Dalam sejumlah momen, ia terlihat sering mendampingi sang pelatih, bahkan dalam urusan manajerial sehari-hari bersama skuad Garuda.
BACA JUGA:Prabowo Ungkap Kekecewaan saat Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia
BACA JUGA:Terungkap! Timnas Indonesia Dikuasai 2 Figur Inisial 'S', Andre Rosiade: Banyak yang Takut Bicara
Dalam wawancara bersama media Belanda De Telegraaf pada Januari 2025, Kluivert bahkan secara terbuka menyebut Soufian Asafiati sebagai manajer pribadinya.
Hal ini menegaskan peran signifikan Soufian dalam aktivitas profesional Kluivert, termasuk saat menjalankan tugas di Timnas Indonesia.
Soufian diketahui merupakan bagian dari agensi olahraga 79KAPS Sport & Entertainment, yang menaungi Kluivert.
Berdasarkan data dari Transfermarkt, agensi tersebut hanya memiliki dua klien, Patrick Kluivert, pelatih Timnas Indonesia dan Reda El Meliani, pemain belakang muda asal Belanda.
Apakah Soufian Punya Pengaruh Besar di Timnas?
BACA JUGA:Karim Benzema Dirumorkan Kembali ke Eropa, Jose Mourinho Ingin Reuni di Benfica Bukan Fenerbahce
BACA JUGA:Cara Membeli Tiket Menonton Piala Dunia 2026
Belum ada konfirmasi resmi dari PSSI terkait peran Soufian Asafiati dalam struktur formal Timnas Indonesia.
Namun, berdasarkan pernyataannya sendiri, ia mengaku mengurus semua kebutuhan manajerial pelatih dan staf timnas.
Hal ini yang kemudian memunculkan anggapan bahwa ia memiliki akses dan pengaruh cukup besar dalam pengambilan keputusan, meski tidak secara struktural berada dalam organisasi federasi.
Pernyataan Andre Rosiade ini menambah panjang daftar pertanyaan publik soal transparansi dan tata kelola internal Timnas Indonesia.
Dalam situasi tim yang baru saja gagal lolos ke Piala Dunia 2026, berbagai pihak kini mendesak agar PSSI memberikan klarifikasi menyeluruh terhadap siapa saja yang memiliki kuasa atau wewenang di luar struktur resmi federasi.