Komdigi: 45 Persen Anak Indonesia Jadi Korban Perundungan di Platform Digital

Jumat 21-11-2025,06:02 WIB
Reporter : Hasyim Ashari
Editor : Subroto Dwi Nugroho

JAKARTA, DISWAY.ID -- Dalam rangka memperingati Hari Anak Sedunia yang jatuh setiap tanggal 20 November, Komunitas Digital Indonesia (Komdigi) menyuarakan keprihatinan mendalam mengenai meningkatnya kasus perundungan (bullying) yang dialami anak-anak melalui platform digital.

Komdigi mengungkapkan data mengejutkan bahwa 45 persen anak di Indonesia pernah mengalami perundungan dalam bentuk pesan singkat atau chat.

Data ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid, dalam Acara Festival Hari Anak Sedunia 2025 di Senen, Jakarta pada Kamis 20 November 2025.

BACA JUGA:Imigrasi Cekal 5 Konglomerat ke Luar Negeri: Ada Bos Djarum!

BACA JUGA:Bahlil: Gugatan UU MD3 ke MK Bagian dari Demokrasi, Kita Hormati Prosesnya

Angka tersebut menunjukkan bahwa ancaman perundungan tidak lagi hanya terjadi di lingkungan fisik sekolah, namun telah bergeser masif ke ranah virtual.

"Bullying kurang lebih 45 persen, ini juga data yang kita pegang saat ini, yang dilakukan melalui aplikasi digital, khususnya chatting,” ujar Meutya Kamis 20 November 2025.

Transformasi Perundungan ke Ruang Digital

Menurut Komdigi, pergeseran ini didorong oleh semakin tingginya akses anak terhadap gawai dan internet.

Aplikasi perpesanan instan menjadi lahan subur bagi para pelaku perundungan karena memberikan rasa anonimitas dan jarak, sehingga pelaku merasa lebih berani dan minim konsekuensi.

BACA JUGA:Cak Imin Ingin Skema Bansos Dialihkan Jadi Pelatihan Cepat Kerja Keluarga Miskin

BACA JUGA:Jelang Nataru, Kemenhub Targetkan 15 Ribu Kendaraan Melakukan Rampcheck di Seluruh Indonesia

Perundungan melalui chat seringkali lebih sulit dideteksi oleh orang tua dan guru dibandingkan perundungan fisik, yang berpotensi menimbulkan dampak psikologis jangka panjang, termasuk kecemasan, depresi, hingga keinginan untuk menarik diri dari lingkungan sosial.

"Rata-rata anak-anak yang terpapar hal-hal yang negatif itu menjadi cenderung mudah marah, emosional, terpapar konten-konten negatif, dan sebagainya,” katanya.

Pentingnya Literasi Digital dan Peran Orang Tua

Kategori :