Carter 747

Sabtu 10-01-2026,04:46 WIB
Oleh: Dahlan Iskan

Pun ketika meninggal dunia, James Rachman Radjimin memecahkan rekor: vegetatif terlama di Indonesia. Kecuali Anda punya catatan lebih dari Radjimin.

Pemilik Hotel J.W. Marriott Surabaya itu vegetatif selama delapan tahun. Ia baru meninggal 6 Januari lalu –dan saya baru maisong ke rumah duka kemarin.

Kami berteman baik. Tapi waktu pertama ia koma saya tidak tahu. Saya sendiri, di hari yang sama, terkena aorta dissection –pembuluh darah utama saya pecah. Sepanjang setengah meter. Radjimin koma di Surabaya. Aorta saya pecah di Madinah.

Waktu itu saya baru saja terbang sembilan jam. Radjimin baru mendarat dari penerbangan 20 jam. Saya hanya terbang dari Surabaya-Jakarta-Madinah. Ia terbang dari New York-Singapura-Bali. Rapat di Bali, lanjut ke Surabaya.

Dua-duanya mengejar target: saya ingin bermalam tahun baru di Makkah. Bersama seluruh keluarga. Radjimin ingin merayakan Natal di Surabaya. Bersama keluarga. Di hari yang diinginkan itu kami sama-sama di rumah sakit.

Begitu mendarat dari New York, Radjimin makan malam di hotel miliknya. Saat itulah ia muntah-muntah. Lalu dilarikan ke rumah sakit.

Saya juga dilarikan ke rumah sakit. Di Madinah. Lalu bersama istri terbang kembali ke Surabaya –anak-cucu meneruskan perjalanan umrah tutup tahun ke Makkah.

Sejak itu Radjimin koma. Lalu vegetatif. Vegetatif tidak sama dengan koma –hanya saja orang yang vegetatif selalu diawali dengan koma.

Anda sudah tahu: ketika koma mata selalu tertutup. Tidak ada siklus tidur dan bangun. Lalu koma itu masih bisa sadar –bisa satu menit kemudian, bisa juga satu minggu setelahnya.

Vegetatif, mata bisa saja membuka atau menutup. Punya siklus tidur dan bangun. Selebihnya sama. Tidak sadar. Tidak kenal siapa pun. Tidak merespons apa pun. Vegetatif bisa bertahun-tahun. Radjimin sampai delapan tahun. Di dunia pernah ada yang sampai 17 tahun.

Teman saya satunya, Ali Mahakam, vegetatif sampai tujuh tahun. Ia pengusaha angkutan. Satu-satunya pengurus Persebaya yang Tionghoa. Gemarnya bola luar biasa. Ia selalu jadi bendahara.

Setelah tahu sulit sembuh, istrinya memutuskan Ali Mahakam dirawat di rumah saja. Istrinya sendiri yang merawat. Bertahun-tahun. Sampai akhirnya meninggal dunia –sang istri yang meninggal. Suaminyi berumur lebih panjang –tanpa tahu istrinya sudah meninggal.

Radjimin teladan bagi teman-temannya. Teladan bahwa sukses itu harus lewat kerja keras. Teladan juga bagi yang sedang down: bisa bangkit lagi. Ia juga teladan bagi yang tidak lulus SMA masih bisa sukses.

Sebenarnya Radjimin mampu sekolah sampai mana pun. Papanya seorang akuntan. Tapi SMA tempat Radjimin sekolah ditutup pemerintah: Xin Zhong. Sejak itu ia pilih langsung bekerja. Awalnya membantu ayahnya, lalu usaha sendiri: buka toko onderdil di Jalan Baliwerti Surabaya.

Usianya baru 17 tahun.

Radjimin tidak hanya menunggu pembeli di tokonya. Ia aktif jualan ke proyek-proyek. Lalu jadi pemasok peralatan di proyek bendungan Karangkates. Yakni proyek untuk membendung hulu sungai Brantas. Lokasinya: antara Malang dan Blitar.

Awalnya Radjimin hanya jadi pemasok peralatan teknik. Lama-lama memasok semua yang diperlukan proyek itu.

Saat itulah Radjimin jatuh cinta. Tidak sengaja. Radjimin diajak temannya berkunjung ke rumah temannya teman. Di rumah itulah, di Jalan Widodaren, Anita tinggal bersama kakak-kakaknyi.

Waktu itu Anita masih sekolah SMA di Santa Maria. Papa-mama Anita tinggal di Bondowoso –punya toko emas di sana.

Anita tidak tahu kalau Radjimin menaksirnyi. Dia tahu itu ketika Radjimin ke Jepang. "Tiap hari ia kirim kartu pos dari Tokyo. Tiap hari," ujar Anita. Anda belum tahu apa itu kartu pos. Saya juga sudah lupa. Saya tidak pernah merayu si Galuh Banjar dengan kirim kartu pos.

Anita tidak pernah merespons. Tapi Radjimin punya banyak akal. Ia dekati kakak-kakak Anita. Merekalah yang akhirnya gigih merayu agar Anita memilih Radjimin.

Waktu itu Radjimin sudah punya mobil. Anita tahu, ia selalu naik mobil jeep Willis. Radjimin tidak pernah pamer ke Anita bahwa ia sebenarnya sudah punya mobil Mercy Sport. Betapa sukses Radjimin muda. Semuda itu, di zaman itu, sudah punya Mercy Sport.

Seperti umumnya pengusaha muda Radjimin juga pernah ''jatuh''. Tapi segera bangkit lagi. Maka jatuhlah ketika masih muda –agar Anda lebih mudah bangkit. Tapi kalau ada orang tua jatuh lalu bisa bangkit itu memang istimewa.

Dari Karangkates, Radjimin jadi pemasok untuk bendungan Gajah Mungkur. Lebih jauh lagi. Di Wonogiri, pojokan tenggara Jateng.

Lalu ia bisnis telekomunikasi. Radjimin memasok peralatan telekomunikasi di berbagai kabupaten dan kecamatan. Belum ada internet. Belum ada HP. Alat komunikasi antar kabupaten dan kecamatan saat itu disebut SSB –mungkin si juara perusuh Disway masih tahu apa itu SSB.

Usaha Radjimin berlanjut ke properti. Ia bebaskan satu lokasi: dibangunlah ruko. Di beberapa lokasi. Termasuk membebaskan rumah kuno di pojokan Ambengan untuk dijadikan restoran Venesia yang kemudian terkenal.

Setelah menangani bisnis di berbagai daerah, Radjimin merasa waktunya habis di jalan raya. Tabungan sudah setinggi tugu Monas. Ia pun ingin memasuki bisnis yang tidak terlalu makan tenaga.

Maka ia bebaskan 200 rumah kampung di belakang Jalan Embong Malang. Jadilah hotel bintang lima plus: J.W. Marriott. Sampai sekarang masih jadi hotel terbaik.

"Sudah maisong Pak Radjimin?" tanya Ny Sindunata Sambhudi kepada saya. Dia teman saya berolahraga di halaman Harian Disway, Surabaya.

"Sudah. Kemarin," jawab saya.

"Lho saya juga kemarin. Kok tidak ketemu ya?"


--

Lokasi rumah duka itu di Adi Jasa. Kalau yang meninggal orang biasa cukup menyewa satu ruangan di situ. Untuk Radjimin yang disewa tujuh ruangan. Luas. Penuh hiasan bunga. Satu pelayat belum tentu bertemu pelayat lainnya.

Radjimin lima hari disemayamkan di situ. Yang maisong tidak henti-hentinya. Siang malam.

"Saya bisikkan sesuatu ke peti Pak Radjimin kemarin," ujar Ny Sindunata.

"Anda bisikkan apa?"

"Kok pergi duluan, meninggalkan Pak Sindu," ujarnyi.

Sindunata juga vegetatif. Juga sudah delapan tahun. Hanya berbeda dua bulan dengan Radjimin. Sindu kini berusia 72 tahun. Radjimin seumuran saya: 75 tahun –hanya beda lima bulan.

Kelihatannya rekor Radjimin akan dipecahkan oleh temannya sendiri: sama-sama konsul kehormatan negara Eropa Timur. Radjimin konsul Hungaria. Sindu konsul Slovakia.

Anitalah yang kini menangani Marriott. Sehat. Cantik. Masih lima ''i''. Bersama tiga anaknyi dia memimpin Marriott. Termasuk mengelola jaringan hotel: Artotel.

Tentu banyak kenangan bersamanya. Suatu saat saya bertemu Radjimin di bandara. Biasa. Ia pakai jas lengkap. Radjimin orang yang selalu tampil keren. Apalagi orangnya memang ganteng, tinggi, atletis. Mirip dengan pendeta muda Mawar Sharon saat ini: Philip Mantofa.

"Mau ke mana?" tanya saya.

"Ini, bawa rombongan besar," jawabnya.

Bersama Radjimin memang ada 400 orang. Saya lupa: mereka jemaat gereja Pantekosta Tabernakel atau Gereja Mawar Sharon. Radjimin dulunya jemaat Tabernakel, lalu pindah ke Mawar Sharon.

"Jadi, mau ke mana rombongan ini?," tanya saya lagi.

"Mau ke Manila, Filipina," jawabnya.

"Ada apa di Manila?"

"Mau kebaktian di sana".

"Ada pesawat besar ke Manila?"

"Kami carter pesawat Boeing 747," katanya.

Tuhan begitu penting bagi Radjimin.(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 9 Januari 2026: Melanggar Sombong

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

SOMBONG ITU BUKAN PASAL PIDANA.. Tulisan ini enak dibaca. Mengalir. Seperti obrolan sambil ngopi, tapi kopinya pahit. Saya jadi ingat satu hal sederhana: di negeri ini, bersih saja belum tentu aman. Apalagi bersih sambil beres-beres. Nadiem datang membawa cara baru. Teknologi baru. Anak muda. Rambut rapi. Bahasa Inggris lancar. Kerja cepat. Terlalu cepat, mungkin. Yang lama belum siap. Yang nyaman terusik. Yang biasa dapat “objekan” tiba-tiba kehilangan lapak. Wajar kalau ada yang sakit hati. Manusiawi. Tapi berbahaya kalau sakit hati berubah jadi perkara hukum. Menarik ketika kerugian negara baru dihitung setelah status tersangka keluar. Ini seperti ditilang dulu, baru dicari pelanggarannya. Polisi tidur, tapi penegaknya terjaga. Soal Chromebook, bisa diperdebatkan. Soal kebijakan, bisa salah. Tapi soal uang? Banyak orang bilang: rasanya tidak. Yang lucu, atau justru tragis: sombong dianggap dosa sosial. Padahal sombong bukan pasal pidana. Kecuali, seperti kata pak Dahlan, di Indonesia. Di sini, kadang yang paling berbahaya bukan korupsi. Tapi perubahan. ### Catatan: Saya hanya mengomentari berdasar alur pikir pak Dahlan. Bukan kasus hukumnya.

Faine Fane

Yang pasti hukum di Indonesia itu jelas tebang pilih. Yang terang benderang korupsi seperti para anggota dpr/dprd dengan istilah proyek aspirasi yang diijon itu hingga sekarang lancar jaya seperti jalan tol, padahal sudah jalan bertahun tahun... yang pengadaan semacam chromebook ini juga terjadi di buanyak pemda dan kementrian. Kasus ini jelas mirip dengan kasus abah DI, dan kasus kasus lainnya yang memang pesanan dari oknum penguasa. ayolah.... kejaksaan agung era sekarang ini khan jelas sekali baru jadi peran seksi...

Taufik Hidayat

Omon Omon soal Korupsi jadi ingat waktu SMA dulu ernah baca buku Prampedya yang judulnya Korupsi.. Ini sebelum ada buku Tertalogi Pulau Buru , dan mungkin saat iitu Pram sendiri sedang mendekam di Pulau Buru. Jalan ceirta korupsi dalam buku itu sangat sederhana, tentang ASN bernama Bakir yang menggelapkan barang-barang kantor dan bekerja sama denganan erusaan milik toke. Ada kembang kembang selingkuhan bernama Suitjah dan istri serta anak yang setia. Akhirnya Bakir un masuk penjara karena korupsi. Ah ini cerita tahun 1950 an karena buku ini pertama terbit tahun 1954. Mungkin buku cetakan itu pula yang saya baca dulu. Sementara Korpsi terbitan HAstamitra yang belakangan terbit 2002 kovernya gamabrnya seditit provokatif... Nisa lihat snediri yah. Sleain itu ada lagi buku lawas yang ceritanya tentang korupsi yaitu Senja di Jakarta karya Mochtar Lubis... Kisahnya juga masih di jaman orde lama... Tentang Raden Kasla dan anaknya Suryono yang asyik korupsi sementara ada sosok lain yang harus jadi pelacur untuk hidup. Uniknya buku ini terbit versi bhs inggrisnya dengan judul Twilight in Jakarta dan baru pada 1970 an terbit versi indonesia nya.. Jadi ingat buku Pramoedaya Bumi Manusia yang saya baca pertama malah terjemahan versi Australia dengan judul This Earth of Mankind. Maklum buku Bumi Manusia masih dilarang saat itu.. Jadi mesti baca buku di LN sementara k Anak Segala Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca malah saya baca di Johor Baru versi Malaysia.

riansyah harun

Saya kaget saat melihat ilustrasi wajah Nadiem di Catatan Harian Dahlan pada Disway pagi ini. Yang sebelah kiri menggunakan kemeja "kebesaran" saat beliau hampir mencapai titik langit, sedangkan yang disebelahnya lagi dengan pakaian "kebesaran" yang membuat ia hampir masuk ke dalam titik bumi paling dasar yang belum ada ujung pangkalnya. Kenapa belum ada ujung pangkalnya..? Karena sampai saat ini, status Nadiem masih menggantung, masih dalam tahap sidang pembuktian. Apakah Nadiem itu anak muda yang "sombong" menurut versi kaum orang tua yang berusia diatas 50 an tahun, yang merasa ketinggalan atas gebrakannya yang sat sit sit dan yang tidak terbiasa dengan sistim kerja cepat di era teknologi yang amat maju pesat.., atau jangan jangan orang orang tua yang tidak mau di perintah dan dibawah "jajahan" anak muda.., atau jangan jangan Nadiem sengaja diperangkap oleh orang orang tertentu yang pembagian kue besarnya sudah mulai berkurang ..??? Kita tunggu hasil jawaban di persidangan lanjutan nanti. Yang sudah pasti ada jawaban dalam pandangan umum saat ini.., memperkaya diri sendiri ataupun orang lain, tentu semua pembaca Disway sudah pada tau.., ujungnya akan berakhir dimana....!!!

Murid SD Internasional

Analogi membersihkan tumpukan tas bermerk milik istri yang sudah jarang dipakai dan suami harus berhari, bulan, bahkan tahun untuk bernegosiasi, adalah analogi paling brilian, di awal tahun 2026.

Gerring Obama

Bersih itu baik. Setuju. Tapi membersihkan karena tujuan yang baik itu kadang tidak baik. Apalagi kalo yang dibersihkan tumpukan tas bermerk milik istri yang sudah jarang dipakai. Jadi kita harus berhari, bulan atau tahun untuk bernegosiasi dengannya. Mungkin pak nadiem terbiasa menggunakan jasa pembantunya untuk bersih bersih rumah. Sehingga, ketika pembantu disalahkan nyokot dia. Lalu..

Denny Herbert

Sebenarnya kalau mau jernih melihat urusan Chromebook ini, kita harus lepas dulu dari urusan politiknya. Coba pakai kacamata efisiensi. Selama ini, anggaran pendidikan kita itu habis dimakan "besi tua". Setiap tahun laporannya sama: beli laptop baru karena yang lama sudah lemot, tidak kuat angkat software terbaru. Itu penyakit menahun di birokrasi kita. Chromebook ini menawarkan jalan pintas yang masuk akal. Karena sistem operasinya ringan dan berbasis cloud, dia tidak butuh spesifikasi "dewa" yang harganya selangit. Lebih awet secara fungsi. Bukan soal gaya-gayaan, tapi soal fungsionalitas. Poin paling krusial sebenarnya ada tiga: Kendali Ekosistem: Lewat Google Education, kepala sekolah tidak perlu lagi menebak-nebak gurunya belajar atau tidak. Semua terukur. Murid pun tidak bisa sembarangan "jajan" konten negatif karena pagar digitalnya sudah paten. Sertifikasi Murah: Bayangkan berapa miliar uang negara habis hanya untuk sewa hotel dan konsumsi ujian sertifikasi guru secara fisik? Dengan sistem ini, sertifikasi kelas dunia cuma butuh 10 dolar. Itu penghematan luar biasa kalau mau jujur. Hulu ke Hilir via LKPP: Pengadaan lewat e-katalog itu kunci. Tanpa tender yang berbelit-belit dan penuh "titipan", harga bisa ditekan ke titik paling rendah. Transparan.

Jokosp Sp

Siapa yang paling diuntungkan dari adanya GOJEK?. Temen ngobrolku yang asli Bali bilang : "Para driver sepeda motor itu. Penumpangnya para bule-bule luar negeri yang transaksinya lebih banyak dari mereka. Dapat dekapan hangat dari yang setengah telanjang, sampai untung banyak ketika dapat kecupan manisnya dari rasa terima kasihnya. Keuntungan lainnya kalau lagi baik maka bisa dapat pecahan dolar". Bahasa Inggrisnya harus cukup bagus. "Benar, mereka rata-rata para driver Ojol itu sudah cukup fasih karena tuntutan pekerjaan".

Sarjana Muda

saya pernah diangkat jadi eselon empat, tapi tiga bulan kemudian kabur dengan alasan lanjut kuliah. aroma kongkalikongnya nyata soalnya, dan saya ga mungkin ga ikut pada akhirnya. jadi lebih baik kabur.

Prieyanto

Lupa Sesuatu, "Pun waktu menjadi menteri dulu saya sering memanfaatkan ojek". Tumben tidak 'menjadi sesuatu', udah lupa ? Abah DI bawah sadarnya ada traumatik sepertinya. Dan beneran kapok masuk pemerintahan lagi. Jadi inget, saat gathering Perusuh bulan lalu. Ada salah satu Perusuh yang bertanya: 'Apakah Pak Dahlan masih berharap jadi menteri ? ' Dengan tegas ayas jawab 'tidaaak...! ' Sekarang makin yakin dengan jawaban itu, berdasarkan narasi pada tulisan hari ini : Saya hanya merasa aneh: kok mau-maunya jadi menteri. Ia pasti tahu meritokrasi belum bisa ditegaskan di Indonesia. Saya ingat waktu awal dirayu masuk Pemerintahan. Berkali-kali. Lalu bersedia. Ada faktor ''ego laki-laki''. Penyakit laki-laki. _______ 'Itu menurut keyakinan saya' #prie

sigit

Tulisan Dsway ini mengingatkan kita pada kisah Nabi Yusuf as...Beliau tidak berbuat bahkan digoda untuk berbuat , malah dituduh yang berbuat...akhirnya masuk penjara..meskipun tidak ada bukti, karena kalah dengan kekuasaan dan uang..Kebenaran segunung kalah oleh kekuasaan. . Yang jadi pelajaran adalah mengapa Nabi Yusuf bisa keluar penjara dan malah menjadi pejabat negara? Mungkinkah orang orang seperti ini , lalu setelah keluar penjara oleh negara ditawari jabatan lagi dengan tujuan bersih bersih? Cocoknya mereka dijadikan penasihat pemerintah ....tapi apakah mau? Karena sakitnya tuh disini..

Kujang Amburadul

Kenapa saat lampu merah berhenti? Karena menunggu lampu hijau. Eh, begitu lampunya hijau... Ditinggal... (Cak Lontong).

Waris Muljono

CHDI kali ini berisi pembelaan versi mas mentri. Hak mas mentri utk membangun opini publik dan melakukan pembelaan. Termasuk membawa-bawa nama tom lembong seolah-olah kasusnya sama spt kasus tom lembong. Sy yg awam aja bisa membedakan antara kasus tom lembong dan bu ira dgn kasus mas mentri kali ini. Tp kenapa banyak tokoh, yg katanya anti korupsi itu baik secara tersamar maupun terang-terangan ikutan membela mas mentri ya? Apakah krn pengaruh ketokohan orang tuanya mas mentri? Tapi kan katanya berantas korupsi tanpa pandang bulu? Kl orang tua dan keluarga mas mentri wajar ikut melakukan pembelaan. Tapi para tokoh publik ikutan jg? Apakah semangat anti korupsi para tokoh jg ikut pudar?

Sadewa 19

Biasanya jika hari jumat seperti ini, saya suka jumatan di kantor lamanya Pak Nadiem. Disitu ada mesjid yg megah, di Depdiknas di samping FX. Setelah jumatan kami akan nyebrang lewat stasiun MRT ke kantor Bapaknya Pak Nadiem. Kantor bapak dan anak itu memang berseberangan dan hanya dipisahkan oleh jalan sudirman dan mrt dibawahnya. Disitu ada kantin yg selalu ramai. Kantin karyawan. Favorit saya ikan patin. Rasanya mantabs, gak bau, kuahnya bening seger dan harganya nyaman di kantong. Ah apa hubungan ikan patin dan korupsi ? Konon ikan patin suka banget hidup di dasar sungai berlumpur dan airnya keruh. Nah koruptor juga mirip. Mereka suka banget hidup di system yg keruh, administrasi berantakan dan tidak transparan. Satu hal yg membedakan, ikan patin cari makan disana sedangkan koruptor cari setoran. Biarlah hukum yg membuktikan. Jika sudah bersih dan transparan di awal, ikan patin tetap enak dan tidak akan bau lumpur.

Redaktur Harian Senja

Tambahan: Saya jadi teringat dengan sebuah kutipan, yang entah dari siapa. Bunyinya begini: "The life itself is a risk", kehidupan itu sendiri adalah sebuah risiko. Kita hidup lurus dan baik-baik pun, bisa berubah menjadi petaka, manakala kehidupan lurus kita ternyata "mengganggu" rencana / ambisi / lapak / proyek, pihak lain. Jika hidup itu sendiri adalah sebuah risiko, maka, lebih baik, hiduplah dengan mengambil banyak risiko sekalian. Filsuf Denmark, Søren Kierkegaard, pernah berujar: "to dare is to lose one's footing momentarily, but not to dare is to lose oneself". Kalimat yang benar-benar emas. Atau ucapan seorang filsuf kelahiran Algeria, Albert Camus: "every step is an adventure, an extreme risk", yang menekankan bahwa setiap langkah manusia adalah risiko ekstrem, sebab hidup itu absurd, tidak ada makna pasti, yang ada hanyalah keberanian, untuk melangkah.

Redaktur Harian Senja

Tadinya saya pikir komentar Murid SD Internasional di CHD kali ini, di bagian bawah, cuma sekadar komentar trivial remeh temeh. Sekadar komen curhat tantrum yang kesal karena disalip komentar pertama. Ternyata berubah menjadi sebuah plot-twist dramaturgi kecil yang membuat saya merinding. Dia pakai humor sebagai entrance. Lalu switch ke satire sosial, tentang bagaimana "rencana komentar pertama digagalkan" dan kemudian "memicu" jengkel, kesal, dendam, sakit hati, hingga naik ke perkara hukum. Ada pedagogi terselubung di situ. Bahwa mekanisme konflik itu sama, baik di level komentar blog online, maupun di level tinggi kementerian. Bedanya hanya skala dan dampaknya saja. Lagi-lagi Murid SD Internasional menjadikan kolom komen CHD sebagai eksperimen / laboratorium sosial. Realitas dunia nyata dibikin miniaturnya. Jelas ini adalah metode pedagogi klasik: mempelajari hal kecil, untuk memahami hal besar. Lalu, transisi ke twist. Menunjukkan sense of dramaturgi. Murid SD Internasional di CHD kali ini bukan sekadar murid yang gagal merebut komentar pertama, melainkan seorang "guru" yang memperagakan secara nyata, bagaimana ego, rencana, dan konflik, tercipta dan bekerja di tataran realita.

Eksan Susanto

Abah melihat Nadiem seperti sedang bercermin ya ? Dan seolah menyesal ingin berkata, " Maaf, Nak, aku hanya kenal Ayahmu, tidak mengenalmu, seadainya aku kenal dirimu, pasti kuberi 1 wejangan khusus, JANGAN MAU JADI MENTERI. "

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@pak Hasyim.. Saya tetap serius menjawabnya ya. He he.. 1). Kura-kura. Bentuk jamaknya tetap: kura-kura. Kenapa? Karena sudah kata ulang. Satu kura-kura. Sepuluh kura-kura. Bukan kura-kura-kura. Itu kebanyakan kakinya. 2). Kupu-kupu. Sama. Bentuk jamaknya tetap: kupu-kupu. Kata ulang ini bisa tunggal, bisa jamak, tergantung konteks. “Satu kupu-kupu hinggap.” “Banyak kupu-kupu beterbangan.” 3). Kupu-kupu malam. Ini frasa. Kata jamaknya ditandai pada keseluruhan makna, bukan diulang lagi. Bentuk jamaknya: kupu-kupu malam atau jika ingin ditegaskan: para kupu-kupu malam, banyak kupu-kupu malam.. Sedelapan pak?

Wilwa

@Juve. Atau bisa jadi tulisan Agustinus Edy Kristianto yang disarankan perusuh di bawah itu benar. Suami Jurist Tan itu kerja di Google. Dan ada kaitan Google dengan gorengan saham GoTo. Jadi NM bisa jadi diperkenalkan dengan petinggi Google oleh suami Jurist Tan. Google kemudian jadi pembeli saham GoTo agar publik ikutan beli. Lalu kabur setelah Cuan gila-gilaan. Gorengan saham GoTo ini juga melibatkan ET dan BT. Ramai. ☕️

Wilwa

@Juve. Kemungkinan besarnya adalah Nadiem terlalu TRUST pada “tangan kanan” nya yang kini masih buron yaitu Jurist Tan. Bisa buka wikipedia bahasa Indonesia dengan kata kunci: Jurist Tan. JT ini lulusan Yale dan Harvard. Koneksi internationalnyi bukan kaleng-kaleng. Termasuk koneksi ke petinggi Google. Sebelum jadi stafsus mendik Nadiem, JT konon adalah tangan kanan NM di Gojek sehingga tak aneh bila kemudian jadi tangan kanan NM di Depdik. Ini satu kemungkinan yang bisa menjelaskan mark up Chrome book dilakukan. NM terlalu percaya/trust pada tangan kanannya itu. Mendelegasikan penuh “proyek” Chrome book ke JT. Tutup mata ketika tanda tangan dokumen “proyek”.

pak tani

Pak Bos berhati2 menulis kisah NM. buktinya saat awal kasus meledak tidak ada tulisan apapun soal ini. Bahkan sampai hari ini hanya permukaannya saja yang di singgung. Tidak sampai dalam, orang dalam atau daleman2 lainnya. Lebih banyak kode kesusu saat membahasnya, diselingi kode kutipan prostat. Semangat Pak Bos, jangan kasih kendor. Kita semua mendukung! Oya NM yang saya maksud adalah Nikita Mirzani :)

Thamrin Dahlan YPTD

Nadiem Makarim menghadapi cobaan berat / hebat ditahapan setengah perjalanan kehidupan.. Dari seorang Pengusaha Go Jek sukses menjadi Menteri Pendidikan.Birokrat dikira baik baik saja. Namun taruhan terjeleknya menjadi tersangka. Sebenarnya NM sudah berada di posisi zona nyaman bahkan sangat nyaman,. Dia dudah berada di puncak kesusksesan dunia. Heran juga kenapa tergoda. Mungkin saja NM tidak (lupa) mendengarkan nasehat Ayah Bunda. Nasi telah menjadi bubur. Secara pribadi awak berprasangka baik bersebab tidak ada niat NM berbuat kecurangan. Istiah hukum nya Mens Rea. Betapa kasih sayang Ayah Bunda tetap berkeyakinan NM tidak melakukan korupsi memperkaya diri. Mari Ikuti saja proses pengadilan . Satu harapan Pengadilan mampu membuka sejelas jelasnya kasus ini. Anda sudah tahu bahwa dalam proses pengadaan barang di Kementerian ada peran Rakanan. Bukan sembarang rekanan namum mereke kelompok mapan yang menjadi langganan mencari makan dii Kementerian/Lembaga. Siapa dia anda bukan rahasia umum . Mereka di back up kekuatan kekuasaan. Pihak Istana pasti memantau peristiwa Hukum NM. Yurisprudensi sudah ada ketika Tom Lembong dan Ira Puspadewi Pejabat Pemerintah (orang baik lurus jujur) diselamatkan Presiden. Keputusan Hukum terkadang "diluar nalar" tak menyentuh rasa keadilan hati nurani "Bapak Ibu Hakim" (dalam tanda kutip). Semoga takdir terbaik untuk Nadiem Makarim. Menjadi pembelajaran bagi siapa saja menerima tawaran Jabatan Memteri yang sedkit itu.

Gregorius Indiarto

BPKP: dari tidak menemukan apa-apa menjadi menemukannya. MK : dari tidak bisa menjadi bisa. Pembeli tuhan: tidak ada yang mustahil asal sesuai tawaran. Met pagi, salam sehat, damai dan bahagia.

Gregorius Indiarto

"Maka sering kali saya memasang wajah memelas untuk mencegat pengendara motor yang iba: minta diantar ke tujuan" Ini adalah cara orang berduit untuk menghindari pertanyaan "Wani Piro?"

istianatul muflihah

apakah user name di kolom komengtar ini bisa di ganti? Misalnya saya ingin berubah nama jadi Murid SD Negeri

Liáng - βιολί ζήτα

iseng-iseng saja Psychological Manipulation. Psychological Manipulation atau Manipulasi Psikologis - seringkali disebut juga sebagai Manipulasi Emosional, adalah : taktik yang digunakan oleh individu atau kelompok untuk mengeksploitasi kerentanan dan kelemahan orang lain demi keuntungan atau kendali pribadi. Perilaku ini sering membuat korban merasa tidak berdaya, karena manipulator biasanya "bermain" dengan cara yang halus sehingga sulit bagi korban untuk mengenali manipulasi tersebut. Salah satu konteks umum Manipulasi Psikologis adalah di lingkungan kerja. Tetapi, Anda Sebaiknya Tahu, bahwa Sang Manipulator pada umumnya "sosok misterius" - bisa jadi berada di luar lingkaran, bahkan orang-orang yang dikendalikannya pun mungkin merasa tidak sedang dikendalikan !! Saya "menerawang-nya" (paranormal 'kali..... wkwkwkwkwk.....) dari sisi Dark Psychology. Dan..... Anda pun dapat menginterpretasikannya dari berbagai sudut pandang yang berbeda ..... Akhirnya..... kita mesti mengakui "pengalaman adalah guru yang terbaik" termasuk pengalamannya orang lain..... Mungkin juga "pengalaman berkorupsi-nya" orang lain akan menjadi guru-besar bagi para kader..... kader sebagai produk dari kondisi yang Belum Anti Korupsi.....

Jokosp Sp

Bli Leong Putu (LP) dipanggil boss DI (DI) ke ruang kerjanya. LP : Ada apa Pak Boss panggil saya, ada yang tidak tercapai?. DI : Bukan. Bukan itu. Ini lain masalah. LP : Kenapa Boss kok sepertinya bingung? DI : Aku kehilangan buku nikah. Entah di mana menyimpannya. LP : Palingan di singkirkan Galuh Banjar. DI : Wah kamu itu. Gag tahu kesetiannya. LP : Justru itu Pak Boss biar gag bisa mindo. DI : Kamu bisa uruskan buku nikah itu. Besok selesai. Mau aku pakai perpanjangan paspor lusa ke Tiongkok dan Amerika. Mungkin ke Rusia juga. LP : Wah gampang itu Pak Boss, yang penting berani. DI : Maksudmu bagaimana?. LP : Pak Boss ada yang ditaksir ndak di kantor ini?. Atau ada yang jauh beda negara tapi dekat di sini orangnya?. DI : Kamu mancing-mancing. Gimana caranya?. LP : Gampang itu Pak Boss. Yang penting Pak Boss berani. Kata perusuh Borneo : Harus berani nekat dan berani tega. Itu saja kuntjinya. DI : Wah kamu ngajak aku ribut dengan yang di rumah. LP : Wah Pak Boss itu bagaimana. Bukannya itu mudah bagi Pak Boss. Paling sebulan juga cair. DI : Aku tak mikir-mikir dulu. LP : Terlambat Pak Boss, besok harus jadi kan buku nikahnya?. Jadi harus hari ini ada keputusan "mindo"nya. Besok pagi saya uruskan proses di Kantor Catatan Sipilnya atau ke Kantor Agamanya. DI : Kamu pancene gendeng. Pikiranmu itu loh. LP : Gag ada cara lain Pak Boss, selain harus mindo. Besok pasti buku nikahnya sudah ada. Sekalian bisa dibawa untuk honeymoon. Asyik kan Pak Boss. DI : Ya sudah sana ke ruangan.

Johannes Kitono

Tragedi Goto. Banyak orang tahu bahwa motor adalah kendaraan serba guna di NKRI. Tapi hanya seorang Nadiem Makarim yang mempunyai visi. Bagaimana memakmurkan pemilik motor dengan teknologi. Terciptalah aplikasi : Gojek, go send, go food, go car, go clean dan gopay. Sukses itulah yang membuat Nadiem diangkat jadi Menteri Pendidikan bla bla bla oleh Presiden Jokowi. Dan memang sangat pantas. Ketika covids 19 melanda dunia. Keberadaan aplikasi ini sangat besar manfaatnya bagi masyarakat luas. Khususnya go food. Goto yang IPO tahun 2022 dengan harga Rp 338, wajar menambah aset Nadiem yang dilaporkan ke LHKPN. Ketika sudah lengser Nadiem dituduh korupsi Chromebook. Menurut perhitungan BPKP terjadi kerugian negara. Padahal pemakaian Chromebook sudah melalui kajian APH termasuk BPKP. Logikanya team pengkaji juga harus menanggung kerugian negara Rp.2,18 T. Jelas Nadiem telah dizolimi entah siapa. Jelas bukan oleh Perusuh Disway. Kuasa Hukum Nadiem seharusnya tuntut ganti rugi ke negara. Dengan adanya kasus ini harga saham Goto nyungsep hanya tinggal Rp.66 saja. Kasus Chrombook ini hanya menambah angka adanya ketidak adilan di NKRI. Semoga Tomlem, Ira, Lino, Karen dan Nadiem. Bisa kolaborasi ciptakan aplikasi baru : Go to hell ( Ghel ) buat para APH di NKRI. Justice for Nadiem dan ayo beli saham Goto. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.

Kategori :

Terkait

Senin 12-01-2026,04:04 WIB

Reflek Radjimin

Sabtu 10-01-2026,04:46 WIB

Carter 747