IHSG Rekor 9.000! Isu Venezuela Cuma Noise, Sekuritas Ingatkan Aksi Ambil Untung
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus rekor 9.000 di tengah situasi memanas Venezuela dan Amerika Serikat.-Tangkapan layar YouTube-
JAKARTA, DISWAY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus rekor 9.000 di tengah situasi memanas Venezuela dan Amerika Serikat.
Diketahui IHSG raih rekor tertinggi sepanjang masa dengan menembus level 9.000 pada perdagangan Kamis 9 Januari 2025.
Kenaikan ini terjadi di tengah meredanya sentimen global, termasuk isu konflik Amerika Serikat dan Venezuela yang dinilai pelaku pasar hanya menjadi noise, meski analis mengingatkan potensi aksi ambil untung dalam pergerakan indeks ke depan.
IHSG enghijau selama 3 hari berturut-turut all time high atau rekor tertinggi sepanjang masa.
BACA JUGA:Hattrick! Pergerakan IHSG Tampil Maksimal 3 Hari Berturut-turut, Hari Ini Gimana?
Jumlah ini sendiri juga telah sukses mematahkan rekor tertinggi indeks saham saat pidato Presiden Prabowo Subianto pada 15 Agustus 2025 lalu, yang berjumlah sebesar 8.000
Menanggapi pencapaian tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sendiri menyatakan bahwa kenaikan indeks saham ini merupakan bukti bahwa sentimen investor terhadap perekonomian nasional kini sudah mulai pulih.
"Kalau anda lihat, kita sempat menembus (angka) 9.000. Sepertinya akan terus berlanjut kenaikannya di tahun 2026 ini," ucap Menkeu Purbaya.
BACA JUGA:Awal 2026 Positif, Pergerakan IHSG Hari Ini Menguat
Kendati begitu, PT Reliance Sekuritas tbk sendiri juga turut menambahkan bahwa tembusnya indeks rekor 9000 tersebut tidak serta-merta sepenuhnya diikuti dengan volume perdagangan.
Menurut Direktur PT Reliance Sekuritas tbk, Reza Priyambada, dengan adanya aksi profit taking pelaku pasar, maka akan ada kemungkinan indeks harga saham di pergerakan berikutnya kembali mengalami pelemahan.
"Artinya kenaikan IHSG pun cenderung lebih banyak karena sentimen dari dalam negeri. Apalagi minggu ini juga masih minggu awal dimana biasanya pelaku pasar yang mungkin jelang akhir tahun sudah keluar dan kembali masuk di awal tahun ini sehingga memberikan dampak positif pada peningkatan IHSG," tutur Priyambada kepada Disway secara daring, pada Jumat.
Lebih lanjut, Priyambada juga turut menyoroti akan kemungkinan peranan konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan negara Venezuela.
BACA JUGA:Harga Emas Tak Terbendung, IHSG Berpeluang Hijau Jelang Tutup Tahun 2025
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: