Menanggapi kritik publik, Nafa Urbach meresponsnya dengan cara akan menyumbangkan gajinya sebagai anggota DPR untuk kesejahteraan guru.
Ia menyatakan bahwa gaji yang diterimanya disumbangkan untuk mendukung dunia pendidikan, khususnya kesejahteraan guru.
"Gaji saya sebagai anggota DPR saya salurkan untuk membantu guru-guru, terutama untuk kebutuhan pendidikan dan kesejahteraan mereka," ujar Nafa.
Langkah ini menunjukkan komitmennya terhadap isu sosial.
Kisah Adrian Maulana dan Primus Yustisio menjadi inspirasi bahwa transportasi umum seperti KRL dapat menjadi solusi praktis dan merakyat bagi pejabat publik dalam menghadapi kemacetan Jakarta.