Komunikasi Xi
--
Cara berkomunikasi orang Amerika, Inggris, dan Tiongkok begitu berbedanya. Itu tecermin dari penampilan Donald Trump dari Amerika, McCarney dari Kanada, dan Xi Jinping dari Tiongkok.
Orang Amerika tidak suka yang kaku dan formal. Apalagi di tangan Trump. Ia baru saja menabrak protokoler: menjemput sendiri kedatangan Xi Jinping di depan tangga pesawat. Bersama istri pula: Melania –karena presiden Tiongkok itu datang ke Washington DC disertai istrinya yang penyanyi, Peng Liyuan.
Dalam ilmu lama diplomasi cara Trump itu bisa ditafsirkan sangat jelas: Trump ingin mengambil hati terdalam Xi Jinping. Untuk apa? Bukankah selama ini Trump menganggap Xi adalah penyebab utama melemahnya ekonomi Amerika? Bukankah Trump selalu menghukum Tiongkok sangat berat sebagai wujud kejengkelannya? Bisakah itu ditafsirkan sebagai rasa penyesalan Trump akan perang dagangnya dengan Xi selama ini –yang nyatanya hukuman itu lebih banyak berdampak negatif pada ekonomi warga Amerika sendiri?
Itu tafsir normal. Orang yang tidak normal tidak bisa ditafsirkan secara normal. Anda sudah tahu: Trump itu biasa pagi tempe sore kedelai.
Yang menarik justru memperhatikan apa yang disampaikan Xi Jinping kepada Trump. Yakni di acara makan malam di Gedung Putih untuk menyambut kedatangannya yang istimewa. Xi mengingatkan peristiwa lama yang menggambarkan betapa indahnya persahabatan Amerika-Tiongkok. Juga peristiwa yang lebih baru yang intinya betapa hubungan Amerika dan Tiongkok itu selalu istimewa. Sejak dahulu sampai belakangan. Maksudnya: baru di zaman Trump ini saja memburuk.
Mengenai indahnya hubungan puluhan tahun lalu Xi menyebut contoh ini: di perang dunia kedua begitu banyak rakyat Tiongkok yang meninggal demi menyelamatkan nyawa puluhan pilot Amerika.
Waktu itu Amerika mengirim begitu banyak pesawat tempur untuk menyerang Jepang. Banyak pesawat yang ditembak Jepang. Jatuh di wilayah Tiongkok. Celakanya wilayah Tiongkok itu masih di bawah kekuasaan penjajah Jepang. Dengan sembunyi-sembunyi rakyat Tiongkok menyelamatkan nyawa mereka. Pilot-pilot itu disembunyikan di rumah mereka. Dirawat. Diobati.
Ada juga pesawat yang nekat: tahu persediaan bahan bakarnya tidak cukup tetap saja terbang. Setelah menjatuhkan bom mendarat darurat di daratan Tiongkok. Diselamatkan penduduk.
Banyak penduduk Tiongkok yang akhirnya dihukum mati Jepang karena tindakan penyelamatan itu. Ternyata para pilot itu, dibekali secarik 'jimat'. Secuil kertas. Isinya: tulisan dalam huruf Mandarin yang pilot itu sendiri tidak bisa membacanya. 'Jimat' itu dimasukkan saku dengan harapan rakyat Tiongkok menemukannya, membacanya dan menolongnya.
Kisah-kisah penyelamatan pilot itu banyak ditulis oleh para pilot itu sendiri. Bahkan anak cucu sang pilot ada yang sampai ke Tiongkok mencari anak cucu orang yang menyelamatkan nyawa leluhur mereka.
Mungkin Trump sudah lupa peristiwa kemanusiaan yang indah itu. Sudah terlalu lama berlalu.
Maka Xi Jinping perlu menguraikan peristiwa lain yang lebih baru: 1 September lalu. Tidak kalah mengharukannya.
Seorang pensiunan guru di Pennsylvania terbang ke Tiongkok untuk menemui seorang wanita di pedalaman Mongolia. Itu karena sang guru membaca namanya disebut di medsos. Isinya: Si wanita sudah lama mencarinya. Untuk apa? Hanya untuk mengucapkan terima kasih.
Sang guru, Sakolsky, pernah mengajar di SMA di daerah Laoyang –provinsi Henan. Di zaman lama kota ini pernah sebentar jadi ibu kota kekaisaran Tiongkok. Letaknya tidak terlalu jauh dari Xiaolin Tempel yang sudah Anda kenal.
Si wanita bernama Mrs Yi. Belakangan Mrs Yi menjadi pahlawan di Tiongkok. Namanyi jadi buah bibir di negara itu: sebagai pahlawan lingkungan. Penghargaan tinggi diberikan kepadanyi.
Berkat ketekunannyi berpuluh tahun gurun tandus seluas 400.000 km menjadi ijo royo-royo.
Ketika Yi menerima penghargaan dari negara dia ingat jasa guru Amerika itu. Guru itulah yang memberinyi uang sebagai modal awal pengabdiannyi. Dia ingin mengucapkan terima kasih kepadanya tapi nomor kontaknya sudah hilang. Sudah 27 tahun berlalu. Si guru sendiri sudah tua. Sudah pensiun.
Akhirnya medsos menyambungkan hubungan itu. Si wanita mengundang Pak Guru untuk datang ke Tiongkok. Untuk melihat sendiri bagaimana gurun yang kerontang itu kini sudah menjadi hutan.
Akhirnya keduanya bertemu di pedalaman Monggolia. Sudah sama-sama tua. Mereka berpelukan lama. Jadi foto human interest yang beredar luas.
Si Guru tetap merendah. Ia mengatakan uang yang pernah diberikan tidaklah seberapa. Hanya USD5.000. Itu pun bukan uangnya sendiri. Ia kumpulkan dari teman-temannya di Amerika. "Wanita sendiri itulah yang sebenar-benarnya pahlawan," katanya.
Waktu itu Sakolsky melihat siaran di TVRI-nya Tiongkok: seorang wanita sedang berusaha menanam pohon di gurun di kampungnyi. Wanita itu terlihat seperti sebutir pasir di lautan gurun.
Sang guru tersentuh. Cari uang. Diserahkan ke wanita itu. Mrs Yi menggunakan uang itu sepenuhnya untuk membeli bibit pohon. Dapat 50.000 pohon. Tiongkok waktu itu masih sangat miskin.
Tentu Presiden Xi tidak bercerita begitu detail di depan Trump. Tapi setelah Xi berpidato harusnya Trump minta anak buahnya mencari cerita detailnya di Disway hari ini. Pemerintah Trump boleh memusuhi Tiongkok tapi hubungan rakyat ke rakyat terus berjalan sesuai dengan prinsip kemanusiaan universal.
Bandingkan dengan pidato Trump di acara yang sama. Trump lebih menonjolkan kehebatan dirinya dibanding presiden-presiden Amerika sebelumnya. Trump lebih banyak menonjolkan ''saya''. Xi menonjolkan ''kita''.
Yang jelas kunjungan Xi ke Amerika kali ini sekaligus mendemonstrasikan cara dan kemampuan berkomunikasi. Model komunikasi menunjukkan kelas serta tinggi rendahnya budaya pribadi-pribadi yang melakukannya.
Ada komunikasi gaya Rambo, ada pula gaya Panda. Gaya tinju dan gaya taichi. (Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 28 September 2026: Gus Kikin
Hasyim Muhammad Abdul Haq
Siapa tahu, setelah sadar bahwa Era Reformasi gagal, kita putuskan membuka lowongan ke negara maju UNTUK MENJAJAH KITA. Negara yang tertarik, boleh daftar dan presentasi ke kita secara resmi via TV dan Youtube. Lalu ada pemilu, kita nyoblos negara yang kita suka. Negara yang menang yang akan jadi pemerintahan kita. Terserah mereka gimana mau ngatur negara ini, yang jelas harus sesuai dengan janji kampanyenya. Kita sudah capek dibohongi politisi. Mungkin orang asing bisa membuat hidup kita lebih baik. Dalam kampanye, negara-negara maju itu akan presentasi tentang program mereka saat kita beri hak "menjajah" kita. Negara mereka dapat apa, lalu kas negara kita dara kita akan terisi tanpa perlu dipakai karena APBN sudah menjadi tanggung jawab "penjajah". Nggak ada lagi DPR atau wakil rakyat. yang ada pemerintahan penjajah dan rakyat secara langsung. Selama penjajah menjalankan pemerintahan sesuai janji kampanye, rakyat harus terima apa adanya. "Penjajah" hanya bisa dihentikan dan diusir jika melanggar aturan-aturan yang disepakati. Setelah 20 tahun, jika rakyat kita sudah pintar, mungkin kita kembali menjalankan sendiri pemerintahan. Tapi jika kita masih bodoh seperti sekarang, mending penjajah kita kasih kesempatan 20 tahun lagi.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
NU, QANUN, DAN MASJID YANG MANGKRAK.. Saya paling tertarik pada dua bangunan dalam tulisan Pak Dahlan. Qanun Azazi dan masjid yang mangkrak. Yang satu hampir hilang, lalu dicari. Yang satu berdiri megah, tetapi berhenti dibangun. Keduanya seperti memberi pelajaran yang sama: Niat baik saja tidak cukup. Harus ada kesinambungan. Qanun Azazi ditemukan kembali karena ada yang mau mencari. Masjid mangkrak karena yang punya niat membangun ternyata juga punya “niat” lain. Ketika niat keduanya gagal, bangunannya ikut berhenti. Di situlah bedanya membangun organisasi dengan membangun gedung. Gedung bisa selesai dengan semen, beton dan uang. Organisasi membutuhkan nilai, konsistensi dan generasi penerus. Mungkin Gus Kikin sedang mendapat pekerjaan yang lebih berat daripada sekadar memimpin NU. Ia harus memastikan khittah tidak hanya ditemukan kembali di arsip, tetapi hidup kembali dalam perilaku. Sebab organisasi tanpa khittah ibarat masjid tanpa imam. Bangunannya boleh megah. Menaranya boleh tinggi. Tetapi jamaah akan bingung: salatnya mau menghadap ke mana?
Achmad Faisol
di sebuah forum, cak nur (nurcholish madjid) diminta maju menjadi calon presiden (setelah pak harto lengser)... cak nur ga mau dan menyebut beberapa orang yang lebih pas, salah satunya gus dur... dalam memuji gus dur -- ternyata juga prediksi -- cak nur berkata: "gus dur itu cucunya kakeknya, anaknya ayahnya... kakeknya pahlawan nasional, ayahnya juga... kalau nanti gus dur juga pahlawan nasional, berarti tiga generasi pahlawan nasional..." dan, terbukti saat ini...
djokoLodang
--o- Semar Gareng Petruk Bagong. Di India tidak ada. Adanya di Jawa. semar --mesem neng kamar. gareng --megar mergo dijereng. petruk --pepetke t*r*k. bagong --ngobahke tabuh gong. ~ nyuwung gunging pangaksama. --0-
Edi Sampana
Saya agak bingung membaca kalimat ini. “Pendiri NU adalah KH Hasyim Asy’ari. Beliau punya anak antara lain bernama Nyai Khoiriyah Hasyim dan KH Wahid Hasyim (menteri agama pertama RI). KH Wahid Hasyim punya anak bernama Gus Dur. Nyai Khoiriyah Hasyim punya cucu bernama Gus Kikin.” Berarti nenek Gus Kikin adalah kakak dari bapaknya Gus Dur, KH Wahid Hasyim, menteri agama pertama RI yang juga bapak presiden keempat Indonesia itu ?
Er Gham 2
Soto Kikin. Mungkin itu judulnya jika terdiri dari dua kata. Seperti yang umumnya digunakan oleh Abah. Kombinasi nama seseorang dengan nama tempat atau kuliner. Kebetulan yang sekarang ada soto dan ada Gus Kikin. Jadilah Soto Kikin. Oh ya, di Bogor juga ada kuliner dengan nama mirip mirip: soto kikil.
Murid SD Inpres
kakek @juve zhang... media berita online mengandalkan iklan sebagai sumber revenue, itu adalah pemikiran pebisnis online di tahun 1999-2005 yang obsolete alias sudah usang. di era AI di tahun 2026 sekarang, geser revenue modelnya dari attention based, menjadi trust based dan utility based. bagaimana caranya? 1. subscription / membership. misal: "bayar Rp9rb per bulan karena berita online kami bebas clickbait, bebas iklan mengganggu, dan tidak sampah karena buatan AI". siapa yang sudah pakai model ini? The Athletic dan Tempo. total pembaca Disway saat ini di angka 11 juta. kalikan membership Rp9 ribu per bulan, Disway sudah bisa meraup gross revenue Rp99 miliar tiap bulan. bisa dan berani tidak, Disway beralih ke business model subscription? kalau saya yang jadi Commercial Director Disway, sudah sejak era Covid-19 saya ubah Disway menjadi full subscription model, nol berita gratisan. 2. newsletter berbayar. ini lebih personalized, tapi saya suka. saya sendiri berlangganan paid newsletter luar negeri US$199 per bulan hanya untuk mendapatkan 1 insight. 3. komunitas whatsapp premium atau private membership telegram premium atau discord premium. orang bayar untuk akses langsung ke editorialnya. dan masih banyak business model yang lain.
Murid SD Inpres
lihat. ada typo satu kata, dan tidak bisa saya edit. ini merugikan saya. saya bisa dikesankan sebagai sosok yang ceroboh dalam mengetik. image saya jadi rusak. saya merasa dirugikan. saya menuntut ganti rugi immateriil berupa emas batangan 74 kilo! penuhi tuntutan saya, atau hadirkan solusi paling murah: luncurkan disway app dengan fitur editable comment. kamsia. kamsia.
Murid SD Inpres
secara semantik prototipikal, "mahasiswi" itu prototipenya adalah: usia 18-22 tahun, masih single, masih remaja, belum bekerja, masih dependen secara finansial, sedang menemukan jati diri, dan statusnya masih junior di lingkungan society. itulah yang digambarkan tokoh psikologi kognitif asal Amerika, Eleanor Rosch, sebagai prototype theory. jadi, istri Gus Kikin, yaitu Dr. Lelly Lailiyah Novianti yang saat ini berusia 65, tidak masuk prorotipe tersebut. Dr. Lelly mungkin masuk kategori "mahasiswi" secara teknis, tetapi tidak masuk kategori "mahasiswi" secara society prototypical. lalu kita bicara secara pragmatik dan sosial konotatif. sebutan "mahasiswi" itu membawa implicature: muda, remaja, naif, imut, energetic, dan masih butuh dibimbing. lha, kalok bu Dr. Lelly yanh "mahasiswi" doktoral usia 65 tahun? implicature-nya sudah jauh: sangat berpengalaman, sangat senior, mampu membimbing. lalu kita bicara sosiolinguistik peran. di usia senja, Dr. Lelly status sosialnya sudah bukan lagi "mahasiswi" sebagai primary role-nya, tapi sudah berada di peran sebagai istri, ibu rumah tangga, nenek, dan profesional pensiunan. jadi status "mahasiswi S-3" nya beliau itu adalah achieved secondary role tambahan. sedangkan untuk gadis 19 tahun, status "mahasiswi" nya itu adalah primary role, identitas utama. jadi ucapan Gus Kikin di penutup CHD hari ini, secara denotasi benar, namun secara konotasi dan sosiopragmatik... salah. demikian, yang saya pelajari di SD inpres.
Murid SD Inpres
jika kita meminjam teori psikoanalisisnya Freud, kalimat "tidur dengan mahasiswi" itu sejatinya merupakan hasrat terpendam bawah sadar, bahwa selama ini ada desir samar, untuk bisa mencicipi dan merasakan, bagaimana rasanya tidur dengan gadis mahasiswi sesungguhnya. ini adalah analisis psikologi, dan bisa valid bisa tidak. namun rata rata kalimat yang dilontarkan secara impromptu, itu biasanya memang hasrat yang terpendam. beda lagi dengan komunitas para bapak yang berhasrat menikah lagi, tapi tidak bisa lantaran sudah takut duluan dengan istri saat ini, dan hanya bisa memprovokasi pria lain untuk mindo. itu merupakan hasrat yang hanya bisa ditahan sekaligus frustrasi berkepanjangan yang terang benderang. padahal seorang pria sejati itu punya prinsip, dan tidak pernah takut mengambil risiko. punya hasrat tidur dengan mahasiswi? mudah. tinggal ajak nikah saja mahasiswi random usia 19-22 yang punya cita-cita menikah di usia muda. punya hasrat mindo? gampang. tinggal bicara baik-baik dengan istri dan keluarga istri. apa sebetulnya yang ditakutkan? kadang saya suka aneh dengan laki-laki yang katanya sudah dewasa, tapi masih kekanak-kanakan.
Juve Zhang
Dengan Tiongkok wajib membeli batubara Amerika maka bisnis batubara ormas terbesar perlu dikaji ulang jangan sampai pembeli nya tak ada....karena Batubara biasanya untuk PLTU sedang semu perbankan dunia sudah sepakat menutup Pendanaan untuk pembuatan PLTU...nah emang batubara ormas mau dijual dimana??...PLTU di Indonesia sudah kelebihan pasokan artinya tak ada lagi PLTU baru....ini dia Tambang yg di miliki ormas ini kemungkinan besar tak ada Pembeli nya alias ribut ribut "santan 480 ember Pertamax" ini bisa bisa gak balik modal...
Jokosp Sp
Kenapa bajunya sering tidak nyambung dengan sikon (situasi dan kondisi)?. Karena Abah DI ndak punya Aspri kayak pengacara Hotman Paris yang punya puluhan. Bahkan di masing-masing kegiatannya bisa beda-beda Aspri. Dari mulai bekerja, rapat, syuting di televisi hingga acara di tempat hiburan. Jelas ora wani karo Galuh Banjar "Oleh pian mrono mrene sak karepmu......., ning siji syarate: ora oleh ono pendamping sekretaris". Rak cotho.......opo maneh mindo, jelas ora wani :) :) :)
Herry Isnurdono
Untung Ivan Gunawan alias Igun tidak ngefans Abah DI. Igun si Perancang Busana kesohor, yg nyumbang baju pengantin menantu Soimah, gratis. Igun bingung dengan pakaian Abah DI sowan ke Ketua PB NU. Pakai blangkon, mau nunjukkan trah Metaraman. Kaos lengan hitam ditutupi baju dokter yg kancingnya semua terbuka. Selevel Abah DI yang mondar mandir ke kota2 yg berlainan dlm sehari, sebetulnya bisa membawa, 1 stel Baju Batik di mobil. Pakai Peci hitam karena mau sowan Ketua PB NU, bisa sebetulnya. Tapi namanya orang kaya, Konglomerat Pers, bebas2 aja. Mau perusuh Disway, 'ngrasani/membicarakan dibelakang, EGP, kata Abah DI " Emang Gue Pikirin......'Elu siapa ?
Juve Zhang
Sebagai subkontraktor PLTU Lontar zaman itu saya kaget begitu banyak PltU dibangun serentak barengan PLTU Lontar itu banyak sekali yg serentak dibangun dan zaman itu hanya Perusahaan Tiongkok yg berani tender ....jepang takut karena Modal PLTU gede toh PLN gak akan kuat bayar kalau mangkrak proyek nya.... akhirnya semua tender PLTU dimenangkan oleh kontraktor Tiongkok....Jepang kaget pun Korea Selatan kaget kenapa Tiongkok berani bangun padahal resiko mangkrak ada.....nah disini keberanian kontraktor Tiongkok masuk proyek PLTU di Indonesia layak di acungi jempol kelak Jepang dan Korea Selatan ikutan berani tender proyek PLTU di Indonesia..... sedikit kilas balik zaman Majapahit
Nimas Mumtazah
Gus Kikin.... Sejak sebelum menjadi pemegang tongkat PBNU. Saya mengidolakan beliau. Pertama kali jumpa, di ajak Gus Hamid Wahid dan Ning ' Iah Hamid ( sekarang Bupati Bondowoso) terpilih. Bersama pengurus pesantren kami sowan ke beberapa tokoh NU Jatim. Kebetulan Ning I'ah kami masih ada hubungan darah dengan pendiri NU. Sowan pribadi alim, santun dalam bertutur di hati rasanya beda. Ilmu dapat, adab dan etika komplit. " pertemuan" kedua ketika beliau sowan guru kami di Nurul Jadid. " pertemuan ketiga" pagi ini di CHDI PBNU, di pimpin sosok intelektual dan pengusaha dan penulis. Buku beliau, hadratussyaikh KH.Hasyim Asy'ari pemersatu umat Islam Indonesia, berasal dari tesis beliau yang meneliti naskah Kafful awam karya mbah Hasyim. Yang kedua abah tulis hari ini Kitab Al qanun Al Asasi( Qanun asasi NU) menurut beliau ruhnya NU.
MULYADI PEGE
Saya adalah mantan santri yg bukan ngejombang alias suwengguh kental ke NU annya dan juga bukan alumni ngegontor alias pondok yg banyak melahirkan kader2 Muhammadiyah. Tapi pagi ini. Ada rasa ngilu ketika tokoh2 ulama jaman dulu photonya terpajang dengan gagah di ruang depan museum Islam Indonesia, tapi ulama karismatik Bekasi justru tidak ada. KH.Noer Alie. Kurang besar apa beliau, beliau adalah pahlawan nasional, tokoh pembaharu pendidikan Islam di Jawa barat. Beliau pendiri ponpes Attaqwa ujungharapan Bekasi, yg saat ini cabangnya sudah lebih dari 200 tersebar di seantero jabar dan jabodetabek.... Oh iya saya paham, kenapa beliau dikucilkan, karena beliau adalah musuh besar politik presiden Sukarno. Beliaulah bersama Adam Malik membawa masyumi menjadi partai yg sangat di takuti Dan dibenci oleh PKI dan PNI.
Juve Zhang
Amerika menjamu Suhu Xi Jin Ping mewah dan disanjung sanjung nya suhu Xi Jin Ping sebenarnya kenapa Trumpet mau menjemput Suhu Xi di bandara yg gak lazim...mau menjamu makan mewah yg ternyata hanya makan ikan kakap... wkwkw.... makan kakap bukan mewah itu makanan rakyat Indonesia....ada kepala kakap dll ...jadi apa tujuan menyanjung Suhu Xi....kalau saya baca hanya minta Suhu Xi beli batubara 10 juta ton...beli kedelai..untuk pakan Babi dan itu saja maunya Trumpet....untuk jualan segitu mau maunya Trumpet menyanjung Suhu Xi....inilah Trumpet susah jualan barang nya gak laku didunia karena mahal dan mahal.... Mobil Amerika gak laku.., kedelai gak laku...ada Brazil yg murah ... Batubara banyak di Indonesia Australia.... sangat gak masuk akal dari seberang Pacifik harus beli Batubara ongkos kirim sangat mahal....inilah ekonomi dagang ....negara yg gak mampu jualan akan melemah ekonomi nya termasuk Amerika....sudah gak laku barang jualannya...suhu Xi Jin Ping tahu diri dibeli juga batubara 10 juta ton sekedar balas jasa makan ikan Kakap.....
Kujang Amburadul
Judul : Kikin. Tidak konsisten untuk konsisten. Bisa saja judulnya sebutkan lengkap beliau Gus Kikin. Atau? Kikin Ninin.
Runner
Universitas Leiden. Khabarnya, banyak arsip dan catatan hal tentang Indonesia ada di Leiden, di Universitas Leiden. Tempat yang menjadi rujukan para peneliti dan yang mau ambil S3 Doktor. Beberapa waktu lalu, pada suatu kursus tentang pertanahan yang membahas sengketa kepemilikan tanah di Manado. Arsip penting sejarah kepemilikan tanah tersebut ditemukan di Universitas Leiden. Begitu kata pengajar kursus. Ada novel bagus. Judulnya “Leiden”. Novel tentang pencarian harta karun yang disembunyikan di Sumatra Barat oleh pemerintah Hindia Belanda. Petunjuk lokasi dan peta harta itu dicari sampai Belanda. Mungkin di Leiden. Untung saja beberapa bab Qanun Azazi gak melanglang sampai Leiden. Cukup di Jawa saja.
Tivibox
Foto pertama : Abah Dahlan duduk di samping Gus Kikin. Tampak Gus Kikin membubuhkan tanda tangan di halaman pertama sebuah buku. Tafsiran saya : Abah Dahlan membawa sebuah buku, lalu minta Gus Kikin untuk menanda tanganinya secara eksklusif. Kurang jelas buku apa itu karena tulisannya tidak kelihatan walau diperbesar. Sayapun punya buku Perusuh Dahlan Iskan. Saya bermimpi suatu saat saya duduk disamping empunya Disway, lalu beliau menandatangani buku itu secara khusus buat saya. Disertai pesan tulisan tangan Abah Dahlan : "jangan pernah bosan merusuh ya.."
Muh Nursalim
Wahid Hayim bukan menteri agama pertama. Tetapi Muhammad Rasidi. Seorang cendekiawan dari kotagede Yogyakarta.
Four Birds
Banyak patung tokoh NU dan walisongo??? Sudah pernah kesana kah pak? minggu kemarin kesana tidak ada patung wali songo, adanya wayang golek tokoh wali songo
Muh Nursalim
Tepat. Pondok Tebuireng tidak mau menerima musium itu. Bukan hanya masalah dana pengelolaan dan perawan. ada yang lebih penting dari itu. Di Musium itu banyak patung2 tokoh NU juga walisongo. Di situ dekat makam Hadratus Syaikh n Gus Dur. Setiap hari ribuan jamaah berziarah ke makam. Ini sudah benar. Ziarah kubur ada sunnahnya dari Nabi. Tetapi kalau bergeser ke museum bisa sangat berbahaya. Ada visualisasi berupa patung. Jangan2 dari ribuan jamaah itu ada yang kepleset, minta berkah ke patung tokoh2 tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:
Komentar: 141
Silahkan login untuk berkomentar