AI Bukan Ancaman, PACIS 2026 Dorong Transformasi SDM Indonesia
Tantangan berikutnya adalah memastikan AI dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, memperluas akses pembelajaran, dan menciptakan solusi yang lebih efisien di berbagai sektor,-dok Disway-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai pusat kolaborasi riset dan inovasi digital di kawasan Asia Pasifik dengan menjadi tuan rumah Pacific Asia Conference on Information Systems (PACIS) 2026.
Konferensi yang berlangsung di Pullman Hotel Thamrin CBD, Jakarta, pada 4–8 Juli 2026 ini diselenggarakan oleh Universitas Indonesia (UI) sebagai host university bekerja sama dengan Telkom University, serta mengusung tema “Leapfrogging the Future with Artificial Intelligence”.
Ajang bergengsi tersebut mempertemukan lebih dari 1.500 akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk membahas dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap masa depan digital.
Peneliti sistem informasi dari Fakultas Teknologi Informasi Monash University, Profesor Juliana Sutanto, mengatakan PACIS merupakan konferensi utama bidang sistem informasi di kawasan Asia Pasifik.
Menurutnya, terpilihnya Jakarta sebagai tuan rumah menjadi pencapaian besar bagi komunitas akademik Indonesia.
BACA JUGA:Prabowo Tunjuk Danantara Jadi Eksportir Listrik Indonesia ke Singapura
“Kami sangat bangga bisa membawa PACIS 2026 ke Jakarta. Dukungan Universitas Indonesia dan Telkom University sangat besar dalam menghadirkan para peneliti sistem informasi terkemuka dari berbagai negara,” ujar Juliana, di Jakarta, Senin, 6 Juli 2026.
Juliana menegaskan, tema AI dipilih karena disiplin information systems tidak hanya membahas aspek teknis, tetapi juga dampak sosial dari penerapan teknologi.
Pendekatan socio-technical dinilai penting agar pengembangan AI benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Fauzan Adziman, mengatakan diskusi panel menghasilkan pandangan yang lebih seimbang mengenai AI.
BACA JUGA:Sempat Heboh Isu Pungutan di Jalur Pelayaran, Prabowo Tegaskan Selat Malaka Selalu Terbuka
Menurutnya, AI tidak boleh dipandang secara berlebihan, baik sebagai solusi untuk semua persoalan maupun sebagai ancaman yang pasti menghilangkan pekerjaan.
Ia menjelaskan, perkembangan AI memang berpotensi mengubah struktur ketenagakerjaan. Namun, di saat yang sama teknologi tersebut juga akan menciptakan jenis pekerjaan baru sehingga membutuhkan transformasi keterampilan sumber daya manusia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: