Kehadiran Rosenior bisa mengubah situasi tersebut.
Keduanya pernah bekerja sama di Strasbourg, di mana Santos menjadi pemain kunci dalam skema permainan Rosenior.
BACA JUGA:Tempat Menonton Sunderland vs Manchester City di Liga Inggris 2025/26: Mimpi Hentikan Dominasi!
BACA JUGA:Link Live Streaming Liverpool vs Leeds di Liga Inggris 2025/26: Ujian Awal Tahun dengan Aroma Gol
Hubungan kerja yang sudah terbangun ini berpotensi membuka jalan bagi Santos untuk kembali bersinar di Chelsea.
Rosenior dikenal sebagai pelatih yang fleksibel secara taktik. Selama di Strasbourg, ia kerap menggunakan formasi 3-4-2-1 dengan mantan pemain Chelsea, Diego Moreira, sebagai bek sayap kiri.
Jika skema ini diterapkan di Stamford Bridge, peran tersebut bisa lebih cocok untuk Pedro Neto dibandingkan Marc Cucurella.
Neto, yang belakangan menuai kritik, berpotensi menemukan peran baru yang memaksimalkan kecepatan dan agresivitasnya, mirip transformasi Victor Moses saat Chelsea ditangani Antonio Conte.
Sementara Cole Palmer menikmati awal karier yang impresif di Chelsea, terutama karena ia pernah bekerja sama dengan Maresca di Manchester City.
Namun, sepanjang 2025, performanya cenderung menurun.
BACA JUGA:Resmi Didepak! Era Enzo Maresca Berakhir di Chelsea, Ini Sosok Calon Penggantinya
BACA JUGA:Manchester United Dekati Kesepakatan Besar Bursa Transfer Januari, Bakal Lewati Rekor Benjamin Sesko
Ia hanya mencetak enam gol Liga Premier dalam satu tahun kalender, dua di antaranya lewat penalti.
Muncul pula rumor ketidakpuasan Palmer terhadap peran taktisnya.
Kedatangan Rosenior bisa menjadi titik balik, memberi Palmer kebebasan dan sistem baru untuk menghidupkan kembali performa gemilangnya seperti saat era Mauricio Pochettino.
Pecundang: Hubungan Manajemen dan Suporter Chelsea