"Persoalan kelayakan bukan keputusan AFC. Itu berada di bawah FIFA khususnya pengadilan sepak bola. Keputusan itu belum dibuat. Kami menunggu sidang pengadilan yang seharusnya segera dilaksanakan," ucap Datuk Seri Windsor John.
Lebih lanjut, Windsor John juga mengindikasikan bahwa keputusan FIFA soal hukuman terhadap FA Malaysia dan tujuh pemain masih belum final.
Hal itu karena FA Malaysia masih memiliki kesempatan mengajukan banding yang bisa diajukan dalam 10 hari setelah sanksi keluar.
Tak hanya banding, jika Malaysia belum puas dengan keputusan di Komite Banding, mereka masih bisa membawa kasus ini ke CAS.
Pria 64 tahun kelahiran Kedah itu berharap agar pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kasus FA Malaysia segera mengambil keputusan.
Ia tidak ingin adanya penundaan mengingat bulan Oktober 2025 sudah masuk dalam masa lanjutan kualifikasi Piala Asia 2027.
Sementara itu, sanksi FIFA terhadap Malaysia karena pemalsuan dokumen saat ini sudah tidak lagi hanya menjadi perbincangan publikasi Asia Tenggara.
Media Spanyol dan Argentina pun turut mewartakannya. mengingat jumlah pemain naturalisasi Malaysia yang baru mayoritas dari sana.
Menarik dinantikan bagaimana kelanjutan kasusasi palsu pemain timnas Malaysia ini.
Fakta Menarik Skuad Garuda Jelang Round 4!
Menjelang putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Timnas Indonesia resmi merilis daftar 28 pemain.
Dari daftar tersebut sindaknya ada tiga hal menarik yang mencuri perhatian penggemar sepola Tanah Air.
1. Pemain Abroad Mendominasi Skuad
Untuk pertama kalinya squad Garuda benar-benar dipenuhi wajah-wajah yang berkali dua negeri dari 28 nama dan 16 pemain Abroad.
Lima di antaranya berasal dari Belanda seperti Dean James, Justin Hubner, Mauro Zijlstra, Miliano Jonathans, dan Nathan Tjoe-A-On.
Dari Italia, dua nama hadir yaitu Jay Idzes dari Sassuolo dan Emil Audero dari Cremonese.