Faisal Halim mungkin pulang dengan kekalahan, tapi sindiran dari Persib Bandung ini akan terus diingat.
Ini adalah bukti bahwa sepak bola modern tidak hanya soal taktik di lapangan, tapi juga soal siapa yang lebih cerdas bermain narasi di media sosial.
BACA JUGA:Alexander Zwiers Tegaskan PSSI Tak Batasi Asal Negara Calon Pelatih Timnas
Gengsi Erick Thohir Dibongkar Media Vietnam
Saat mayoritas suporter Timnas Indonesia masih meneriakkan nama Shin Tae-yong, Erick Thohir justru dengan tegas menyatakan move on.
Sebuah sikap yang membuat banyak orang bertanya. Tapi media Vietnam justru punya analisis tajam soal gengsi dan harga diri di balik keputusan besar ini.
Keputusan Erick Thohir untuk menutup pintu rapat-rapat bagi Shin Tae-yong memang menjadi polemik.
Analisis menarik justru datang dari negara rival kita Vietnam.
BACA JUGA:Erick Thohir: Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert Jadi Masa Lalu Timnas Indonesia!
Media mereka, Soha menyeroti penolakan ini bukan sekedar masalah teknis atau strategi, melainkan murni karena gengsi seorang Erick Thohir.
Mengapa Vietnam? Karena mereka adalah saksi hidup bagaimana Shinayong mengubah Timnas Indonesia menjadi musuh yang menakutkan bagi mereka.
Menurut Soha, Erick Thohir dengan latar belakang dan jaringannya yang kuat ingin membangun legasi atau warisannya sendiri.
Memanggil kembali Sin Tae-yong, meskipun mungkin itu adalah opsi termudah dan paling didukung suporter akan terasa seperti ia hanya melanjutkan pekerjaan dari era kepengurusan sebelumnya.
Itu tidak akan terlihat seperti sebuah gebrakan orisinal.
Soha menilai, Erick Thohir ingin membuktikan bahwa PSI di bawah komandonya punya fisik, koneksi global, dan kekuatan finansial untuk mendatangkan pelatih top dunia pilihannya sendiri.
Ini adalah panggung bagi Erick Thohir untuk menunjukkan kelasnya, menolak Shin Tae-yong dan mencari nama baru yang lebih mentereng adalah cara Erick Thohir untuk mengirim pesan.