Bulan Bulat

Bulan Bulat

--

Math'am Jawa Jadid, –Anda sudah tahu artinya: Resto New Jawa. Hanya satu langkah dari hotel tempat saya menginap –langkahnya Hulk.

Awalnya bukan resto itu sendiri yang menarik perhatian saya. Obrolan mereka yang makan di situlah yang memancing perhatian –ups ... mereka belum makan. Baru akan makan.

Saya juga ingin makan. Mereka pun minta saya duduk di ujung meja panjang. Di halaman terbuka depan. Lebih sejuk. Lebih lapang.

Saya pun serasa kembali muda. Mereka memang anak-anak muda. Pakaian mereka hitam-hitam tapi dari bahan dan potongan yang modern. Atraktif. Saya akan ceritakan siapa mereka di Disway besok.

Setelah duduk barulah saya menengok ke papan nama resto itu: New Jawa –sebagai terjemahan dari bahasa Arab di foto.

"Mana Bu Dahlan?" tanya mereka.

"Beliau sedang ikut city tour," jawab saya. "Ke kebun kurma...".

Saya mengucapkan ''kebun kurma'' dengan agak lirih –agak tersekat di tenggorokan. Terlalu pahit untuk mengenangnya. Delapan tahun lalu dada saya sesak sepulang dari kebun kurma yang sama. Perut terasa kembung berlebihan. Napas tersengal. Punggung nyeri.

Saya terlalu banyak makan kurma mentah setengah matang di kebun itu.

Selebihnya Anda sudah tahu: saya dilarikan ke rumah sakit di Madinah ini. Di situ saya mengaku kena serangan jantung. Ternyata dokter bilang jantung saya excellence. Saya disuruh pulang ke hotel. Saya menolak. Dada terlalu sakit. Napas terlalu tersengal.

Saya tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Makkah. Anak-cucu yang minta saya terbang pulang bersama ibu dan nenek mereka. Bisa saja pembuluh darah saya pecah di penerbangan pulang sembilan jam itu. Saya berani terbang pulang justru karena tidak tahu potensi bahaya besarnya itu.

Tiga hari saya masuk RS di Surabaya. Tidak ditemukan apa pun. Sampai Robert Laisoulmate saya di Singapura, memaksa saya ke sana.

Diketahuilah: terjadi aorta dissection –pembuluh darah utama saya pecah. Sepanjang setengah meter. Untung bisa diselamatkan.

Beberapa kali ke Madinah setelah itu saya tidak pernah ikut city tour lagi. Bukan salah kurma. Salah saya sendiri. Juga ''salah''-nya Madinah: kenapa kota ini kian menarik. Kian modern. Kian bersih. Kian tertata. Kian banyak kafenya.

Tanpa ke kebun kurma tidak kekurangan yang bisa dilihat di New Madinah. Dulu ke kebun kurma karena jamaah bisa bosan di Madinah. Kini tidak seperti itu lagi. Jalan kaki ke arah mana pun akan ketemu tempat yang menarik.

Seluruh kota Madinah sudah ditata dengan selera Amerika. Tidak secuil pun terlihat Madinah lama. Tidak ada lagi sudut yang kotor dan kumuh. Kadang saya ikut bersyukur Arab Saudi kaya –sehingga mampu menata kotanya. Mampu juga membersihkan kota dari sampah dan kemiskinannya.

Tengah malam pun gemerlap –seperti tidak tahu cara meredupkannya. Saya sendiri tidak boleh tidur sebelum pukul 02.00. Anda sudah tahu: saya harus live setengah jam pada pukul 05.00 WIB. Setiap hari. Itu berarti pukul 01.00 waktu Madinah.

Teman saya, pemilik perusahaan haji dan umrah Bakkah, memilihkan hotel di dekat Gerbang 330 Masjid Madinah. Itulah gerbang paling menarik –karena dekat dengan 步行街 terbaru di Madinah. Bukan hanya dekat. Tersambung dengan itu.

Sepanjang jalan utama di depan Gerbang 330 itulah pusat jalan-jalan yang lapang dan gemerlap. Begitu banyak kafe di situ.

Pun tengah malam. Tetap ramai. Ada yang pergi ke masjid. Ada yang baru pulang dari masjid.

Tahun ini ada pemandangan baru yang sebenarnya agak menggelikan –fenomena TikTok. Orang antre di salah satu kafe kaki-lima di situ. Beli es krim. Serunya, kata mereka, bukan rasa es krimnya tapi proses pembeliannya.

Setiap penjual menyerahkan es krimnya saat itu juga dia menyemprotkan bubble lembut ke pembeli. Tidak hanya itu. Pembeli juga ditaburi kelopak-kelopak bunga Mawar. Seperti dihujani bunga. Mereka pun bersorak.

Rasanya harga bunga itu lebih mahal daripada es krimnya yang mungil: 25 riyal –sekitar Rp 110.000.


Antre es krim mawar.--

Ada juga jenis tur baru di Madinah: napak tilas Nabi Muhammad. Dari Masjid Nabawi ke Masjid Quba.

Nabi selalu jalan kaki dari rumahnya ke Masjid Quba. Kini lokasi rumah itu ada di dalam masjid yang terus diperluas. Quba adalah masjid pertama yang dibangun Nabi. Yakni saat Nabi dalam perjalanan migrasi dari Makkah yang membecinya ke Madinah yang menunggunya.

Perjalanan itu delapan hari, tapi karena tiga hari pertama harus sering bersembunyi dulu, jadinya 11 hari.

Di hari ke-8 Nabi tiba di Quba –di luar kota Madinah. Istirahat beberapa hari di situ. Sempat membangun masjid. Baru kemudian masuk ke kota Madinah.

Tahun ini, para jamaah umrah sudah bisa napak tilas itu dengan cara baru. Tidak perlu jalan kaki. Terlalu jauh: lima kilometer. Bisa 1,5 jam. Ada cara baru: naik mobil golf. Hanya 20 menit.

''Terminal'' mobil golf itu di dekat gerbang 330. Satu mobil bisa tujuh orang. Satu orang 20 riyal. Satu kali jalan.


--

Saya dipilihkan napak tilas malam hari. Siang pun sebenarnya tidak masalah. Ini lagi musim sejuk-sejuknya. Tidak terlalu dingin. Sekitar 20 derajat Celsius. Sangat nyaman.

Bedanya: kalau malam bisa melihat gemerlap lampu sepanjang jalan. Juga lihat air mancur bercahaya.

Rute lima kilometer itu sudah ditata bak destinasi baru wisata. Madinah sudah ditata indah –pun sampai pinggiran kotanya. Apalagi kompleks Masjid Quba itu: sudah dirombak total. Masjidnya. Juga lingkungan di luarnya.

Perjalanan mobil golf itu pun rutenya dibuat menarik: melewati beberapa lokasi bersejarah. Termasuk melewati Saqifah Bani Sa'idah yang terkenal itu (lihat: Disway 4 Maret 2024: Pagar Teras). Sudah lama rumah bersejarah itu –terutama terasnya- dihancurkan: untuk perluasan masjid Nabawi.

Kini teras rumah itu sudah jadi tambahan halaman masjid yang sangat luas. Sebagiannya sudah dibuat taman. Sudah ditanami kurma --tapi belum mulai berdaun.

Itulah yang dulu menjadi arena berdebatan masal. Tema debat: siapa pengganti Nabi Muhammad. Saking serunya pertentangan sampai jenazah Nabi lupa dikuburkan --menunggu selesainya perdebatan yang sampai berlangsung dua hari.

Ada juga literatur yang menyebutkan Nabi tidak segera dikuburkan bukan karena itu. Mereka sebenarnya menunggu saat-saat jenazah Nabi akan ''ditarik'' ke langit.

Di zaman itu ada yang percaya bahwa Nabi, sebagai manusia sempurna, akan diangkat ke langit –seperti Nabi Isa (Yesus).

Di Madinah, pun di Quba, terang dan ramainya hampir sama. Tidak ada siang dan malam di sana. Di Quba terlihat malam hanya karena terlihat bulan bulat Nisfu Sa'ban –中月亮 di kaki langitnya.

Madinah-Quba adalah jalur baru wisata yang Anda harus coba –minggu depan. Atau tahun depan. Atau kapan-kapan. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 4 Februari 2026: Buka Blak

Fauzan Samsuri

Sebenarnya analogi dalam hal apapun boleh saja, tapi dalam hal keterbukaan rasanya kok lebih enak pakai analogi "rumah" saja Abah, semacam "Open House: misalnya. Siapapun boleh datang tanpa undangan, siapapun boleh masuk ke dalam rumah, pun sampai ke sudut-sudut ruangannya. Toh selama ini juga sudah dikenal istilah open house perusahaan, dimana sebuah perusahaan membuka kantor atau untuk fasilitasnya untuk umum dalam rangka pengenalan produk, budaya kerja dan fasilitasnya secara langsung. Kalau pakai analogi baju jadinya ya identik dengan manusia, apalagi kalau sudah nyebut bra dan CD, nanti pikirannya bisa keman-mana. Ups...mungkin itu pikiran saya saja. Salam sehat untuk perusuh semua.

MULYADI PEGE

Betul Abah, kalau pintu atas sudah terbuka, maka proses membuka pintu bawah akan lebih mudah. Itu kalau membuka pintu rumah sendiri, dan rumahnya bukan milih bersama. Nah, kalo soal buka membuka tutupan, Abah juga betul, itu mudah, tapiii,, kalau istri sendiri, lah KL istri tetangga?

Nurkholis Marwanto

Ralat Mbah: Kalau yang di maksud ADRO energy kodenya adalah ADRO merupakan perusahaan holdingnnya, sedangkan ADMR anak usaha Adaro, perusahaan tambang yang bergerak di bisnis non batubara. Sedikit Spil, di tahun-tahun belakangan ini grup PP lah yang menjadi primadona bursa. Banyak sahamnya ARA (auto reject atas) saat ipo, berhari-hari sampai di suspend. Setelah suspend selesai masih ARA lagi. Grup PP sangat pelit melepas saham saat IPO, hasilnya sahamnya banyak yang langsung terbang sampai ga masuk akal mahalnya. Apakah itu gorengan? Saya tidak tahu. Wait-wait yang ditulis Abah, saham yang naik sedangkan saham yang lain turun, apakah itu juga gorengan? Saya juga tidak tahu. Bursa/pasar itu suka pada yang demikian. Tapi kalau rugi teriak-teriak.

Wilwa

Bertriliyun itu bukan uang, itu hanyalah angka? Hmmmm. Press Release idx dot co dot id 6 Nov 2025 menyebutkan investor pasar modal Indonesia telah mencapai 19.154.487 single investor identification (SID) dari jumlah tersebut, investor baru tahun 2025 mencapai 4.282.848 SID meningkat dibandingkan investor baru tahun 2024 yang mencapai 2.703.578 SID. Dan khusus BEI jumlah investor saham mencapai 8.083.076 SID dengan jumlah investor baru di tahun 2025 mencapai 1.701.632 SID meningkat dari tahun 2024 yang mencapai 1.125.873 SID baru. Hmmmm. Apakah ini juga angka? Ketika “bearish” dari Index turun dari 9000an ke 7000an berapa juta SID yang jadi korbannya? Apakah itu hanya angka-angka atau orang-orang? Hmmm. Bagi owner BCA atau Adaro mereka tak terpengaruh naik turunnya Index karena dapat dikatakan mereka telah mendapat modal murah meriah dari jutaan SID yang sukarela menyumbang uang ke mereka saat IPO. Lalu jutaan SID itu sendiri yang “gelut” sendiri dan sukarela “digoreng” para broker yang tak pernah rugi itu karena baik jual maupun beli saham toh mereka dapat fee dari transaksi. Dan walau fee hanya receh namun bila dikumpulkan dari ratusan ribu hingga jutaan transaksi setiap hari, tentu “untung”nya tak main-main.

komang membramo

mungkin saham perusahaan be-ha dan CD ikut digoreng sampe gosong. Biar gak bisa dipakai lagi. Kalo ga bisa dipakai kan tidak perlu dibuka nantinya......komenGacor

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

SEMUA "TELANJANG", SUASANA JADI "MENGGAIRAHKAN".. Pasar saham kita sedang kena "razia" besar-besaran. MSCI bertindak bak polisi moral bursa yang minta semua emiten buka-bukaan. Bukan cuma buka baju, tapi harus sampai telanjang bulat. Selama ini banyak yang asyik main petak umpet di balik nama PT. Padahal isinya ya dia-dia juga. Kiki Widyasari, Pjs Ketua OJK, ternyata punya nyali lebih besar dari dugaannya banyak orang. Hanya dalam 48 jam, aturan main dirombak total. Free float dipaksa naik. Siapa pemegang saham di atas satu persen wajib "setor muka". Ini revolusi. Selama ini kita bangga dengan kapitalisasi jumbo, tapi isinya barang "pingitan" yang sulit ditransaksikan investor dunia. Semoga semua juga buka nyali. Nyali untuk telanjang data dan informasi. Sehingga dunia dan lingkungan saham kita jadi menggairahkan..

kambing hitam

Hi abah betul2 seumuran gibran hatinya biarpun kesing udah tui noh masih nyes nulis bh dan cd tak kira2 pula sampai di 4 paragraf.mhĥhh muda maninnnng!

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

DISMorning - 4 FEBRUARI 2026.. ​Suasana pagi ini di acara DISMorning terasa santai tapi "berisi". Sasa menyapa pak Dahlan dari Surabaya yang sedang diguyur hujan badai. Latar belakang tempat pak Dahlan ikut acara secara online terlihat sederhana. Dsn sempat jadi guyonan. Obrolan mengalir renyah, khas gaya lesehan tapi membedah isu berat. ​Diskusi l, seperti biasa, menghadirkan pak Dahlan sebagai narasumber utama bersama Sasa dan redaksi Disway. Fokusnya tajam, yaitu ada badai di pasar modal Indonesia. Il IHSG yang sempat melambung ke angka 9.000-an tiba-tiba rontok. Pak Dahlan menyebutnya "seleksi alam". Ada ancaman penurunan kelas dari MSCI ke level frontier setara Bangladesh. Keterbukaan informasi dan fenomena goreng saham jadi biang keladi. ​Tak hanya bursa, Sasa dan pak Dahlan merembet ke pengunduran diri massal pejabat OJK dan BEI. Pak Dahlan juga menyoroti kegagalan kita menjadi negara industri akibat krisis 1998. Sekarang kita terjebak jualan bahan mentah. Beliau pesimistis pada sistem politik dan kampus sekarang yang sibuk cari mahasiswa. Bukan riset. Harapan terakhirnya tinggal kepada kekuatan media sosial. Penutupnya juga telak. Saat ditanya tips investasi jika ada uang 5 juta, pak Abah justru menantang balik: "Bagaimana caranya agar uangmu tidak cuma 5 juta?" ### ((Kerja. Kerja. Cuan. Semua otomatis terjadi.))..

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

TERJERAT PINJOL MENJELANG LEBARAN? ​Dunia saham lagi rontok. Tapi bisnis pinjol justru makin kinclong. Apalagi mau Lebaran. Banyak orang kalah di bursa, larinya malah gali lubang ke aplikasi. Data menunjukkan jumlah rekening peminjam aktif sudah menembus angka 18 juta orang. Nilai outstanding pinjamannya pun ngeri-ngeri sedap, menyentuh Rp60 triliun lebih. Ini bukan angka main-main untuk urusan ini. ​Bandingkan tingkat unga pinjol. Bank biasanya main di angka belasan persen per tahun. Pinjol? Bisa 0,3 persen per hari. Kalau dihitung setahun, bunganya bisa melesat di atas 100 persen. Jauh sekali gapnya dengan bank konvensional. Masalah seriusnya jelas: tingkat kredit macet (TWP90) mulai merangkak naik. Banyak nasabah yang sudah masuk tahap "napas senin-kamis". ​Ledakan masalah tinggal tunggu waktu saja. Budaya gali lubang tutup lubang ini sangat berbahaya. Kalau ekonomi makro sedikit saja terguncang, bom waktu kredit macet ini bisa pecah. Kita tidak ingin hari raya malah jadi hari duka karena dikejar penagih utang. Jangan sampai demi gaya hidup sesaat, masa depan ludes dimakan bunga harian. ### ((OJK harus antisipasi atas masalah pinjaman. Sebelum "ditegor" "MSCI"-nya Pinjol)).

Yos Os Nursal

Pagi ini,sepertinya Pak Elan dari Magetan lagi "BT" - Birahi Tinggi. Dugaan ini terlihat dari pemilihan analogi. Setidaknya ada kata CD dan Bra yang diulang-ulang empat kali. Bugil sekali dan telanjang sekali. Dugaan saya, ini hanya dugaan saja, mungkin masih efek salah satu foto pada edisi "PT Bukan". Ada foto setengah terbuka, sekelas XX atau minimal X. Foto itu telah membuat fantasi Pak Elan melanglang buana ke gunung kembar - Gunung Salak dan Halimun yang setengah terbuka dari tebalnya kabut di pagi itu. Lanjutkan,Pak Elan. Atur nafas agar tidak ngos-ngosan.

mario handoko

selamat pagi bp thamrin, bp agus, bp jokosp, sobat yea, bp udin, bp em ha dan teman2 rusuhwan. "anggaran mbg terserap rp 19.5 ton di januari. begini efek dahsyatnya." demikian berita di cnbcindonesia.com. per jan 2026. penerima manfaat mbg 60 juta orang, dengan realisasi anggaran 19.5 ton. dihitung kasarnya, per orang di bln jan ini. dapat 325 rb. alias per hari sekolah, dapat 13 ribu. jika bgn dan sppg di bypass. tiap anak didik akan menerima dana 13 ribu per hari. jadi seharusnya tidak ada lagi tragedi siswa sd kelas 4 di ngada ntt. yang menulis surat perpisahan untuk mamanya. karena tidak dibelikan buku dan pulpen seharga 10 ribu. kertas tii mama reti (surat buat mama reti) / mama galo zee (mama saya pergi dulu) / mama molo jao (mama relakan saya pergi) / galo mata mae rita ee mama (jangan menangis ya mama) / mama jao galo mata (mama saya pergi) / mama woe rita nee gae ngao ee (tidak perlu mama menangis dan mencari atau merindukan saya) / molo mama (good bye mama) / Rip untuk adik YBS.

Wilwa

@Juve. Kadang saya heran MSCI ingin punya data rinci siapa owner dari PT-PT (bukan perorangan) yang main di BEI. Lho bukannya di NYSE juga banyak yang gak jelas siapa owner dari special purpose vehicle / SPV companies yang main? Termasuk Morgan Stanley yang sahamnya dimiliki Mitsubishi UFJ Financial Group (23.38%), State Street Corporation (6.9%), The Vanguard Group (6.83%), Black Rock (5.9%), JP Morgan Chase (2.54%) dan 2679 institusi lain (masing-masing di bawah 2% kepemilikan namun total 16.45%). Total 5 investor kelas kakap + 2679 institusi ini menguasai 62% saham Morgan Stanley an American multinational investment bank and financial services company. Yang punya kantor di 42 negara dan 80 ribu employee. Morgan Stanley minta transparansi siapa owner dari PT-PT yang dicurigai dimainkan konglomerat Indonesia yang Kong kali Kong dengan para brokers pemilik BEI. Dan konglomerat Indonesia seperti Djarum / Hartono sudah biasa main SPV atau SPE (Special Purpose Entities) company misalnya ketika beli saham BCA saat krismon 1998. Waktu itu pembeli BCA sangat misterius karena tak diketahui siapa owner dari SPE/SPV company yang beli BCA. Belakangan baru diketahui setelah pembelian BCA tuntas. Ternyata pemilik / owner SPE company itu Hartono bersaudara alias Djarum. Mereka smart. Belajar dari siapa? Ya Anda Sudah Tahu siapa dan dari negara mana sang guru. Kini sang guru yang minta sang murid yang jauh lebih smart dalam menyembunyikan siapa owner PT-PT untuk transparan. :):):)

Iqbal Safirul Barqi

Katakanlah BEI mengabulkan semua permintaan MSCI. Buka Blak! >Siapa yang diuntungkan? 1) MSCI. 2) Investor ritel. Ingat, diuntungkan disini belum tentu dalam artian profit uang, tapi semata-mata karena semakin banyak informasi yang bisa diakses >Siapa yang dirugikan? Market maker, bandar. Karena jejak mereka bakal kelihatan lebih jelas, jadi lebih susah melakukan manuver. Lebih jauh. Apa kemungkinan akibat jika market maker dirugikan? 1) bandar marah, dump barang di market, mengakibatkan kejatuhan IHSG 2) bandar ganti strategi, tetap fight di market. mungkin main di timeframe yang lebih pendek, atau rela susah payah bikin banyak nominee. Mudah-mudahan opsi 1 tidak terjadi. Pada akhirnya, tujuan bandar hanya 1, seperti hanya tujuan semua orang, cari untung. Bagaimana bisa beli di harga bawah, jual di harga atas. Sederhana. Dulu korban jualannya selalu ritel, rakyat jelata miskin. Lha berhubung ritel indonesia duitnya kurang banyak, maka mereka hebat juga berhasil jual ke asing ^_^". Ritel jelata malah banyak yang ikutan untung. Dengan adanya kasus ini, saya hanya berharap mudah-mudahan tidak lagi banyak investor ritel yang merugi jadi makanan bandar.

Liam Then

Saya ini termasuk orang kepo, kalau sudah tertarik sesuatu, pasti saya gali sebisa mungkin, zaman dulu sumbernya koran atau buku, kemudian tiba zaman internet, tapi gali informasi masih butuh usaha keras, cek-cek website, kemudian cek baca, dan sisir dan coba pahami informasinya. Biasanya Wikipedia yang jadi tujuan utama, capeknya bukan main, apalagi kalau baca Wikipedia, malah bisa pengalihan fokus fikiran kemana-mana karena muncul kepo baru, nge-klik tautan nama atau istilah. Barulah di Zaman AI ini, nafsu kepo saya luar biasa terpenuhi. Akibatnya saya bisa gacor makin panjang, hahaha... Kebetulan, bidang saham ini termasuk yang saya puas-puasin keponya. Trus terang, saya di kepret 1jt rupiah sama karib saya, waktu dia untung 39jt waktu beli saham tertentu atas usulan saya. Yang kebetulan waktu ditanyakan ke guru les sahamnya, cocok dan boleh dibeli. Pokoknya hari ini saya mau puas-puasin gacor tentang saham. Bukan tentang saham mana yang harus di beli, tapi lebih pada gambaran umum kasar yang saya miliki tentang persaham-sahaman akibat baca seri tulisan Pak DI beberapa hari ini. Pak DI sebenarnya kasih informasi sangat penting sekali, yang baru saya sadari hari ini .

Murid SD Internasional

Gubernur Batavia, Jan Pieterszhoon @Juve Zhang, sedang pusing. Salah satu jembatan provinsinya, diminta Kaisar Tiongkok @Liam Then, agar terbuka untuk publik. Jangan lagi dikuasai oleh warga setempat + preman setempat yang selama ini mengambil untung pribadi dari pungutan liar untuk setiap kendaraan yang lewat jembatan tersebut. Gubernur Juve Zhang stress, sebab preman setempat itu adalah kawan-kawan lamanya sejak wilayahnya masih bernama Sunda Kelapa. Akhirnya Gubernur Juve Zhang berkirim surat memohon bantuan Raja Jawa yang bijaksana, Raja Suryonegoro III, memohon solusi win-win, bagaimana caranya agar pemintaan Kaisar Tiongkok Liam Then -- agar jembatan provinsi dapat dinikmati publik -- bisa dipenuhi, dan relasi dengan kawan-kawan lamanya yang menguasai jembatan provinsi juga bisa tetap terjaga.

Liam Then

Hari ini Pak Bos puas-puasin...dibuka sampai CD dan Kutang, bahkan sampai bugil katanya. Ahahaha.... Ada-ada saja Bocah Tua Nakal. Suka pura-pura tak tahu, dulu bilang tak ngerti saham. Tapi ikut cawe-cawe pembentukan bursa saham Surabaya.

pak tani

Pak Bos sedang kesusu.. ya, kesusu alias buru2. Kesusu pertama adalah : penurunan saham BBCA 922 T ke 910 T itu 1% lebih, bukan 7%.. Kesusu kedua adalah : ilustrasi foto istri angling dharma cocoknya muncul di tulisan kali ini, bukan di tulisan petama. Lebih pas. Kesusu ketiga : Literally.. Anda sudah tahu :)

pak tani

Pak Bos sedang kesusu.. ya, kesusu alias buru2. Kesusu pertama adalah : penurunan saham BBCA 922 T ke 910 T itu 1% lebih, bukan 7%.. Kesusu kedua adalah : ilustrasi foto istri angling dharma cocoknya muncul di tulisan kali ini, bukan di tulisan petama. Lebih pas. Kesusu ketiga : Literally.. Anda sudah tahu :)

Liam Then

Saya sempat membedah sebuah emiten, ini perusahaan besar sekali. Dengan bantuan AI yang sudah canggih, saya pakai untuk bedah logika. Ini sudah sebulan lalu kalau tak salah, jadi saya ndak yakin apakah memori saya masih akurat. Pertanyaan saya kisaran begini : "Mas AI, saya kan ada baca tuh, prospektif perusahaan ini, ada yang namanya saham pengendali, saham milik masyarakat ( ritel). " Pengendali = owner, pemilik manfaat terakhir" , mereka yang putuskan bagaimana perusahaan di operasikan, jadi kalau pakai logika, segala macam transaksi perusahaan, misalnya procurement (pengadaan, pemasok, kontrak kerja) dll, itu sepenuhnya atas kendali mereka toh? Mereka bisa saja pilih sodara mereka, grup affiliasi mereka sendiri, sementara di laporan kami (investor ritel) cuma baca jumlah angka sekian-sekian" , kami ini (ritel) pemegang saham eceran, otomatis jadi "sitting duck" dong. Mas AI : "Iyah lah, anda tidak bisa apa-apa, makanya anda harus pakai perbandingan, jangan asal beli, para profesional sangat pandai baca>Wilwa

Ujaran / analisis pakar saham mengenai “mafia saham” di BEI yaitu mengapa para PT yang jadi “mitra strategis” para mafia saham (konglomerat/owner + brokers) untuk “menggoreng” saham di BEI ataupun NYSE itu harus berlapis-lapis hingga “tujuh lapis” sangat masuk akal. Karena secara matematis, 51% pangkat 7 akan menghasilkan angka di bawah 1%!!! Misal PT A menguasai saham PT B 51% lalu PT B menguasai saham PT C 51%, PT C menguasai saham PT D 51%, demikian seterusnya sampai PT H alias 7 lapis maka 0.51 x 0.51 x 0.51 x 0.51 x 0.51 x 0.51 x 0.51 = 0.00897410677861. Atau dibulatkan menjadi 0.009 alias 0.9% saja. Kurang dari 1% kepemilikan saham di PT H sang “gantung siwur”. Jadi “big boss” di PT A secara legal bisa ditutupi identitasnya alias tidak akan pernah ketahuan identitasnya di PT H karena secara persentase kepemilikannya kurang dari 1%. Tapi secara de facto, hasil “gorengan” saham oleh PT H (gantung siwur < udheg udheg < wareng < canggah < buyut/cicit < putu/cucu < anak) masuk ke kantong sang big boss di PT A. Hmmm. Otak “mafia saham” memang luar biasa “smart” nya. IQ 3 digit kata Juve Zhang. :):):)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 156

  • MULYADI PEGE
    MULYADI PEGE
  • agus budiyanto
    agus budiyanto
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
  • Ibnu Shonnan
    Ibnu Shonnan
  • Ibnu Shonnan
    Ibnu Shonnan
  • Thamrin Dahlan YPTD
    Thamrin Dahlan YPTD
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Wilwa
      Wilwa
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Wilwa
      Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Wilwa
      Wilwa
    • Liam Then
      Liam Then
  • yea aina
    yea aina
  • Kang Sabarikhlas
    Kang Sabarikhlas
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Kang Sabarikhlas
      Kang Sabarikhlas
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • yea aina
      yea aina
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Wilwa
      Wilwa
    • Liam Then
      Liam Then
  • pak tani
    pak tani
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • yea aina
      yea aina
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Liam Then
      Liam Then
  • Ja'far Syahidan
    Ja'far Syahidan
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
  • Mbah Mars
    Mbah Mars
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • pak tani
      pak tani
    • ra tepak pol
      ra tepak pol
    • Bahtiar HS
      Bahtiar HS
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Rizal Falih
    Rizal Falih
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Rizal Falih
      Rizal Falih
    • Rizal Falih
      Rizal Falih
  • Muh Nursalim
    Muh Nursalim
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Muh Nursalim
    Muh Nursalim
  • Runner
    Runner
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • okky achmad
    okky achmad
  • Sadewa 19
    Sadewa 19
  • Hendro Purba
    Hendro Purba
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • pak tani
      pak tani
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
  • Bahtiar HS
    Bahtiar HS
    • Bahtiar HS
      Bahtiar HS
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
    • Bahtiar HS
      Bahtiar HS
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Gregorius Indiarto
    Gregorius Indiarto
  • Mbah Mars
    Mbah Mars
    • MULYADI PEGE
      MULYADI PEGE
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Mbah Mars
    Mbah Mars
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • alasroban
    alasroban
    • MULYADI PEGE
      MULYADI PEGE
  • Nimas Mumtazah
    Nimas Mumtazah
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
    • Nimas Mumtazah
      Nimas Mumtazah
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Murid SD Internasional
    Murid SD Internasional
    • Liam Then
      Liam Then
  • Nimas Mumtazah
    Nimas Mumtazah
    • Nimas Mumtazah
      Nimas Mumtazah
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Nimas Mumtazah
      Nimas Mumtazah
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • DeniK
      DeniK
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Em Ha
      Em Ha
    • Em Ha
      Em Ha
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • pak tani
      pak tani
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Four Birds
    Four Birds
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Thamrin Dahlan YPTD
    Thamrin Dahlan YPTD
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
  • djokoLodang
    djokoLodang
    • djokoLodang
      djokoLodang
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
  • DeniK
    DeniK
  • Pompey Indonesia
    Pompey Indonesia
  • rid kc
    rid kc
  • Sugi
    Sugi
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Lègég Sunda
    Lègég Sunda
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Lègég Sunda
      Lègég Sunda
    • Thamrin Dahlan YPTD
      Thamrin Dahlan YPTD
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman