KPK Evaluasi Strategi OTT Usai Bupati Langkat Diduga Mengetahui Kedatangan Tim

Minggu 05-07-2026,20:50 WIB
Reporter: Anisha Aprilia |
KPK Evaluasi Strategi OTT Usai Bupati Langkat Diduga Mengetahui Kedatangan Tim

meskipun terdapat upaya untuk mengantisipasi kedatangan aparat penegak hukum, tim KPK tetap berhasil mengumpulkan informasi dan menemukan indikasi terjadinya tindak pidana korupsi.-Dok Disway-

JAKARTA, DISWAY. ID-- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mengevaluasi pelaksanaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) usai bocor ke Bupati Langkat, Syah Afandin alias Ondim.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan evaluasi tersebut diperlukan untuk memastikan efektivitas operasi serta mencegah munculnya dugaan bahwa pergerakan tim penyelidik dapat terbaca oleh pihak yang menjadi target.

BACA JUGA:Nama Bima Dewanto Trending, LPDP Pastikan Tim Internal Sedang Menelusuri

"Masih perlu dilakukan pendalaman oleh tim KPK. Apakah nanti akan dilakukan evaluasi, misalnya ketika turun ke lapangan tidak bergerak bersama-sama atau bergerombol, atau seperti apa pola yang lebih efektif untuk menghindari hal-hal yang kemudian diduga oleh pihak-pihak di luar," kata Taufik, dikutip Minggu, 5 Juli 2026.

Meski demikian, KPK menegaskan informasi mengenai keberadaan tim di lapangan tidak berasal dari kebocoran internal lembaga. 

BACA JUGA:Harga Tiket Konser JANNABI di Jakarta 2026 Mulai Rp1 Juta, Penjualan Dibuka 10 Juli

Ia menduga ada pihak-pihak yang memperkirakan atau mencurigai adanya aktivitas penyelidikan yang sedang berlangsung.

"Ini bukan berarti bocor dari dalam. Bisa saja ada pihak-pihak yang mengira-ngira bahwa ada tim KPK yang turun ke daerah sehingga kemudian dilakukan berbagai antisipasi," ujarnya.

Ia menjelaskan, dugaan tindak pidana korupsi yang diusut dalam operasi tersebut bukan merupakan peristiwa yang terjadi satu kali. Berdasarkan temuan awal, praktik yang sedang diselidiki diduga telah berlangsung berulang kali sehingga terdapat pola yang dapat ditelusuri oleh penyidik.

BACA JUGA:Penyelenggara Yakin Jakarta Fair Kemayoran 2026 Capai Target Berkat Lonjakan Pengunjung

Karena itu, meskipun terdapat upaya untuk mengantisipasi kedatangan aparat penegak hukum, tim KPK tetap berhasil mengumpulkan informasi dan menemukan indikasi terjadinya tindak pidana korupsi.

"Karena memang ada niat yang sudah terencana dari awal dan ini bukan pemberian yang pertama, tetapi sudah kesekian kali. Dalam ilmu kejahatan, tidak ada kejahatan yang sempurna karena selalu meninggalkan jejak," jelasnya.

Ia menambahkan, proses penyelidikan dilakukan melalui serangkaian metode yang lazim digunakan oleh aparat penegak hukum, mulai dari wawancara, observasi hingga pengawasan atau surveillance.

BACA JUGA:Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Sepenuhnya Padam, Bupati Tangerang Sebut Kasus ISPA Menurun

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: