Sebenar KDRT

Sebenar KDRT

Dokumentasi Ivo Ananda saat mengikuti event bersepeda 1.500km Mainsepeda East Java Journey 2026. Karena event ini unsupported, ia sering tertidur di sembarang tempat--

"Bah..." katanyi manja. "Bah..." katanyi lagi. Dia memang biasa memanggil mertua laki-lakinyi dengan panggilan ''Bah'' –singkatan bahasa Arab ''Abah'', ayah.

"Saya jadi korban KDRT," lanjut Ivo, sang menantu, sambil ucek-ucek mata.

Awalnya, sang mertua kaget. Anak Pak Iskan itu tidak pernah mendengar suami Ivo berbuat kasar kepada sang istri.

Setelah manjanyi reda sang mertua baru tahu: KDRT itu benar-benar terjadi. Dilakukannya di jalan raya. Sepanjang 1.500 km.

"Semua ini gara-gara anak Abah," katanyi lagi.

Sang suami, baru genap satu bulan menjalani operasi lutut –gara-gara di masa nan lalu kena sliding tackle saat main bola. Ia pemain penyerang klub sepak bola Askring: asal keringetan, asal berkeringat.

Meski belum lama operasi lutut, cucu Pak Iskan itu sudah mau ikut gowes sejauh 600 km. Ia merasa sudah kuat.

Sejak tiga minggu setelah operasi ia sudah latihan naik sepeda. Setiap hari. Awalnya 20 km. Akhirnya bisa 200 km. Lalu ia ingin ikut yang 600 km.

Itu ringan baginya. Menurut perasaannya. Ia pernah naik sepeda ribuan kilo. Beberapa kali. Di dalam negeri. Di luar negeri. Di Asia. Di Eropa. Di Amerika. Di Komodo, NTT.

Ivo, sang istri keberatan. Dia beropini: belum waktunya ikut bersepeda 600 km. Takut over used. Harus sabar menanti.

Sang suami ngotot. Mereka berdebat keras. Tidak ada titik temu. Akhirnya sang istri mengalah –tumben ada istri bisa mengalah.

Katanyi: "Saya akan ikut yang 1.500 km asal kamu tidak ikut yang 600 km itu," ujar Ivo. Maksudnyi: istri akan mewakili penderitaan suami.

Deal. Sang suami batal ikut 600 km. Ivo yang ikut 1.500 km. Berarti tiap hari harus latihan ratusan kilometer.

Perjalanan KDRT itu dimulai Senin, 2 Februari 2026, lalu. Ivo merasa sangat tersiksa sepanjang perjalanan. Selama enam hari. Meski event itu diikuti 50 peserta, praktiknya mirip sendirian. Tiap orang mikir diri sendiri-sendiri.

"Ini benar-benar KDRT," kata Ivo.

Beberapa suami-istri punya perilaku mirip itu. Mereka punya ''persatuan korban KDRT'' sejenis.

Pernah Ivo diajak sepedaan 600 km. Tiap hari mereka berangkat pukul 05.00 pagi. Sepanjang hari mereka di atas jalan raya. Pun sepanjang sore.

Malam? Tergantung keadaan. Kadang jaraknya nanggung untuk istirahat. Sering baru berhenti pukul 22.00 atau 23.00.

Ivo pernah bercerita soal perjalanan sepeda berduanya dari Surabaya ke Pacitan. Lewat Madiun dan Ponorogo. Selepas Slahung, sudah gelap malam. Jalannya menanjak. Berkelok. Sepi. Kiri jalan tebing gunung. Kanan jalan sungai Grindulu. Hujan. Hanya berdua. Tepatnya tidak berdua. Suami sudah jauh di depan. Ivo sendirian di belakang. Perempuan. Muda. Sepedaan sendirian di kegelapan sunyi seperti itu.

Tidak hanya sekali. Jalur Ponorogo-Pacitan sering dilewati untuk tujuan arah yang berbeda-beda. Pernah, katanyi, menjelang tengah malam masih di situ. Sudah tidak kuat lagi. Akhirnya bermalam di atas bukit. Ada satu rumah kosong di situ. Jauh dari rumah lainnya. Habis subuh berangkat lagi.

Pernah juga Ivo diajak bermalam di masjid. Tepatnya di serambi masjid. Antara Trenggalek - Pacitan. Masjid desa. Hanya ada mereka berdua. Tidak bisa mandi --tidak ada kamar mandi di masjid itu. Juga tidak minta izin siapa-siapa karena tidak ada manusia di sana.


Ivo Ananda istirahat tidur di pinggir jalan saat mengikuti event ultra cycling, Mainsepeda East Java Journey 2026.--

Saya setuju itu sebenar-benar KDRT.

Saya pernah marah kepada cucu Pak Iskan itu. Marah sekali. Marah besar. Marah dalam hati. Kok sepedaan terus. Kapan kerjanya? Bukankah sudah diberi contoh orang itu harus kerja keras?

Marah itu lama-lama reda sendiri. Yang membuat reda adalah kenyataan berikutnya: saya dengar cucu Pak Iskan itu punya pabrik sepeda. Tepatnya: perusahaan desain sepeda. Pabrik sepedanya bisa di Taiwan, di Shenzhen, di Dongguan, di mana saja. Tapi ia yang menentukan desainnya. Lalu dirakit di Indonesia.

Hobi sepedaan itu juga melahirkan event-event yang memberi dampak pada pariwisata di dalam negeri. Termasuk event yang membuat cucu menantu Pak Iskan merasakan KDRT: Mainsepeda East Java Journey


Ivo Ananda saat berhasil finis menyelesaikan tantangan bersepeda 1.500 km di East Java Journey 2026.--

Definisi ''kerja keras'' ternyata sudah berubah di mata generasi baru. Apalagi di generasi yang lebih baru lagi. Mungkin Saya sudah tidak paham apa definisi kerja keras di masa ini.

Saya sendiri tetap kerja keras menurut definisi lama: harus berkeringat, harus belepotan lumpur, harus berterik matahari.

"Saya juga berkeringat, berlumpur, dan berterik matahari," gurau cucu Pak Iskan suatu ketika. Ia pun menunjukkan foto sepedanya yang penuh lumpur saat ikut event di negara bagian Kansas, Amerika Serikat. Ia mengatakan itu seperti sambil promo sepedanya yang mereknya saya lupa.

Ia sendiri tidak pernah mengakui semua itu tergolong KDRT terhadap istri. Ia memilih kata yang lain: ''School of Suffering'' –sekolah penderitaan. Lalu apa bedanya? (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 14 Februari 2026: Tarim Duduk

Sugi

Seolah abah juga menyindir eh mengingatkan kami semua secara halus, bahwa adab orang DI SINI begitu minusnya hingga membuat malu bangsa lain, dan perlu belajar banyak ke Tarim,, DI SINI guru juga telah kehilangan marwahnya,, murid nya juga telah kehilangan rasa baktinya,, yang tua makin keladi,, apalagi yang muda makin menjadi,, anak dan orang saling bunuh-membunuh seolah sudah jadi hal biasa,, makin KE SINI makin ke sana,, apalagi soal mencuri uang negara, jangan ditanya lagi Bah mengapa dan bagaimana, tapi siapa nih yang selanjutnya akan 'kena sial' lalu terbongkar kasusnya,, seolah semua orang enteng saja melakukannya,,

Hasyim Muhammad Abdul Haq

Kakak saya juga pernah cerita tentang budaya di Tarim. Khususnya tentang dunia pergaulan perempuan di sana. Selama dia tinggal di sana, dia juga memakai cadar yang hingga matanya pun tertutup. Itu dilakukan semua perempuan di sana. Suatu saat Habib Hasan Asy-Syatiri (pimpinan di Rubarh) pernah bilang ke kakak saya: "Tidak memakai cadar di Indonesia itu bukan aib, maka kamu tak harus pakai cadar." Maksud beliau adalah dia nggak perlu pakai cadar sepulang ke Indonesia nanti. Ini semacam sebuah "izin resmi". Dia lalu bercerita saat ada acara pesta pernikahan. Maka semua perempuan akan berdandan dan juga memakai baju seksi. Iya, serius. Semua pakai baju modern. Tapi Pak Dahlan tentu tak bisa lihat, karena itu memang hanya terjadi di pesta yang khusus perempuan. Bagi orang Yaman, perempuan juga boleh bersolek. Tapi ada tempatnya. Bahkan untuk diajak berfoto pun, mereka tidak mau. Bagi perempuan sana, foto wajahnya bisa dilihat orang lain itu aib. Makanya kakak saya nggak punya foto sama teman-temannya. Tapi itu dulu saat belum ada HP untuk selfie. Entah sekarang.

Denny Herbert

Rekomendasi makanan yg Benar: Hindari konsumsi makanan gosong/arang. Pilih metode masak: kukus rebus tumis ringan grill suhu rendah Jika dibakar: jangan sampai hitam hindari lemak menetes ke api gunakan alas grill Perbanyak: -air putih -sayur hijau -antioksidan (teh hijau, buah beri, kunyit)

xiaomi fiveplus

di pesantren tradisional di sini, makan dengan tangan kanan, minum sambil duduk, bersiwak, diajarkan dan diamalkan. tapi jika santri dapat kiriman jajan dan tidak berbagi, lemarinya akan dijebol teman-temannya dan ustadz nya hanya diam saja.

Milyarder Setia

Orang Jawa punya punya falsafah: Berbudi bawa leksana, Ucapan selaras perbuatan. Seperti yang diluar seperti itu juga yang di dalam.

Juve Zhang

Kalau mencuri uang rakyat pake tangan mana yg baik????wkwk...mencuri uang rakyat itu WAJIB bagi pejabat walaupun bagi Bos CHDI HINA....ingat kata bos CHDI waktu Bupati Kena OTT San gat HINA bupati tsb.....betul Sangat HINA ambil uang rakyat....tapi semua pejabat AMBIL. Uang Rakyat artinya Mereka Menghinakan Diri menistakan Diri....mereka tak layak hidup di sini ....hanya jadi Parasit Bangsa.... rakyat hanya bisa menonton perbuatan HINA pejabat.... karena Hukum sangat ringan...

Juve Zhang

Pantesan Messi gak bisa main sepakbola di Arab dia kan jago tendangan kiri....wkwk

Denny Herbert

Mendengar cerita Abah tentang kunjungan ke IKN-nya Mesir yang diterpa badai debu, ingatan saya kembali ke perjalanan saya ke Mesir beberapa tahun lalu. Saya teringat debu yang menempel di bangunan dan kendaraan, rumah-rumah bata tanpa plester yang tampak belum selesai. Saat berbincang dengan warga setempat, saya belajar bahwa banyak rumah sengaja dibiarkan “belum jadi”, agar tidak dikategorikan sebagai hunian final dan terhindar dari beban pajak. Di sana saya sadar — setiap negeri punya cara bertahan, setiap bangsa punya ujiannya sendiri. Lalu saya pulang ke Indonesia, melihat hijau yang membentang, laut yang biru, tanah yang subur, dan udara yang masih memberi napas kehidupan. Di titik itu, hati ini belajar satu hal: rasa syukur bukan lahir dari perbandingan, tapi dari kesadaran bahwa semua yang kita miliki adalah titipan. Bukan karena kita lebih hebat, tapi karena kita lebih dulu diberi. Indonesia bukan sekadar tempat tinggal, ia adalah amanah. Dan amanah selalu pantas disyukuri.

Juve Zhang

Tiongkok tak ada aturan tangan kiri atau kanan karena pemain bulutangkis kadang Kidal juga ping pong kadang Kidal....tapi soal ambil uang rakyat Tiongkok paling hebat Hukum Mati....ini kenapa Tiongkok BUMN nya Cuma koper koper....Bank ICBC itu BUMN Tiongkok dan Cuan setahun 52 milyar USD....ini dikumpulkan BUMN Indonesia Malaysia Singapura Thailand semua BUMN 4 negara Asean Cuan nya gak bisa menyamai satu BUMN Tiongkok yaitu bank ICBC.... dahsyat sekali Cuan bank ini karena semua pegawai nya bersih gak ada korupsi.... korupsi ditakuti karena Hukum Mati Koruptor masih berjalan.....

Bahtiar HS

.... Mkn itu yg namanya brokah, kata reng Madhure.-- maaf kena teks limit. Kendaraannya ya hanya sepeda motor butut. Tp lunas, bukan kreditan. Kayaknya juga gak punya hutang. Dia beli sesuatu kalau pas ada uang aja. Gak ada uang, ngempet. Menahan diri. Luar biasanya, tiap kali kita ada urunan / sumbangan buat biaya RS ayah atau ibu, dia mesti nyumbang. Ora ketang 200-300 ribu. Tp nilai segitu mungkin sdh cukup besar buat dia. Kerjaannya ya ngajar ngaji di madrasah, juga di pondoknya yg dulu. Juga serabutan nukang. Kadang membekam orang. Tp kalau sdh datang panggilan sholat, dia penuhi. Dan tak lupa siwakan dulu sebelum bertakbir. Kalimatnya yg selalu sy ingat, "Utk membuka gembok berkarat, mungkin gak ckp hanya dg cara biasa, melainkan perlu pukulan yg keras hingga ia bs terbuka. Demikian juga dg org yg banyak maksiat hingga hatinya berkarat. Perlu pukulan yg keras agar terbuka dan sadar utk bertaubat, kembali kpd Allah." Tiap kali sy mulai terasa berkarat, sy selalu teringat kata2 adik sy ini.

Bahtiar HS

Dari 9 bersaudara, hanya 1 org dr kami yg biasa pakai siwak. Dan hanya dia yg ambil jalur pesantren. Adik sy no 5. Laki-laki. Lulus SMP Ma'arif di Ponorogo, ia lanjut mondok di PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Krn sesuatu peristiwa, agak mistis, ia memutuskan keluar pondok. Balik ke rumah. Bantu ibu. Dua-tiga thn kemudian saya masukkan ke PP Darussalam Tambak Madu, Surabaya. Jd santri ndalem kyai. Beliau alumni Abuya Sayyid Muhammad. Jadi aktivitas adik sy ya khidmah aja di ndalem, sambil ikut ngaji. Demikian hingga bbrp tahun. Sampai ketika sang kyai sakit, adik sy yg ikut merawat, menunggui hingga wafat beliau. Namun dia tetap khidmah, ikut ngajar anak2 SMP di pondok. Kebetulan tulisan khat-nya bagus. Pas mau nikah, kami agak sulit mencarikan jodoh. Kerjaan hanya ngajar ngaji anak2 pondok. Ma'isyah tentu gak layak. Ijazah formal gak ada. Akhirnya ia sendiri yg nyari. Orang2 Madura pelosok kalau nyari jodoh gak lihat kerjaannya apa, katanya. Pokoknya anak pondok, santri, cocok pasti diterima. Dan ndilalah kok ya dapat. Entah kok bs dpt gadis dari pelosok Bangkalan. Ortunya si gadis Madura totok. Gak bs bhs Indo. Alhamdulillah mertua sy org Bangkalan jg. Tp modern. Jadi beliau jadi jubir kami. Kami heeh saja, sebab gak paham. Herannya, adik sy itulah yg pertama brkt umroh dibanding kami yg lain. Yg lulusan universitas. Ia jg lbh dulu punya rumah. Meski warisan mertuanya. Lengkap dg sapi peliharaan. Juga sawah keluarga. Msh siwakan sd skrg. Mkn itu yg namanya

djokoLodang

-o-- PENGACARA: Dokter, sebelum Anda melakukan otopsi, apakah Anda memeriksa denyut nadi? SAKSI: Tidak. PENGACARA: Apakah Anda memeriksa tekanan darah? SAKSI: Tidak. PENGACARA: Apakah Anda memeriksa pernapasan? SAKSI: Tidak. PENGACARA: Jadi, mungkinkah pasien masih hidup ketika Anda memulai otopsi? SAKSI: Tidak. PENGACARA: Bagaimana Anda bisa begitu yakin, Dokter? SAKSI: Karena otaknya ada di meja saya di dalam toples. PENGACARA: Saya mengerti, tetapi mungkinkah pasien masih hidup? SAKSI: Ya, mungkin saja dia masih hidup dan berprofesi sebagai pengacara. --0-

Achmad Faisol

... ... Khususnya soal mencuri uang rakyat. ####### bagaimana ngasih contohnya...? yang mencuri uang rakyat kan diam-diam... jadi, yang di sebelahnya ga tahu... kalau siwak, minum sambil duduk, tangan kanan, dll kan kelihatan... bisa ngasih contoh... maka, yang bisa ngasih contoh agar tidak mencuri uang rakyat adalah OTT... juga penegakan hukum... apa yang harus dilakukan...? apakah semua itu sudah dilakukan...? anda sudah tahu...

Jokosp Sp

Fokus penglihatan Pak DI, apakah cuma ke tembok bangunan yang semua dari tanah saat melewati jalanan itu?. Apakah urusan kabel listrik yang membentang dan bergelayutan ke sana ke mari. Sedang pamer diri itu, tidak memunculkan minimal dalam batin "kok ternyata sama saja dengan di negeriku ya?". Pak Mantan sesuatu dan dirut perusahaan strom itu akhirnya baru sadar atas lamunannya. "Ya.....aku merasa salah. Tidak bisa mengatasi dan cari solusi semrawutnya kabel pln dan telkom di semua sisi jalan, dan persimpangan sampai akhirnya aku dipensiunkan". "Dan sampai hari inipun aku tidak tahu solusinya. Kenapa di negara-negara maju yang sudah beberapa kali aku kunjungi selalu tertata rapi?. Kenapa aku tidak belajar dari mereka yang maju?". "Sampai hari inipun ternyata setiap pengganti Dirut PLN dan Telkom tidak pernah peduli dan tau cara memperbaikinya. Padahal kesempatan untuk belajar mereka lebih banyak. Duwidpun ada". Ini semua hanya "mbatin" dalam hati. Kok iya ya?.

Tiga Pelita Berlian

Pelajaran dari Tarim hari ini : Tegurlah dengan Teladan Seklangkong

TheOne

Tambahan lagi. Silahkan abah mencerna kisah ini dengan akal sehat. Dijaman sebelum menyebarkan agama abah, nabi "ikut" pendeta kristen bernama Waraqah yang juga sepupu dari istri nabi. Pendeta kristen ini juga menterjemahkan kitab Injil kedalam bahasa arab. Artinya jaman nabi ini, Injil adalah kitab yg benar. Sialhakn dibandungkan isinya dengan Injil sekarang. Sama tidak? Konyol kl nudih Paulus mengedit Injil. Sejak jaman kekristenan awal di abad ke 1, umat kristen bersembunyi di gua gua bila beribadah krn dikejar kejar orang romawi. Contohnya dongeng 7 sleepers yg malah masuk di kitab abah. Kisah 7 orang kristen tertidur di gua, saat bangun ternyata sudah ratusan tahun kemudian. Nah berdoa di gua saat ini masih jadi tradisi dikalangan umat kristen katolik. Gua maria, bukit doa, tersebar di seluruh dunia. Tahukah abah, saat nabi abah terima wahyu pertama? Di gua hira. Saat masih bersama pendeta kristen waraqah. Apakah umat ajaran abah pernah berdoa di gua? Silahkan dengan akal sehat, abah mencerna kisah ini.

Warok Ponorogo

Imam Malik dan Imam Hanafi, menekankan pentingnya pondasi adab sebelum menuntut ilmu. Adab sebelum ilmu adalah pondasi utama dalam pendidikan islam yg menekankan pembentukan karakter, etika dan penghormatan sebelum menyerap pengetahuan. Adab mendatangkan keberkahan, mencegah kesombongan dan memudahkan pemahaman. Ilmu yg bermanfaat bersumber dari akhlak mulia dan tanpa adab, berpotensi sia sia dan disalahgunakan. Minum sambil duduk, mengambil makanan pakai tangan kanan dan yg terdekat didepan kita dalam jamuan makam bersama adalah adab. Kebiasaan kecil yang terus dilakukan dan berulang akan menjadi perilaku yg baik jika dilakukan sejak balita. Dari individu2 ini akan terbentuk komunitas yg tau adab dan menjadi karakter kolektif dikemudian hari.

Sadewa 19

Saking dalamnya ajaran tasawuf, para sufi enggan menegur kesalahan secara langsung. Pak Kyai menceritakan, dulu dia suka iri sama temannya. Sesama murid seorang sufi. Setiap lebaran teman nya itu selalu dibelikan baju baru. Sedangkan murid yg lain tidak pernah. Singkat cerita keluarga teman Pak Kyai itu berantakan. Penyebabnya istri temannya itu selingkuh dengan pria lain. Ternyata baju baru yg selalu diberikan oleh gurunya, adalah pertanda agar sang murid mengganti "baju" yg selama ini ia kenakan. Sang murid baru sadar. Guru saya yg lain, sebelum wafat. Ia meminta murid2 nya menghafal al quran surah albaqarah ayat 155 - 157. Anda sudah tahu isinya. Tidak lama setelah beliau wafat terjadi paceklik, krisis moneter dan kerusuhan 98. Persis kita diminta mentadaburi isi surah itu. Mungkin saya salah, teguran halus itu juga dilakukan oleh almarhum seorang sufi. Ketika beliau mendoakan calon presiden A, padahal disitu ada calon presiden B. Kita masyarakat awam baru tahu ternyata presiden B, banyak kontroversinya justru disaat saat sekarang ini. Sialnya pejabat dan koruptor sulit dinasihati dengan cara halus seperti itu.

Hasyim Muhammad Abdul Haq

Budaya Islam di Yaman dan Arab Saudi itu beda. Namun orang-orang kaya Saudi tetap menghormat secara keilmuan ke ulama Tarim. Dari tulisan Abah di atas saja sudah terlihat bagaimana di Tarim itu sangat mengutamakan keteladanan. Salah satu teman kakak saya saat di Tarim adalah anak orang super-kaya di Saudi. Bajunya modis, rambutnyi warna-warni, benar-benar seperti perempuan muda di kota modern. Tapi tentu saja hanya terlihat seperti ketika di ruang khusus perempuan. Sang modis ini katanya mau kuliah di Amerika ambil jurusan fashion designer. Namun sebelum berangkat ke Amerika, sang ayah mengutus untuk "mondok sebentar" di Tarim. Semacam memberi pondasi agama dulu sebelum bergaul di belantara pergaulan Amerika. Dengan diberi pondasi di Tarim, nanti di Amerika nggak melenceng-melenceng banget lah. Mungkin begitu maksud ayahnyi.

Ima Lawaru

Kalimat penutup terasa menampar pipi kita. Sebagai guru saya sedih. Dalam praktik memalukan di lapangan guru menyuruh siswanya memungut sampah, sementara si guru memakai tisu dan membuangnya sembarangan. Bukankah ini lucu? Kalau semua guru di Indonesia berperilaku seperti ini, maka Indonesia emas macam mana yang kita harapakan?

djokoLodang

-o-- NENEK: Kangmas, aku tidak tahu kenapa anak muda sekarang suka mengatakan sesuatu dengan lebih singkat. Kemarin cucu kita bilang "k", maksudnya "Oke". Sesulit apa sih cuma bilang "Oke"? Dan di internet mereka cuma menggunakan inisial, seperti LOL, Laughing Out Loud, tertawa terbahak-bahak. Dan "btw", "otw", "tkp", dan seterusmya. KAKEK: Aku setuju, itu konyol sekali. (beberapa saat kemudian) KAKEK: Nimas Sayang... NENEK: Ya, Kangmas KAKEK: Hei, bagaimana kalau sekarang kamu memasak "BLT" untuk makan siang? --0-

D' Swan

Kenapa di Indonesia soal tangan kanan, siwak dan minum sambil duduk dianggap lebih perlu dihayati dari pada yang satu itu. (CHDI) Yang kecil2 dulu apa yg besar? Top down apa bottom up? Dari orang lain apa dari diri sendiri? Pembelaan apa pembenaran? Klu tidak melakukan yang satu itu tidak apa apa mengabaikan hal hal yang ini? Quotes dari KH Abdullah Gymnastiar ini sememangnya perlu dihayati. "Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil, dan mulai saat ini"

Ja'far Syahidan

bicara soal duduk, saya jadi teringat ceramah menggemparkan seorang ustadz.. "DUDUK BISA MEMBATALKAN PUASA !!" gemparlah para jama'ah.. !! ajaran aneh apa lagi ini ?? namun langsung dilkarifikasi oleh sang ustadz.. "maksud saya, kalau DUDUKNYA di warteg, dan pesan nasi panas bebek mercon di siang hari di bulan ramadhan".. koor jama'ah langsung serempak: "ooooohhh.... wahahahaha"

Juve Zhang

Budaya Jepang Tiongkok memberi Bingkisan angpao pake dua tangan....kalau budaya kita boleh angpao satu tangan kiri pun asal isinya tebal.....wlwkw

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

JEJAK HADRAMAUT DI NUSANTARA.. Kisah paling terkenal dimulai dari Hadramaut. Para sayyid dan pedagang berlayar. Bukan bawa pedang. Bawa akhlak. Mereka singgah di pelabuhan-pelabuhan Nusantara. Berdagang sambil berdakwah. Santun, rapi, sabar. Metodenya sederhana. Dekati hati dulu. Ilmu menyusul. Dari jalur ini, jaringan ulama terbentuk. Sunyi tapi efektif. Ibarat tinta. Menyerap pelan, bekasnya lama. Di Jawa, jejaknya terkait tokoh-tokoh besar, yang berakar pada tradisi Hadrami. Pendekatan budaya dipakai. Wayang, tembang, adat. Islam hadir tanpa bikin kaget. Orang Jawa merasa diajak, bukan dihakimi. Itulah kuncinya. Lembut tapi tegas. Hingga kini, wirid dan adab dari Tarim hidup di pesantren Indonesia. Dakwah gaya Hadramaut seperti kopi tubruk. Tidak banyak gaya. Tapi aromanya sulit dilupakan.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

APAKAH DI YAMAN, KHUSUSNYA TARIM, ADA KORUPSI? Pertanyaan ini seperti menanya, apakah gurun punya pasir. Di Yemen, termasuk Tarim di Hadramaut, realitas manusia tetap manusia. Ada yang lurus. Ada yang belok. Bedanya, skala dan sorotannya. Kota kecil cenderung sunyi. Transaksi juga kecil. Jadi kasus besar jarang terdengar. Bukan karena malaikat semua. Lebih karena peluangnya terbatas. Korupsi butuh dua hal. Kekuasaan dan kesempatan. Kalau kekuasaan kecil, korupsinya pun… hemat. Tarim dikenal sebagai kota ilmu. Budaya malu masih kuat. Reputasi sosial mahal. Orang berpikir dua kali sebelum “main mata”. Tapi jangan romantis berlebihan. Sistem lemah, ekonomi sulit, konflik panjang. Di situ godaan tumbuh. Seperti rumput di sela batu. Tidak heboh, tapi ada. Jadi jawabannya sederhana. Ada kemungkinan, ada kejadian. Namun wajah kota lebih dikenal oleh adabnya, bukan oleh skandalnya. Ibarat sumur tua. Airnya tenang. Kalau keruh, biasanya karena embernya yang kotor.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 18

  • Thamrin Dahlan YPTD
    Thamrin Dahlan YPTD
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • DeniK
    DeniK
  • MULIYANTO KRISTA
    MULIYANTO KRISTA
  • alasroban
    alasroban
  • Sugi
    Sugi
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Ahmed Nurjubaedi
    Ahmed Nurjubaedi
  • Joko Wito
    Joko Wito
  • Lègég Sunda
    Lègég Sunda
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • Mbah Mars
    Mbah Mars
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Nimas Mumtazah
      Nimas Mumtazah
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN