Azrul Ananda Wisuda Hendri Pratama sebagai ’Sarjana Ultra’ EJJ 2026 Kategori 600 Km

Azrul Ananda Wisuda Hendri Pratama sebagai ’Sarjana Ultra’ EJJ 2026 Kategori 600 Km

Founder Mainsepeda Azrul Ananda mewisuda Hendri Pratama sebagai ”Sarjana Ultra” usai finis pertama di East Java Journey (EJJ) 2026 kategori 600 Km.-Mainsepeda-

DISWAY.ID - Hendri Pratama menjadi peserta pertama yang menuntaskan East Java Journey (EJJ) 2026 kategori 600 Km. Cyclist asal Tuban, Jawa Timur, itu menyelesaikan rute ultra cycling dengan catatan waktu 34 jam 39 menit 59 detik. 

Yang mengesankan, Hendri menaklukkan rute ultra cycling itu kurang dari satu setengah hari. Hendri start dari Surabaya pada Jumat, 7 Februari 2026 pukul 05.00 WIB. Kemudian tiba di garis finis pada Sabtu, 8 Februari 2026 pukul 15.39 WIB. 

Atas keberhasilan itu, Founder Mainsepeda Azrul Ananda langsung mewisuda Hendri sebagai ”Sarjana Ultra”. Ia mendapatkan perlakuan istimewa layaknya wisudawan. Seperti mengenakan toga, selempang hijau, dan berfoto di latar konsep wisuda.

Namun di balik kemenangannya itu, Hendri mengaku podium pertama ini adalah ”kecelakaan” yang membahagiakan. Alasannya, Hendri tidak punya ekspektasi untuk finis di posisi pertama.

”Tapi pada hari pertama, saya menempel rombongan breakaway. Lalu waktu di Kandangan saya kok lebih cepat satu jam dari rundown yang saya buat. Kemudian saya lihat posisi saya ada di paling depan. Jadi saya tancap gas saja,” ujarnya.

BACA JUGA:EJJ 2026: Miswanto-Kibar Tak Terkejar, Tambah Koleksi Juara Pair

BACA JUGA:EJJ 2026 600 Km Dimulai, Tangga bagi Cyclist Pemula Naik Level di Kategori 1.500 Km

Hendri datang ke Surabaya bersama lima kawannya dari Tuban dengan satu gentleman agreement: berangkat bareng, tetapi di jalan masing-masing berjuang sendiri. 

Tanpa target juara, ia justru tampil konsisten dan cerdik dalam manajemen istirahat. Tepatnya di Check Point (CP) 2 Madiun. ”Saya hanya tidur dua jam di Madiun,” katanya.

Strategi makan juga ia jalankan dengan efisien. Hendri mengunyah kurma di atas sadel, dan saat berhenti ia memesan dua porsi ayam—satu dimakan di tempat, satu dibungkus untuk bekal perjalanan.

Meski menjadi yang tercepat, Hendri tidak menutupi kelelahannya. Di garis finis, ia mengaku tubuhnya nyaris ambruk. “Aksi saya ini tidak saya sarankan,” katanya sambil tertawa. “Sebab saya benar-benar habis.”

Ketika ditanya soal kemungkinan mengikuti kategori 1.500 Km pada EJJ tahun depan, Hendri mengaku belum terpikir.

BACA JUGA:Juara Tiga Kali Beruntun, John Boemihardjo Segel Podium EJJ 2026 Men 40 and Up Kategori 1.500 Km

BACA JUGA:Zidan Attala Raih Three-Peat di EJJ 2026, Segel Podium Men 39 and Under untuk Kali Ketiga

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: