JAKARTA, DISWAY.ID - Implementasi Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia (RI) ke-8, Prabowo Subianto mulai memberikan dampak nyata di akar rumput.
Warga Desa Bandar Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, kini tak lagi hidup dalam kegelapan. Rumah-rumah yang sebelumnya hanya diterangi lampu minyak atau dengungan genset, kini disinari listrik dari program BPBL yang digulirkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
BACA JUGA:Jakarta dan Arizona Jajaki Kerja Sama di Bidang Ekonomi hingga Pendidikan
Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan Asta Cita, yang salah satunya menekankan pemerataan energi hingga ke pelosok negeri.
"Listrik bukan hanya infrastruktur, ini adalah bentuk nyata kehadiran negara. Kita tidak ingin 80 tahun Indonesia merdeka, tapi masih ada desa yang gelap gulita," kata Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.
Ia menegaskan bahwa pemerintah menargetkan seluruh desa di Indonesia telah memiliki data listik pada 2029–2030.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, masih terdapat 5.700 desa dan 4.400 dusun yang belum menikmati akses listrik.
"Saya anak kampung, SD saja tidak ada listrik. Saya tahu rasanya. Maka saya tidak mau anak-anak sekarang merasakan hal yang sama," ungkapnya.
Program BPBL sepenuhnya dibiayai oleh APBN Kementerian ESDM dan ditujukan bagi rumah tangga tidak mampu yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Sedangkan di Provinsi Sumatera Selatan, tahun anggaran 2025 mencakup 8.050 rumah tangga penerima manfaat.
Hingga pertengahan Oktober 2025, sebanyak 5.500 rumah telah siap sambung, sementara sekitar 2.500 rumah masih menunggu validasi dan usulan dari pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait.
Selain BPBL, Sumatera Selatan juga menjadi bagian dari Program Listrik Desa yang menjangkau 11 desa dan dusun di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) pada tahun ini.
BACA JUGA:Warga Dukung IPO PAM JAYA, KOMWAJA Siap Kawal Transformasi Air Bersih Jakarta