Bahlil Jamin Harga BBM Subsidi Tidak Naik Hingga Idulfitri

Bahlil Jamin Harga BBM Subsidi Tidak Naik Hingga Idulfitri

Bahlil menyatakan, pemerintah sebelumnya telah menggelar rapat bersama Dewan Energi Nasional (DEN) untuk mengantisipasi kebutuhan energi menjelang Idulfitri.-dok Disway-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan, harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.

"Untuk harga BBM subsidi, saya pastikan bahwa sampai dengan Hari Raya tidak ada kenaikan apa-apa. Sekalipun ada terjadi kenaikan harga minyak akibat perang Israel, Amerika, dan Iran," kata Bahlil, Rabu 4 Maret 2026.

BACA JUGA:Kurma Bercampur Sirup Gula Marak di Pasar, BPOM Ingatkan Bahaya bagi Penderita Diabetes!

BACA JUGA:Strategi Timnas Indonesia Hadapi Laga Pertama FIFA Series 2026, Bung Ropan: John Herdman Andalkan 3 Bek

Pemerintah, lanjut dia, saat ini berfokus pada menjaga stabilitas pasokan sembako, energi termasuk LPG, serta berbagai aspek ekonomi nasional selama bulan suci Ramadan.

Bahlil menyatakan, pemerintah sebelumnya telah menggelar rapat bersama Dewan Energi Nasional (DEN) untuk mengantisipasi kebutuhan energi menjelang Idulfitri.

Hasilnya, stok BBM maupun LPG dipastikan dalam kondisi aman. "Stok BBM kita untuk menjelang Hari Raya Idul Fitri insyaallah semua aman, termasuk dengan LPG," ujarnya.

Sementara untuk BBM non-subsidi, Bahlil menjelaskan bahwa penetapan harganya mengikuti mekanisme pasar sesuai Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022.

BACA JUGA:Kacau! Balita di Bekasi Disandera Rentenir Agar Orang Tua Korban Bayar Utang Rp 1,3 Juta

BACA JUGA:SELAMAT! Akun Kamu Siap Dikirim Saldo DANA Gratis Rp256.000 Buat Cari Takjil, Cara Klaimnya Cek di Sini!

Dengan skema tersebut, harga BBM nonsubsidi dapat menyesuaikan dengan perkembangan harga minyak dunia.

Selain itu, Bahlil meluruskan informasi yang beredar terkait kemampuan stok BBM nasional yang disebut hanya cukup untuk 20 hari imbas perang di Timur Tengah.

Ia menegaskan, kapasitas tersebut bukanlah kondisi darurat, melainkan mencerminkan kemampuan daya tampung (storage) yang selama ini dimiliki Indonesia.  

"Memang sejak dahulu, sudah sejak lama, bahwa kemampuan storage kita, daya tampung BBM kita di Republik Indonesia ini tidak lebih dari 21 sampai 25 hari," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads