BACA JUGA:Mundur dari Manager Timnas, Sumardji Bakal Fokus pada Hal Ini
Statistik mencatat Como menjadi tim dengan penguasaan bola tertinggi di Serie A, dengan rata-rata 60,9 persen, mengungguli Inter Milan, Juventus, dan AS Roma.
Fabregas kerap membangun serangan hanya dengan satu atau dua bek bersama kiper, sementara pemain lain langsung naik menekan garis pertahanan lawan.
Skema ini memaksa lawan melakukan kesalahan di area sendiri.
Tak heran Como mencatat 86 perebutan bola di wilayah lawan.
Dalam bertahan, Fabregas juga menerapkan garis pertahanan tinggi untuk menjebak offside.
BACA JUGA:Exco PSSI Makin Terdesak! Shin Tae-yong Pastikan Curhatan Asnawi Soal Kapten Benar Adanya
Hasilnya, Como 1907 baru kebobolan tujuh gol sejauh musim ini dan menjadi salah satu tim paling sulit dikalahkan.
Sejak Maret 2025, Como hanya menelan dua kekalahan dari 20 pertandingan Serie A, catatan luar biasa bagi tim yang baru dua musim bermain di kasta tertinggi.
Menuju Mimpi Eropa
Performa impresif tersebut membawa Como 1907 kini bertengger di peringkat keenam klasemen Serie A.
Mereka hanya terpaut tiga poin dari posisi empat besar dan satu poin dari Juventus di bawahnya.
BACA JUGA:Alasan Sumardji Mundur dari Manajer Timnas Indonesia: Kepahitan dan Kesulitan Saya Telan Sendiri
BACA JUGA:Nyaris Bela Belanda, Kevin Diks Ungkap Momen Emosional Pilih Indonesia: Kakek Saya Langsung Bangga