Jika Rosenior resmi ditunjuk, Chelsea akan memiliki manajer permanen kelima di era Clearlake Capital.
BACA JUGA:Arsenal Pecahkan Rekor 30 Tahun, Set Piece Jadi Kunci Dominasi Nyata Mikel Arteta
BACA JUGA:TERUNGKAP: 8 Pemain Incaran Arsenal pada Bursa Transfer Januari 2026
Hal ini kembali menyoroti kebijakan kepemilikan klub yang dinilai belum stabil.
Model bisnis Chelsea yang berorientasi pada jual-beli pemain memang menjanjikan keuntungan finansial, tetapi belum terbukti mampu membangun tim yang konsisten bersaing di level tertinggi.
Banyak suporter mulai kehilangan kesabaran, dan pemecatan Maresca justru memperlebar jarak antara manajemen dan basis pendukung klub.
Kabar kepindahan Rosenior ke Chelsea tidak akan disambut baik oleh pendukung Strasbourg.
Sejak diambil alih oleh BlueCo pada 2024, suporter klub Prancis itu kerap melancarkan protes terhadap kepemilikan baru.
BACA JUGA:Babak Kedua Menggila! Arsenal Hancurkan Aston Villa 4-1 di Emirates, Unai Emery Sampai 'Kabur'
BACA JUGA:Tempat Menonton Arsenal vs Aston Villa di Liga Inggris 2025/26 Pekan ke-19
Rosenior dinilai telah membawa stabilitas dan performa positif, dengan Strasbourg kini berada di peringkat ketujuh Ligue 1.
Kehilangannya di tengah musim bisa menggoyahkan peluang klub untuk lolos ke kompetisi Eropa, terutama jika penggantinya gagal beradaptasi dengan cepat.
Sebaliknya, Alejandro Garnacho berpotensi menjadi pihak yang dirugikan.
Jika Rosenior menerapkan formasi 3-4-2-1 favoritnya, peran pemain sayap murni akan semakin terbatas.
Garnacho baru mencatatkan empat kontribusi gol dari 13 laga Liga Premier bersama Chelsea musim ini.