Melanggar Sombong

Melanggar Sombong

Ilustrasi Nadiem Makarim-Gusti-Harian Disway-

BEGITU besar nama Nadiem Makarim. Sejak sebelum menjadi menteri. Bahkan sudah lebih besar dari jabatan terakhirnya itu. Pun secara internasional.

Di dunia, Nadiem lebih dikenal bukan sebagai menteri –tapi sebagai teknopreneur. Yakni teknopreneur yang membumi: mendayagunakan sepeda motor –lambang transportasi kelas bawah di Indonesia.

Pikiran seorang teknopreneur, selama itu, dikenal selalu bermain di level langit. Tapi Nadiem justru memikirkan sepeda motor –pemilik sepeda motor.

Tentu Nadiem dicibir pada awalnya. "Teknopreneur kelas sepeda motor".

Lebih sepele dari itu: "teknopreneur kelas ojek" –lambang transportasi kelas omprengan.

Anda masih ingat beberapa pemilik sepeda motor pernah terpaksa cari makan dengan cara ngompreng. Mereka mengisi ''lubang'' yang kosong.

Ada dua lubang menganga yang mereka lihat. Tidak adanya kendaraan umum di banyak jalur. Orang sudah telanjur terbiasa malas jalan kaki. Apa boleh buat: yang ada sepeda motor. Meski awalnya agak risi –dibonceng laki-laki kelas bawah yang tidak dikenal– lama-lama terbiasa.

Lubang kedua: kian modern orang kian kesusu. Mereka punya mobil tidak ada gunanya.  Jalan raya Jakarta macet. Pun waktu menjadi menteri dulu saya sering memanfaatkan ojek. Termasuk kalau kesusu harus rapat di Istana.

Tapi tidak semua tempat ada pangkalan ojek. ''Pangkalan ojek'' menjadi istilah yang sama populernya dengan ''terminal bus''. Kadang pangkalan itu jauh dari kebutuhan: harus ada pohon rindang atau emperan kaki lima yang bisa dipakai ''mangkal''.

Maka sering kali saya memasang wajah memelas untuk mencegat pengendara motor yang iba: minta diantar ke tujuan. Misalnya ke kantor kementerian tertentu.

Fleksibilitas sepeda motor tidak ada tandingannya –sampai ada drone untuk angkut manusia kelak. Itu yang dilihat Nadiem: ojek. Lalu ia ciptakan aplikasi yang namanya tidak jauh-jauh dari itu: Go-Jek.

Ojek menjadi Go-jek. Ia masukkan unsur bahasa Inggris ''Go''. Keren. Let's Go!

Pangkalan ojek pun ia pindahkan. Dari bawah pohon ke handphone Anda. Lalu dor! Meledak. Membumbung. Tinggi. Jadi gaya hidup baru. Jadi penggerak ekonomi. Jadi jembatan pemerataan pendapatan: kelas atas belanja. Kelas bawah mengangkutnya: Go-Food. Lalu Go-Cantik (?). Go-ApaSaja.

Nadiem pun menjadi orang sangat kaya lewat langkahnya itu. Ia jadi simbol anak muda yang super sukses. Ia pun jadi orang di atas langit dari hasil langkahnya yang membumi.

Begitu besar nama Nadiem –di saat masih begitu muda. Ia seperti anak yang lepas tinggi dari busur orang tuanya: Nono Anwar Makarim.

Nono adalah aktivis demokrasi, antikorupsi, pembela keadilan dan kebenaran. Ia salah satu pemimpin KAMI --Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia. Nono jadi komunikator gerakan. Utamanya lewat Harian Kami –koran mahasiswa yang sangat radikal dalam membela demokrasi, keadilan dan anti-korupsi.

Nono menjadi pemimpin redaksinya.

Pun istri Nono, Tika, juga aktivis antikorupsi. Tergabung di lembaga antikorupsi Mohamad Hatta –menggunakan nama wakil presiden pertama yang dikenal sangat bersih, sederhana, dan pejuang demokrasi. Rasanya, saya pernah dapat penghargaan dari lembaga itu. Atau tidak.  Penghargaannya dikirim ke kantor Kementerian BUMN. Atau tidak. Saya sudah lupa.

Setelah tidak jadi pemimpin wartawan, Nono masih bergerak di bidang idealisme: mendirikan LP3ES –bersama beberapa kawan seperjuangannya.

LP3ES adalah lembaga penelitian, pendidikan, dan penerangan ekonomi dan sosial. Bukan lembaga komersial. Juga bukan kendaraan politik. Itu lembaga pressure group –dari jenis yang intelektual.

Kini Nono dan Tika masih hidup. Sudah tua. Rasanya 10 tahun di atas umur saya. Saya adalah anak didiknya di bidang jurnalisme. Di lembaganya itulah saya dididik menjadi wartawan –setelah dua tahun jadi wartawan yang hanya sekolah di lapangan.

Tapi saya tidak kenal Nadiem. Saya hanya merasa aneh: kok mau-maunya jadi menteri. Ia pasti tahu meritokrasi belum bisa ditegaskan di Indonesia –pun di lembaga seperti universitas.

Tapi, kadang orang tidak bisa menolak permintaan. Apalagi kalau yang meminta adalah seorang presiden Republik Indonesia. Terlalu banyak kata-kata manis yang dipakai agar seseorang yang tidak ingin jabatan diminta mau menerima jabatan. Serba ideal: demi bangsa. Demi negara. Negara ini harus maju. Dan seterusnya.

Tentu ''mentereng''-nya jabatan menteri juga jadi faktor penggoda. Kapan lagi jadi menteri. Dari 270 juta orang hanya 32 yang bisa jadi menteri –ketika kabinet belum gemuk.

Saya ingat waktu awal dirayu masuk pemerintahan. Juga begitu. Berkali-kali. Ada yang sampai tengah malam. Bayangan ingin membangun negeri pun pelan-pelan muncul. Lalu bersedia. Juga ada faktor ''ego laki-laki'': kalau sudah sukses di satu bidang ingin menunjukkan bisa sukses di bidang lain. Penyakit laki-laki.

Itu sudah seperti prostat: 50 persen laki-laki di atas 50 tahun memilikinya.

Lalu untung-untungan. Yang nasibnya baik, prostat itu tidak berkembang menjadi kanker. Yang nasibnya tidak beruntung jadilah seperti Nadiem: jadi tersangka. Atau seperti orang senasib dengannya: Tom, Ira, Lino, Karen.

Maka orang tua seperti Nono dan Tika bisa ibarat orang sehat yang divonis dokter: Anda terkena kanker.

Saya dengar Nono dan Tika selalu hadir di pengadilan –saat Nadiem mengajukan praperadilan. Sebagai aktivis antikorupsi –yang namanya begitu harum– saya bisa bayangkan perasaan mereka. Nono-Tika harus melihat anak kebanggaaan jadi tersangka kasus korupsi.

Praperadilan itu ditolak. Kini Nadiem masuk ke proses peradilan. Tahapnya sampai pada pembacaan eksepsi: penyangkalan atas dakwaan jaksa. Setelah ini jaksa menjawab eksepsi Nadiem itu. Adu argumentasi. Lalu hakim akan membuat putusan sela: perkara ini ditolak atau sidang pengadilan diteruskan.

Di samping eksepsi dari pengacaranya, Nadiem sendiri membacakan eksepsi pribadi: 10 halaman. Saya mendapat kiriman copy-nya: dari mantan Pemred TEMPO Bambang Harimurti. Dan juga dari lain-lainnya.

Dari situ baru terjawab apa yang jadi pertanyaan hati saya berbulan-bulan: mengapa Nadiem jadi tersangka korupsi.

Tidak disinggung di situ ada hubungannya dengan politik. Misalnya karena Nadiem adalah orangnya Presiden Jokowi –yang harus dikorbankan dalam persidangan kekuasaan.

Tidak disinggung juga bahwa ia jadi pelanduk di tengah persaingan jabatan: siapa yang bisa menersangkakan orang terkenal akan naik jabatan.

Dua-duanya ternyata tidak. Lalu apa?

Nadiem menjelaskan bahwa ia tidak menerima uang sepeser pun. Ia uraikan secara rinci dari mana dan ke mana uang ratusan miliar yang dituduhkan kepadanya itu.

Nadiem juga tidak merasa ikut memutuskan harus pakai Chromebook. Semuanya atas dasar kajian tim. Juga sudah mendapat pendapat hukum dari instansi penegak hukum. Sudah pula diaudit BPKP.

Anehnya, kata Nadiem, setelah ia jadi tersangka, barulah BPKP diminta menghitung kerugian negara. Hasil audit BPKP menyebut ada kerugian negara miliaran rupiah tadi.

"Berarti saya sudah ditetapkan jadi tersangka sebelum ada bukti kerugian negara," kata Nadiem.

Mungkin saatnya ada yang berani menggugat BPKP: dari tidak menemukan apa-apa menjadi menemukannya. Atau pejabat BPKP yang dulu tidak menemukan itu harus diapakan.

Yang jelas-jelas disebutkan di eksepsi Nadiem adalah: persaingan bisnis. Yakni tidak dipergunakannya lagi sistem lama.

Sistem lama itu sudah bertahun-tahun dipakai. Sudah pula menjadi kenikmatan. Dengan ambisi mengubah teknologi hilanglah sejumlah kenikmatan lama. Nadiem tetap berpendapat Chromebook lebih baik untuk anak sekolah. Chromebook membuat siswa tidak bisa terpapar pornografi dan judi online.

Faktor lain yang disebut dalam eksepsi Nadeim: sakit hatinya orang-orang di dalam Kementerian Pendidikan yang kehilangan objekan. Ditambah sakitnya perasaan akibat tampilnya anak-anak muda dari luar.

Apalagi mereka itu merombak-rombak. Khas anak muda. Hanya fokus pada pekerjaannya. Tidak tolah-toleh. Tidak membangun komunikasi. Kesannya: mereka sombong-sombong. Mereka memang terbiasa dengan prinsip bahwa ''sombong'' itu tidak melanggar hukum –kecuali di Indonesia.

Tentu itu versi Nadiem. Saya mencoba bertanya ke banyak orang. Aktivis yang anti-korupsi. Juga orang yang dekat dengan Kementerian Pendidikan –karena pernah menjabat di sana. Lebih lima orang. Jawab mereka seragam: "Rasanya, kalau Pak Nadiem menerima uang, tidaklah. Selebihnya saya tidak tahu".

Bersih itu baik, bersih dan membersihkan bisa jadi salah. (DAHLAN ISKAN)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 8 Januari 2026: Pilihan Baru

Thamrin Dahlan YPTD

Rumah Sakit Bhayangkara harus ikut event ini. Jangan mau kalah memberikan pelayanan terbaik untuk Keluarga Besar Polri dan masyarakat. Saya pikir pastilah didukung sepenuhnya oleh Pimpinan Polri. Yes ikut berlomba memiliki alatt terbaru bernama Rezum Produksi Amerika. Alat modern pengobatan Prostat sudah ter instal di Rumah Sakit Adi Husada Surabaya atas arahan Bapak Soedomo Magonoto. RS Adi Husada survive. Melewati umur 1 abad membuktikan manajemen RS Swasta ini bisa diandalkan. Bisa jadi hampir sama dengan RSCM Top Reveral Nasional tempat berhimpunnya semua Ahli Kedokteran. Rumah Sakit Bhayangkara TK I RS Soekanto lebih dikenal RS Polri Kramatjati. Berdiri sejak tahun 1966 terus berkembang dan semakin memiliki kemampuan pengobatan dan perawatan Pusat Rujukan RS Bhayangkara seluruh Polda. Memiliki keunggulan kedokteran kepolisian dalam kegiatan Identifikasi korban bencana. Kemampuan DVI (Dissaster Victim Identification) Pusdokkes Polri setara international Kapasitas tempat tidur lebih RS Bhayangkara melayani pasien BPJS. Beberapa RS Bhayangkara mendapat penghargaaan atas sistem administrasi dan pelayanan terbaik Peserta BPJS . Berlomba pengadaan alat kesehatan canggih akan semkin lengkap apabila disertai kelualitas pelayanan publik transparan dan akuntable. Profesional petugas kesehatan melalui sikap dan tindakan 5 5. Senyum Sapa Salam Sopan Santun. InshaAllah pasien langsung sembuh. Salam Presisi Salamsehat

Taufik Hidayat

Saya baru tahu ada juga Rs dengan nas Husada di Surabaya dan iti dulunya Rs Tionghoa . Selama ini yang saya tahu yang di jakarta Rs Husada yang dulunya bernama Jang Se I dan didirikan pada 1924. Juga ada Rs Sumber waras yg dulunya Sin Ming Hui. Kemaren baru jalan jalan ke Yogya ketemu rs mata dokter Yap . Yg ini gak ganti nama he he.. di solo ada Rs dr Oen .yang terkenal dengan nama Kandangsapi .. Jasi ingat pernah main ke apartemen teman saya di Singapura di dekat Bukit Timah dan ketemu KK Women’s and Children Hospital atau RSIA Kandang Kerbau. Nah apa yg istimewa dgn rumah sakit Ibu? Di sini ViVian Rubianti Iskandar menjalani operasi kelamin pada 1973. Sebelumnya namanya Robbiyanto .. dan akhirnya resmi di pengadilan jadi wanita . Dia adalah orang Indonesia pertama yang resmi ganti kelamin loh. . Saya gak tahu apakah prostat nya juga dihilangkan atau tidak ?

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

PROSTAT MEMBESAR, TAPI ARAHNYA KE MANA..? Pak Dahlan menulis dengan tepat: prostat yang membesar bisa mendesak saluran kencing. Kata kuncinya: bisa. Bukan pasti. Secara medis, pembesaran prostat (BPH) itu soal arah, bukan sekadar ukuran. Prostat boleh sama-sama besar, tapi dampaknya bisa beda jauh. Jika pembesaran mengarah "ke dalam", ia menekan saluran kencing seperti jari mencekik sedotan. Aliran pipis melemah, tersendat, sampai—di tahap lanjut—tidak keluar sama sekali. Dan ya, itu sakitnya bukan teori. Namun ada juga prostat yang membesar "ke luar", menjauh dari uretra. Volumenya naik, keluhan minim. Pemiliknya sering merasa sehat-sehat saja, sampai suatu hari kaget saat diperiksa: “Loh, kok besar?” Itulah sebabnya ukuran prostat tidak selalu sebanding dengan beratnya gejala. Yang menentukan bukan sentimeter, melainkan "ke mana" ia tumbuh. Maka dua orang bisa sama-sama punya prostat besar. Yang satu bolak-balik toilet. Yang satu lagi tidur nyenyak. Prostat, ternyata, bukan cuma soal besar-kecil. Tapi juga soal arah. Dan arah, seperti dalam hidup, sering menentukan nasib.

Arie Nugraha

Ko saya membaca tulisan abah Dahlan tentang sperma dan prostat terasa abah begitu semangat menulisnya, terasa sangat paham sekali, apalagi saat membahas saat ereksi, ejakulasi dan perasaan yang dibawah. Begitu menganukan sekali tulisannya.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

CUPLIKAN DISWAY 18 DESEMBER 2023.. "Kalau saja boleh memberikan piagam penghargaan kepada mereka, maka juara perusuh di forum ini adalah: Anda sudah tahu. "Seperti juga banyak lelaki ia pernah terkena prostat. Dioperasi. Kambuh lagi. Dioperasi lagi. Sampai tiga kali. Lalu mendalami akupunktur. Sampai ke Guangzhou. Ia ingin berpraktik sebagai akupunkturis. Tidak bisa. Akupunkturis pun sekarang harus dokter. Agar bisa praktik. "Inilah pleno Prambanan yang akan dikenang seumur hidup. Terutama oleh para lelaki, atau yang punya suami laki-laki. Juara perusuh ini sampai menerangkan bagaimana menjaga keperkasaan alat vital laki-laki. Prostat memang terhubung dengan alat vital itu. "Ternyata, dari penuturannya, begitu banyak cara menjaga keperkasaan. Ada yang alat vitalnya harus dilatih digantung besi. Tiap hari. Secara bertahap. Mulai dari besi 2 kg. Naik ke 2,5 kg. Naik terus. Sampai 10 kg. Bahkan kalau bisa sampai 25 kg. "Masih banyak teknik lain. Mulai dari membetot menggeli, sampai mengelus. Bahkan membanting-bantingnya ke meja. Semua diperagakannya di depan pleno dengan kedua tangannya. "Jangan ditanya lagi gemparnya pleno Jumat malam kemarin. "Sampai Vivian Vanessa, awak Harian Disway, memegangi kepalanya. Dia tidak tahan tertawa. Dia masih jomblo. Lulusan summa cum laude dari Universitas Ciputra. "Beliau sendiri pun tidak tertawa. Wajahnya segar. Tampilannya tidak terlihat 70 tahun. Perkasa. Saya juga ingin seperti beliau: tidak cepat tua. Pun ingin tetap perkasa.

Liam Then

Segment komentar itu, timbulkan pikiran, apakah kebijakan pemerintah ini tepat guna dan tepat sasaran. Industri sepatu kulit buatan tangan, ini padat karya, konsumennya mayoritas orang luar negeri. Jadi kalau digalakan ke skala lebih besar, sektor karena full manufaktur murni, ini bisa bantu pemerintah ciptakan lowongan kerja ,serap tenaga kerja dalam jumlah yang sangat lumayan. Karena sifat produknya yang cukup premium dan eksklusif, nilai devisa yang bisa dicapai, jika skalanya besar, tentu akan sangat lumayan. Yang kepikiran, kenapa pemerintah malah kenakan pajak ke impor bahan baku? Saya mengerti pengenaan pajak impor untuk menjaga daya saing, tapi industri yang disebutkan diatas, secara logika, jika ada produk dalam negeri yang setara kualitasnya daripada yang diimpor, tentu pasti lebih pilih produk dalam negeri, bahkan jika misalnya harga kurang lebih sama, cukup faktor hemat waktu sudah bisa bikin pilih beli dari produsen kulit dalam negeri. Yang bersangkutan, karena permintaan kebutuhan pasar, harus penuhi standar permintaan mereka. Jadi, ini mengarti, mereka tak punya pilihan harus impor karena dua hal : 1. Di dalam negeri tak ada produk bahan baku kualitas setara. 2. Permintaan khusus konsumen. Misalnya dulu PT.IPTN diminta konsumen pakai mesin Pratt and Whitney, ndak mungkin toh IPTN ngotot tawarkan pakai mesin Dongfeng?

Liam Then

Ada satu lagi video dari YouTube yang cukup menarik. Ini buatan orang Amerika juga, judulnya langsung bikin tertarik. Sebutkan bagaimana Indonesia jadi lokasi terakhir di dunia, produksi sepatu kulit full buatan tangan dengan metode tradisional. Rupanya tempatnya ada di Bandung. Si Mister kasih tahu, ternyata belakangan ini orang Amerika sedang gila sepatu kulit buatan Bandung. Mutunya premium, harga sungguh murah. Si Mister sampai bela-belain ke Indonesia untuk wawancara kepada produsen dan pemilik sepatu kulit handmade di Bandung. Sekaligus liput proses produksinya. Ada satu segment wawancara, ketika Si Mister tanya, bagaimana anda bisa dapat sumber bahan baku kulit berkualitas. Saya kurang ingat tepatnya, tapi begini kira-kira jawabannya : "Kami impor, pesan dari luar negeri..., pemerintah kami (sambil menoleh lihat kamera) kenakan pajak tinggi sekali !! 35% , kami harus bayar setiap kami kirim bahan!!

Fuad Nurhadi

RS Adi Husada di kalangan Tionghoa Surabaya angkatan lama dikenal sebagai Tionghwa Ie Wan, alias RS Tionghwa. Di tiap era, pengusaha2 kaya yang mendukungnya bergonta-ganti. Dulu, di bagian resepsionis dipasang foto pendiri Gudang Garam Tjoa Ing Hwie sebagai pendukung utama perkumpulan di belakangnya. Di era kini, Pak Mergonoto masuk Catatan Harian DI sebagai sahabat Pak DI mempromosikan secara halus alat operasi prostat yang baru. Di tulisan sebelumnya, Pak DI menyatakan keluarga Pak Mergonoto sebagai keluarga yang sederhana tanpa fakta pendukung. Di tulisan ini, Pak DI menunjukkan Pak Mergonoto sebagai orang kaya yang murah hati, tanpa menyatakannya secara eksplisit. Semoga RS Adi Husada tetap setia melayani segala lapisan masyarakat tanpa memandang ras - seperti yang ditulis Pak DI - walaupun perkumpulan Tionghwa lah yang di belakangnya.

Fuad Nurhadi

Sekedar catatan tambahan. dr. Edwin Ong lulusan FK Unair tahun 1995. Walaupun mengaku bonek, dia aslinya dari Solo, di mana ayahnya dulu dokter di RS Dr Oen di Solo. dr Edwin Ong lulusan SMA Sinlui I (juga almamaternya Pak Ignasius Jonan) di Jalan Polisi Istimewa. Dari angkatannya di Sinlui tahun itu, ada 3 orang yang masuk ke FK Unair lewat jalur tes penerimaan; semuanya Tionghwa. Dua yang lainnya menjadi dokter di Amerika dan Jerman; hanya dr Edwin menjadi dokter top di Surabaya.

mario handoko

selamat siang bp thamrin, bp agus, bp em ha, bp udin, bp jokosp, bp lt dan teman2 rusuhwan. resep dari abah. agar automatic valve yg bernama biji kenari bisa awet. tiap hari makan tomat kukus dan singkong rebus.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

REZUM: PROSTAT LEGA, LELAKI TENANG.. Dulu pembesaran prostat buncit cuma punya tiga pilihan: 1). minum obat, 2). dikerok, 3). operasi. Sekarang ada Rezum—alat Amerika yang bikin prostat “diet” pakai uap panas, sperma tetap on track. Kencing lancar, ejakulasi aman, laki-laki lega, perempuan pun tenang. Baru lima rumah sakit di Indonesia punya. Kalau di timur cuma Adi Husada Surabaya yang punya. Rumah sakit pun berlomba seperti arena gadget: siapa punya terbaru dia juara. Selain teknologi, kisah di baliknya juga asik: RS Tionghoa tua, bakal 100 tahun, dipimpin pengusaha kopi Kapal Api, tapi pasiennya beragam—Tionghoa, Madura, Arab. Modernisasi bukan cuma alat, tapi juga manajemen dan komunitas. Intinya: pembesaran prostat bisa menyusut, laki-laki senyum, hidup tetap “on track”.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

RUMAH SAKIT VS PROSTAT: BERLOMBA DEMI PASIEN.. Ternyata, lomba terbaru bukan di sirkuit atau stadion, tapi di rumah sakit. Senjata? Bukan. Alat modern Rezum untuk prostat. Lima rumah sakit dulu yang punya, sekarang siap-siap rebutan pasien: Siapa cepat dia dapat. Bayangkan, laki-laki yang risau soal prostat jadi konsumen VIP, rumah sakit jadi arena: “Formula 1 medis”. Lucunya, persaingan alat rumah sakit kini seperti perlombaan gadget: 1). semua ingin “paling baru, 2). paling keren, 3). paling pertama. Untunglah pasien yang bisa bayar ikut menang juga. Prostat pun ikut lega, laki-laki tersenyum, dan hidup tetap lancar. Di dunia medis, kadang inovasi bukan cuma soal kesehatan, tapi juga soal gengsi, strategi, dan sedikit drama sosial. Dengan uap panas sebagai “pahlawan” yang tak terlihat.

MZ ARIFIN UMAR ZAIN

Seorang leĺaki sakit. Lemah. Dikunjungi oleh teman2 nya. Ditanya: masih bisa ereksi? Masih, jawab si sakit. Kata yg sehat: yg vital kamu masih bisa ereksi. Semoga sakit mu cepat sembuh.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

PROSTAT: BIJI KENARI YANG BISA BIKIN LELAKI PANIK.. Prostat itu kecil, cuma sebesar biji kenari. Tapi kalau buncit, bisa bikin laki-laki ngerasa seperti kencing di jalan macet: Tersendat. Tersiksa. Panik! Penyebabnya klasik: 1). usia, 2). hormon nggak seimbang, 3). genetik, 4). gaya hidup yang banyak duduk manis sambil ngemil gorengan. 5). diabetes, 6). hipertensi, 7). obesitas. Pencegahannya: 1). Olahraga – biar hormon senang, prostat rileks. 2). Makan sehat – sayur, buah, biji-bijian; lemak jahat jangan dikasih tumpangan. 3). Kontrol berat badan – hormon stabil, biji kenari nggak ngamuk. 4). Jangan menahan kencing – biar aliran lancar, nggak drama. 5). Cek rutin ke urologi – biar nggak kaget kalau biji kenari tiba-tiba bikin kehebohan. 6). Rutin hubungan suami istri. Ingat, biji kenari itu lucu, tapi bisa bikin hidup ribet. Rawat dari sekarang, biar kencing lancar, ejakulasi tetap on track. ### Jangan remehkan biji kenari, tapi jangan juga panik berlebihan. Perlakukan dengan humor, cinta, dan sedikit disiplin—baru aman! Dan jangan lupa, cara pencegahan nomor urut 6 di atas. (Enak dilakukan, perlu dan harus disempatkan secara rutin)..

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

PROSTAT, OLAHRAGA LANSIA, BONUS DAN BAKSOS.. Ingat peragaan olahraga lansia yang saya tunjukkan di Gathering Perusuh II di Prambanan? Saat itu heboh, karena banyak wanita di ruangan—termasuk satu yang belum 17 tahun. Peragaan itu sebenarnya solusi masalah prostat. Saya sendiri pernah mengalami pembengkakan prostat dan menjalani operasi TURP (Transurethral Resection of the Prostate) tiga kali dalam setahun: Januari, Agustus, November 2010. Karena tidak bisa kencing. Untunglah sekarang ada Rezum. Tapi saat itu, olahraga lansia dari Kedokteran Timur menjadi “penyelamat”. Saya terpaksa—atau lebih tepatnya untung—belajar gerakan itu. Hasilnya bukan cuma mengurangi gejala prostat, tapi bonusnya keperkasaan. Tentu, disiplin dan konsistensi tinggi diperlukan. Di gathering perusuh yang akan datang, saya tetap buka baksos gratis. Tapi fokusnya bukan keperkasaan. Kali ini, saya akan membuka baksos Kedokteran Timur sebagai "pelengkap" pengobatan medis pada umumnya. Bagi siapa pun yang membutuhkan. Jadi, pengalaman ini mengajarkan dua hal: teknologi modern seperti Rezum penting, tapi metode tradisional juga berharga, terutama saat pilihan terbatas. Olahraga lansia bukan cuma gerakan, tapi juga investasi kesehatan jangka panjang. Dan, bagi yang konsisten, ada bonus tambahan yang membahagiakan.

Faiz Mukaishima

sepertinya "rumah sakit-rumah sakit". sering terpeleset di "rumah-rumah sakit". tapi bisa dipahami. yg tidak bener: "rumah sakit-sakit". :)

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

WASPADA PROSTAT, DENGAN PEMERIKSAAN DI LAB.. Data menunjukkan: sekitar 50% laki-laki berusia 50 tahun mengalami pembesaran prostat. Angka ini naik drastis seiring usia, hingga 95% laki-laki berusia 85 tahun mengalaminya. Tapi jangan panik: tidak semua pembesaran prostat mengganggu. Meski begitu, tetap waspada itu penting. Sebab, meski awalnya tidak menimbulkan gejala, pembesaran prostat bisa berkembang menjadi kanker prostat (Ca Prostat). Risiko ini tidak boleh diabaikan. Karena itu, para laki-laki disarankan mulai usia 45 tahun untuk melakukan pengecekan rutin di laboratorium. Pemeriksaan yang "sangat" dianjurkan: 1). PSA (Prostate-Specific Antigen) – deteksi dini sel abnormal yang bisa jadi kanker. Dan yang dianjurkan, jika mampu: 2). BPH Screening – mengukur ukuran prostat dan memeriksa gejala kencing. 3). Digital Rectal Exam (DRE) – pemeriksaan manual oleh dokter untuk mendeteksi benjolan atau pembesaran. ### Dengan deteksi dini, pembesaran prostat bisa dikelola lebih efektif. Baik dengan obat, metode tradisional, atau teknologi modern seperti Rezum.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

KUISIONER PERLU TINDAKAN PENGOBATAN PROSTAT.. Jika ada keluhan prostat, dr Urologi akan memberikan kuisioner ini. Instruksi: Beri tanda centang (✔) pada jawaban yang sesuai. Beri skor sesuai ketentuan. Skor: Tidak = 0 Kadang = 1 Sering/Ya = 2 1). Sulit atau tersendat saat kencing? ☐ Tidak ☐ Kadang ☐ Sering 2). Aliran kencing lemah atau terputus-putus? ☐ Tidak ☐ Kadang ☐ Sering 3). Sering merasa ingin buang air kecil, terutama malam hari? ☐ Tidak ☐ Kadang ☐ Sering 4). Infeksi saluran kemih berulang? ☐ Tidak ☐ Ya 5). Nyeri atau tidak nyaman di panggul/pinggang/perut bawah? ☐ Tidak ☐ Kadang ☐ Sering 6). Darah pada urin atau ejakulasi? ☐ Tidak ☐ Ya 7). Sudah melakukan pemeriksaan PSA atau prostat lainnya? ☐ Tidak = 2 ☐ Ya, tapi lama = 1 ☐ Ya, rutin = 0 8). Riwayat keluarga pembesaran prostat atau kanker prostat? ☐ Tidak ☐ Ya 9). Obat/terapi non-bedah sebelumnya tidak cukup membantu? ☐ Tidak ☐ Ya 10). Direkomendasikan dokter untuk tindakan medis seperti TURP/Rezum? ☐ Tidak ☐ Ya Penilaian Skor Total: 1). 0–4 → Risiko rendah: Pemantauan rutin & gaya hidup sehat 2). 5–9 → Risiko sedang: Konsultasi urologi dan evaluasi pengobatan 3). 10–16 → Risiko tinggi: Pertimbangkan tindakan medis/prosedur intervensi

Em Ha

Ingat baterai, ingat Eveready. Yang ada gambar kucing hitamnya. Aha...! Baru tahu. Ternyata ejakulasi bisa menghasilkan alkalin. Enak-enak produktif juga. Baterai yang ada tulisan alkalin-nya tahan lama. Lebih mahal, umur pakai lebih panjang. So.. mau dikeluarin dimana?.. (gubrak).

Lagarenze 1301

Setiap kali reuni dengan para lelaki teman sekolah, atau ngumpul bersama teman kerja seusia, topik diskusi yang paling hot adalah soal ngaceng. Rupanya, masalah para lelaki di awal 50-an hampir sama: tekanan darah tinggi, asam urat, kolesterol, diabetes, dan juga sudah ada yang prostat. Masalah itu saling sengkarut hingga menyebabkan jari tengah sulit atau bahkan tidak bisa ngacung. Sekali duduk, lupa berdiri kembali. Saya bagaimana? Saya bersyukur belum perlu jadi "pasien" Pak Agus Suryonegoro. Masih rutin mengalami "morning wood".

Mukidi Teguh

Suasana di dalam vagina begitu keras. Asam dan mematikan. Agar selamat, perlu perlindungan ektra dari sperma. Kepalanya diberi kapsul berlapis. Selain itu, sperma juga membawa cairan pelindung yang basa. Abahnya menyebutnya alkalin. Pertanyaan besarnya adalah: mengapa struktur sperma dan cairan yang dibawanya pas banget untuk mengatasi kondisi ekstrim dalam vagina? Padahal sejak dari manusia pertama tak pernah sekalipun ada sel sperma yang balik dari vagina ke testis atau ke prostat, untuk sekedar menyampaikan informasi kondisi vagina. Tentunya agar pabrik produksi menyesuaikan. [noAI]

Syamsuriadi Syam

Pola tulisan Abah DI banget lagi, kerangka paragraf hari ini. Dimulai dengan sebuah topik yang saya sudah mulai curiga dari awal kalau topik ini hanya akan dijadikan pembuka dan selanjutnya akan dicarikan jalan untuk jadi "anak nakal" sedikit. Hahaha...makanya kalau dipersentasekan isi tulisan ini. Tentang alat hanya 25%, seputar yang buat laki2 tetap bisa di atasnya perempuan 70℅ dan yang punya uang 5%. Hahaha...

Murid SD Internasional

Saya punya kenalan. Kakak kelas. Perempuan. 6 tahun lebih senior dari saya. Baru lulus SMA dan bersiap kuliah semester 1. Namanya, Kak Erin. "Kakak mau nguji, kamu sudah dewasa atau belum," katanyi, di suatu sore, tatkala kami berjalan beriringan sepulang dari Perpustakaan Daerah. "Oke, siapa takut," jawab saya sembari menyeruput es kelapa muda yang dia belikan. "Buat, satu kalimat, dengan frasa: 'KELUAR DI DALAM'. Hahaha!" katanyi, dengan sedikit ribut dan semangat. Saya berhenti melangkah, dan memelototi seekor kumbang yang tergeletak terbalik, punggung di bawah, telentang tak bisa apa-apa. Usai jongkok dan membetulkan posisi badan si kumbang dan si kumbang tersebut kembali berjalan ke arah pinggir jalan, saya kembali ditanya Kak Erin. "Heh, bisa jawab gak?" tanyanyi, yang ikut menghentikan langkah. Saya menatap wajah Kak Erin, sambil melongo, heran. "Aku heran, Kak. Kok bisa, pertanyaan semudah itu, jadi tanda kedewasaan?" kata saya, kali ini sambil kunyah daging kelapa. "Hehe... gak bisa jawab, kaaan? Hihi, kamu masih anak kecil," katanyi sambil melanjutkan langkah. Saya jawab cepat: "Keputusan mengejutkan tersebut, KELUAR DI DALAM rapat sidang paripurna". Ajaib. Kali ini giliran Kak Erin yang menatap wajah saya, melongo, tidak percaya. "Eh, Kak, di warung itu ada Chocolatos. Beliin, dong," kata saya, menarik tangannyi, ke warung. Kak Erin masih melongo. "Sebastian, ternyata kamu memang masih bocah," ucapnyi lirih, dengan tidak semangat. Saya: "Lha?"

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 221

  • ZULKIFLI MTK
    ZULKIFLI MTK
  • ZULKIFLI MTK
    ZULKIFLI MTK
  • Kurniawan Roziq
    Kurniawan Roziq
  • Leong Putu
    Leong Putu
  • Leong Putu
    Leong Putu
  • Leong Putu
    Leong Putu
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
  • Leong Putu
    Leong Putu
  • Leong Putu
    Leong Putu
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Pryadi Satriana
    Pryadi Satriana
    • Pryadi Satriana
      Pryadi Satriana
  • Pryadi Satriana
    Pryadi Satriana
  • heru santoso
    heru santoso
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • heru santoso
      heru santoso
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Pryadi Satriana
    Pryadi Satriana
    • Nusantara Hijau
      Nusantara Hijau
    • Pryadi Satriana
      Pryadi Satriana
  • Pryadi Satriana
    Pryadi Satriana
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Runner
    Runner
  • Kujang Amburadul
    Kujang Amburadul
  • Murid SD Internasional
    Murid SD Internasional
    • ra tepak pol
      ra tepak pol
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
    • ra tepak pol
      ra tepak pol
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
  • istianatul muflihah
    istianatul muflihah
    • Waris Muljono
      Waris Muljono
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
  • Eyang Sabar56
    Eyang Sabar56
    • Wilwa
      Wilwa
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
  • Gregorius Indiarto
    Gregorius Indiarto
  • Gregorius Indiarto
    Gregorius Indiarto
  • Johny Frelix
    Johny Frelix
  • Gregorius Indiarto
    Gregorius Indiarto
  • Murid SD Internasional
    Murid SD Internasional
  • Murid SD Internasional
    Murid SD Internasional
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
    • pak tani
      pak tani
  • Thamrin Dahlan YPTD
    Thamrin Dahlan YPTD
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
  • pak tani
    pak tani
    • daeng romli
      daeng romli
    • Liam Then
      Liam Then
  • yea aina
    yea aina
  • mario handoko
    mario handoko
    • yea aina
      yea aina
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Wilwa
      Wilwa
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Wilwa
      Wilwa
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Wilwa
      Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
    • pak tani
      pak tani
    • Liam Then
      Liam Then
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • ra tepak pol
      ra tepak pol
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Hasyim Muhammad Abdul Haq
      Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Gregorius Indiarto
      Gregorius Indiarto
  • Eksan Susanto
    Eksan Susanto
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
  • Redaktur Harian Senja
    Redaktur Harian Senja
    • Sarjana Muda
      Sarjana Muda
    • Redaktur Harian Senja
      Redaktur Harian Senja
  • sigit
    sigit
    • Sarjana Muda
      Sarjana Muda
    • Runner
      Runner
  • Sadewa 19
    Sadewa 19
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
  • Waris Muljono
    Waris Muljono
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
    • Waris Muljono
      Waris Muljono
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
    • Redaktur Harian Senja
      Redaktur Harian Senja
  • Tivibox
    Tivibox
    • Sarjana Muda
      Sarjana Muda
  • imau compo
    imau compo
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
    • imau compo
      imau compo
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
  • istianatul muflihah
    istianatul muflihah
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Sarjana Muda
      Sarjana Muda
    • Bahtiar HS
      Bahtiar HS
    • Tivibox
      Tivibox
    • Hasyim Muhammad Abdul Haq
      Hasyim Muhammad Abdul Haq
  • Kujang Amburadul
    Kujang Amburadul
  • sigit
    sigit
  • Rikki Sitorus
    Rikki Sitorus
  • Dacoll Bns
    Dacoll Bns
    • Dacoll Bns
      Dacoll Bns
    • Sarjana Muda
      Sarjana Muda
  • Jendra Haes
    Jendra Haes
  • Prieyanto
    Prieyanto
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Sarjana Muda
      Sarjana Muda
    • Hasyim Muhammad Abdul Haq
      Hasyim Muhammad Abdul Haq
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Sarjana Muda
      Sarjana Muda
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Winarno IBU Malang
    Winarno IBU Malang
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • Denny Herbert
    Denny Herbert
  • Liam Then
    Liam Then
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Wilwa
      Wilwa
  • Denny Herbert
    Denny Herbert
  • Gerring Obama
    Gerring Obama
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Wilwa
      Wilwa
  • Sri Wasono Widodo
    Sri Wasono Widodo
  • antinyontek -
    antinyontek -
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • Herry Isnurdono
    Herry Isnurdono
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
    • Faiz Mukaishima
      Faiz Mukaishima
  • alasroban
    alasroban
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Faine Fane
    Faine Fane
  • Sugi
    Sugi
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Faine Fane
      Faine Fane
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Mukidi Teguh
    Mukidi Teguh
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • ra tepak pol
      ra tepak pol
  • Mukidi Teguh
    Mukidi Teguh
  • Mukidi Teguh
    Mukidi Teguh
  • Mundir Ansori Al Fauroni
    Mundir Ansori Al Fauroni
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Liam Then
    Liam Then
  • Liam Then
    Liam Then
    • Rikki Sitorus
      Rikki Sitorus
    • Liam Then
      Liam Then
    • Rikki Sitorus
      Rikki Sitorus
  • my Ando
    my Ando
    • my Ando
      my Ando
    • Faine Fane
      Faine Fane
  • siti asiyah
    siti asiyah
  • Muhammed Khurmen
    Muhammed Khurmen
    • Sarjana Muda
      Sarjana Muda
    • Muhammed Khurmen
      Muhammed Khurmen
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • DeniK
    DeniK
  • Murid SD Internasional
    Murid SD Internasional
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • ra tepak pol
      ra tepak pol
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
    • Sarjana Muda
      Sarjana Muda
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
    • ra tepak pol
      ra tepak pol
  • djokoLodang
    djokoLodang
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Pompey Indonesia
    Pompey Indonesia
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Edyanto
      Edyanto
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • Azza Lutfi
      Azza Lutfi
    • ra tepak pol
      ra tepak pol
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • ra tepak pol
      ra tepak pol

Berita Terkait