Kemenag Luncurkan E-Learning ASN Berintegritas, Target 42.000 Peserta Mulai April 2026
Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kemenag Muhammad Ali Ramdhani -ist-
JAKARTA, DISWAY.ID— Kementerian Agama (Kemenag) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meluncurkan program e-Learning ASN Berintegritas sebagai langkah strategis memperkuat budaya antikorupsi di lingkungan birokrasi Kemenag.
Program ini diharapkan mampu membangun kesadaran aparatur sipil negara (ASN) agar bekerja secara profesional, transparan, dan bebas dari praktik korupsi.
Peluncuran program tersebut dilakukan di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026), dan dihadiri langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar serta jajaran pejabat Kemenag.
BACA JUGA:Penentuan Lebaran Segera Diputuskan! Kemenag Gelar Sidang Isbat 19 Maret
Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa integritas ASN merupakan fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Ia menilai aparatur negara tidak hanya dituntut menjalankan tugas sesuai aturan, tetapi juga harus memiliki komitmen moral yang kuat dalam menjalankan amanah publik.
“ASN berintegritas harus mampu menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Mereka juga harus berani menolak berbagai praktik korupsi, termasuk gratifikasi, penyalahgunaan wewenang, dan nepotisme,” ujar Nasaruddin.
Ia menambahkan, nilai integritas sejatinya sejalan dengan ajaran agama yang mengajarkan kejujuran, amanah, dan tanggung jawab. Karena itu, peningkatan kapasitas dan pemahaman ASN menjadi penting agar mereka mampu menghadapi berbagai potensi penyimpangan dalam praktik birokrasi.
Menag juga mengingatkan bahwa Kementerian Agama memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga integritas lembaga. Saat ini jumlah ASN Kemenag mencapai sekitar 354.508 orang yang tersebar di berbagai satuan kerja di seluruh Indonesia.
BACA JUGA:Kemenag Halal Goes to Campus di Unpad: Edukasi Literasi Halal untuk Generasi Muda
“Sebagai aparatur negara sekaligus representasi nilai-nilai keagamaan, ASN Kemenag memikul tanggung jawab ganda. Mereka harus menjadi teladan dalam menjunjung tinggi integritas dan akhlak dalam pelayanan publik,” jelasnya.
Nasaruddin mengapresiasi kolaborasi antara Kemenag dan KPK dalam menghadirkan program e-learning ini. “Pemberantasan korupsi tidak hanya melalui penindakan, tetapi juga melalui pendidikan integritas yang berkelanjutan,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh ASN Kementerian Agama memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperkuat komitmen menjaga integritas dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.
“Dengan integritas yang kuat, kita dapat menjaga kehormatan institusi, meningkatkan kepercayaan publik, serta mewujudkan birokrasi Kementerian Agama yang profesional, bersih, dan berakhlak,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: