BACA JUGA:Manchester United Incar Bursa Transfer Musim Dingin, Pemain Box-to-Box Paling Dicari
BACA JUGA:Eddie Howe Manajer Newcastle Ungkap Kesiapan Gantikan Ruben Amorim di Manchester United
Ketika pemain sayap atau gelandang tengah lambat melebar menutup ruang, celah di antara lini tengah dan pertahanan semakin terbuka.
Murphy menegaskan bahwa masalah bukan pada perubahan peran Mohamed Salah itu sendiri, sebab pemain asal Mesir ini pernah tampil gemilang dengan peran bertahan di pertandingan besar, seperti saat Liverpool mengalahkan Manchester City musim lalu.
Yang menjadi persoalan adalah koordinasi dan keseimbangan lini belakang Liverpool yang kini kurang solid.
Saat Liverpool menguasai pertandingan, kelemahan ini tidak terlalu tampak, tapi melawan tim kuat yang agresif di sayap, kekurangan itu menjadi masalah besar.
Selain itu, penurunan konsistensi performa Salah juga membuat lini pertahanan kerap menjadi sorotan.
BACA JUGA:Mohamed Salah Belum Maksimal, Liverpool Masih Cari Keseimbangan di Era Arne Slot
Kesalahan-kesalahan kecil, kurangnya kontrol bola, dan umpan ceroboh makin sering terlihat.
Liverpool yang dulu dominan kini terlihat kehilangan kendali, terutama pada babak kedua saat permainan mulai berantakan.
Meski demikian, Murphy tetap optimis Salah akan kembali ke performa puncaknya dan mencetak gol-gol penting.
Ia juga percaya pemain seperti Isak, Mac Allister, dan Bradley akan segera pulih dari cedera setelah musim panas, sehingga koordinasi tim akan semakin baik.
Kunci untuk memperbaiki masalah ini adalah Liverpool harus menyesuaikan cara bermainnya.
BACA JUGA:Tantangan Arne Slot: Liverpool Alami Penurunan Performa, Cedera Kunci Jadi Masalah