Selain itu, Ragnar juga mahir memberikan umpan silang dan cut inside yang dapat membahayakan pertahanan lawan.
Sementara di sayap kanan, Miliano Jonathans menjadi sorotan dengan kecepatan dan keberaniannya dalam duel satu lawan satu.
Miliano kerap menusuk ke dalam dan melepaskan tembakan akurat, membuat pertahanan lawan selalu waspada setiap kali bola dipegangnya.
Kombinasi ketiganya menciptakan serangan yang seimbang dan mematikan dari berbagai sisi lapangan, tiga jalur yang sulit dibendung oleh lawan.
Alternatif dengan Sentuhan Pengalaman: Lilipaly, Romeniy dan Miliano
Jika pelatih ingin menambah sentuhan pengalaman, Stefano Lilipaly bisa menjadi opsi sayap kiri yang bermain sebagai false winger.
BACA JUGA:Ronaldo Nazario Minta Neymar Kembali Perkuat Brasil di Piala Dunia 2026, Ini Alasannya
BACA JUGA:UEFA Pertimbangkan Skors Israel, Dampaknya Ubah Peta Persaingan Italia di Kualifikasi Piala Dunia?
Dengan pengalaman dan insting yang matang, Lilipali mampu mengatur ritme serangan, menjaga bola, dan memberikan umpan tepat sesuai situasi.
Formasi ini menempatkan Romeny sebagai striker utama dan Miliano tetap mengisi sisi kanan yang eksplosif.
Kombinasi ini memadukan kreativitas dan ketenangan, sekaligus menjaga keseimbangan dalam serangan.
Formasi ala Eropa: Ragnar, Mauro, dan Miliano
Pilihan ketiga menghadirkan Mauro Zijlstra sebagai striker murni di tengah, dengan Ragnar di kiri dan Miliano di kanan.
BACA JUGA:Umpan Kunci Calvin Verdonk Bantu Lille Menang Atas Brann, Pemain Veteran Rasakan Dampaknya