Sebuah bagan yang menunjukkan prevalensi flu di seluruh Amerika Serikat.
Laporan pengawasan influenza mingguan yang disusun CDC menunjukkan lonjakan kasus di Massachusetts, New York, dan negara bagian lainnya.
BACA JUGA:New York Darurat, Super Flu Subclade K Sudah Sampai ke Indonesia?
Vaksin flu biasanya memiliki tingkat efektivitas sekitar 40% hingga 60%. Namun, laporan awal dari Inggris memperkirakan efektivitas sebesar 32% hingga 39% pada orang dewasa, serta 72% hingga 75% pada anak-anak, berdasarkan penurunan angka rawat inap, kata Dionne.
Meski terdapat ketidaksesuaian, tetap penting untuk mendapatkan vaksin flu, kata Maniar. “Salah satu tujuan utama vaksin flu adalah mengurangi tingkat keparahan penyakit jika Anda tetap tertular flu.”
CDC merekomendasikan agar semua orang berusia 6 bulan ke atas mendapatkan vaksin flu. Meskipun lembaga kesehatan federal itu merekomendasikan pemberian vaksin pada September atau Oktober, Maniar mengatakan sekarang pun belum terlambat untuk divaksin.
“Jika Anda belum melakukannya, segera dapatkan (vaksin),” katanya. “Pastikan mendapatkannya saat memasuki masa liburan, tahun baru, dan awal tahun ajaran baru.”
Maniar menambahkan, dibutuhkan sekitar dua minggu untuk membangun respons imun yang kuat, tetapi dalam beberapa hari, tubuh sudah mulai membentuk kekebalan.
BACA JUGA:New York Darurat, Super Flu Subclade K Sudah Sampai ke Indonesia?
Obat Super Flu
Jika seseorang memang terserang flu, pengobatannya sama seperti influenza lainnya, kata Dionne.
“Oseltamivir (Tamiflu) adalah obat oral yang paling efektif bila diminum sesegera mungkin setelah gejala muncul,” ujarnya.
“Biasanya membantu memperpendek durasi gejala sekitar 12 hingga 24 jam.”
Tamiflu juga terkadang digunakan pada pasien berisiko tinggi, seperti penghuni panti jompo, bahkan sebelum gejala flu muncul, kata Dionne.
“Ada juga alat tes rumahan untuk flu A dan B yang digabung dengan COVID-19,” tambahnya.
BACA JUGA:Muncul Gejala Batuk Pilek Ringan Kurang Tepat Disebut Flu, Kamu Mungkin Sakit Selesma