"Ini aja Pak Lurah barusan minta bantuan ke sosial untuk makan sore diperkirakan 2.000," ungkapnya.
Seorang warga yang terdampak, Surya Putra (19), menceritakan bahwa api awalnya muncul dari salah satu bangunan sebelum akhirnya menyebar dengan cepat akibat angin kencang.
"Dari fotokopi Badri, terus merembet kena angin, terus ke belakang. Terus disitu warga-warga udah padat kan, udah lebih, rumah saya juga kena," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa warga berusaha memadamkan api secara manual dengan bergotong royong, namun api sulit dikendalikan karena kondisi bangunan semi permanen dan angin kencang.
"Api dari salah satu bangunan. Pas saya lihat apinya udah gede, listrik juga belum dimatiin, baru pemadam pada dateng," kata Surya.