BACA JUGA:UMP 2026 Naik, Pramono: Tak Satu Pun Perusahaan Jakarta Menolak
Pihak Badan Gizi Nasional mengungkapkan kekagumannya atas peran serta masyarakat dan mitra swasta.
Pasalnya, pembangunan ribuan dapur tersebut melibatkan investasi mitra yang mencapai angka Rp40 triliun, sehingga tidak membebani APBN secara berlebihan untuk urusan infrastruktur dapur.
Siswa SMK: "Kami Lebih Bersemangat Praktik"
Kepala SMKN 1 Jakarta, Awalusilman, mengakui bahwa kehadiran MBG membawa energi baru bagi siswanya, terutama bagi anak SMK yang memiliki jadwal praktik fisik yang padat.
"Anak-anak sudah menanti-nanti sejak dua hari lalu, mereka tanya 'Kapan MBG ada lagi?'. Dengan adanya makan bergizi ini, fisik mereka jadi lebih kuat saat praktik di bengkel atau laboratorium," ungkap Awalusilman.
BACA JUGA:Aice Raih Superbrands Award 6 Tahun Berturut-turut dan Top Halal Award 3 Tahun Berturut-turut
BACA JUGA:Bulan Syaban 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Cek Kalender Hijriah Versi Kemenag RI Berikut
Senada dengan sang Kepala Sekolah, Ketua OSIS SMKN 1 Jakarta, Tasya, menyebutkan bahwa program ini juga membantu kondisi finansial teman-temannya.
"Banyak yang tidak dapat uang saku atau bekalnya terbatas. Dengan adanya MBG, kita bisa menabung uang jajan untuk keperluan lain yang lebih mendesak," tuturnya.