Mati Efisien

Mati Efisien

War room yang ada di Kantor Agrinas.--

Justru saya yang mereka sebut sebagai petir. Yakni saat saya berkunjung ke kantor pusat Agrinas Pangan Nusantara Selasa pagi awal Maret lalu. Yakni saat saya baru mendarat dari lawatan ke Suzhou sampi Xuzhou. 

Padahal petir yang sebenarnya adalah Joao Angelo De Sousa Mota. Setidaknya gelar petir itulah yang saya berikan kepada dirut Agrinas Pangan Nusantara itu. Tapi sang dirut tidak sedang di kantor. Joao sedang rapat evaluasi Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di Mabes TNI di Cilangkap.

Evaluasi seperti itu dilakukan secara konsisten: tiap Selasa pagi. Seminggu sekali. Di Mabes TNI.

Evaluasi lainnya dilakukan setiap hari. Juga konsisten. Tiap pukul 14.00. Selama dua jam. Di kantor pusat Agrinas Pangan. Termasuk di hari Minggu.

Dari evaluasi itu terlihat perkembangan dari hari ke hari. Saat saya ke sana sudah terbaca hampir 3.000 bangunan selesai dikerjakan. Tentu hari ini sudah jauh lebih banyak lagi. 

Data hari itu menyebutkan: yang sedang dikerjakan 28.000. Hari ini sudah jauh lebih banyak. Akhir tahun nanti harus selesai semua: 80.000 koperasi.

Saya diajak ke war room. Di situ 37 orang berjajar menghadap layar komputer. Di dinding depan mereka terpampang layar lebar. Angka-angka di layar itu bergerak. Berubah. Bertambah. Itulah angka pergerakan situasi di lapangan.


--

"Pak Dahlan ingin lihat perkembangan di daerah mana?" tanya Aditya Putra, corporate secretary PT Agrinas Pangan.

"Magetan," kata saya.

Maka di layar muncul hasil monitor Magetan. Lalu saya ingin lihat bangunan koperasi yang sudah 100 persen selesai. Terlihatlah bangunan di desa Ngariboyo. Di situ terlihat seorang tentara sedang berdiri di halamannya.

"Yang berdiri itu Babinsa," katanya.

Babinsa adalah Bintara Pembina Desa –sudah ada sejak zaman Orde Baru. Satu desa satu tentara. Kini Babinsa punya tugas tambahan: mengawasi jalannya pembangunan Koperasi Merah Putih.

Tidak hanya Babinsa. Para dandim –kepala instansi militer tingkat kabupaten/kota– juga mendapat tugas tambahan:  jadi penanggung jawab pelaksanaan pembangunan di seluruh desa di wilayahnya. 

Tiap hari para dandim terikat ketat: ikut evaluasi lewat zoom dengan PT Agrinas Pangan. Dandim melaporkan perkembangan pembangunan Koperasi Merah Putih di wilayah kerjanya. Mulai dari upaya pengadaan tanah sampai pelaksanaan pembangunan.

Lalu, seminggu sekali giliran para pangdam menghadiri evaluasi lewat zoom yang dilakukan Mabes TNI.

Di jajaran pimpinan PT Agrinas Pangan sendiri ada lima jenderal aktif ditugaskan di situ. Direktur operasionalnya bintang dua: Mayjen TNI Yudha Rusniwan Yusni. Muda. Tegap. Saat menatap wajahnya saya ingat Jenderal TNI Purn Sjafrie Sjamsoeddin waktu semuda Yudha: sama gantengnya.

Para operator komputer yang di war room tadi, semuanya juga tentara. Pangkat tertinggi mereka sersan mayor. Mereka bekerja sejak pukul 08.00 sampai 21.00. Baru di bulan puasa kemarin boleh sampai menjelang berbuka puasa.

Pimpinan mereka tiga orang kolonel. Salah satunya Kolonel TNI Triyandono. Ia biasa dipanggil Chai97 –menandakan angkatan 97 di Akademi Militernya. Sedang Chai adalah kepanjangan Moderchai –nama baptisnya.

Kami pun berbincang di ruang rapat direksi. Aditya membuka laptop. Sambil menunggu laptop menyala, saya menatap papan tulis besar di depan. Ada tulisan menarik di papan itu: surat pendek seorang anak perempuan kepada ibunya. Anda sudah tahu surat siapa itu. Yakni surat seorang anak SD yang bunuh diri di NTT. Dalam bahasa daerah NTT. Lalu ada terjemahan bahasa Indonesia di sebelahnya.

"Pak Joao minta agar kami selalu membaca surat itu. Beliau minta surat itu ditaruh di papan ruang rapat," ujar Aditya.


--

Aditya bukan tentara. Sebelum di Agrinas, Aditya bekerja di perusahaan minyak Amerika Serikat: ExxonMobil. Tugasnya di Cepu. Ia terpanggil untuk ikut membawa misi koperasi Merah Putih. 

Aditya sendiri lulusan SMA Nusantara, Magelang. Lalu ke teknik sipil UGM. Masternya didapat di New Castle Inggris.

Ternyata ada juga sipilnya.

Keterlibatan militer itu, katanya, tidak selamanya. Hanya sampai seluruh bangunan fisik selesai dibangun. 

Setelah itu ganti dipegang manajemen Agrinas Pangan Nusantara sepenuhnya.

Tim Joao-lah yang menjalankan Koperasi Merah Putih itu. Semuanya. Se-Indonesia. Targetnya: selama dua tahun. Setelah itu diserahkan ke pengurus koperasi di desa-desa dan kelurahan.

Joao saya beri gelar petir karena langkahnya yang serba mengejutkan. Mulai dari saat ia memutuskan mundur dari jabatan dirut Agrinas sampai saat ia melakukan pembelian 105.000 mobil dari India. Bahkan saat ia mengatakan uang mukanya sudah dibayar. Ia pernah minta mundur karena merasa keputusan untuk Agrinas Pangan sangat lambat. Setelah ia tidak jadi mundur langkahnya secepat petir.

Saya pun bertanya: apakah tidak khawatir mobil yang dibeli sudah tiba padahal koperasinya belum jalan. 

Ternyata mobil-mobil itu –dua mobil dan dua sepeda motor roda tiga untuk tiap satu koperasi– akan disimpan dulu di Makodim. Aman. Kodim bertugas menjaganya.

Melihat ketatnya evaluasi program ini saya menarik kesimpulan: nama TNI dipertaruhkan di program ini. Saya bayangkan: kalau saja Merah Putih jalan lebih dulu, lalu disusul MBG, alangkah hebatnya. Sekaligus koperasi Merah Putih bisa jadi penanggung jawab MBG. Termasuk pengadaan materi MBG-nya.

Yang juga saya diskusikan adalah bagaimana prinsip efisiensi bisa ditegakkan. Apakah Merah Putih nanti bisa seefisien Alfamart atau Indomaret. Di situlah kunci sukses keduanya. 

Efisiensi di dunia bisnis adalah segala-galanya. Efisiensi adalah hidup atau mati. Efisien atau mati! (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 24 Maret 2026: Lebaran Rezeki

Jokosp Sp

Mengulik sedikit sejarah untuk yang kemarin bagi-bagi angpao "sakampil" atau "sajantingan" atau "sekeranjang". Binik (bini) yang juga asli suku banjar dari ninik datunya yang masih ada garis keturunan suku dayaknya. Hasil kawin suku Banjar dengan suku Dayak yang sampai saat ini tinggalannya masih ada, berupa mata sedikit sipit dan berkulit putih. Sosok penting sering dikaitkan dengan sebutan "Putri" atau "Galuh". 1.Putri Junjung Buih (Galuh Cipta Sari): tokoh sentral berdirinya sejarah Kerajaan Negara Dipa (Kesultanan Banjar). Dari sejarah ia ditemukan oleh Patih Lambung Mangkurat saat bertapa. Ia kemudian menikah dengan Pangeran Suryanata dari Majapahit, dan menurunkan raja-raja Banjar. 2.Putri Mayang Sari. Sering dikenal dengan sebutan Poetri Maija. Merupakan putri dari Sultan Suriansyah (raja islam pertama Banjar). Punya peran penting dan penengah konflik terutama memperkuat hubungan antara masyarakat Banjar pesisir dengan masyarakat Dayak Maanyan di pedalaman Barito. Makamnya ada di Jaar, Barito Timur. Galuh sendiri adalah sebutan atau sapaan hormat bagi anak perempuan anak bangsawan atau gadis remaja. Kalau mau lihat cucu Galuh Banjar coba perhatikan dua ciri tadi: mata sipit dengan kulit mata tipis, dan kulit putih. Apakah masih ada yang tertinggal di salah satu cucunya?. Atau barangkali malah lebih kuat gen coklat sawo matangnya dari Pak DI?.

riansyah harun

Saya harus bilang ini luar biasa. Saat tamu istimewa pak Dahlan yang harus ber susah payah pakai kendaraan darat Jakarta Surabaya selama 14 jam itu. Kondisi yang barangkali tidak pernah mereka alami di negara asalnya. Jangan jangan mereka disana pernah punya pesawat Jet Pribadi, namun telah dijual, karena jalan darat disana sudah amat menunjang, kereta cepat yang selalu tersedia, pesawat komersil yang ada setiap jamnya, dan berbagai fasilitas yang bisa dibanggakan, sehingga rasanya tidak butuh lagi Jet Pribadi. Saya curiga, dalam hati mereka saling berbisik, kok Pak DI tidak memiliki pesawat Jet Pribadi yang akan selalu siap digunakan seperti para pengusaha besar lainnya...?? Rasanya dulu..., dulu sekali..., Pak DI pun pernah punya transportasi udara milik sendiri, kalau tidak salah helikopter, untuk menunjang pergerakan saat di vonis sesuatu. Namun siapa tau akibat tidak menggunakan helikopter atau jet pribadi, dan lebih senang pakai transportasi umum, termasuk menjadi driver, sehingga kondisi Pak DI tetap segar bugar dan sehat walafiat...???? Upss, termasuk harus senam setiap paginya biar sehat...??????

Lutfi ꦱꦸꦩꦶꦠ꧀ꦫꦺꦴ

Rezeki Lebaran itu silaturahmi, anak cucu dapat rejeki, makan 5x lebih banyak dan full bergizi gratis Baru juga pagi: Rawon, rendang, tempe, dadar, sambel Siang: “cuma nambah dikit” Sore: “sayang kalau nggak dihabisin” Akhirnya: bukan cuma dosa yang diampuni, tapi perut juga diuji Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir batin

Jokosp Sp

Mengulik sedikit sejarah untuk yang kemarin bagi-bagi angpao "sakampil" atau "sajantingan" atau "sekeranjang". Binik (bini) yang juga asli suku banjar dari ninik datunya yang masih ada garis keturunan suku dayaknya. Hasil kawin suku Banjar dengan suku Dayak yang sampai saat ini tinggalannya masih ada, berupa mata sedikit sipit dan berkulit putih. Sosok penting sering dikaitkan dengan sebutan "Putri" atau "Galuh". 1.Putri Junjung Buih (Galuh Cipta Sari): tokoh sentral berdirinya sejarah Kerajaan Negara Dipa (Kesultanan Banjar). Dari sejarah ia ditemukan oleh Patih Lambung Mangkurat saat bertapa. Ia kemudian menikah dengan Pangeran Suryanata dari Majapahit, dan menurunkan raja-raja Banjar. 2.Putri Mayang Sari. Sering dikenal dengan sebutan Poetri Maija. Merupakan putri dari Sultan Suriansyah (raja islam pertama Banjar). Punya peran penting dan penengah konflik terutama memperkuat hubungan antara masyarakat Banjar pesisir dengan masyarakat Dayak Maanyan di pedalaman Barito. Makamnya ada di Jaar, Barito Timur. Galuh sendiri adalah sebutan atau sapaan hormat bagi anak perempuan anak bangsawan atau gadis remaja. Kalau mau lihat cucu Galuh Banjar coba perhatikan dua ciri tadi: mata sipit dengan kulit mata tipis, dan kulit putih. Apakah masih ada yang tertinggal di salah satu cucunya?. Atau barangkali malah lebih kuat gen coklat sawo matangnya dari Pak DI?.

djokoLodang

-o-- Rawon Ramen ... Saya minta mereka tidak makan pagi di hotel. Istri saya sudah masak menu kesukaan orang Tiongkok dan Jepang: rawon buntut sapi. ... *) Jadi teringat pengalaman saya main golf bersama teman saya dari Jepang. Sekitar tahun 1991. Kami berdua main golf di Jatinangor. Ya, berdua saja. Usai main, kami makan di Club-house. Saya pesan ramen, teman saya pesan rawon. Saat pesanan datang, pelayan langsung menghidangkan rawon di depan saya --tanpa bertanya-tanya lagi-- dan meletakkan ramen ke hadapan teman saya. Kami berdua tersenyum, dan menukar nya setelah si pelayan beranjak pergi. Sampai sekarang saya jadi ingat nama lengkap teman itu: Tetsuro Wada. --0-

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

MASIH TENTANG RAWON.. Saat di Ambon, ada peresmian warung Surabaya. Menu utamanya rawon. Saya ajak teman Ambon saya. Hati saya sudah duluan kenyang. Ini kesempatan pulang, lewat rasa. Saya makan lahap. Dia belum bergerak. Menatap mangkuk lama. “Ini benar makanan orang?” katanya. Saya tertawa kecil. “Tentu. Kenapa?” Ia ragu. “Saya ingat makanan babi. Keruh. Gelap.” Saya tidak berdebat. Saya ajak dia mencicipi. “Sendok kuahnya. Tutup mata.” Ia menurut. Diam beberapa detik. Wajahnya berubah. Seperti menemukan kata yang hilang. “Ternyata enak banget,” katanya pelan. Di situ saya paham. Rasa kadang kalah oleh tampilan. Warna bisa menipu. Kluwak membuat gelap. Tapi justru di situlah kedalamannya. Beberapa hari kemudian, dia yang mengajak. Ke warung yang sama. Nada suaranya lebih yakin. Lebih akrab. “Kita ke sana lagi. Tapi hari ini BSS ya. Bayar sendiri-sendiri.” Saya tertawa. Rawon bukan cuma soal rasa. Tapi juga cara orang berdamai dengan hal yang semula asing. Dan kadang, dari semangkuk kuah hitam, lahir pertemanan yang lebih terang.

Beny Arifin

Entah tamunya Pak DI menyadari apa tidak. Tapi saya metasakan banget perbedaan jalan tol ruas Jakarta - Semarang, dengan Semarang - Surabaya. Jakarta semarang di dominasi kondisi jalan yang mentul mentul cenderung anjrut2an terutama ruas MBZ dan dikolong MBZ. Atas mentul2 bawah glodakan aspalnya rusak. Cipali demikian juga adanya. Tambal tambalan malah ada yang sariawan aspalnya. Saya baru merasa nyaman saat lepas gerbang tol kalikangkung. Ruas tol yang masih cor2an pun bisa dipakai mbalap dengan nyaman. Ada ga rata pasti sudah ditutup dengan aspal. Jempol 4 untuk kontraktornya. Termasuk jalan tol baru Solo Jogja. Cor2an nya joss gandhos kotos2..

Nimas Mumtazah

Setiap sungkem kenapa istri lebih lama memegang tangan suami. Karena tangan itulah yg paling tulus menggandeng dan memeluk hangat. Yang paling membahagikan istri. Ketika makanan yg di masak dan di sajikan di meja cocok di lidah suami dan keluarga. Tak perlu pujian berlembar, cukup lihat menu habis beres.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@Yth pak Ahmed Nurjubaedi.. Mumpung Pak Liam dan Ko Juve masih sibuk halal bihalal Idul Fitri, saya nekat menjawab. Untuk dan atas nama belio. Semoga tidak ditagih klarifikasi. Fenomena yang pak Ahmed lihat di Gresik menarik. Tahun lalu semua tutup. Tahun ini banyak yang buka lebih cepat. Ini bukan sekadar soal iman pedagang. Ini soal adaptasi. 1) Pertama, tekanan ekonomi. Pedagang kecil tidak bisa terlalu lama libur. Cash flow tetap harus jalan. Lebaran tetap sakral. Tapi perut juga realistis. 2) Kedua, perubahan perilaku. Tidak semua orang mudik. Seperti pak Ahmed kan juga tidak mudik. Artinya pasar tetap ada. Warung membaca itu. Mereka buka lebih cepat. Menangkap peluang. 3) Ketiga, kompetisi dengan ritel modern. Indomaret, Alfamart, Alfamidi tidak pernah benar-benar tutup. Bahkan diskon. Ini memaksa pasar tradisional ikut bergerak. Ikut adaptasi Meski harga naik, karena suplai belum normal. Jadi ini kombinasi. Ekonomi, iya. Tapi juga kecerdikan lokal. Lebaran tidak lagi “shutdown total”. Lebih mirip “slow mode”. Kesimpulannya sederhana. Tradisi tetap. Tapi cara menjalankannya makin fleksibel. Bahkan mungkin, lebih jujur pada kebutuhan hidup. Dan seperti biasa, yang cepat menyesuaikan, yang bertahan.

Ahmed Nurjubaedi

Sama seperti tahun lalu, lebaran ini saya tidak mudik. Bapak dan Ibuk sudah kapundhut. Tinggal di satu kecamatan kecil di Gresik, saya melihat suasana lebaran kali ini berbeda dari tahun lalu. Tahun lalu, saya kesulitan mencari warung untuk beli makanan. Yang depot, kaki lima, maupun waralaba lokal tutup semua. Juga pasar tradisional. Mulai D-day sampai H+1. Pada H+2 hingga sekitar H+5, masih sedikit diantara yg di atas tersebut buka. Lebaran kali ini beda. Pas hari H, saya menjumpai banyak warung masih buka. Ada yg pagi tutup, setelah waktu Dhuhur sudah buka. Seperti waralaba2 lokal itu. Pada H+1, hanya 2 atau 3 tempat usaha yang masih tutup. Pasar tradisional juga sudah buka. Meskipun harga-harga juga naik. Kata istri, ayam potong sekilo 57 ribu. Harga normal 43ribu. Juga harga buah-buahan. Jeruk shantang yg biasany 35ribu jadi 50ribu. Yang harganya tidak naik justru minimarket modern. Indomaret, Alfamart, juga Alfamidi. Bahkan banyak diskon. Apakah ini satu pertanda ekonomi? Atau pergeseran menyikapi lebaran? Om Liam atau Ko Juve mungkin bisa menjawabnya....

brahman soppeng

Ahamdulillah, berlebaran bersama dengan keluarga setelah melalui perjalanan panjang, melelahkan dan menegangkan, knp menegangkan ?, yaa krn membawa tamu tamu kehormatan dari negeri yang tentunya fasilitasnya jauh lebih bagus dari kita. Sebelum lebaran, tepatnya tgl 19, kami juga di Pelabuhan Makassar kedatangan Cruise MV. Crystal Serenity yang membawa 1.600 org, yang pesiar hanya 106 org, tujuannya tentunya lokasi wisata terdekat di Kota Makassar dan Maros krn kapal harus berangkat di sore harinya, namun Alhamdulillah, salah satu tamu dari Singapura apresiasi terminal penumpang yang dilewatinya namun tdk tahu lagi setelah merasakan kemacetan diluar sana

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

KEGIATAN PAK DAHLAN DI HARI RAYA.. "Usai pesta rawon: kerja lagi. Ke berbagai lokasi bisnis di Jatim. Sampai malam pula. Idulfitri kembali suci. Usai Idulfitri kembali cari rezeki. Begitu kata penutup CHDI hari ini. ### Kalimat penutup itu sederhana. Tapi dalam. Usai pesta rawon, langsung jalan lagi. Kerja lagi. Dari satu titik ke titik lain di Jawa Timur. Malam pun tidak jadi alasan. Idul Fitri selesai. Lanjut cari rejeki lagi. Beda ama kebanyakan orang. Di situ kita seperti "diintipkan", ternyata begitulah pola hidup horang kaya. Beda ama kita. Yang masih mementingkan tradisi. Soal ritme. Kerja bukan beban. Libur hanya jeda. Bukan berhenti. Menariknya, usia tidak jadi rem. Justru jadi akselerator. Semakin tua, semakin paham waktu itu mahal. Jadi dipakai. Bukan disimpan. Lebaran jadi momen isi ulang. Bukan parkir panjang. Kita yang membaca jadi tersentil. Selama ini kerja sering ditawar. Dicicil. Kadang ditunda. Sementara pak Dahlan, kerja itu seperti napas. Tidak perlu disuruh. Tapi tentu tidak harus ditiru mentah. Hidup bukan lomba lari tanpa garis akhir. Perlu jeda. Perlu tawa. Perlu keluarga. Hanya saja, satu pelajaran terasa jelas. Rezeki itu tidak suka yang terlalu lama libur. Dia lebih senang yang tetap bergerak. Bahkan setelah ketupat terakhir habis. Di hari ketupat pula..

Jokosp Sp

Perbedaan lebaran secara jenaka di mata Alm KH. Hasyim Musadi. "Saya dulu pulang dari Gontor itu beda hari raya bisa berkelahi. Takut ini puasanya dosa segala. Padahal yang selisih MU dan NU kan cuma tanggalnya, bukan hari rayanya". Yang dengar ceramahnya tertawa..ha ha haaa. "Benar apa ndak?". Betul. "Nah kalau dibutuhkan pengasuh itu sahih sudah". Ha haaaa. "Sholatnya kan sama Allahuakbar sekian kali takbir ya sama". "Lo kok tanggalnya beda?. Ngitungnya ndak sama. Kalau NU itu tanggalnya harus kelihatan dan perlu 2 derajad di atas ufuk. MU pokok sudah istimas ya sudah selesailah. Kenapa harus diinceng, apa tamu?". Ha haaaa. "La yang nginceng itu tidak mau disalahkan karena rosullullah". "Waktu itu P' Dien belum jadi ketua, masih dijabat P' Syafi'i Maarif. Saya diundang P' JK. P' JK mempermasalahkan kenapa ndak sama. Bisalah dikompromikan". Ha haaa. "Bagaimana kalau MU turun 1derajat dan NU naik 1derajat". "Kalau gitu cash and carry saja". ha haaaa. "Ini fikihnya pedagang itu di sini". Ha haaa. "Ya ndak bisa". Bisanya?. "Ya pengertian seluruh umat Islam bahwa perbedaan itu terbuka memang ada". "Saya dari Narita Jepang Jum'at sore ke California sampainya Jum'at pagi. Apa sholat Jum'atnya 2x di Jepang dan di California, kok rajin men?". Ha haaaa. "Pulang dari California Jum'at sore, sampai Jakarta Minggu pagi....Sabtunya ke mana hilangnya?". Ha ha haaa..... satu ruangan penuh tawa, tanpa ketegangan.

djokoLodang

-o-- Mogok Jepang. Di Jepang, sekelompok sopir bus pernah melakukan pemogokan dengan cara yang mengejutkan banyak orang di seluruh dunia. Alih-alih menghentikan operasi dan mengganggu kehidupan sehari-hari, mereka memilih untuk terus mengemudikan bus sesuai jadwal, menjemput penumpang, dan menjaga kelancaran lalu lintas kota tanpa gangguan. *) Apa bentuk mogok para sopir itu? Para sopir menolak untuk memungut ongkos dari penumpang mereka. Para penumpang dapat naik bus secara gratis --kalau mau. Sementara perusahaan bus terus menanggung seluruh biaya bahan bakar, perawatan, dan operasional tanpa pemasukan yang memadai. Itu adalah bentuk protes yang tenang namun sangat efektif yang mengalihkan tekanan finansial langsung ke perusahaan, bukan ke masyarakat. Para pengemudi itu memahami bahwa banyak orang bergantung pada transportasi umum untuk bekerja, sekolah, dan kehidupan sehari-hari, dan mereka tidak ingin warga biasa menderita karena perselisihan yang terjadi antara para sopir dengan pihak manajemen. Mereka menemukan cara untuk menyampaikan pesan mereka kepada manajemen sambil tetap melayani masyarakat. Pemogokan tersebut kemudian diakui secara luas sebagai contoh unik dari protes yang strategis dan sadar sosial. Hal ini menunjukkan bahwa membela hak-hak pekerja tidak selalu harus dengan cara mengorbankan kepentingan orang lain. --0-

Liáng - βιολί ζήτα

CHDI : Tentu saya sulit menjelaskan apa itu Idulfitri. Maka saya pakai saja istilah yang sering dipakai orang di sana untuk menyebut Idulfitri: ''Muselin Guo Nian". Tahun baru orang Islam. Saya mengubah kata "muselin" menjadi "Yin Ni" –Indonesia. "Yin Ni Guo Nian". Bahasa Chinese Abah DI yang berantakan !! Tidak tepat penggunaan istilah..... 穆斯林過年 (Mùsīlín guònián) karena Idul Fitri itu bukanlah Tahun Baru Muslim (penanggalan Hijriah). Juga, tidak tepat penggunaan istilah..... 印尼過年(Yìnní guònián) karena secara spesifik, Indonesia tidak memiliki penanggalan tersendiri secara nasional, meski ada penanggalan yang bersifat kedaerahan, seperti penanggalan Jawa misalnya. Berbeda halnya dengan 農曆 (Nónglì) yaitu penanggalan Lunar, kita mengenalnya sebagai penanggalan Imlek, yang menjadi penanggalan nasional di Tiongkok, Taiwan, Hongkong, Macau ; dan beberapa negara lainnya seperti Jepang, Korea dan negara-negara di Semenanjung Indochina. Mengapa Abah tidak menggunakan istilah yang semestinya saja, yaitu : 開齋節 (Kāizhāi jié) yang berarti Idulfitri. Mestinya, mereka mengerti koq apa itu 開齋節 (Kāizhāi jié), lha wong di Tiongkok juga ada sekian persen penduduknya yang beragama Islam, terutama 回族 (Huízú) dan 維吾爾族(Wéiwú'ěr zú). Juga, media massa Tiongkok memberitakannya koq.....

mario handoko

selamat siang bp thamrin, bp agus, bp mul, bp jokosp, bp udin, bp em ha, ka nimas dan teman2 rusuhwan. andai saya diundang abah menikmati sarapan rawon buntut saat lebaran . pasti cucu cucu abah saya beritahu untuk segera install aplikasi wechat pay. agar tamu abah dari xuzhou yg belum sempat prepare angpao. bisa langsung transfer renminbi nya ke wechat cucu cucu abah. idep idep "cari rejeki lewat aplikasi."

Vikagora Prayogi

Usai Iedul Fithri kembali mencari rezeki Waktu lebaran di kampung halaman juga pekerjaan sudah menanti, paman paman dan bibi bibi yang rata rata petani sudah siap begitu hari kedua lebaran turun ke sawah karena padi sudah menguning siap panen. Harusnya dipanennya di akhir ramdhan tapi apalah daya, jika panen lagi puasa tidak bisa maksimal. Panen yang biasanya selesai 2 hari bisa molor jadi 4 hari, akhirnya diputuskan tunggu selesai lebaran panennya. Di sini di lombok, teknologi pertanian masih sebatas traktor saja yang dipakai. Ada kita lihat alat panen padi yang di kenal dengan sebutan komban entah apa asli katanya, itu untuk lahan sawah yang datar dan luas sementara untuk daerah terasering masih manual pakai alat perontok padi. Perontok padinya sudah lebih canggih beberapa tahun ini, sudah di cantolin mesin yang memutar karet vanbelt yang dihubungkan dengan perontok padi yang dibuat dari bilah bilah kayu yang di tancapkan paku yang banyak. Dulu zaman masih kecil ikut paman paman panen padi (baca: ngerampek) masih manual, giling perontok padi dihubungkan dengan karet + rantai diikat dikayu yang bisa elastis, diinjak turun naik untuk menggerakkan penggiling. Pertama kali kerjakan itu besok pagi paha dan betis serasa aduhai sakitnya. Kita akan menunggu seperti apa teknologi pertanian yang akan datang, karena kita adalah pasar dan dididik menjadi pasar bukan menjadi produsen.. Sedih rasanya

kambing hitam

Istimewa nya horang dari sino dibikinin "rawon 6 kilo........"entah2 tetangga 40 rumah didepan 40 dibelakang 40 dikiri 40 kanan ditawarin gak?heee heeee!taqabbalallahu minna wa minkum.

Liáng - βιολί ζήτα

Yangkung... Yangkung... keliru ya keliru lah, tidak perlu dicari-cari alasan untuk pembenaran !! lha wong saya anak kemarin sore saja sudah terbiasa untuk "berani bersikap jujur"...

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

MUNGKIN BEGINI CARA MENJELASKAN IDUL FITRI KE PARA TAMU PAK DAHLAN.. Sulit menjelaskan Idulfitri. 1) Maka mulainya harus dari puasa. Sebulan penuh, umat Islam menjalankan Ramadhan. Menahan lapar, haus, juga emosi. Dari subuh sampai magrib. Ini kewajiban. Bukan sekadar ritual, tapi latihan mengendalikan diri. Dalam bahasa sederhana: 修行 hati. 2) Lalu datang Idulfitri. Hari kemenangan. 过年 versi Muslim. Bukan karena menang dari orang lain. Tapi menang dari diri sendiri. Pagi hari salat berjamaah. Setelah itu saling bermaafan. Tradisi sungkeman—yang muda mencium tangan yang tua. Sebuah gesture sederhana. Tapi maknanya dalam: 孝顺, hormat, dan rekonsiliasi. 3) Yang paling dramatis: mudik. Jutaan orang bergerak serentak. Dari kota ke desa. Jalan tol penuh. Kereta sesak. Bandara padat. Semua ingin satu: pulang. 回家. Bertemu orang tua. Makan opor. Ketupat. Tertawa. Kadang macet 10 jam pun terasa ringan. Karena tujuannya jelas. 4) Lalu arus balik. Kota hidup lagi. Desa kembali sepi. Siklus tahunan. Seperti Chunyun di Tiongkok. Tapi dengan rasa yang berbeda. 5) Jadi benar juga. Yin Ni Guo Nian. Tahun baru orang Indonesia. Bedanya, ini bukan mulai kalender. Ini mulai hati yang baru. 心重新开始.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 98

  • Waris Muljono
    Waris Muljono
  • Tonie Ismail
    Tonie Ismail
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • Khoirul Abidin
    Khoirul Abidin
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
  • Herry Isnurdono
    Herry Isnurdono
    • Herry Isnurdono
      Herry Isnurdono
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • mario handoko
      mario handoko
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Eyang Sabar56
    Eyang Sabar56
  • iwan
    iwan
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Wilwa
      Wilwa
  • mario handoko
    mario handoko
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Gregorius Indiarto
    Gregorius Indiarto
  • Someone Random
    Someone Random
  • Muh Nursalim
    Muh Nursalim
  • Tiga Pelita Berlian
    Tiga Pelita Berlian
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • mario handoko
      mario handoko
  • Vikagora Prayogi
    Vikagora Prayogi
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Wilwa
      Wilwa
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Wilwa
      Wilwa
  • heru santoso
    heru santoso
  • Vikagora Prayogi
    Vikagora Prayogi
  • ACEP YULIUS HAMDANI
    ACEP YULIUS HAMDANI
  • ACEP YULIUS HAMDANI
    ACEP YULIUS HAMDANI
  • Dwi Bianto
    Dwi Bianto
  • xiaomi fiveplus
    xiaomi fiveplus
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
    • xiaomi fiveplus
      xiaomi fiveplus
  • dabudiarto71
    dabudiarto71
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • heru pujihastono
    heru pujihastono
  • siti asiyah
    siti asiyah
  • Ahmed Nurjubaedi
    Ahmed Nurjubaedi
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • siti asiyah
    siti asiyah
  • Milyarder Setia
    Milyarder Setia
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
    • Achmad Faisol
      Achmad Faisol
    • Achmad Faisol
      Achmad Faisol
    • Achmad Faisol
      Achmad Faisol
  • Thamrin Dahlan YPTD
    Thamrin Dahlan YPTD
    • siti asiyah
      siti asiyah
    • siti asiyah
      siti asiyah
    • siti asiyah
      siti asiyah
    • siti asiyah
      siti asiyah
    • siti asiyah
      siti asiyah
    • siti asiyah
      siti asiyah
    • siti asiyah
      siti asiyah
    • siti asiyah
      siti asiyah
    • siti asiyah
      siti asiyah
    • siti asiyah
      siti asiyah
    • siti asiyah
      siti asiyah
    • siti asiyah
      siti asiyah
    • siti asiyah
      siti asiyah
    • siti asiyah
      siti asiyah
    • siti asiyah
      siti asiyah
    • siti asiyah
      siti asiyah
    • siti asiyah
      siti asiyah
    • siti asiyah
      siti asiyah
    • siti asiyah
      siti asiyah
    • alasroban
      alasroban
    • Nimas Mumtazah
      Nimas Mumtazah
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
    • alasroban
      alasroban
  • Nusantara Hijau
    Nusantara Hijau
  • Ketut Bagiarta
    Ketut Bagiarta
  • Nusantara Hijau
    Nusantara Hijau
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Aditya Widiadi
    Aditya Widiadi
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • alasroban
    alasroban
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Sugi
    Sugi
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • DeniK
    DeniK
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman