Cadangan beras pemerintah sempat mencapai rekor 4,2 juta ton pada Juni 2025 dan kini berada di kisaran 3,25 juta ton pada awal 2026, seiring penyaluran beras untuk bencana serta pengendalian stok dan harga.
Capaian itu mencerminkan stabilitas pasokan, keberpihakan harga kepada petani, dan kehadiran negara dalam tata kelola pangan.
Dampaknya, petani kian semangat untuk berproduksi dengan jaminan harga dan kepastian serapan oleh Bulog.
"Di saat [target swasembada beras] menjadi satu tahun, alhamdulillah kami vertigo, kami asam lambung, hari ini sudah mulai sembuh, recovery kembali. Kami bukan kerja sendiri. Kalau sendirian, aku pasti tidak capai apa yang kita lihat hari ini. Tadi, Bapak (Presiden Prabowo) janji empat tahun, kemudian berubah tiga tahun, kemudian satu tahun," ujar Amran.
BACA JUGA:Bahlil Ungkap Alasan Panggil PLN Usai Paparan Kinerja Sektor ESDM Tahun 2025
Amran Terima Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama
Dalam kesempatan sama, Amran menerima tanda kehormatan Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo Subianto. Tanda kehormatan itu diberikan atas jasanya dalam pencapaian target swasembada pangan 2025.
Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi negara atas kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
Penghargaan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden RI Nomor 1 dan 2 TK Tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Jasa dan Satya Lencana Wirakarya yang ditandatangani di Jakarta pada 7 Januari 2026.
Berikut daftar penerimaan tanda kehormatan dari Presiden Prabowo:
Bintang Jasa Utama:
- Menteri Pertanian, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP
Bintang Jasa Pratama:
- Heri Sunarto (Petani pada Poktan Ngudi Luhur, Kab Sukoharjo), mewakili empat penerima lainnya.
BACA JUGA:IHSG Rekor 9.000! Isu Venezuela Cuma Noise, Sekuritas Ingatkan Aksi Ambil Untung
BACA JUGA:Dikecam Gary Neville dan Roy Keane, Akhirnya Gabriel Martinelli Minta Maaf ke Bintang Liverpool
Bintang Jasa Nararya:
- Bobby Irfan Effendi (Penyuluh Pertanian Kabupaten OKU Timur)
- Winarto (Poktan Sri Sedhono Kelompok Tani Kabupaten Ngawi), mewakili tiga penerima lainnya.
Satyalancana Wira Karya:
- Letnan Jenderal TNI Mohammad Naudi Nurdika (Danko Diklat TNI)
- H. Setyo Wahono, S.E. (Bupati Bojonegoro)
- H. Aep Syaepuloh, S.E. (Bupati Karawang)
- AKBP Toni Kasmiri, S.I.K., S.H., M.H. (Kapolres Lampung Selatan)
- AKBP Yugi Bayu Hendarto, S.I.K., M.A.P. (Kapolres Garut)
- Letkol Kav. Andhi Ardana Valeriandra Putra, S.H., M.Si. (Waaster Kodam XVIII/Kasuari)
- Letkol Czi. Dili Eko Setyawan, S.Ak., M.Han. (Dandim Merauke)
- Don Muzakir (Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia)
- Mugi Raharjo (Penyuluh Pertanian Kabupaten Bojonegoro)
- Aseng (Poktan Ciraden) Kelompok Tani Kabupaten Cianjur
- Nurul Hadi (Poktan Sri Ki Lamaran) Kelompok Tani Kabupaten Indramayu