Rupiah Kembali Tembus Rp 18.000 per Dolar AS Sore Ini, Tertekan Sejak Pagi

Senin 06-07-2026,17:05 WIB
Rupiah Kembali Tembus Rp 18.000 per Dolar AS Sore Ini, Tertekan Sejak Pagi

Sore ini, nilai tukar Rupiah ditutup melemah terhadap Dolar AS yakni Rp18.002. -istockphoto-

JAKARTA, DISWAY.ID - Sore ini, nilai tukar Rupiah ditutup melemah terhadap Dolar AS yakni Rp18.002. 

Nilai tukar rupiah di pasar spot sudah tertekan sejak pagi di awal perdagangan hari ini. 

Senin 5 Juli 2026, rupiah spot dibuka di level Rp 17.997 per dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 9.05 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar rupiah hari ini dibuka melemah 32 poin (0,18%) ke level Rp 17.995 per dolar AS.  

BACA JUGA:Jaringan Gelap Sianida Ilegal Terbongkar! Bareskrim Polri Sita 18,1 Ton Senilai Miliaran Rupiah

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada pukul 09.10 WIB mematok harga beli dolar AS sebesar Rp 17.990 dan harga jual sebesar Rp 18.010 di e-rate.

Kemudian dalam TT counter, BCA menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp 17.795 dan harga jual Rp 18.070. Selanjutnya berdasarkan bank notes, harga beli dan harga jual dolar AS masing-masing ditetapkan sebesar Rp 17.795 dan Rp 18.070.

Sore ini pukul 17.00, di BCA, mencatat harga beli di Rp17.930 sedangkan harga jual Rp18.020 di e-rate.

BACA JUGA:Rupiah Melemah Picu PHK Massal di Mana-mana, Pemerintah Punya Solusi Apa?

Dikutip dari laman resmi Universitas Islam Riau, Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Islam Riau (UIR) Dr. Dafrizal, M.Soc. Sc., berpendapat media memiliki peran besar dalam membentuk pemahaman publik terhadap isu ekonomi termasuk ketika memberitakan pelemahan rupiah.

“Media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk cara publik melihat realitas. Ketika media lebih menonjolkan sisi ancaman dan ketidakpastian, masyarakat cenderung memandang situasi secara pesimis. Sebaliknya, ketika media lebih banyak menampilkan solusi dan langkah penanganan, persepsi publik juga akan lebih optimistis,” jelasnya.

Ia mencontohkan dua judul berita yang membahas isu serupa namun menghasilkan persepsi berbeda.

BACA JUGA:Kebun PTPN Cot Girek Diduduki Sepihak, Negara Rugi Miliaran Rupiah

Judul seperti ‘Rupiah Terus Anjlok, Krisis Ekonomi 1998 Bisa Terulang di Indonesia’ akan memunculkan kecemasan dan kekhawatiran publik.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: