Bahkan, Elektra juga merasakan jatuh cinta terhadap Mark karena sering lmenghabiskan waktu bersama.
Sayangnya, kebahagiaan tersebut sirna saat Elektra mengetahui bahwa Mark dan Abby adalah target yang ternyata harus ia bunuh.
Alih-alih melancarkan aksinya, Elektra justru merasa dilema.
Sebab, ia merasa tidak tega untuk menghabisi nyawa sepasang ayah dan anak itu.
Karena itulah, Elektra justru mengubah rencana dengan melindungi mereka. Melihat sikap Elektra ini membuat organisasi The Hand tidak terima.
The Hand lalu bertindak cepat dengan mengirimkan para assasin (pembunuh bayaran) lain untuk membunuh Mark dan Abby.
Lantas, mampukah Elektra untuk melindungi nyawa keduanya hingga akhir?