Tujuan IsAm
Ilustrasi strategi perang Israel-Amerika dalam menyerang Iran.--
Jadi, apa sebenarnya tujuan IsAm menyerang Iran?
Itulah yang mulai dipersoalkan di Amerika sendiri sekarang. Terutama setelah Ayatollah Khamenei tewas oleh serangan itu.
Ternyata rakyat Iran tidak menyambut dengan gegap gempita tewasnya pemimpin tertinggi Iran itu. Bahkan berduka. Tidak sedikit pun terlihat gerakan rakyat untuk menggulingkan pemerintah.
Bahkan Iran mampu menyerang balik Israel dan sekutu-sekutu Amerika di seputar Teluk Parsi: Kuwait, Qatar, Bahrain, UAE, dan Arab Saudi.
Hanya Oman yang tidak diincar Iran. Itu karena Oman memfasilitasi perundingan nuklir Iran-Amerika. Oman juga bersaksi bahwa ketika serangan dilakukan sebenarnya status perundingan belum dinyatakan buntu.
Awalnya Israel-Amerika Serikat memimpikan perang hanya satu hari: begitu serangan dahsyat dilancarkan rakyat Iran bergerak sendiri menumbangkan pemerintah. Selesai. Sampai 1.200 bom lebih dijatuhkan ke lebih 30 sasaran di Iran sehari pertama itu. Nyatanya impian itu tidak terjadi.
Maka Presiden Donald Trump menegaskan serangan kepada Iran masih akan dilanjutkan. Bisa empat-lima minggu lagi. Bahkan bila harus tanpa akhir sekali pun. Trump juga menegaskan serangan yang lebih dahsyat masih akan terjadi.
Bayangkan serangan 1.200 bom itu masih dianggap belum yang terdahsyat. Berarti, bisa jadi, sasaran bom-bom berikutnya adalah gudang-gudang rudal dan persenjataan Iran. Sampai Iran kehabisan senjata dan tidak bisa melawan lagi.
Tentu Iran juga tahu itu. Saya yang tidak tahu: taktik apa yang dilakukan Iran untuk mengungsikan persenjataan itu agar tidak disasar bom IsAm. Agar Iran bisa terus melawan.
Katakanlah –misalnya– IsAm bisa menghancurkan seluruh persediaan senjata Iran. Apakah Iran akan menyatakan kalah dan menyerah? Pasti tidak.
Apakah habisnya persenjataan Iran akan membuat rakyat Iran bisa dipengaruhi agar bangkit, turun ke jalan, menduduki istana, merebut pemerintahan?
Rasanya juga tidak.
Satu-satunya jalan agar rakyat mau turun ke jalan hanyalah ini: tentara IsAm menjalani perang di darat. Memenangkan pertempuran darat. Lalu menguasai pusat pemerintahan. Setelah itu mengundang rakyat seolah mereka yang merebut kekuasaan.
Apakah Amerika akan melakukan itu? Rasanya Kongres Amerika akan mencegahnya. Di perang darat di Iran korban akan terlalu besar –termasuk di pihak IsAm.
Yang mungkin terpikir sekarang adalah menggunakan kekuatan darat pihak sekutu Amerika di sekitar sana. Merekalah yang akan masuk ke wilayah Iran lewat darat. Amerika tinggal mendukung persenjataan, intelijen, payung udara, dan sebangsanya. Kalau toh ada tentara Amerika di serangan darat itu mereka akan berada di lapis kedua, mengikuti gerak maju tentara lapis pertama.
Yang mungkin digunakan untuk lapis pertama adalah kelompok bersenjata suku Kurdi yang tinggal di bagian barat Iran –dekat wilayah Kurdi di Irak dan Kurdi di Turkiye.
Kelompok bersenjata Kurdi itu memang pernah bekerja sama dengan tentara Amerika. Yakni saat Amerika memusuhi ISIS di Irak.
Setelah ISIS tumpas, kelompok bersenjata ini kecewa dengan Amerika. Tapi mereka juga tidak suka pada Iran. Mereka merasa tidak mendapat perhatian Iran yang sama-sama anti ISIS. Mereka golongan minoritas sunni di negara syi'ah Iran.
Hanya itu yang mungkin bisa digerakkan Amerika untuk merebut wilayah ibu kota Teheran. Apakah kelompok Kurdi bersenjata itu mau dipakai Amerika untuk perang darat itulah yang harus diamati.
Kalau pun mereka mau, perang ini akan sangat berdarah dan panjang.
Jadi, apa sebenarnya tujuan IsAm menggempur Iran? (Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 3 Maret 2026: Krisis Bahlil
MULYADI PEGE
Propaganda media barat begitu kuatnya, sampai sampai Abah pun percaya dengan berita kematian pemimpin besar Iran. Semoga ini hanya berita perang psikologis.
Khairun Nisa
DULU ABAH BILANG TRUM NI ( PRIODE PRTMA); JD PRESDN GAK ADA SATU PELURU YG D TEMBAK KAN, NOW,,,,, BAH LANGSUNG POTONG KPLA PEMIMPIN YG GAK PRO MA DIA KLO RUDAL, JGN HITUNG. TINGGAL NUKLIR BRO. GASSKAN TRUMP. YAR GAK ADA LG YG MO D KOMENTARIN PRUSUH DISWAY.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
RITUAL BERITA DI ERA LEDAKAN: BREAKING NEWS. DAN LIVE.. Perang sekarang bukan hanya soal bom. Ia juga soal narasi yang meledak lebih cepat dari asap. Informasi datang dulu, verifikasi belakangan. Dunia menonton seperti siaran final piala. Tegang. Tapi jauh. Ada paradoks: makin canggih teknologi, makin besar ruang spekulasi. Satu ledakan, seribu tafsir. Publik global seperti hakim tanpa berkas perkara. Putusan emosional keluar lebih cepat dari fakta. Yang menarik justru respons manusia. Tidak seragam. Tidak linier. Duka bisa berdampingan dengan politik. Loyalitas bisa berdampingan dengan ketakutan. Manusia bukan algoritma. Sedih. Kita hidup di zaman real time, tapi pengertiannya selalu delay. Seperti streaming yang buffer saat adegan penting. Semua menunggu makna muncul. Barangkali yang perlu ditingkatkan bukan hanya teknologi serangan. Tapi teknologi kebijaksanaan. Sayangnya, itu belum bisa diproduksi massal. Dan tidak bisa dikirim dengan rudal.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
PATUNG DAN IDEOLOGI.. Rezim bisa punya patung. Ideologi tidak. Patung bisa diruntuhkan. Ideologi justru mengeras saat ditekan. Itulah bedanya panggung dan keyakinan. Di satu tempat, simbol kekuasaan berdiri di alun-alun. Di tempat lain, simbolnya bersemayam di kepala dan hati. Yang satu cukup ditarik tali. Yang lain tidak punya tali. Seruan perubahan sering mengira semua negara sama. Padahal tidak semua kekuasaan bertumpu pada figur. Ada yang bertumpu pada tafsir. Pada narasi panjang. Pada keyakinan yang diwariskan, bukan dipahat. Mencari patung di ruang tanpa patung. Seperti mau menumbangkan bayangan dengan palu. Bunyi ada. Hasil belum tentu. Pelajaran sederhana. Mengganti orang tidak selalu mengganti arah. Kadang yang berubah hanya nama di papan. Sementara keyakinan tetap menempati kursi utama. Tanpa perlu monumen. Tanpa perlu upacara.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
DEKAT ITU RELATIF.. Dalam geopolitik, kata “dekat” tidak diukur kilometer. Diukur kepentingan. Diukur rasa aman. Juga diukur siapa paling dibutuhkan saat genting. Ada kawan lama. Ada mitra strategis. Ada juga sekutu saat krisis. Tiga istilah. Tiga jarak berbeda. Yang tampak akrab belum tentu paling menentukan. Kadang negara besar seperti rumah dengan banyak tamu. Semua disambut. Tapi hanya satu dua yang pegang kunci dapur. Yang lain menunggu di ruang tamu. Logikanya sederhana. Ancaman yang sama menciptakan kedekatan yang berbeda. Persepsi bahaya menyatukan lebih kuat daripada kontrak ekonomi. Persahabatan internasional mirip grup keluarga. Semua merasa dekat. Tapi yang benar-benar didengar hanya yang paling keras mengetuk. Akhirnya, politik luar negeri bukan soal perasaan. Ia soal prioritas. Dan prioritas jarang diumumkan. Biasanya baru terlihat ketika keputusan paling mahal diambil. ### Tidak semua Menlu tahu itu..
Nurkholis Marwanto
Malam ini Israel telah terjadi pembomam hebat. Sebentar lagi negara-negara barat akan menunjukkan solidaritasnya, melakukan kecaman. Miris berbanding terbalik saat rudal Israel/ Amerika mengebom sekolahan yang menewaskan 200 anak-anak. Tidak ada kecaman sama sekali.
Mbah Mars
Sebanyak 58.873 jemaah umrau Indonesia dilaporkan tertahan di Arab Saudi akibat eskalasi konflik bersenjata yg melibatkan AS, Israel dan Iran. Dari jumlah jemaah itu ada satu rombongan jemaah kami. Setiap saat saya memantau perkembangannya. Mereka sekarang diinapkan di hotel Mirnian atas biaya Malaysia airline. Untungnya dibtengah keresan menunggu pulang ada saja hiburan yg bikin suasana tegang berkurang. Di antaranya iegiatan buka puasa dan jalan² di pertokoan. Bahlan ada yg wajahnya berbinar bahagia. "Senang ya dapat kamar harokah ?", tanya tour leader. "Banget! Serasa honeymoon", jawsb salah satu jamaah tanpa malu-malu. Begitulah. Kadang musibah membawa berkah. Blessing in disguise. Mohon doanya semoga mereka bisa segera terbang selamat ke tanah air.
Edi Sampana
mau berkawan dengan AS (minimal tidak memusuhi). Kita sebagai bangsa tentu marah sekali, kalau pemimpin kita dibunuh secara terang-terangan oleh pemimpin bangsa lain. Tentu kebanyakan rakyat Iran marah sekali kepada Trump dan Netanyahu yang membunuh pemimpin pemerintahan sekaligus pemimpin agama mereka. Kok si Trump dan Netanyahu (orang luar, bukan bangsa Iran) enak sekali membunuh orang lain. Tapi bagaimana lagi. Rakyat Iran tidak mampu membalas (dengan membunuh si Trump dan Netanyahu) karena tidak memiliki persenjata canggih (radar, satelit, bom jarak jauh) atau pembunuh rahasia. Karena tidak bisa membunuh Trump dan Netanyahu, apa yang dilakukan Iran sekarang ? Apakah membalas (sampai senjata jarak jauh habis) dengan menyerang militer AS dan Israel (kapal induk, pangkalan militer yang terjangkau) ? Membunuh adalah dosa besar, tetapi membunuh Trump dan Netanyahu adalah tindakan setimpal. Kalau tidak bisa dengan cara konvensional, apakah pemimpin Iran tidak mau atau tidak mampu membunuh Trump dan Netanyahu dengan ilmu hitam (ilmu setan)? Di Kalimantan, kabarnya ada ilmu *parang maya* yang dipakai suku Dayak untuk membunuh/menyakiti orang dari jarak jauh. Kalau di daerah lain pasti ada juga yaa.
Jokosp Sp
Saya masih membayangkan sulitnya order part service dan moving part untuk mobil Mahindra. Apakah benar sudah ada pusat gudang partnya di Jakarta, sampai gudang part di kantor-kantor cabangnya di masing-masing provinsi di Indonesia?. Apakah sudah ada jaringan distribusinya dari gudang part di Jakarta ke daerah-daerah di Indonesia?. Kalau belum ada, maka bayangkanlah mobil anda tiba-tiba mogok karena fuel filter dan oil filter buntu. Anda pasti akan cari bengkel terdekat di daerah sekitar. Ketika ditanya ke bengkel apakah bisa memperbaiki mobil ini?. Siaplah dengan jawaban: "Maaf kami belum ada spare partnya. Kami tidak bisa order juga karena part booksnya juga tidak ada. Shop Manual untuk periodic servicenya kita juga tidak punya". "Alternatif coba saya bongkar kalau boleh". Terpaksa anda memperbolehkan pihak bengkel bongkar, daripada mobil tidak bisa dijalankan. Hasilnya: "Part ini tidak ada persamaannya dengan unit sejenis di Indonesia. Paling bisa harus dimodifikasi bracket/dudukan filternya. Bisa saya ganti dengan merk Toyota Hilux atau Mitsubishi Triton yang lumayan harganya". Teknisi bengkel menunjukkan harganya. Dan anda terpaksa lihat isi dompet "Tekor kalau gini, mau murah beli mobil malah bikin susah. Tekor lagi". Belum lagi saya membayangkan kalau nanti ada part books dan shop manual masih dalam Bahasa Hindi yang ditulis dalam huruf dewanagari. Fuel filter jadi eendhan filter, oil filter jadi tel filter, o ring jadi vittakar dharana. Ndak mumet kalau begini?.
Sadewa 19
Israel memgebom Iran tepat di hari Sabat, hari yg suci menurut Yahudi. Mungkin saja perang ini akan panjang sampai hari kiamat. Jika hari kiamat akan terjadi di hari Jum'at, maka konon MBG akan tetap dibagikan di Kamis malam nya.
Hasyim Muhammad Abdul Haq
Saya itu suka sekali lihat film-film terkait WW2. Rata-rata filmnya berdasarkan kisah nyata. Dari menonton film-film itu, rasanya bodoh sekali kita sebagai manusia kalau sampai terjebak dalam perang dunia lagi.
Eko Darwiyanto
Sedih Abah memilih kata tewas. Bukan SYAHID. === Abah cenderung di barisan TRUMP
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
APA YANG BISA DILAKUKAN INDONESIA DALAM KONFLIK IRAN VS KOALISI? 1). Sebagai negara terbesar di ASEAN, Indonesia punya bobot moral dan diplomatik untuk mendorong de-eskalasi. Jalur paling realistis: diplomasi aktif, bukan retorika. 2). Sebagai ketua di forum HAM PBB, Indonesia bisa mendorong investigasi independen atas korban sipil dan menekan semua pihak mematuhi hukum humaniter. 3). Sebagai anghota G20, Indonesia dapat mengangkat dampak ekonomi global—energi, inflasi, dan rantai pasok—agar negara besar menahan eskalasi. 4). Sebagai anggota BRICS, Indonesia punya kanal komunikasi ke poros non-Barat untuk mendorong solusi politik, bukan militer. 5). Sebagai anggota Dewan Perdamaian, Indonesia bisa menginisiasi seruan gencatan senjata dan perlindungan jalur sipil, termasuk ibadah dan evakuasi. Apakah kagok karena posisi kita yang dekat ama Trump? Harusnya tidak.. Dengan catatan, jika kita konsisten pada politik bebas-aktif: tidak memihak blok, tapi tegas pada perdamaian dan perlindungan sipil. Kekuatan kita bukan pada tekanan militer, melainkan kredibilitas sebagai penengah yang dipercaya banyak pihak.
yea aina
Belum lama, DT "menculik" Maduro di Venezuela. Terbaru, ia yang menginginkan kematian pemimpin tertinggi Iran. Ali Khamenei. DT sangat memforsir keinginannya, menguasai 2 sumber cadangan minyak terbesar di dunia: Iran dan Venezuela. Mungkin itu satu-satunya cara menyelamatkan "kapal ekonomi" AS yang perlahan mulai tenggelam dan dolar yang mulai ditinggalkan perdagangan dunia. Dalih pembenarannya bisa apa saja, mulai dari tuduhan keterlibatan peredaran narkoba bagi Maduro. Sampai dengan stigma diktator otoriter bagi Khamenei. Amerika di bawah DT, sedang melakukan perampasan kedaulatan negara lain, dengan ongkos yang sekecil-kecilnya. Culik atau bom pemimpinnya, kemudian kompori dan dukung oposisi merebut kekuasaan. Ujungnya jadikan oposisi sebagai penguasa boneka mereka. Apa kata dan maunya dalang saja.
Bahtiar HS
Tidak seperti di Baghdad, rakyat lgs berbondong2 turun ke jalan menggulingkan pemerintah Iraq. Setidaknya rakyat meruntuhkan patung besar presiden Saddam Husein: disiarkan live oleh TV Amerika. -- Demikian Abah menulis. Padahal fakta2 yg terungkap kemudian hari: 1) Jumlah massa yg merobohkan patung itu kecil. Puluhan. Bukan ribuan. Artinya tidak bs disebut "rakyat" 2) Awalnya warga tidak mampu merobohkan patung, akhirnya dibantu Tank M88 AS yg menariknya hingga roboh 3) Media mengambil angle kamera yg "sempit" shg tampak seolah2 lautan massa 4) Seorang marinir AS sempat menutup kepala patung Saddam dg bendera Amerika, tp lalu diganti bendera Iraq krn khawatir dianggap provokatif. Jadi ini aksi simbolik yg difasilitasi militer, lalu diframing media sbg peristiwa heroik revolusi rakyat Iraq. Apakah sejak Saddam diruntuhkan Amerika lantas Iraq jadi maju, aman, tenteram? Tidak! Justru Iraq tidak stabil, muncul konflik sektarian, ISIS, negara runtuh secara institusional. Dan banyak warga Iraq yg kemudian bilang, "Kami mengganti satu tiran dengan kekacauan". Menurut catatan korban sipil tewas akibat kekacauan pasca Saddam itu tak kurang 460.000 jiwa! Dan baru sekian thn kemudian fakta terungkap bahwa Bom Pemusnah Massal Saddam itu tidak pernah ada! Apakah Amerika lalu diseret ke Pengadilan Internasional? Uh, tidak! Tp kita percaya, wong bakal ngunduh uwohing pakarti! Nek wis wayahe!
Juve Zhang
Iran itu IQ 3 Digit....mereka tahu partner dagang sumber duit di dunia itu T ......bukan A....buat apa kolaborasi dengan A.....T itu A saja butuh duitnya apalagi Iran....jadi santai saja Iran akan tetap seperti revolusi 1979.... presiden datang dan pergi sistem akan tetap....partner akan tetap T dan R....jualan minyak tetap saja...,diskon khusus buat T.... Venezuela pun gak ada yg mau beli minyak dalam jumlah Jumbo.... akhirnya hanya 450 ribu barel sehari buat A.....T taipan terkaya dunia mau butuh apa tinggal ngobrol santai semua sim salabim jadi....MRT Teheran Isfahan dan semua kota dibangun T....bayar pake minyak bumi.....Iran gak ada hutang obligasi sehat....semua hutang dibayar minyak bumi....T senang semua bisnis jatuh ke T dan R....
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:
Komentar: 34
Silahkan login untuk berkomentar