Menurut Gallas, Ruben Amorim saat ini terlihat kewalahan menghadapi tekanan dan dinamika ruang ganti yang penuh pemain bintang.
Ia mencontohkan momen saat Amorim tampak frustrasi menjelaskan peran kepada Kobbie Mainoo, yang kabarnya mulai tidak puas dengan menit bermainnya.
BACA JUGA:Chelsea Secara Tak Terduga Khianati Seorang Pemain Rookie, Nomor Jersey Garnacho Terungkap
"Mungkin Amorim belum siap menghadapi skala tekanan seperti ini. Kekalahan dari Grimsby menunjukkan betapa rentannya situasi saat ini. Di klub sebesar United, kekalahan seperti itu tidak bisa ditoleransi," kata Gallas.
Gallas juga menyamakan situasi Amorim dengan apa yang dialami manajer sebelumnya, Erik ten Hag, yang juga gagal mempertahankan stabilitas tim.
Masalah utama Manchester United tetap sama, konsistensi. Kadang mereka tampil luar biasa, kadang seperti tim papan tengah.
Banyak pemain yang terlihat hebat sebelum datang ke Old Trafford, tapi tak mampu mengatasi tekanan begitu masuk ke dalam sistem ini.
Jika Ruben Amorim tidak segera membalikkan keadaan, masa jabatannya bisa berakhir jauh sebelum kalender berganti tahun.
BACA JUGA:Pemain Favorit Ruben Amorim Senilai Rp1,5 Triliun Tanggapi Minat Manchester United
Ruben Amorim di Ujung Tanduk: Akankah Mengundurkan Diri dari Manchester United?
Sebelumnya Ruben Amorim diberitakan menghadapi tekanan luar biasa di Manchester United setelah awal musim yang buruk dan hasil-hasil mengecewakan, meski klub telah menggelontorkan dana besar pada bursa transfer musim panas.
Setelah finis di posisi ke-15 musim lalu, terburuk dalam era Liga Premier—harapan tinggi disematkan pada Amorim untuk membalikkan keadaan.
Namun, kenyataan berkata lain.
Manchester United tersingkir dari Piala Carabao oleh Grimsby Town, tim divisi empat, dan belum meraih kemenangan di liga musim ini.