Perarem Anti Narkoba, Bali Bangun Benteng Kearifan Lokal

Perarem Anti Narkoba, Bali Bangun Benteng Kearifan Lokal

BNN Provinsi Bali berkomitmen memberantas peredaran narkoba yang kerap dilancarkan jaringan mancanegara-Disway Bali/Rivansky Pangau-

DENPASAR, DISWAY.ID — Pemerintah Provinsi Bali menegaskan komitmen serius dalam pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika (P4GN) melalui Rapat Koordinasi P4GN Wilayah Provinsi Bali Tahun 2026 yang digelar di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, pada Kamis (5/2/2026).

Gubernur Bali Wayan Koster menekankan bahwa narkoba menjadi ancaman serius bagi Bali yang merupakan destinasi pariwisata dunia dengan tingkat keterbukaan tinggi terhadap arus wisatawan domestik dan mancanegara.

BACA JUGA:e Vitara Meluncur di IIMS 2026, Mobil Listrik Pertama Suzuki di Indonesia

BACA JUGA:Hasil Semifinal AFC Futsal 2026: Indonesia Hajar Jepang 5-3, Tembus Final Lawan Iran

Dengan jumlah penduduk sekitar 4,4 juta jiwa dan ketergantungan ekonomi sebesar 66 persen pada sektor pariwisata, Bali harus menjaga citra dan keamanan wilayahnya dari ancaman narkotika.

“Ketika saya menerima audiensi Kepala BNN dan melihat data yang disampaikan, saya melihat kita harus sangat serius menangani persoalan narkoba ini. Bali adalah destinasi wisata dunia, wilayahnya kecil, tetapi memiliki daya tarik global yang luar biasa,” ujar Gubernur.

Ia menegaskan bahwa penanganan narkoba harus dilakukan secara komprehensif dari hulu ke hilir melalui kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, BNN, hingga desa adat. 

Gubernur juga mendorong pembentukan sistem pencegahan yang masif berbasis desa adat melalui penyusunan perarem anti narkoba sebagai benteng kearifan lokal.

Rakor P4GN 2026 diharapkan menghasilkan rencana aksi daerah yang konkret dan terintegrasi untuk memperkuat deteksi dini, pencegahan, rehabilitasi, serta pemberantasan peredaran narkotika di Bali. 

BACA JUGA:Ini Tampang Pelaku Pelecehan Bocah di Jaksel, Sempat Ngelak di Depann Polisi

BACA JUGA:Usai Dilantik Jadi Wamenkeu, Juda Agung: Bukan Hal Baru Bagi Saya

Upaya ini sejalan dengan visi pembangunan Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang menekankan keseimbangan, keharmonisan, dan keberlanjutan kehidupan masyarakat.

Gubernur Bali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dan bahu-membahu melindungi generasi muda dari ancaman narkotika demi masa depan Bali yang aman, bermartabat, dan berdaya saing global.  

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali, Brigjen Pol Budi Sajidin menyampaikan ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (narkoba) di Indonesia, khususnya di Bali, terus menunjukkan dinamika yang semakin kompleks dan mengkhawatirkan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads