Program Makan Bergizi Akan Diperluas, Guru dan Pegawai Sekolah Ikut Dapat Jatah

Kamis 08-01-2026,14:33 WIB
Reporter : Hasyim Ashari
Editor : M. Ichsan

JAKARTA, DISWAY.ID-- Ada pemandangan berbeda di awal semester genap tahun ajaran 2026. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang genap berusia satu tahun pada 6 Januari kemarin membawa kabar baik, bukan hanya bagi para siswa, tetapi juga bagi para tenaga pendidik dan staf di sekolah.

Presiden menginstruksikan agar jatah makan bergizi kini turut menyasar guru dan pegawai sekolah. Langkah ini diambil agar seluruh ekosistem di sekolah mendapatkan manfaat kesehatan yang setara dalam mendukung proses belajar mengajar.

BACA JUGA:Wajah Baru Transportasi Jakarta: MRT dari Lebak Bulus ke Monas Beroperasi 2027

BACA JUGA:Blu Bersama Bluebird Group-Rekosistem Jalankan Model Baru Pengelolaan Sampah Modern

Keadilan Gizi untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan bahwa keputusan tersebut bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat secara menyeluruh.

Di lapangan, seringkali ditemukan kondisi di mana siswa makan dengan lahap, sementara guru mereka hanya menjadi penonton.

"Keputusan Presiden ini menambah bahwa bukan hanya murid, tapi ternyata guru dan pegawai juga harus dapat. Jangan sampai muridnya makan, tapi gurunya tidak," ujar Benjamin dalam keterangannya di SMKN 1 Jakarta, Kamis 8 Januari 2026.

BACA JUGA:Bom Transfer Liga Inggris: Arsenal Kejar Bintang AFCON Rp2 Triliun

BACA JUGA:BUCIN! Katy Perry dan Justin Trudeau Makin Lengket, Sibuk Pamer Foto-Foto Mesra

Sebagai contoh di salah satu sekolah, terdapat sekitar 118 orang guru dan staf yang diusulkan untuk segera masuk dalam daftar penerima manfaat.

Hal ini pun disambut baik oleh pihak sekolah yang merasa diperhatikan kesejahteraannya oleh pemerintah.

Pencapaian Fantastis 55,1 Juta Penerima

Target program MBG melesat jauh di luar prediksi awal. Jika pada rencana awal tahun 2025 hanya menargetkan 6 juta jiwa, per hari ini jumlahnya sudah menembus angka 55,1 juta penerima manfaat.

Lonjakan ini didukung oleh beroperasinya 19.800 Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) di seluruh pelosok negeri.

Kategori :