Setahun Tertahan, Ijazah Anak Warniti Akhirnya Bebas: Terima Kasih Pak Gubernur

Jumat 03-10-2025,13:26 WIB
Reporter : Cahyono
Editor : Marieska Harya Virdhani

Asnawi menuturkan, putranya menunggak pembayaran iuran sekolah akibat dana bantuan pendidikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus disetop saat kenaikan kelas 12 SMA.

Asnawi yang saat itu sedang menganggur terpaksa tidak mampu memenuhi uang sekolah putranya. 

"Nganggur waktu itu, jadi gak kebayar uang sekolah," terang Asnawi.

Setelah ijazah ada di tangan, rencananya sang putra akan kembali ke Jakarta untuk mencoba melamar pekerjaan.

"Iya rencanya akan pulang," pungkas Asnawi.

BACA JUGA:Ijazah Capres-Cawapres Tak Bisa Diakses Publik, Dede Yusuf: Rakyat Melamar Kerja Aja Pakai Curriculum Vitae

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali melakukan penebusan ijazah yang ditahan pihak sekolah.

Pemutihan ijazah yang berkolaborasi dengan Baznas Bazis DKI Jakarta ini sudah keempat kalinya dilakukan Pramono.

Pada kali ini ada sebanyak 1.238 ijazah yang diputihkan dengan biaya penebusan sebesar Rp4,1 miliar.

Penyerahan pemutihan ijazah tersebut digelar di halaman SMP Strada Santo Fransiskus Xaverius di Koja, Jakarta Utara.

"Hari ini saya bersyukur bahagia sekali bisa menyerahkan pemutian ijazah sejumlah 1.238 yang kurang lebih kalau diuangkan Rp4,1 miliar," kata Pramono usai penyerahan pemutihan ijazah.

BACA JUGA:Ijazah Capres-Cawapres Tak Bisa Diakses Publik, Dede Yusuf: Rakyat Melamar Kerja Aja Pakai Curriculum Vitae

Pramono mengungkapkan, hingga kini total sudah 3.297 ijazah yang diputihkan dengan biaya penebusan sebesar Rp12 miliar.

Untuk tahun ini ditargetkan sebanyak 6.652 ijazah milik warga yang menunggak pembayaran iuran sekolah, akan diputihkan.

"Sehingga dengan demikian sampai dengan tahun depan pasti akan kami berikan kesempatan," ucapnya.

Pramono berharap dengan ditambahkannya kuota penerima biaya bantuan pendidikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, ke depan tidak ada lagi cerita ijazah ditahan pihak sekolah.

Kategori :