IHSG Tutup di Zona Merah, Analis Soroti Sentimen Perang AS-Iran
Indeks Harga Saham Gabungan --
JAKARTA, DISWAY.ID— Kendati dibuka dengan prospek positif, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru mengakhiri perdagangan Sesi II Rabu (11/3/2026) di zona merah.
Berdasarkan data pasar, IHSG ditutup terkoreksi 44,56 poin atau melemah 0,60 persen ke level 7.396,35. Pelemahan ini melanjutkan tren Sesi I yang sudah turun tipis 3,1 poin atau 0,04 persen ke level 7.437.
Indeks LQ45 juga ikut tertekan, terkoreksi 6,80 poin atau turun 1,02 persen ke posisi 753,15.
Sentimen negatif yang menyelimuti pasar global, khususnya Wall Street yang mayoritas melemah, menjadi pemicu utama.
BACA JUGA:Kemenag Luncurkan E-Learning ASN Berintegritas, Target 42.000 Peserta Mulai April 2026
BACA JUGA:Rismon Sianipar Ajukan Restorative Justice, Datangi PMJ Tanyakan Perkembangannya
BACA JUGA:PN Tolak Gugatan Praperadilan Gus Yaqut, KPK Klaim Sudah Sesuai Hukum
Menurut Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Reza Priyambada, pelemahan ini dipicu oleh harapan investor yang memudar akan berakhirnya perang lebih cepat karena masih terjadinya saling serang antara AS-Israel dan Iran.
"Sentimen negatif disebabkan harapan para investor yang memudar akan berakhirnya perang lebih cepat dari yang diperkirakan dikarenakan masih terjadinya saling serang antara AS-Israel dan Iran," jelas Priyambada kepada Disway, Rabu (11/3/2026).
Sehari sebelumnya, Selasa (10/3/2026), IHSG sempat menguat 1,41 persen ke level 7.440,91, dipimpin sektor Basic Materials (+4,42 persen) dan Technology (+2,86 persen).
Saat itu, penguatan didorong oleh melemahnya harga minyak global menyusul sinyal operasi militer terhadap Iran akan segera usai.
Pada perdagangan Rabu, dinamika konflik Timur Tengah kembali mendominasi sentimen, sehingga membuat IHSG dan LQ45 berbalik arah ke zona merah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: