Lenacapavir: Suntikan Dua Kali Setahun yang Jadi Harapan Baru Indonesia Bebas AIDS 2030

Selasa 02-12-2025,19:56 WIB
Reporter : M. Ichsan
Editor : M. Ichsan

• 356.638 kasus terlapor hingga Maret 2025 (63% dari estimasi total)

• 67% telah menjalani terapi antiretroviral (ARV)

• 55% menunjukkan viral load terkontrol

Tren penemuan kasus baru masih meningkat, menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan, deteksi dini, dan inovasi dalam strategi pencegahan.

Baca berita menarik lainnya di https://bit.ly/universitasesaunggul-farmasi-aids-disway 

Pandangan Akademisi Universitas Esa Unggul

Guru Besar Mikrobiologi Universitas Esa Unggul, Prof. Maksum Radji, menegaskan bahwa HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) apabila tidak ditangani.

“AIDS adalah kondisi ketika sistem imun sudah sangat melemah sehingga tubuh rentan terhadap infeksi oportunistik dari bakteri ataupun jamur. Meski terapi antiretroviral telah membantu menekan perkembangan virus, hingga saat ini HIV belum dapat disembuhkan secara total,” jelas Prof. Maksum.

BACA JUGA:4 Fenomena Langit di Bulan Desember 2025, Ada Hujan Meteor hingga Supermoon!

BACA JUGA:Apa Itu Fenomena Langit Cold Moon 4 Desember 2025?

Prof. Maksum juga menyoroti sejarah penemuan HIV oleh ilmuwan Prancis Françoise Barré-Sinoussi dan Luc Montagnier pada 1983, sebuah kerja ilmiah yang kemudian dianugerahi Nobel pada tahun 2008.

Lenacapavir: Harapan Baru Pencegahan HIV

Perkembangan paling menjanjikan datang dari disetujuinya lenacapavir oleh FDA Amerika Serikat sebagai obat pencegahan HIV generasi terbaru.

Obat ini bekerja dengan cara:

• Memblokir kapsid virus HIV

• Mencegah virus memasuki sel tubuh

Kategori :