Halo Wani

Halo Wani

Wani Sabu saat menerima Lifetime Achievement Award di ajang Contact Center World 2025 di Bali.-Instagram Wani Sabu-

Tidak mudah menjadikan Halo BCA juara dunia Contact Center perbankan dunia (baca Disway kemarin). Harus ada Wani sebagai pembangun pertama. Dia wanita hebat. Nama lengkapnyi: Wani Sabu.

Kini Wani menjabat vice president Bank BCA. Tidak hanya itu. Dia juga menjadi vice presiden grup Djarum, Kudus. Bank BCA memang salah satu bisnis di keluarga Djarum.

Awalnya Wani adalah auditor di BCA. Sebenarnya dia orang hukum. Alumnus Universitas Parahyangan, Bandung. Untuk itu dia harus ikut pendidikan khusus auditor di BCA: sampai 18 bulan. Sangat berat. Ia bukan orang ekonomi. Tapi, Wani berhasil jadi lulusan terbaik pendidikan auditor tersebut.

Karir Wani seterusnya pun di auditor. Dia matang di lingkungan auditor. Mendalami juga ilmu fraud di dunia perbankan. Untuk itu dia ambil S-2 di Universitas Tarumanegara. Bahkan kini dalam proses menyelesaikan S-3 kriminologi di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). Sebentar lagi jadi doktor ilmu kepolisian. 

Keahlian Wani di bidang fraud perbankan diakui di mana-mana. Sampai Wani dipilih untuk menjadi ketua Perbanas bidang fraud: ketua Komite Siber Fraud Perbanas.

Wani adalah auditor yang tidak harus selalu berjiwa tegang. "Saya tipe auditor happy," ujarnyi saat berbincang panjang dengan saya di suatu acara di Jakarta. "Saya orang yang mudah move on," tambah Wani.

Tibalah saatnya terjadi regenerasi kepemimpinan di BCA. Generasi ketiga pemilik Djarum mulai memasuki level pimpinan tertinggi. Cucu pendiri Djarum menjadi wakil dirut BCA: Armand Hartono

Wani dipanggil Armand. Dia dipindah dari tim auditor ke customer service. Tepatnya: ke Halo BCA. 

Perasaan Wani campur aduk waktu itu: apakah karirnyi sedang dijatuhkan? Disingkirkan? Dihukum? Pasti pimpinan menganggap Wani berbuat kesalahan: diturunkan dari kasta tertinggi (auditor) ke kasta terendah.

Wani pun menemui bos barunyi. Di situlah Wani memperoleh kejelasan: Armand ingin BCA dibenahi habis-habisan. Terutama di bidang hubungan bank dengan nasabahnya. Kuncinya: di Halo BCA.

"Orang yang berprestasi akan selalu berprestasi di mana pun ditempatkan".


Plakat dan boneka Monty (maskot contact center world) yang didatangkan dari Kanada.-Instagram Wani Sabu-

Anda masih ingat siapa yang sering mengucapkan 'hukum prestasi' itu.

Pun Wani. Dia melakukan pembenahan total di Halo BCA. Disiplin ditegakkan. Dia membawa budaya auditor ke Halo BCA. Salah satunya: kontrol yang diperketat.

Wani mengadakan mesin khusus untuk bagian Halo BCA. Karyawan yang meninggalkan meja kerjanya harus menekan tombol lebih dulu. 

Tombol itu ada di setiap meja. Tombol itu ada nomornya. 

Tombol nomor 5 misalnya, untuk yang ingin ke toilet. Berarti waktu yang tersedia hanya lima menit. Hanya untuk ke toilet. Tidak bisa mampir merokok atau menyambangi teman di ruang lain. Di menit keenam dia/ia harus sudah kembali di meja kerja.

Tombol nomor 2 untuk salat. Ada waktunya. Tombol nomor 3 untuk makan. Tombol no 1 untuk yang ikut rapat. Dan seterusnya.

Wani pun melakukan pendidikan khusus bagi karyawan di bagian itu. 


Profil Wani Sabu yang terpajang di dinding pusat Halo BCA.--

Halo BCA kian baik. Tidak ada lagi orang Halo BCA yang justru memarahi nasabahnya lewat telepon.

Wani masih ingat: ada nasabah yang komplain karena ditegur keras petugas BCA. Sampai ada nasabah yang dimaki. Dimarahi. 

Wani sampai melakukan penelitian: kata paling kasar apa yang diucapkan petugas Halo BCA kala itu. "Yang paling banyak digunakan adalah kata 'bego', 'bodoh', dan 'nama binatang'," ujar Wani.

"Binatang apa yang sering diucapkan?" tanya saya.

"Yang terbanyak 'anjing dan babi'," jawab Wani lantas tertawa.

Semua itu sudah menjadi kenangan masa lalu.

Memang kadang nasabah tidak kunjung mengerti penjelasan petugas yang disampaikan sampai berkali-kali. Ada nasabah yang marah. Nasabah itu kian marah karena justru dilawan marah oleh petugas bank.

Yang seperti itu sudah lama tidak ada lagi. Kini bahkan satpam BCA pun menjadi bagian dari pelayanan nasabah. Satpam BCA tahu ke mana nasabah yang bertanya kepadanya: harus disalurkan ke bagian yang bisa menyelesaikan persoalan. 

"Satpam BCA dididik khusus untuk itu," ujar Jayanti Zainal yang sudah Anda kenal.

Layanan di BCA pun kian memuaskan. Sistem telepon diganti digital. Yang dulu hanya melayani komplain diperluas ke jasa komersial: sampai ke pembukaan rekening baru secara digital –pemrek Digital. Orang bisa buka rekening BCA tanpa harus datang ke bank.

Wani orang Jambi. Marganyi Huang. 黄婉玉. Dia lulus SMA Katolik di Jambi. Punya anak hanya satu: putri. Kini sang putri bekerja di Bloomberg. Di London, Inggris.

Hasil kerja keras Wani sangat nyata. Juara dunia contact center sampai 15 kali. Reputasi BCA menjadi sangat tinggi. Kapitalisasi market di pasar modalnya menjadi yang terbesar di Indonesia –mengalahkan Bank BRI dan Mandiri yang asetnya jauh lebih besar dari BCA.

Armand pun terus menaikkan Wani ke jenjang yang lebih tinggi: seperti sekarang ini. Bahkan membawanyi ke holding Djarum.

Wani masih sering datang ke Halo BCA di Foresta. Pun Armand. Saring membawa tamu ke Foresta. Mereka begitu bangga Halo BCA dijadikan andalan oleh pimpinan tertinggi.

Dari BCA Foresta, saya diajak ke BCA BSD City. Juga ada Halo BCA di situ. Perjalanan 10 menit. Di situlah dulu Wani berkantor. Kantor lama Wani kini jadi ruang rapat.

Masih ada satu lagi pusat Halo BCA: di BCA Tang City. Saya tidak sempat ke sana. Harus segera mengisi acara di Asian Tiger CEO Mastermind.

Total ada tiga contact center di sekitar Jakarta. Tapi tiga center itu, dijadikan satu sekali pun masih kalah besar oleh yang di BCA Semarang. 

Semua jenis layanan Halo BCA ada di Semarang. Sampai punya Hall of Fame. Sebenarnya saya lebih diharapkan meninjau yang di Semarang. Di sana juga banyak 5i nya. Di situ pula piala BCA juara dunia 15 kali disimpan. Termasuk foto Wani saat kali pertama menerima piala dunia.

Maka saya menetapkan hati bahwa Kartini saya tahun ini adalah ini: Wani! (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 21 April 2026: Juara Dunia

Aviv Setiawan

Bahkan satpamnya pun juara itu BCA. Nasabah di depan saja sudah dilayani, padahal ke dalam mau lihat yang 5i.

Lagarenze 1301

Santai Sejenak. Seorang wanita tua berpenampilan lusuh masuk ke bank dan bertanya kepada teller, "Bisakah saya menarik uang Rp 100 ribu dari rekening saya?" Si teller melihat sejenak ke wanita tua itu, lalu dengan nada kasar berkata, "Silakan ke ATM, jangan menghambat antrean hanya untuk Rp 100 ribu." Wanita tua itu tak beranjak pergi. Dia kemudian berkata, "Baiklah, kalau begitu saya ingin menarik Rp 100 juta dari rekening saya." Teller menjadi kesal, namun sesuai prosedur standar, dia mengambil KTP, buku tabungan, dan kartu debit wanita tua itu, memeriksa rekeningnya, dan dia terbelalak melihat nilai tabungan lebih dari Rp 5 miliar. Teller segera meminta maaf, melapor ke manajer, dan mulai menjalankan mesin penghitung uang. Setelah beberapa menit, teller menyerahkan tumpukan uang Rp 100 juta dalam pecahan Rp 100 ribu kepada wanita tua itu dan bertanya, "Apakah ada hal lain yang bisa saya bantu?" Wanita tua itu tersenyum dan menjawab, "Ya, saya ingin menyetor Rp 99.900.000," sambil menarik selembar uang Rp 100 ribu dan mengembalikan sisanya ke teller.

Juve Zhang

CEO Honda berkunjung ke pabrik sparepart mobil punya supplier....dia kaget semua proses pake robot....pulang ke Jepang beliau bilang T itu sulit dikejar kemajuan nya atau istilah beliau gak ada harapan kita bisa bersaing....emang T bukan kaleng kaleng Raja Robotisasi Dunia....CEO Ford Jim Farley:" mobil Tiongkok jangan masuk ke Amerika kita bisa mati produksi semuanya.".....sudah jelas Teknologi Tiongkok 15 tahun lebih maju dari Amerika kata Putin.

DeniK

Tulisan ini pasti tidak ada hubungan nya dengan kasus oknum pegawai bank plat merah yg tilep duit nasabah keagamaan .puluhan milyard.

Liáng - βιολί ζήτα

iseng-iseng saja. Iseng-iseng memperhatikan 30 tayangan terakhir dismorning hingga Minggu 19 April 2026..... ternyata hanya 6 tayangan (20%) yang views-nya di atas 10ribu..... sedangkan 24 tayangan lainnya (80%) jumlah views-nya hanya ribuan saja, bahkan ada 1 tayangan yang tidak sampai seribu. Iseng-iseng pula membandingkan dengan tayangan serupa..... ternyata jumlah views-nya mereka itu loh..... Anda Pasti Tahu perbandingan antara tingginya Angkasa dan dalamnya Palung Mariana..... Padahal nama besar Bapak Mantan Sesuatu semestinya punya nilai lebih yang bisa menjadi daya tarik tersendiri..... Lantas, apa yang mesti dibenahi ?? Sepertinya, hal yang utama yang mesti dihindari adalah bagaimana penonton supaya tidak bosan..... dan sejujurnya itu yang saya rasakan ketika baru menonton beberapa tayangan saja..... Mungkin, ini mungkin lho ya..... dibalik mungkin akan lebih baik. Bapak Mantan Sesuatu yang menjadi host-nya..... dengan narasumber yang berbeda-beda dan kompeten di bidangnya, untuk setiap tayangan..... seperti halnya tayangan serupa yang sangat berhasil, baik dari segi kualitas maupun minat penontonnya (jumlah views-nya).....

MULIYANTO KRISTA

Jam tayangnya juga sangat berpengaruh om. Jam segitu banyak orang kita yang "masih tidur". Juga ibu2 rumah tangga yang harus mempersiapkan keperluan pagi untuk suami dan anak-anaknya. Juga bapak2 yang prepare untuk "ternak teri",nganter anak nganter istri. Jadi gak sempat mantengin Dis morning.

Er Gham 2

Halo BCA oke. Dibandingkan dengan bank lain: contact centre terlalu 'paranoid' dengan birokrasi berbelit. BCA lebih praktis dan masuk akal dalam penyelesaian keluhan nasabah. Bank lain, termasuk bank pemerintah, masih 'malas' untuk update SOP nya. Masih seperti zaman prasejarah.

Er Gham 2

Halo BCA oke. Dibandingkan dengan bank lain: contact centre terlalu 'paranoid' dengan birokrasi berbelit. BCA lebih praktis dan masuk akal dalam penyelesaian keluhan nasabah. Bank lain, termasuk bank pemerintah, masih 'malas' untuk update SOP nya. Masih seperti zaman prasejarah.

Everyday Mandarin (Study in Taiwan & China)

BCA, Bluebird, Bali, dan bioskop (XXI). Kebetulan awalan B semua. Itu yang sering saya jawab ke orang China/Taiwan kalau mereka tanya, "Apa yang bagus di Indonesia?" Pertanyaan yang tampak aneh. Tapi, banyak orang lokal sana -terutama yang jarang keluar negeri- memang masih awam dengan keadaan di Indonesia. Hanya nama besar Bali yang mereka kenal langsung. Itu pun masih banyak yang menebak Bali ada di Thailand atau Malaysia. Pe-er buat Kemenparekraf. Tentu saya tidak menyebut nama BCA atau Bluebird karena mereka pasti ga tau dan ga peduli. Saya cukup menyebut bank, taksi, dan bioskop kita bagus, kalian harus coba kalau sampai ke Indonesia. Menurut saya bahkan service dan kualitasnya lebih bagus daripada di China/Taiwan. Bicara soal bank di China dan Taiwan, saya sering mendampingi customer berurusan dengan bank di China dan Taiwan. Di sana, staf bank bisa melayani kita sambil membahas hal lain yang ga berhubungan dengan kita. Contoh: Saat CS sedang melayani customer, bahkan CS bisa sambil bicara ke rekan kerja di sebelahnya, "Eh, nanti siang mau cobain makan restoran X yang baru ga?" Terus ada CS yang bicara dengan staf yang posisinya jauh dari mereka dengan suara keras. Ga semua CS begitu, tapi saya cukup sering melihatnya. Tidak ada prosedur seperti CS BCA yang segala bahasa tubuh harus diatur, harus ja'im. Prinsip bank di China/Taiwan: yang penting cepat, ga perlu harus bertele-tele. Nyatanya, BCA yang juara Aspac.

Gianto Kwee

Kami belajar banyak di CHDI untuk "Gombal Berkelas dan Khas" ala CHDI dan itu nyata Datang ke KCU BCA dimana saja, Senin ke Kamis seragam formal, Jumat mereka berbaju bebas dan Sopan ! Wow ! 5 i semua ! CHDI gak bohong !

Fra Wijaya

Dengan tawanyi, Jayanti naik kelas: dari lima i ke enam i. Badannyi langsing berisi. Posturnyi tinggi. Dia gabungan antara kelembutan wanita dan ketegasan orang Bugis.Gombalan tingkat Dewa

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

INDUSTRI CALL CENTER: DARI SUARA SAMPAI PIALA Bisnis call center di Indonesia tidak sepi. Untuk outsourcing, ada pemain seperti Infomedia Nusantara, VADS Indonesia, Teleperformance Indonesia, dan Mitracomm Ekasarana. Kliennya beragam. Telko, bank, e-commerce, sampai maskapai. Nama sering tidak dibuka terang. Tapi bayangkan saja pemain besar seperti Telkomsel atau platform digital—mereka semua butuh “suara cadangan”. Di sisi lain, banyak juga yang memilih mandiri. Bank Central Asia dengan Halo BCA, Bank Mandiri dengan Mandiri Call, PLN dengan PLN 123. Alasannya klasik: kontrol kualitas dan keamanan data. Suara pelanggan dianggap terlalu mahal untuk diserahkan penuh ke pihak luar. Menariknya, ada juga panggung lomba. Indonesia rutin ikut ajang seperti Contact Center World Awards dan Indonesia Contact Center Association. Di sana, agen diuji bukan hanya cepat bicara, tapi juga cepat berpikir dan tetap ramah saat dunia pelanggan sedang tidak ramah. Akhirnya, call center bukan sekadar angkat telepon. Ia industri emosi. Dan yang juara, biasanya bukan yang paling keras bicara—tapi paling sabar mendengar.

Jo Neka

Uang akan membuat semua Sapiens bisa menjadi HAMBA yang ulet dan setia.No Debat.

mario handoko

selamat pagi bp jo. "ditjen pajak berencana pungut ppn jalan tol." demikian berita di kontan.com. ternyata bukan hanya sapiens. negara yg katanya kaya pun butuh tambahan uang. untuk bayar utang, untuk bayar gaji pemerintah dan depeer, untuk beli kaos kaki embege. nanti kalau uangnya sisa, baru dipakai untuk rakyat.

Ahmed Nurjubaedi

Tukang parkir di BCA juga beda. Sepertinya BCA sudah membuat deal dengan para jukir liar. Ramah sekali dan helpful ke konsumen BCA. Yang bermotor pun bermobil. Dan tarif parkirnya, hanya setengah dibanding tarif parkir pinggir jalan. Ini di BCA Surabaya. Mungkin di kota lain berbeda.

Armin Prasetyo

Sebagai orang yang pernah di posisi sebagai tax&acct manager 99% staf/spv adalah kartini Pasca menikah masih suasana bulan madu HP saya dan istri bersifat Tbk, karena itulah istri saya bergidik ngeri membaca pesan dari kartini-kartini saya dikantor: Kartini 1, fresh graduate yang cukup lincah dan pintar kirim pesan: Pak saya telat... waktu itu blm ada emoticon Kartini 2, usianya 5 th lebih tua dari saya, dari sebelum saya menikah sudah memanggil saya mas khas orang jawa, pesannya singkat juga: Mas aku telat! Kartini 3, Ibu 2 anak yang tiap berangkat kerja sambil nganter anaknya sekolah kirim voice noted: mas iki piye aku telaaattt Istri saya yang sudah telat 1,5 bulan langsung muntah-muntah dan menyuruh saya tidur di sofa, padahal apa salah saya

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@bu Guru Ima.. Di Kendari ada 4 toko Sinar Jaya.. 1) Toko Sinar Jaya Multi. Jualannya: Alat Mobil. Alamat: Jl. Jenderal M.t. Haryono No.103, Wowawanggu, Kec. Kadia, Kota Kendari, 93117 2) Toko Sinar Jaya Poligon. Jualannya: Sepeda dan spareparts. Alamat: Jl. Jenderal M.t. Haryono No.168 E, Lalolara, Kec. Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93231. 3) Toko Sinar Jaya Listrik. Jualannya: Alat Listrik. Alamat: Jl. Bunggasi, Rahandouna, Kec. Poasia, Kota Kendari, 93232. 4) Toko Sinar Jaya. Jualannya: Serba - Serbi. Alamat: Jl Ahmad Yani No 39 D Anaiwoi, Kec Wua Wua, Kendari 93117. ### Toko ortu mbak Jayanti mungkin senuanya. Atau mungkin yang terakhir. Saya belum pernah ke Kendari sebelumnya. Baru pagi ini saya halan-halan ke sana naik "GMap". Nyari toko Sinar Jaya. Demi bu Guru Ima, pak DI dan mbak Jayanti..

Ima Lawaru

Cara Abah mengkritik bank-bank bermasalah pelayanannya adalah dengan menceritakan bank-bank yang bagus pelayanannya. Saya gondok melihat bagaimana respon sebuah bank bermasalah terhadap nasabahnya yang kehilangan uang milyaran rupiah. Btw, 2008-2012 saya kuliah di Kendari, toko Sinar Jaya saya tak tahu di mana letak persisnya. Saking jarangnya saya ke toko. Tapi saya bangga, ada anak Kendari berprestasi yang diceritakan di Disway.

Jokosp Sp

Di Hari Kartini hari ini, ayoooo Ibu-Ibu bikin kesepakatan ke bapak-bapaknya "Saya minta cerai kalo bapak korupsi hari ini". Ehhhh .... si bapak sangat paham, menjawab dalam hatinya "Cuma hari ini mah gampang, besok-besok toh ibu-ibu nuntut lagi ini itu". Ketika di kantor kedatangan tamu untuk negosiasi proyek, maka si bapak bilang "Maaf khusus hari jangan". Kenapa pak?. "Hari ini Hari Kartini, ada larangan dari casier di rumah. Saya sudah menyetujui kesepakatannya". Baiklah...saya paham, besok saya antar ke rumah untuk hadiah Ibu di rumah. Ini cerita homor yang adanya di kanonhah, bukan di Jepang, Korea ataupun dari China.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

JAMAN DULU, DALAM BERTILPUN TIDAK ADA ISTILAH SALAH PENCET.. Dulu, telepon itu soal niat. Harus jelas. Harus sabar. Di era operator, salah sambung bukan karena jari. Tapi karena lidah. Kita salah ucap. Atau operator salah dengar. Komunikasi masih manusiawi—lengkap dengan risiko salah tafsir. Masuk era rotary dial. Putar satu-satu. Tidak ada jalan pintas. Salah satu angka, ulang dari nol. Kalau nomornya 11 digit, rasanya seperti ujian kesabaran nasional. Jari pegal, hati ikut berputar. Tapi di situlah disiplin dilatih. Tidak ada istilah ceroboh. Sekarang? Layar sentuh. Serba cepat. Terlalu cepat malah. Salah pencet jadi penyakit umum. Nama mirip sedikit, bisa salah sambung. Yang ditelepon mantan, yang diharapkan atasan. Drama dimulai dari satu sentuhan. Lebih modern lagi: pakai suara. Tinggal bicara, telepon bekerja. Tapi tetap saja, manusia tidak pernah bebas dari salah. Lagi flu, suara bindeng, “Budi” bisa jadi “Udin”. Teknologi makin canggih, tapi sumber error tetap sama: kita juga. Ironinya sederhana. Dulu lambat tapi pasti. Sekarang cepat tapi rawan. Kemajuan memang mempersingkat waktu. Tapi tidak selalu memperbaiki ketepatan..

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

CALL CENTER PERTAMA DI INDONESIA.. Perusahaan yang punya call center pertama di Indonesia adalah Telkom. Mengapa? Karena jaman dulu, pesawat tilpun rumah itu tidak ada "angka"-nya. Tidak ada "rotary dial"nya. Yang ada "engkol". Kalau mau tilpun kemanapun, engkol harus diputar. Fungsi engkol itu untuk menghidupkan baterai. Maka begitu tilpun diengkol, operator tilpun akan tanya: "Mau bicara ke nomor berapa? Setelah dijawab nomor yang akan dipanggil, maka tilpun akan disambungkan. Pesawat tilpun dimintai diletakkan dulu. Operator akan menyambungkan ke nomor yang dituju. Bisa jadi itu sambungan itu lokal, interlokal atau malah internasional. Kalau interlokal dan internasional, bisa terjadi nunggunya lama. Karena jaman itu, transmisinya masih ada yang pakai radio HF. Yang skedulnya kadang hanya 3 jam dalam sehari. Atau karena channelnya terbatas. Misal untuk route Jakarta - Surabaya hanya tersedia 20 channel, sedangkan yang minta sambungan bisa jadi 22. Maka yang 2 harus sabar nunggu giliran. Untuk anda tahu, 1) Kantor Tilpun itu bukan perusahaan, tapi merupakan "jawatan" yang fungsinya melayani keperluan pemerintah Hindia Belanda. 2) Saat tahun 70an saya masuk Telkom, jawatan itu sudah menjadi Perumtel. Jumlah karyawan Perumtel saat itu adalah 42.000 orang. Dan dari angka itu, terbanyak adalah operator tilpun. Operator tilpun jaman dulu, kalau bicara "hanya seperlunya". Karena yang dikerjakan banyak. ### Sekarang, karyawan Telkom tidak sampai 5 ribu orang.

Jokosp Sp

Mengingatkan ketika saya sma ngekos di rumah kepala telkom Kab. Semarang. Hampir tiap malam kalo tidak belajar atau ada tugas, mainnya pasti menemani operator telpon. Bunyi hasnya ketika ada telpon masuk tret tretttt ...... tanda putih di lemari kotak keluar. Halo minta disambungkan ke nomer berapa?. Ngengkol...kalau suara kurang kuat dan kurang bersih. Operator shift malam yang begadang.... yang luar biasa. Saya sering nguping...., "setttt jangan lama-lama" ditegurnya. Kenangan tahun 83-86 yang sangat membekas.

Jo Neka

Om Lagarenze..Kenapa si bapak tua.Kalau sudah ketemu wanita cantik.Tulisan ne cuma Tiga menit.Mohon dibahas sedikit.Atau apakah ada sindrom anda sudah tahu?Aihh ...jangan² ke Sanghai mau berobat..

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@pak Jo Neka.. TIGA MENIT DAN WANITA CANTIK.. Pak Jo Neka ini tajam. Mengamati dengan stopwatch batin. Tiga menit. Cepat sekali. Biasanya tulisan Pak Dahlan itu seperti kereta jarak jauh—panjang, detail, kadang berhenti di banyak stasiun. Tapi kali ini seperti KRL. Langsung berangkat, langsung sampai. Apakah karena wanita cantik? Bisa jadi. Inspirasi itu memang sering datang tidak sopan. Tidak permisi. Datang, duduk, lalu selesai. Tiga menit. Selesai pula. Atau jangan-jangan ini bukan soal cantik. Tapi soal fokus. Ketika narasumber menarik, otak tidak perlu muter jauh. Kata-kata antre sendiri. Tidak perlu dipanggil satu-satu. Soal sindrom? Wah, kalau itu kita serahkan ke dokter saja. Tapi biasanya bukan penyakit. Ini lebih mirip “efek percepatan estetika”. Ketemu yang enak dilihat, tulisan ikut gesit. Seperti sinyal 5G: lancar tanpa buffering. Ke Shanghai? Bisa jadi bukan berobat. Tapi cari inspirasi lanjutan. Siapa tahu di sana ada “tiga menit jilid dua”. Yang jelas, pembaca diuntungkan. Cepat selesai, tapi tetap kena. Itu seperti kopi pendek. Sedikit, tapi nendang.

Taufik Hidayat

Alhamdulillah , Indonesia setidaknya masih punya juara dunia setelah dalam olah raga kita punya badminton yang dulu Tajik emang piala Thomas dan pernah juga Iber dan Sudirman sekarang sudah meredup setelah tidak ada lagi Susi Susanti dkk. Tapi BCA ini mengingatkan saya akan plesetan yag mungkin mengandung SARASEHAN yang berasal dari zaman sebelum krismon.. BCA dikenal sebagai singkatan Bang Cina Asia? Bahkan ada issue gaji untuk yang etnis T lebih tinggi dibanding yg non T untuk jabatan yang sama? Ha ha hayang bikin tuduhan itu memang sudah buta karena iri dengki mungkin? Tapi BCA yang baru sekarang memang luar biasa walau saya tetap menaruh dendam. Saya pernah punya Flazz BCA yang digaungkan denga kartu kredit BCA, tapi ketika kartu kredit expire ternyata saldo Flazz nya hangus ? Sejak saat itu kapok deh .. He hehe .. tapi salut dengan satpam BCA yang sanga ok dan juga layanan Hallo BcA Z dll. Semoga bisa tetap juara dunia ?

Hasyim Muhammad Abdul Haq

BCA sudah nggak level dibanding-bandingin sama bank lokal di Indonesia. Apalagi sama bank BUMN yang mikirin kenyamanan antrinya nasabah saja nggak bisa. BCA bahkan di level dunia pun juara satu kalau untuk urusan pelayanan ke nasabah. Termasuk keamanan nasabah. Nggak mungkin terjadi uang jemaat Gereja Katolik Paroki Aek Nabara Rp 28M diselewengkan petugas bank seandainya itu disimpan di BCA.

Herry Isnurdono

Abah DI mau pamer kalau jadi nasabah Super Super Prioritas BCA, jadi hari Minggupun dilayani. Atau Abah DI temannya Komut BCA, jadi ada perintah pimpinan agar Abah DI dilayani. Tapi semua tahu, BCA Bank Capai Antri telah berubah. Berhasil dalam segi pelayanan. Tidak kalah dengan bank2 besar lain. Hampir semua pengusaha non pribumi pasti nasabah BCA. Jadi kalau mau lihat daerah itu maju, atau kawasan itu ekonomi bergerak, pasti ada BCA disitu. Kota Trenggalek yg Bupatinya kena OTT KPK, ada BCA. Karena penduduknya banyak yg jadi pekerja migran Indonesia di Luar Negeri. Saat ini BCA sudah sejajar bank besar lainnya, BRI, BNI, Bank Mandiri. Untuk Call Center BCA Terbaik. Tapi untuk bank terbesar dan terbaik, sepertinya masih Bank Mandiri. Abah DI tidak percaya ?

Achmad Faisol

saya mencari-cari kelemahan halo bca... ini hasilnya: tidak ada... keren...

djokoLodang

-o-- Internet Banking *) Ingin berbagi pengalaman adik saya. Ini benar-benar fakta. Bukan fiksi. Baru diceritakan kepada saya akhir bulan Maret lalu ketika saya besuk dia di RS. Adik saya perempuan sudah lansia, pensiunan instansi pemerintah. Sudah hidup mandiri, tanpa tunjangan suami. Punya rekening BRI, tapi tidak pakai internet banking. Selalu melakukan transaksi pengambilan uang di depan teller di Capem BRI dekat ex-kantornyi dulu. Jarang keluar rumah juga, karena fisiknya mulai uzur. Kecuali untuk perawatan jalan di RS. Januari lalu, saat membayar perawatan di RS Swasta terkemuka di kota Bandung, baru ketahuan bahwa saldo rekeningnya berkurang drastis --300 juta lebih. Jumlah signifikan buat pensiunan PNS. Singkat cerita, ternyata dananya diambil oleh karyawati di Capem BRI tempat dia biasa mengambil uang via teller. Karyawati itu adalah supervisor --pejabat yang meng-approve teller saat ada pengambilan uang oleh nasabah, Pulang dari besuk, saya telepon anak saya yang bekerja di bagian IT sebuah bank swasta di Jakarta. Ia bilang, nasabah seperti adik saya itu memang sering jadi incaran oknum-oknum yang berniat tidak baik: - lansia pensiunan, jarang pergi - tidak punya internet banking--> tidak ada notifikasi bila ada transaksi lebih dari 1 juta - awam prosedur. ~Kabar baiknya: Adik saya sudah boleh keluar RS. Dananya sudah dikembalikan oleh BRI pertengahan April lalu, setelah proses investigasi internal mereka, --0-

my Ando

saya jg sempat berhenti saat di kata² ini saya coba pejamkan mata sbentar dan tangan kiri saya garuk² bagian yg gatal... weenaakkkk

my Ando

saya org nya type update but late... ikuti trend tapi utk yg terbaru dan berasa kurang cocok nanti dulu salah satunya adl penyimpanna backup data di ponsel saya tak pernah menggunakan tracking location, history, login info bahkan streaming film aja juga baru² 5 tahun terakhir biasanya masih suka donlot dan simpan, sampai akhirnya... hp tiba² lupa pola (abis diutak atik dan ganti pola) berkali² dicoba dan berusaha akhirnya tak sabar juga... reset smua data hilang trmasuk id banking dan salah satunya BCA, pengalaman melaporkan masalah tsb agak rumit krn pengetahuan saya ttg data awal dulu hingga sampai 4x ditangani cs trpaksa saya kasi bintang 1 karna jwbnya cuma itu² aja akhirnya mencoba bersabar diri buka² email ttg data saat dftr rekening itu danenukan data utk verifikasi dan alhamdulilah stelah 1x bintang 1 lagi utl mereka ajaibnya cs ke 6 yg saya hubungi seolah bisa membaca masalah saya mgkn krn udh senior, btwslh saya adl saya pny 2 user id banking dan dua²nya masih aktiv hingga harus dinonaktivkan salah 1 utk saya bs login baru lagi dan akhirnya bintang 5 saya ikhlaskan dan saya tak perlu lagi beli bintang 7 dan cukup terapi bintang 9 saja

DeniK

Jangan heran . Banyak orang tua suku bugis yang kasih nama anaknya pakai nama jawa . Pernah di tanya ,katanya biar rejeki dan semangatnya seperti orang jawa .

Rashad Alvarado

BCA cardles nya jg bagus. Gak ribet Smua by aplikasi. Tanpa kartu dan tidak di tarik admin kartu.wkwk Beda sama BNI judulnya cardles tapi kena admin kartu ATM Wkwk

Motor Listrik

Tulisan yg tepat sasaran, disaat banyak banyak orang meragukan banyak perbankan, klo sekedar masuk hari minggu, itu sangat kecil nilainya dibanding kekuatan tulisan pak Dis yg memiliki pembaca setia jutawan yg jumlahnya jutaan, dan ragu harus menaruh tabungannya dimana. Tapi kasus BNI ini memang harus ditangani serius Danantara, termasuk jg OJK,karna ini pasti menggerus kepercayaan masyarakat terhadap perbankan, khususnya Himbara, krn btapa mudah uang mereka hilang akibat mereka terlalu percaya pada bank pemerintah (termasuk pada karyawannya). Dulu pernah ada kasus jg yg agak mirip karna nasabah terlalu percaya pada bank ini, bayangkan tokoh sebesar Idris manggabarani pun ada yg berani menipu, dan itu jg (oknum) karyawan bak bni. Kalau kita tau siapa beliau ini, pasti berpikir untuk menipu saja pasti takut, tapi oknum ini berani menipunyi! Kira2 karna apa? Ada kemampuan, Ada celah, Dan mungkin dibarengi dg keterpaksaan atau kerakusan. Jadi menurut saya, karna ini berulang, dan sama2 ramai beritanya, pemerintah, danantara atau ojk, harus melakukan audit menyeluruh, terutama bagaimana SOP bank ini, apakah ada yang perlu diperbaiki, krn ini bukan hanya ttg BNI, tapi ini tentang Himbara, dan juga kepercayaan masyarakat terhadap perbankan.

djokoLodang

-o-- ... Kami pun ngobrol di salah satu ruangan di lantai dua gedung BCA Foresta. Sembilan orang manajer menemani saya. Laki-laki. Wanita. Berbagai suku dan ras. Berbagai level manajer. ... *) Teringat pada suatu masa dulu. Berdasarkan pengamatan saya, saat berkunjung ke kantor-kantor cabang bank swasta di Indonesia. Karyawan BCA semuanya --menilik wajah mereka-- dari satu ras. Keturunan Tionghoa. Dan, ada satu bank lain --Bank Niaga-- yang karyawannya tidak ada ras Tionghoa. ~ Semoga pengamatan saya salah. --0-

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 114

  • HONDA CBR150R
    HONDA CBR150R
  • alasroban
    alasroban
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
  • Dr. Nugroho
    Dr. Nugroho
  • Aviv Setiawan
    Aviv Setiawan
  • pak tani
    pak tani
    • Wilwa
      Wilwa
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • David Kurniawan
    David Kurniawan
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
    • Runner
      Runner
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
  • Wilwa
    Wilwa
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Wilwa
      Wilwa
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
    • Wilwa
      Wilwa
  • Runner
    Runner
  • Sogia Manom
    Sogia Manom
  • Miftakhi Zakaria
    Miftakhi Zakaria
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Allen Enrico Doloksaribu
    Allen Enrico Doloksaribu
  • Irary Sadar
    Irary Sadar
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Wilwa
      Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
  • Kalender Bagus
    Kalender Bagus
  • Kalender Bagus
    Kalender Bagus
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • Herry Isnurdono
    Herry Isnurdono
    • Wilwa
      Wilwa
    • Herry Isnurdono
      Herry Isnurdono
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Wilwa
      Wilwa
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Wilwa
    Wilwa
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Mbah Mars
    Mbah Mars
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Achmad Faisol
      Achmad Faisol
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • Thamrin Dahlan YPTD
    Thamrin Dahlan YPTD
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Wilwa
      Wilwa
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Wilwa
      Wilwa
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • xiaomi fiveplus
    xiaomi fiveplus
  • Wilwa
    Wilwa
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Wilwa
      Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Ahmed Nurjubaedi
    Ahmed Nurjubaedi
    • mario handoko
      mario handoko
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Sugi
    Sugi
  • Wilwa
    Wilwa
  • Kujang Amburadul
    Kujang Amburadul
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • alasroban
      alasroban
  • DeniK
    DeniK
  • alasroban
    alasroban
  • Lègég Sunda
    Lègég Sunda
  • ABDUL HAPID
    ABDUL HAPID
  • Ima Lawaru
    Ima Lawaru
    • Ima Lawaru
      Ima Lawaru
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman