IHSG Jeda Siang Menguat 0,53% ke Level 7.427, Sulit Kembali Tembus 8.000

IHSG Jeda Siang Menguat 0,53% ke Level 7.427, Sulit Kembali Tembus 8.000

Penguatan ini sendiri melanjutkan penguatan pada penutupan IHSG Sesi II dalam perdagangan hari Kamis ini, yang ditutup dengan menguat 0,53 persen dari pembukaan ke level 7.428,77.--Istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Kendati pasar modal masih dipenuhi sentimen negatif, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Sesi II pada Selasa 3 Maret 2026 siang ini telah sukses dibuka dengan menguat 38,41 poin, atau naik 0,53 persen ke level 7.427,80. 

Penguatan ini sendiri melanjutkan penguatan pada penutupan IHSG Sesi II dalam perdagangan hari Kamis ini, yang ditutup dengan menguat 0,53 persen dari pembukaan ke level 7.428,77.

Di sisi lain, indeks LQ45 sendiri juga turut menunjukkan penguatan, dengan meningkat sebesar 0,72 persen ke level 757,67.

Meski begitu, IHSG terlihat masih belum kembali bangkit menembus level 8.000.

BACA JUGA:IHSG Perlahan Bangkit, Makin Siang Makin Hijau

Dengan situasi pergerakan IHSG, Analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Reza Priyambada, menilai bahwa pergerakan IHSG pada Kamis 12 Maret 2026 ini sendiri masih sesuai dengan prediksi PT Reliance Sekuritas Indonesia, yakni di kisaran support pada level 7,337 dan resistance pada level 7,441

"Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 7,337 dan resistance pada level 7,441 dengan kecenderungan melemah," papar Priyambada.

BACA JUGA:IHSG Mulai Bangkit, Pergerakan Saham Rebound Kembali Hijau Siang Ini

Kendati begitu, Priyambada juga menambahkan bahwa pasar modal saat ini sendiri juga masih tengah dipengaruhi oleh sentimen negatif, yang disebabkan oleh ketegangan akibat perang berkepanjangan antara Iran dan Amerika Serikat- Israel.

"Sentimen negatif disebabkan masih tingginya konflik AS-Israel vs Iran yang menyebabkan naiknya harga minyak dunia," ujar Priyambada.

BACA JUGA:IHSG Tutup di Zona Merah, Analis Soroti Sentimen Perang AS-Iran

Di sisi lain, kondisi serupa pun juga turut menimpa indeks utama bursa AS, Bursa saham Wall Street, yang ditutup mayoritas melemah.

Menurut Priyambada, sentimen negatif sendiri disebabkan oleh perilisan data inflasi

"Data tersebut mengungkapkan bahwa Indeks Harga Konsumen naik 2,4 persen. dibanding Februari tahun lalu (YoY), atau 0.3 persen dari Januari (MoM)," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: