan berbagai partikel hasil kerusakan alam, ibarat udara yang ada covidnya...?? Pasti semua orang akan kalang kabut. Tapi tidak bagi orang yang punya duitentu bagi orang yang punya uang. Ia masih bisa membeli udara baru dengan tabung oksigen. Akhirnya sayapun bisa ikut menyetujui : Tuhan itu baik. Tapi hanya uang yang bisa membuat orang mengatakan Tuhan itu baik.

riansyah harun

Di alinea terakhir tulisan Pak Dahlan pagi ini, menyebutkan : "Tuhan itu baik. Tapi hanya uang yang bisa membuat orang mengatakan Tuhan itu baik". Lama sekali saya termenung, mengartikannya. Rasanya perlu tambahan padanan lainnya. Ada Tuhan dan tidak ada Tuhan, tetap sama. Tentu bagi orang yang suka korupsi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 64

  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • Gregorius Indiarto
    Gregorius Indiarto
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Em Ha
    Em Ha
  • Tivibox
    Tivibox
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • istianatul muflihah
    istianatul muflihah
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Macca Madinah
    Macca Madinah
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • ikhwan guru sejarah
      ikhwan guru sejarah
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Mbah Mars
    Mbah Mars
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • Pak De Kumis
    Pak De Kumis
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • DeniK
    DeniK
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • ahmad helmi firdaus
    ahmad helmi firdaus
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • Kujang Amburadul
    Kujang Amburadul
  • MULIYANTO KRISTA
    MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • rid kc
    rid kc
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Nimas Mumtazah
    Nimas Mumtazah
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • alasroban
    alasroban
  • djokoLodang
    djokoLodang
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • ra tepak pol
      ra tepak pol
  • Tivibox
    Tivibox
  • Tivibox
    Tivibox
  • ra tepak pol
    ra tepak pol