Harga Emas Diprediksi Terus Meroket di Tahun Kuda Api 2026, Belum Cukup Hanya Cetak Rekor

Minggu 28-12-2025,13:33 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

Hal ini penting bagi emas, yang cenderung berkinerja terbaik ketika imbal hasil riil menurun dan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil ikut berkurang.

Tentu saja, ada risiko. Penguatan dolar AS yang lebih besar dari perkiraan atau pergeseran sentimen pasar kembali ke aset berisiko (risk-on) secara berkelanjutan bisa memperlambat laju kenaikan emas.

BACA JUGA:Update Harga Emas Antam Hari ini 8 Desember 2025, Naik atau Turun?

Namun, posisi investor di emas saat ini masih relatif seimbang dibandingkan puncak-puncak sebelumnya, menunjukkan bahwa perdagangan emas belum terlalu padat, tulis Mourad.

Pandangan tersebut sejalan dengan proyeksi bank-bank besar.

“Kami melihat harga emas akan mencetak lebih banyak rekor baru pada 2026,” tulis Ewa Manthey, ahli strategi komoditas di ING, awal bulan ini.

Faktor yang berpotensi memperpanjang tren bullish emas antara lain pilihan Presiden Donald Trump terhadap ketua The Fed berikutnya yang cenderung mendorong suku bunga lebih rendah, tulis Manthey.

BACA JUGA:Harga Emas Antam Terbaru Hari Ini 17 November 2025, Naik Tipis Jadi Rp2.351.000 per Gram

Ia menambahkan bahwa emas kemungkinan akan mendapat dukungan saat terjadi koreksi harga.

“Kami memperkirakan penurunan harga akan terbatas karena setiap pelemahan kemungkinan besar akan menarik kembali minat beli dari investor ritel maupun institusional,” tambahnya.

Raksasa Wall Street, Goldman Sachs, memprediksi harga emas akan naik hingga US$4.900 per ounce pada Desember 2026.

BACA JUGA:Harga Emas Antam Terbaru Hari Ini 17 November 2025, Naik Tipis Jadi Rp2.351.000 per Gram

Lonjakan harga emas tahun ini juga turut mendorong kenaikan logam mulia lainnya.

Harga perak spot juga mencetak rekor tertinggi tahun ini dan diperdagangkan sekitar 147% lebih tinggi secara year-to-date di kisaran US$72 per ounce.

Sementara itu, platinum spot juga mencapai rekor tertinggi sepanjang masa dan naik sekitar 159% sepanjang tahun ini, dengan harga di kisaran US$2.342 per ounce.

Kategori :