Point 100

Point 100

--

Mungkin Anda yang bisa menilai: ini penipuan atau tidak. Ini bisnis online. B2B. Pusatnya di Illinois, Amerika Serikat. Berarti di seputaran Chicago. Namanya: SPS Commerce.

Tentu ia yang saya maksud ini adalah anak muda. Tidak terlalu muda. Alumnus kimia. Sudah bekerja mapan di perusahaan besar. Istrinya alumnus Universitas Brawijaya, jurusan bahasa Inggris.

Maksud saya: ia cukup cerdas untuk menilai bisnis baru yang ia terjuni itu. Apalagi ia sudah berpengalaman menjalankan usaha. Waktu kuliah ia sambil dagang beras. Lalu dagang gula.

Ia juga sudah berpengalaman ”jatuh”. Dua kali. Yakni saat terjun ke bisnis kuliner: pecel dan rawon. Tidak sampai satu tahun tutup. Lalu kuliner lagi. Tutup lagi.

Sudah pula mencoba bisnis pertanian. Ia sewa sawah. Tidak sampai setengah hektare. Ditanami melon. Pengelolaannya diserahkan ke petani kenalanmya. Empat bulan kemudian si petani lapor: tanaman melonnya mati semua. Empat bulan, seandainya tidak mati, tentu sudah panen.

"Jangan-jangan sudah panen, uangnya hilang, lalu lapor tanamannya mati?" tanya saya.

"Tidak tahu," jawabnya.

Namanya Moh Yusuf. Tinggal di Pasuruan, Jatim.

Setelah itu Yusuf membuat akun pribadi di medsos. Saya sendiri baru sekali ini dengar nama akun itu --maklum orang tua. Itulah akun untuk menjaring pertemanan.

Yusuf tertarik membuat akun di situ karena bisa dipercaya. Harus pakai nama asli. Identitas juga harus asli. Bahkan setiap melakukan kontak harus menyertakan Google map: bisa diketahui sedang di mana saat posting itu dilakukan.

Ada satu orang yang menyapanya: ”Hi”. Juga hanya dijawab ”hi” oleh Yusuf.

Akhirnya mereka berkenalan. Saling bertukar nomor WA. Dari komunikasi itu akhirnya saling tahu. Yusuf tahu dia kerja apa. Dia juga tahu Yusuf kerja di perusahaan apa.

Di tahap itulah akhirnya dia nyeletuk: "kerja saya tidak seberat kerja Anda. Lebih santai," katanyi. Yakni kerja buka toko online di SPS Commerce.

Menurut Yusuf tidak ada nada dia mengajak dirinya terjun ke bisnis itu. Justru Yusuf yang banyak bertanya: apa dan bagaimana bisnis itu.

Intinya: Yusuf bisa buka toko di SPS Commerce. Tinggal menawarkan jual apa. Yusuf pun konsultasi dengan si dia: baiknya jualan apa.

Si dia menjawab: pengaruh Covid-19 masih terasa. Baiknya bisnis yang ada hubungannya dengan sanitasi dan kebugaran: masker, cairan sanitasi, tisu, vitamin, dan sebangsanya.

Yusuf pun menuruti saran itu: ia menawarkan 50 item di toko onlinenya.

"Toko baru biasanya di-support oleh sistem di SPS Commerce. Dicarikan pembeli," ujar si dia.

Tidak lama kemudian ada pesanan masuk. Dari Jerman. Nilainya USD1000. Yusuf ambil itu pesanan. Tapi ia harus menempatkan deposito di SPS Commerce senilai USD1000. Barulah transaksi bisa terjadi. Setelah barang dikirim, kata petugas CS di situ, uang pembelian akan cair 15 hari kemudian.

Untuk itu Yusuf punya e-wallet --dompet elektronik di akunnya. Yakni untuk menerima uang dari pemesan barang. Betul saja tiga hari kemudian masuk ke e-wallet Yusuf uang USD1000. Tidak sampai 15 hari.

Yusuf cukup hati-hati. Ia coba cairkan sebagian uang di e-wallet-nya itu: USD100. Ia hubungi CS untuk mencairkannya. SC pun minta nomor rekening bank milik Yusuf. Uang USD100 pun cair.

Yusuf lega: ini akun bisa dipercaya.

Lalu masuk pesanan-pesanan lain. Nilainya USD2.000. Yusuf layani. Sampai akhirnya masuk pesanan senilai USD5.000. Kali ini Yusuf merasa tidak punya modal sebesar itu. Ia harus beli dari pemasok dengan sistem kontan.

Tapi Yusuf tidak bisa menolak pesanan itu. Tidak boleh. Ia akan kena penalti. Saran dari CS: minta agar nilai pesanannya diturunkan. Yusuf bisa kontak langsung dengan pemesan. Lewat email. Sistem memang membolehlan kontak langsung seperti itu. Pesanan pun berhasil diturunkan.

Ketika datang pesanan baru Yusuf panik: nilainya USD7.000. Pemesannya Ratna Dewi, orang Jakarta. Yusuf tidak mampu tapi tidak bisa menolak. Ia mencoba menghubungi Ratna Dewi. Tidak direspons. CS juga sudah membantu menghubungi pemesan. Juga tidak ada respons.

Ketika saat pesanan jatuh tempo akhirnya Yusuf dianggap wanprestasi. Melanggar aturan. Dapat peringatan keras. Kejadian seperti itu berulang. Yusuf tidak mampu memenuhi pesanan. Juga tidak bisa kontak pemesan --untuk minta penurunan nilai order.

Akhirnya toko Yusuf ditutup. Ia sendiri sudah agak lama ingin menutup tokonya. Toh kelak bisa buka lagi, kapan saja.

Setelah toko ditutup Yusuf mengurus e-wallet-nya. Kan ada sejumlah uang di e-wallet --dari pembayaran-pembayaran sebelum itu. Nilainya USD20.000.

Maka Yusuf menghubungi Customer Service (CS) SPS: ingin mencairkan uangnya.

Yusuf kecewa: ternyata ia tidak bisa mencairkannya. Hanya toko yang punya poin 100 yang bisa mencairkan uang di e-wallet. Poin Yusuf tinggal 93 --akibat dua kali tidak komit dengan pemesanan.

Masih ada jalan agar Yusuf bisa mencairkan uang USD20.000 di e-wallet. Yakni harus menambah poin menjadi 100 lagi. Caranya: membeli poin. Harga satu poin USD1.000. Berarti Yusuf harus mencari uang USD7.000. Sulit.

Yusuf menceritakan kesulitannya itu ke si dia. Dia mengatakan bisa membantu tapi hanya USD3.000. Bentuknya pinjaman. Itu pun dengan syarat Yusuf sudah memasukkan uang USD2.000 ke SPS Commerce.

Yusuf pontang panting mencari uang sekitar Rp 25 juta rupiah. Gagal.

Dua minggu kemudian Yusuf bisa dapat pinjaman USD1500. Yusuf kembali kontak si dia. Akan dibantu. Yusuf pun menghubungi CS. Ternyata sudah tidak bisa lagi. Ups... Masih bisa. Syaratnya: harga poin sudah naik. Menjadi USD2.000 per poin. Tentu Yusuf tidak mampu.

Dari sini Yusuf mulai curiga: jangan-jangan ini sindikat penipuan online. Yusuf pun curhat ke radio Surabaya Surabaya. Lalu ke Polda Jatim.

Awalnya Yusuf tidak memberitahukan semua kesulitan itu ke istrinya. Tapi tidak bisa lagi. Harapan uangnya cair tidak ada lagi. Maka ia beritahu sang istri. Sebagian uang hilang itu dipinjam dari tabungan sang istri --yang hanya karena rayuan Yusuf akhirnya diberikan.

Hubungannya dengan si dia juga tidak berlanjut. Si dia mengaku lagi sakit. Yusuf sudah mengirim email ke dia: tidak akan mengganggunyi lagi.

Yusuf tidak tahu apakah dia sakit beneran. Yusuf tidak bisa ke Malaysia untuk menengoknyi.(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 19 Januari 2026: Rambo Batman

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

SEANDAINYA STARLINK TETAP BERJAYA DI IRAN.. Bayangkan kalau Starlink benar-benar tembus Iran. Internet tidak bisa dipadamkan. Sensor jadi ompong. Narasi negara bocor di mana-mana. Video beredar real time. Dunia menonton langsung. Tanpa editor. Tanpa izin. Demo akan beda kelas. Koordinasi lebih rapi. Emosi lebih cepat menular. Oposisi punya panggung global. Dalam hitungan jam, Tehran bisa jadi trending topic. Bukan karena puisi, tapi karena peluru. Itulah mimpi buruk penguasa mana pun. Bukan tank. Bukan rudal. Tapi sinyal. Internet satelit lebih menakutkan dari drone. Karena ia membuat negara kehilangan monopoli cerita. Makanya Starlink diburu. Dianggap alat asing. Bukan sekadar teknologi. Tapi senjata politik. Iran belajar dari Arab Spring. Revolusi modern tidak dimulai dari barak. Tapi dari WiFi. Namun ada ironi. Internet bebas tidak otomatis melahirkan revolusi. Ia hanya membuka peluang. Sisanya tetap soal nyali. Soal organisasi. Soal siapa memimpin setelahnya. Tanpa itu, sinyal cuma jadi tontonan. Seandainya Starlink berjaya, tekanan pasti naik. Tapi Amerika belum tentu datang. Like dan retweet tidak sama dengan pasukan. Dan sejarah menunjukkan, koneksi cepat tidak selalu berarti perubahan cepat. Kadang hanya membuat kejatuhan lebih rapi. Atau kekacauan lebih terang.

Juve Zhang

Kalau lihat Iran dari Rudy Chen yg baru berkunjung ke Iran nampak nya harga murah bensin super murah....naik bis antar kota murah makan murah ....tak ada alasan rakyat mati demi makan dlll ....Iran itu negara serba murah....sila lihat YT Rudy Chen....bensin itu Enerji rakyat dan murah sekali...selama negara Iran punya banyak BBM dan LNG maka negara aman aman saja .... Tiongkok itu membangun banyak Kilang Minyak di Iran jauh melebihi kapasitas Indonesia....Iran itu luar biasa kemajuan ekonomi nya dengan bantuan Tiongkok....bahkan bangun banyak MRT lagi lagi bantuan Tiongkok sangat banyak gerbong MRT yg didatangkan dari Tiongkok.... Insinyur Tiongkok pertama datang ke kilang minyak Iran yg mangkrak bengong lihat teknologi kilang Sudah lewat zaman alias Kadaluarsa.... sekarang Iran punya banyak Kilang kapasitas gede jauh lebih besar dari Indonesia....bahkan mereka mampu buat Kilang Minyak mini kapasitas 50 ribu barel.... kemajuan ekonomi Iran ditopang oleh Tiongkok sepenuhnya dan dibayar oleh minyak Iran yg berlimpah ruah.....anda lihat bahkan Iran bangun PLT Nuklir dibangun Rosa Tom Rusia hampir jadi....ini membuktikan ekonomi Iran maju pesat....ketika Iran Gas LNG nya melebihi Qatar dan minyak nya masuk 5 besar dunia maka semua ingin menguasai Iran ...... trumpet pun tergiur dengan kekayaan Iran.....wkqk

Juve Zhang

Ketika Venezuela di blokir sekarang oleh armada Amerika maka kapal tanker pindah ke Iran dan memasok kilang di Shandong artinya Fullus banyak masuk ke Iran....kilang Shandong perlu minyak jenis Berat Maka alternatif ya Iran.... itulah pompa minyak identik pohon duit...duit Iran banyak beli kontan pesawat militer ke Rusia dan juga beli pesawat militer ke Tiongkok....sebuah kekuatan nyata dan jelas nya rudal Iran terbaik banyak dibuat...dan Drone Shaheb ny bahkan digunakan Russia ...sebuah kekuatan teknologi otak insinyur Iran....

Rizal Falih

Komentar ini mungkin masih ada kaitanya dengan tulisan Abah kemaren. Sebagai pengguna setia ojek online, saya harus berterima kasih kepada para pemilik aplikasi. Inovasinya sudah sangat membantu. Terutama disaat dompet sedang tipis dan saldo juga meringis. Masih bisa menggunakan jasanya dari kantor ke stasiun. Tarif murahnya sangat membantu. Terutama disaat-saat kondisi keuangan yang kritis. Bayangkan, tarif murahnya hanya tujuh ribu rupiah. Separo dari harga normalnya. Meski selalu  memberikan tip kepada pengemudi, supaya harganya tidak terlalu jauh dari tarif aslinya. Supaya tidak ada perasaan bersalah, karena telah menggunakan fasilitas paket hemat yang disediakan aplikasi. Tapi pernah melihat sekilas di layar aplikasi pengemudi. Berapa rupiah yang diterimanya dari paket hemat yang dipesan oleh pengguna. Ternyata lumayan lah, masih diatas tarif yang didapatkan oleh pengguna. Apalagi jarak dari kantor ke stasiun juga dekat. Tidak sampai satu kilo. Dengan tarif segitu, jika dia bisa bolak-balik mengantar penumpang dari stasiun ke kantor di jam pulang kerja, hitunganya bisa lebih besar daripada mengantarkan penumpang yang jaraknya jauh. Tetapi jika sedang turun hujan, menyusahkan pengguna. Tarif jadi lebih mahal. Bisa dua kali lipat. Waktu menunggu pun lama. Jarak pengemudi lebih jauh dari titik order. Sepertinya banyak pengemudi tidak narik. Seharusnya pengemudi senang, karena pendapatan yang diterima lebih besar dari harga normal. Apalagi tarif hemat.

Wilwa

Islam memang dari Arab tapi tanpa bantuan bangsa Iran/Persia era Abbasiyah / Abbasid dan bangsa Turki(ye) era Utsmaniyah/ Usmaniyah/ Ottoman yang sangat agresif itu, Islam tak mungkin menjadi agama dengan populasi terbesar kedua setelah Kristen. Dinamika politik, ekonimi, agama, militer di Timur Tengah ditentukan oleh interaksi Iran-Turki-Arab (Mesir & Saudi). Dan bila Iran dan Turki menguasai teknologi memproduksi rudal atau drone, semua itu tak bisa dipisahkan dari warisan Reza Pahlevi (Iran) dan Mustafa Kemal (Turki(Ye)) yang memodernisasi Iran dan Turki. Gerakan nasionalis yang berupaya melepaskan diri dari budaya Arab dan mencari identitas nation/bangsa. Yang dulunya pernah jaya. Ini mirip dengan hubungan Tionghoa-Mongolia-Manchuria. Mongolia pernah berkuasa hampir seabad era Dinasti Yuan 元 (1278-1369) dan Manchuria pernah berkuasa era Dinasti Qing 清 (1644-1911). Kini Tionghoa-Mongolia-Manchuria menjadi satu di era Tiongkok modern. Dan kini Tiongkok punya Jepang dan Korsel yang bagai Mongolia “kecil” dan Manchuria “kecil”. Interaksi Tiongkok-Jepang-Korsel sama dinamisnya dengan interaksi Arab-Turki-Iran.

Wilwa

@AgusS3. Bayang-bayang USA. Bayang-bayang Pahlevi. Hmmm. Di Iran kini juga ada “wabah” “piye enak jamanku toh?”. :) Iran era M. Reza Pahlevi, seperti Tiongkok masa kini. Economic growth 20%, industri non migas mendominasi, pendapatan migas kalah jauh dari non migas. Iran juga maju dalam teknologi. PLTNuklir didirikan. Universitas Teknologi banyak dibangun. Kaum hawa cukup banyak menuntut ilmu di Universitas dan bekerja bersaing dengan pria. Dinasti Pahlevi memang anti clerical (baca: anti madrasah, ini dimulai sejak sang ayah mendirikan Iran modern, dan sebagai sobat Mustafa Kemal Attaturk, M Reza Pahlevi ini memang sedikit banyak anti Arab, termasuk Islam yang diidentikkan dengan Arab). Emansipasi wanita ini membuat masalah tersendiri yaitu banyak pria menganggur! Karena wanita yang dilarang menggunakan hijab apalagi cadar menyerobot pekerjaan lelaki. Dinasti Pahlevi yang kebarat-baratan memang otoriter namun dibanding Dinasti Ayatollah yang juga otoriter, dirasa lebih baik bagi pendukung Dinasti Pahlevi yang mana saat itu Iran lebih maju dibanding semua negara berkembang. Hanya Jepang yang menyaingi Iran saat itu.

Saifudin Rohmaqèŕqqqààt

Dulu di tahun 80 an ketika saya masih bersekolah, bapak guru memberikan nasehat cara memilih pemimpin biar tidak salah pilih. Kriteria hanya ada 3 saja. Tidak lebih tidak kurang. 3 kriteria itu sebagai berikut: 1. pemimpin adalah orang terkuat diantara kalian. 2. Pemimpin adalah orang terbaik akhlaknya diantara kalian. 3. Pemimpin adalah orang terpandai di antara kalian. Itulah nasehat bapak guru saya dahulu. Ketika 3 kriteria itu dimasukkan ke dalam Mr. President Donald Trump, rasa rasanya, satu pun tidak ada yang masuk. Seperti di banyak belahan dunia, pemimpin hanya punya 1 kriteria saja, punya suara terbanyak. Itulah dunia yg kita tinggal sekarang. Mau tidak mau begitulah adanya.

Afa

Saya suka gregetan kalau baca CHD. Sudah memperkenalkan istilah 'pengetahuan konsumen' yang saya belum tahu. Tapi memilih komentar no.1 yang membuyarkan rasa bangga saya dapat istilah baru. Hadeuuuuuh. Demi keutuhan rasa bangga terpaksa saya cek kembali. Istilah "pengetahuan konsumen" berasal dari konsep consumer knowledge dalam bidang pemasaran dan perilaku konsumen, yang dikembangkan oleh para ahli seperti James F. Engel, Roger Blackwell, dan Paul Miniard pada akhir abad ke-20.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

##PAK WILWA: PAHLEVI: MAJU, TAPI TERLALU CEPAT? Catatan Pak Wilwa di bawah sana menarik. Dan komplet. Memang ada nostalgia Pahlevi di Iran hari ini. Ada slogan: “Piye enak jamanku toh” versi Persia. Secara angka, Iran era Pahlevi memang melesat. Industri nonmigas kuat. Teknologi dikejar. Kampus tumbuh. Perempuan masuk ruang publik. Negara terlihat modern. Bahkan sangat. Tapi modernisasi Pahlevi itu seperti sprint tanpa pemanasan sosial. Terlalu cepat. Terlalu atas-bawah. Dipaksakan. Anti ulama. Anti simbol lama. Hijab dilarang. Madrasah ditekan. Identitas dipreteli. Di situlah retaknya. Modern tapi asing bagi banyak rakyatnya sendiri. Kedekatan dengan Israel dan Barat memperparah. Nasionalisme Persia memang bangkit. Cyrus diagungkan. Tapi bagi mayoritas Syiah, itu terasa menjauh dari iman. Apalagi SAVAK bekerja tanpa ampun. Otoriter tetap otoriter, meski pakai jas Barat. Soal Khomeini, ironi sejarahnya pahit. Shah takut komunis. Membuka pintu bagi ulama. Ternyata yang masuk bukan penyeimbang, tapi pengganti. Sosialis dipakai, lalu disingkirkan. Revolusi makan kawan sendiri. Pelajaran besarnya mungkin ini. Kemajuan ekonomi tanpa legitimasi kultural rapuh. Sekulerisme yang memusuhi agama menciptakan dendam panjang. Maka Iran hari ini terjebak antara dua nostalgia. Pahlevi yang maju tapi dingin. Ayatollah yang ideologis tapi keras. Dan rakyatnya, terus mencari "versi ketiga". ### Bukan versi Pahlevi? Bukan versi Ayatulloh?

Liáng - βιολί ζήτα

Sedangkan Denmark adalah negara yang sudah makmur sejak lama. Juga sudah sejak lama kondisi politik dan ekonomi Denmark sangat stabil. Hubungan dengan sesama negara-negara Uni Eropa pun harmonis, bahkan dengan negara-negara di luar Uni Eropa. Oleh karena itu, tidaklah berlebihan jikalau Denmark sekarang ini sangat mengandalkan solidaritas sesama negara-negara Uni Eropa untuk meredam ambisi Donald Trump, dimana Denmark sudah bergabung ke Uni Eropa selama lebih dari ½abad, yakni sejak tahun 1973. Mungkin..... pada points inilah Donald Trump sepertinya mengalami "gangguan penglihatan"..... terlihat seakan-akan menaklukan Greenland (Denmark) semudah dan sesederhana menaklukan Venezuela. Penaklukan atas Greenland akan "berbiaya sangat mahal" bagi Amerika Serikat !! Eropa adalah sekutu utama Amerika pasca Perang Dunia II..... Setidak-tidaknya sebagai sekutu Amerika dalam rentang waktu yang panjang, Eropa sedikit-banyak tahu "dalamannya" Amerika, termasuk teknologi militernya..... Maka, berkonfrontasi militer dengan sekutu sendiri, akan berisiko lebih tinggi !! Dan..... saran terbaik untuk Donald Trump adalah : segera temui "ophthalmologist" agar "penglihatannya kembali normal" !! [3/3].

Liáng - βιολί ζήτα

Meski semangat juang untuk mempertahankan tanah-airnya tidak pernah memudar, sama halnya seperti bangsa-bangsa lain di dunia ini..... Namun, zaman sudah berubah..... tentu saja kehebatan peperangan zaman dahulu, tidak dapat lagi dibangga-banggakan, bahkan akan nampak sangat primitif pada kecanggihan persenjataan modern. Apalah artinya Pedang Ulfberht dibanding dengan persenjataan canggih ?? Juga, apa manfaatnya nama besar Bangsa Viking di masa lampau, untuk kondisi zaman sekarang ini ?? Maka, diperlukan strategi baru untuk mempertahankan tanah-airnya, termasuk melalui jalur diplomasi baik dengan kawan maupun lawan. Lantas bagaimana Denmark mesti menghadapi ambisi Donald Trump ?? Untungnya..... Denmark bukanlah seperti Venezuela. Pada point ini, sepertinya Donald Trump "salah melihat"..... Venezuela memang kaya akan minyak bumi, tetapi kekayaan alamnya belum membuat Venezuela menjadi negara makmur. Juga kondisi politik dan ekonomi Venezuela masih belum stabil. [2/3]

Liáng - βιολί ζήτα

iseng-iseng saja Di dunia ini, ada 2 negara yang memiliki 2 National Anthems (Lagu Kebangsaan), yaitu Denmark dan New Zealand. Anthem New Zealand adalah "God Defend New Zealand" - dan mengakui Anthem-nya United Kingdom "God Save the King/Queen" sebagai Anthem-nya New Zealand juga. Denmark memiliki keunikan tersendiri, 2 National Anthems-nya, berupa : 1. Civil National Anthem. 2. Royal National Anthem. Lantas, 2 National Anthems Denmark tersebut dinyanyikannya pada moment apa ?? 1. Civil National Anthem. "Der er et yndigt land" yang berarti "There is a lovely country" - dinyanyikan pada umumnya pada pertandingan olahraga resmi, baik di tingkat nasional maupun internasional. 2. Royal National Anthem. "Kong Christian stod ved højen mast" yang berarti "King Christian stood by the high mast" - dinyanyikan pada acara Kerajaan Denmark dan juga pada acara kemiliteran Denmark. Singkatnya, lagu "Kong Christian stod ved højen mast" berkisah tentang semangat juang Bangsa Denmark yang hebat dalam peperangan zaman dahulu untuk "mempertahankan tanah-airnya". [1/3]

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

BAGAIMANA CARA IRAN MENGACAK SINYAL STARLINK? Blackout internet kabel bisa diputus. Tapi Starlink lain cerita. Tanpa BTS. Tanpa ISP lokal. Itu sebabnya ia jadi andalan pendemo. Dan jadi target negara. Iran memilih jalur perang elektronik. Bukan menembak satelit. Tapi membuatnya “bising”. Prinsipnya sederhana. Radio lawan dilawan radio. Sistem Topol Rusia disebut mampu membaca pola orbit. Frekuensi. Waktu lintasan. Lalu membanjiri uplink–downlink dengan sinyal lebih kuat dan terdistorsi. Bukan mematikan. Tapi membuat koneksi tak layak pakai. Latensi melonjak. Paket data hilang. Terminal tetap hidup. Internetnya sekarat. Ancaman jadi berlapis saat digabung perangkat lain. Tirada-2, misalnya. Jamming area. Spoofing. Dan geolokasi terminal. Dari alat aman berubah jadi penanda lokasi. Di medan konflik, itu fatal. Bagi Iran, efeknya jelas. Komunikasi luar negeri tercekik tanpa perlu menyentuh kabel. Bagi Rusia, nilai tambahnya data. Apa yang berhasil. Apa yang gagal. Karena Ukraina amat bergantung pada Starlink. Versi mobile Topol, bila ada, berarti gangguan tak harus permanen. Cukup saat jam kritis. Itu sudah cukup mengubah hasil operasi. ### Referensi terbuka: 1) aporan RAND dan CSIS soal electronic warfare Rusia; 2). Pemberitaan Reuters dan The War Zone tentang Tirada-2 dan jamming Starlink di Ukraina; 3). Pernyataan SpaceX soal upaya anti-jamming yang terus diperbarui.

Udin Salemo

kelapa kecil bernama mumbang/ pada manggar melekat rapat/ maunya amrik penguasa iran tumbang/ apa daya ayatullah terlalu kuat/ banyak emas di pulau Andalas/ bekas tambang tinggalkan balong/ bagus foto hasil kamera redmi 15/ hp lama lungsur ke perusuh Serpong/ #mantun_ayatullah kuat

Liam Then

Kegagalan paling nyata adalah larinya sumber daya manusia. Iran adalah salah satu negara dengan tingkat pelarian intelektual (brain drain) tertinggi di dunia. Ribuan dokter, insinyur, dan ilmuwan terbaik Iran memilih membangun masa depan di Barat atau negara Teluk karena di tanah air mereka sendiri, "sliver of chance" (peluang sekecil apa pun) untuk maju ditutup oleh birokrasi ideologis. Jika sebuah perusahaan gagal mencetak laba selama 47 tahun, perusahaan itu akan bangkrut. Jika sebuah metode tani gagal membuahkan hasil selama 47 tahun, petani akan mengganti metode tersebut. Rezim ini telah diberikan waktu yang lebih dari cukup—hampir setengah abad. Namun, alih-alih kemakmuran yang dijanjikan, mereka justru memberikan isolasi. Seperti kata Anda, rakyat Iran adalah pewaris peradaban besar, dan mereka tidak pantas dihukum oleh kegagalan manajemen ekonomi sebuah rezim yang tidak mau belajar dari sejarah dunia.

Udin Salemo

ko Liam Then, pantun buatan AI gak ada "rasa" dan seninya. kering... hehehe...

Kang Sabarikhlas

pantun buatan i am, Aura Kasih pernah nampang di Disway Ada Kapan lagi iklannye? kangen gambar semlohay...duh.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 23

  • Liam Then
    Liam Then
  • Sugi
    Sugi
  • MULIYANTO KRISTA
    MULIYANTO KRISTA
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • rid kc
    rid kc
  • Mukidi Teguh
    Mukidi Teguh
  • Mukidi Teguh
    Mukidi Teguh
  • Mukidi Teguh
    Mukidi Teguh
  • alasroban
    alasroban
  • Thamrin Dahlan YPTD
    Thamrin Dahlan YPTD
  • DeniK
    DeniK
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Lègég Sunda
    Lègég Sunda
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Lègég Sunda
    Lègég Sunda
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN