Stok Pangan Nasional Jadi Sorotan di Tengah Perang AS-Iran, Pakar Khawatirkan Hal Ini

Stok Pangan Nasional Jadi Sorotan di Tengah Perang AS-Iran, Pakar Khawatirkan Hal Ini

Stok pangan nasional dikhawatirkan pakar di tengah konflik di Timur Tengah melibatkan Amerika Serikat (AS) dengan Iran.-Bianca/Disway.id-

JAKARTA, DISWAY.ID -- Menyusul memanasnya konflik peperangan antara negara Iran dan Amerika Serikat (AS), kekhawatiran akan ketersediaan dan produksi pangan nasional di tengah-tengah konflik tersebut turut menjadi bahan perbincangan banyak pihak.

Terkini, Badan Pangan Nasional (Bapanas) sendiri telah menyatakan bahwa dari periode Ramadan ini hingga menjelang Idul Fitri 2026 nanti, stok pangan masih dalam kondisi aman dan terkendali, baik secara nasional maupun di tingkat daerah.

"Insyaallah, jelang Lebaran 2026 kebutuhan pokok aman. Data neraca pangan menunjukkan kita dalam posisi surplus untuk komoditas utama. Beras kita sangat cukup, jagung cukup, gula konsumsi cukup, cabai cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir," tegas Amran di Jakarta, pada (04/03).

BACA JUGA:Konflik Timur Tengah, BPOM Akui Indonesia Masih Ketergantungan Obat Impor

BACA JUGA:1 dari 4 Orang Indonesia Kegemukan, 'Sahabatnya' Penyakit Stroke hingga Diabetes

Keoptimisan serupa pun juga turut diberikan oleh Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga Rektor Perbanas Institute, Hermanto Siregar. 

Menurut penuturannya, dampak yang perlu diantisipasi pemerintah justru berada pada sektor energi. Pasalnya, perang di kawasan tersebut berpotensi memicu kenaikan harga minyak dunia.

"Ketersediaan dan produksi pangan Indonesia mencukupi. Yang perlu diantisipasi pemerintah justru berada pada sektor energi," ucap Herman kepada Disway, pada Rabu (04/03).

Untuk itulah, Herman menambahkan, untuk mengantisipasi kekurangan di sektor energi ini, pemerintah juga perlu memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga serta distribusinya berjalan lancar.

BACA JUGA:Bantu Penyintas Banjir, Safrizal ZA Beri Bantuan Peralatan Dapur ke 600 KK di Bireuen

BACA JUGA:Cara Cairkan Saldo DANA Gratis hingga Rp300.000 Cair ke E-Wallet, Cuma Nonton Video di Aplikasi Melolo!

Dalam hal ini, dirinya juga turut mendorong percepatan pengembangan sumber energi non-minyak, khususnya energi terbarukan, sebagai langkah strategis menghadapi potensi lonjakan harga energi global.

"Dalam kondisi krisis energi, bukan hanya harga BBM yang terdampak, tetapi juga harga pangan. Namun, jika dikelola dengan baik, situasi tersebut justru dapat menjadi peluang bagi petani tanaman pangan dalam negeri," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sendiri juga menyatakan bahwa pasokan cadangan BBM nasional masih berada dalam kondisi yang cukup untuk jangka waktu 20 hari.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads