Mauro Zijlstra memiliki postur ideal, kemampuan menahan bola, dan insting gol yang baik, sehingga bisa menjadi alternatif utama jika Rumeni belum fit.
Gaya serangan ini mengadopsi formasi klasik ala Eropa dengan striker di tengah dan dua winger kreatif di kedua sisi.
Kombinasi ini memberi variasi permainan dan menjaga agresivitas lini depan tetap tajam.
Timnas Indonesia akan menghadapi dua lawan berat di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, yaitu Arab Saudi pada 9 Oktober dan Irak pada 12 Oktober di Jedah.
Persaingan untuk mendapatkan tempat di skuad final juga semakin ketat, dengan hanya 26 pemain yang akan dipilih dari 28 nama yang dipanggil.
BACA JUGA:Tak Masuk Skuad Timnas, Mees Hilgers Diberi Waktu Fokus ke Klub
Pertandingan ini adalah misi hidup mati karena hanya juara grup yang lolos langsung ke Piala Dunia 2026, sementara runner-up harus melewati babak tambahan.
Maka dari itu, kekuatan lini depan menjadi kunci yang sangat menentukan.
Dengan formasi dan pilihan yang sangat beragam, Patrick Kluivert punya banyak amunisi untuk mengatur strategi terbaik.
Kini tinggal menunggu siapa trio penyerang yang paling cocok menghadapi Arab Saudi dan Irak.