BACA JUGA:Fakta Transfer Kobbie Mainoo di Deadline Day: 6 Klub Menggoda, MU Usir Semua!
Kekalahan dari Arsenal, hasil imbang melawan Fulham, serta kekalahan lewat adu penalti dari Grimsby hanya memperburuk situasi.
Walau dewan klub belum mengambil tindakan resmi, tekanan dari fans dan suasana ruang ganti yang retak membuat masa depan Amorim kian tidak menentu.
Beberapa sumber internal menyebut, jika tak ada perubahan dalam waktu dekat, Ruben Amorim bisa memilih untuk mundur secara sukarela daripada menunggu pemecatan.
Amorim sempat menuai pujian di Sporting Lisbon dengan formasi andalannya 3-4-3.
Namun, pendekatan taktis yang sama tampak tidak berhasil di Old Trafford.
Skuad Manchester United disebut kesulitan menyesuaikan diri, dan komunikasi antara pelatih dan pemain pun mulai dipertanyakan.
BACA JUGA:Man United Bisa Gaet Romeo Lavia dari Chelsea Sebagai Kegagalan Rekrut Baleba
BACA JUGA:Baru Gabung Liverpool, Alexander Isak Langsung Dituding Bakal Mengkhianati The Reds
Kekalahan dari Grimsby menjadi titik nadir.
Para penggemar mulai kehilangan kesabaran, dan media menyoroti taktik Amorim yang dianggap kaku serta tidak adaptif dengan karakter Liga Premier.
Meski niatnya membangun ulang tim patut diapresiasi, gaya permainannya dinilai gagal memberi solusi atas krisis performa yang tengah berlangsung.
Manajemen klub hingga kini memilih bersikap hati-hati, namun jelas bahwa waktu Amorim untuk membuktikan diri semakin menipis.
Pertandingan melawan Burnley akhir pekan ini disebut sebagai laga penentu.
BACA JUGA:10 Transfer Termahal Liverpool Sepanjang Masa, Alexander Isak Pecahkan Rekor Liga Inggris
BACA JUGA:Musim Panas Liga Inggris Paling Gila Sepanjang Sejarah Habiskan Rp66 Triliun, Liverpool Paling Boros