IKN Mesir
--
Mesir beruntung: akhirnya dapat presiden baru yang sangat berprestasi: Abdel Fattah el‑Sisi.
Awalnya ia dianggap pemberangus kebebasan, pembunuh demokrasi, otoriter, dan kejam.
Lebih 3.000 aktivis tewas di awal kemunculannya sebagai pemimpin. Tahun 2014 ia resmi menjadi presiden –setelah setahun sebelumnya menggulingkan presiden hasil Pemilu demokratis.
Ikhwanul Muslimin, pemenang pemilu demokratis pertama, ia tumpas. Ia basmi. Habis. Sampai akar-akarnya.
Ikhwanul Muslimin memang berhasil memelopori gerakan reformasi di Mesir –yang tahun-tahun itu lagi berkembang di berbagai negara Arab: Arab Springs.
Gerakan itu menjalar ke berbagai negara Arab. Negara-negara Barat ikut mengipasinya. Di musim Arab Springs itu Ikhwanul Muslimin berkibar-kibar di Mesir. Setinggi langit. PKS yang di Indonesia pun seperti ikut dapat berkahnya.
Namun begitu mereka berhasil memegang pemerintahan, ego berkuasanya tidak terbendung. Semua kursi kabinet diambilnya. Semuanya. Tidak ada koalisi. Tidak memberi muka sedikit pun lawan politiknya. Seperti aji mumpung: mumpung kuasa. Diambil semua. Sebenarnya yang seperti itu sah. Tidak melanggar apa pun. Itulah demokrasi murni.
Tak lama setelah Ikhwanul Muslimin berkuasa, harga BBM naik. Harga roti naik. Kebutuhan pokok naik. Belum genap setahun memerintah, Ikhwanul Muslimin sudah kelihatan gagal. Militer mengambil alih. Tanpa demokrasi. Tanpa Pemilu.
El Sisi naik jadi presiden.
Sejak itu pertumbuhan ekonomi naik terus. Puncaknya sebelum Covid-19: tumbuh 6,6 persen. Lalu turun akibat pandemi. Kini mulai naik lagi. Tahun 2025 sudah di atas 5 persen. Tahun ini diperkirakan kembali di atas enam persen.
Selama ia jadi presiden, bandara internasional Kairo dibangun. Jadi terminal 2 dan terminal 3. Lima kota baru dibangun di bagian timur Kairo. Lima kota itu menjadi elitenya Kairo. Pemprov Sumbar punya satu gedung di kawasan ini.
Gedung-gedung baru bermunculan –di daerah yang dulunya pusat kekumuhan. Termasuk di sepanjang pinggiran sungai Nil.
Ia juga membangun IKN –ibu kota baru di timurnya kota-kota baru tadi. Sebutannya: New Capital. Berarti masih di sekitar Kairo. Hanya 40 km dari ibu kota lama. Ini mirip posisi Putra Jaya terhadap Kuala Lumpur. Tidak seperti IKN Anda.
Saya keliling ke ibu kota baru itu. Sayang: lagi ada badai gurun. Udara tertutup debu. Jarak pandang sangat minim.
Saya memelototi IKN Mesir ini di balik bayang-bayang debu. Gerbang istana presidennya sendiri dibuat seperti kerajaan Mesir kuno di Luxor –750 km di hulu sungai Nil. Tapi bangunan istananya jauh di dalam sana. Tidak kelihatan. Belum sepenuhnya jadi.
Di depan gerbang istana itu jalan rayanya lurus. Super lebar. Sengaja. Bisa untuk arena parade militer di hari kemerdekaan.
Di seberang gerbang istana itu ada panggung upacara. Tamu VVIP duduk di sini saat menyaksikan parade. Bisa melihat parade sekaligus melihat istana di kejauhan sana.

--
Kesan saya: bagian itu mirip kawasan Tian An Men di Beijing. Jalan super lebar itu mirip jalan Chang An Jie --jalan terlebar di Beijing. Yakni tempat parade militer setiap ulang tahun Tiongkok.
Lokasi istana itu seperti posisi lapangan Tian An Men. Sedang bangunan VVIP itu ibarat Kugong –Istana Terlarang. Presiden Prabowo duduk di situ saat menyaksikan parade militer terbesar Tiongkok tahun lalu.
Kesan saya: kawasan Tian An Men seperti dipindah ke New Capital Kairo.
Memang awalnya seluruh ibu kota baru Mesir akan dibangun Tiongkok. Tapi akhirnya Tiongkok ''hanya'' membangun satu bagiannya: kawasan CBD-nya. Di kawasan ini berdiri gedung tertinggi di seluruh Afrika. Saat saya ke sana bangunannya sudah menjulang seperti menuding langit. Bangunan-bangunan tinggi lainnya juga sudah hampir selesai.
Kalau datang dari arah Kairo Anda akan melewati kawasan CBD itu dulu. Lalu terlihat masjid terbesar. Indah. Sudah jadi. Sudah berfungsi. Diberi nama Al Fattah Al Aleem: diambil dari nama depan presiden Mesir sendiri.
Sebelum sampai kawasan pusat pemerintahan masih harus melewati kawasan terbuka. Taman. Lapangan golf.
Setelah itu barulah memasuki kawasan perumahan pegawai negeri. Lalu kawasan kementerian.
Semua bangunan tinggi perumahan pegawai sudah jadi. Pun gedung-gedung kementerian. Sudah berfungsi. Semua menteri dan pegawai negeri sudah berkantor di ibu kota baru.
Kawasan perumahan pegawai berbentuk gedung-gedung 12 lantai. Satu blok perumahan saja terdiri dari 100 tower. Total sekitar 500 tower. Semuanya sudah jadi. Sebagian sudah dihuni.

--
Sayang hari itu hari libur. Kelihatan sepi. Di hari kerja, kata sahabat Disway di sana, sudah sangat ramainya. Hanya saja parkir mobil para pegawai masih merusak tatanan. Semua mobil pilih parkir di pinggir jalan. Memang jalan-jalannya lebar tapi deretan mobil yang parkir itu merusak kerapian ibu kota baru.
Padahal desain awalnya: semua mobil masuk ke sentral parkir. Dari sana ada kendaraan shuttle yang keliling ke gedung-gedung kementerian.
Konsep itu yang tidak jalan. Atau belum dijalankan. Padahal sentral parkirnya sudah jadi. Kendaraan shuttle-nya juga sudah beroperasi.
Presiden Prabowo sudah dua kali berkunjung ke ibu kota baru Kairo. Acara kepresidenanwaktu itu memang sudah di situ. Total, selama menjabat presiden, Prabowo sudah tiga kali ke Mesir. Tentu Prabowo melihat perkembangan Mesir. Terutama perkembangan ekonominya yang sangat bagus.

--
Setelah melihat Mesir masa kini saya berkesimpulan: Indonesia kini punya sparing partneruntuk maju: Mesir. Tidak usah Tiongkok. Cukup Mesir. Siapa yang akan lebih maju lima tahun ke depan. (Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 20 Februari 2026: Mati Kekenyangan
Juve Zhang
Dulu saya tulis komentar bahwa PT uang sanggup bayar upeti 7 milyar sebulan sekali ke oknum Bea cukai bukan hanya PT blue Ray yg kemarin ditangkap KPK.....ternyata dugaan betul menurut wartawan tempo PT BRC heran mengapa hanya mereka saja yg di cokok KPK.....jelas kan upeti 7 milyar sebulan sekali bukan hanya dari satu perusahaan....anda hitung saja ada 10 kali 7 milyar artinya sebulan 70 milyar....apa iya dimakan oleh keroco dibawah upeti 70 ember Pertamax itu???? Anda lebih tahu kemana larinya 70 ember Pertamax sebulan.....yang jelas untuk beli rumah di Amerikana kecil....wkwkw... wartawan Tempo hebat hebat mereka sampai menelusuri semua kantor PT itu ke Medan Surabaya Jakarta dll.... Hitungan para wartawan sebulan mereka memasukan 2000 kontainer barang terlarang....bukan narkoba.... Hitungan mereka tarif yg mereka kenakan ke konsumen di kali 2000 kontainer masuk uang 400 milyar Rp. Jadi upeti 7 ember Pertamax kecil nilainya.....juga pajak yg dibayar kecil sekali kerugian pajak mungkin triliunan....dari satu PT saja Blue Ray belum yg lain ......dan sudah berlangsung lama sekali sekitar 7 tahunan ....kalikan saja oleh anda 7 x12x 70 ember Pertamax sekitar 6 Ton uang upeti masuk kemana???? Anda lebih tahu dari saya...... Amsiong....
Wilwa
Alexandria / Iskandariyah. Jelas mengacu pada Dinasti terakhir Firaun yang terkait dengan invasi Alexander The Great dari Macedonia. Ptolemy salah satu jendral Alexander kemudian menjadi Firaun. Keturunannya menguasai Mesir dari 305-30 BCE. Hampir 3 abad Yunani Romawi menguasai Mesir secara politik, ekonomi, agama. Sebelum akhirnya secara pelan tapi pasti Kristen Koptik mengambilalih. Lalu mulai abad 7, Islam / Arab berangsur mengambilalih hingga kini. Ini seperti mengulang sejarah Hyksos. Sekitar 1650-1550 BCE. Sekitar seabad. Hyksos artinya foreign ruler. Penguasa asing. Yang berasal dari daerah sekitar Suriah dan Israel-Palestina kini. Sejarawan menyebut Hyksos sebagai Semitic people. Bisa merujuk pada bangsa Assiria atau Arab-Yahudi. Dan perusuh MZ kemarin menyebutkan Firaun Hyksos ini memperlakukan Yusuf/ Joseph dengan baik bahkan konon memeluk monotheisme. Tak aneh, karena mereka berasal dari area yang hampir sama dan berbahasa yang hampir sama pula dan mungkin beragama yang hampir sama pula. Selain pernah dikuasai bangsa Arab-Yahudi dan Yunani-Romawi, Mesir juga pernah dikuasai bangsa Afrika yaitu Nubian alias Kush alias Sudan kini. Tahun 747-656 BCE. Hampir seabad. Yang mengembalikan / menguatkan iman kepada Amun/Amin/Amen/Amon. Selain Ra. Amun-Ra gabungan dua Dewa ini menjadi populer kembali. Persia/Iran juga pernah berkuasa di Mesir 525-404 BCE. Hampir seabad juga.
Lukman Nugroho
Kenapa pohon harus selalu mengalah dengan kabel listrik dan kabel telfon. Padahal, pohon itu sudah lebih dulu ada. Kenapa, batang dan ranting pohon itu ditebang. Ketika kabel-kabel itu akan dipasangkan. Tidak adakah cara lain yang lebih baik dan anggun. Membangun tanpa merusak. Dan rasanya, jika dipandang mata. Pohon yang tumbuh itu lebih menarik dan teduh. Dibandingkan kabel-kabel yang dipasang "pating sliwer" tidak rapi itu. Ini fenomena dibanyak tempat. Tidak hanya di kota. Tapi sudah mulai di desa.
Lukman Nugroho
Tadinya, saya tidak mau meninggalkan komentar. Tapi berhubung nama saya disebut dalam tulisan. Maka, tak elok rasanya jika saya tak berucap terimakasih. Semoga, harapan orang tua ketika memberi nama yang sama dengan Lukman yang di Al Quran itu. Menjadikan Lukman yang ini juga mempunyai hikmah yang banyak. Dalam mendidik anak terutama. Dan siapapun yang bernama Lukman. Kita semua berharap dan berdoa. Agar kebaikan selalu menyertai Anda semua. Selamat berpuasa di hari ke tiga Ramadhan.
bitrik sulaiman
Kenapa pula tiang listrik harus tinggi? Coba buat setinggi lutut saja biar jalan terang benderang, tidak silau. Hemat tiang, hemat energi dan ujungnya hemat ongkosnya.
Vikagora Prayogi
Banyak versi cerita tentang Nabi Danial ini, tapi yang paling umum adalah bahwa Jasad Nabi Danial ditemukan oleh Sahabat Nabi, Abu Musa Al-Asyari ketika penaklukan Tustar (Persia/ Iran Sekarang), Jasad beliau ditemukan di Baitul Mal yang oleh masyarakat dijadikan perantara untuk Minta Hujan. Sahabat Abu Musa Al-Asyari lantas mengirim surat kepada Khalifah Umar bin Khattab, mengenai hal itu. Kemudian Khalifah memerintahkan untuk dimakamkan di tempat yang rahasia. Sahabat Abu Musa Al-Asyari mengatakan bahawa mereka membendung sungai di siang hari kemudian menggali 13 Lubang, kemudian malam harinya jasad Nabi Danial di kebumikan di salah satu lubang tersebut. Berarti Jasad Nabi Danial di makamkan di Iran bukan di Mesir, entah apakah pernah ketemu jasadnya kembali kemudian di bawa ke mesir.. Entahlah
Denny Herbert
Disway Morning pagi ini membahas juga tentang kegiatan seni di Indonesia semakin menarik. Ini salah satu contohnya: Christine Ay Tjoe adalah pelukis abstrak perempuan Indonesia yang menjadi simbol “naiknya kelas” seni rupa Indonesia di level global. Ia merupakan lulusan Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB) dan dikenal dengan gaya abstrak ekspresionis yang kuat, emosional, dan filosofis. Prestasinya tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di pasar seni internasional. Karya-karyanya terjual hingga puluhan miliar rupiah di balai lelang internasional, termasuk di Singapura, menjadikannya salah satu seniman Indonesia dengan valuasi tertinggi di Asia. Ay Tjoe merepresentasikan wajah baru seni Indonesia: bukan hanya indah secara estetika, tapi diakui secara intelektual, pasar global, dan kelas ekonomi seni dunia. Inilah bukti bahwa seni Indonesia kini benar-benar naik kelas — dari lokal ke global. Bangsa yang menghargai seni dan budaya adalah bangsa yang beradab, matang secara peradaban, dan kuat identitasnya.Taufik Hidayat
Artikel abah kali ini mengenai RajaFarouq yg digulingkan yang kekenyangan sementara rakyat kelaparan. Juga ada cerita tentang Gamal Abd Nasser yang sobatnya Bung Karno mendirikan Non Blok. Saya ingat punya kartu pos bergambar BK Nasser dan tokoh non blok lainnya. Belinya di makam Tito di Belgrado. Omon omon soal Nasser, saya lebih kenan Anwar Sadat yang menggantikan Nasser karena Nasser meninggal waktu Anwar Sadat jadi wapres. Anwar Sadat sendiri kemudian meninggal ditembak dalam suatu parade militer . Nah ceritanya saya pernah mengintip mausoleum Anwar Sadat ini ketika ke Kairo thn 2004. Dari jauh bentuknya mirip piramida kecil yang bolong di tengahnya dan jadi satu dengan tempat pahlawan tidak dikenal. konon Anwar Sadat ditembak karena menandatangani perjanjian Camp David pada 1979 bersama Israel . Waktu itu Presiden AS Jimmy Carter kalau tidak salah. lucunya lagi setelah Anwar Sadat tewas wapres yang naik adalah Husni Mubarok . Nah Mobarok ini yang kemudian meresmikan metro di Kairo tahun 1987. Salah satu satosunnya bernama Mubarak. Nah karena abah DI juga cerita tentang Alexandria . Saya ingat perna ke Alexandria thn 2009 naik kereta dari Stasiun Ramses. Stasiun ini lokasi nya dekat stasiun metro Mubarak . Lucunya lagi stasiun metro Mubarak sejak revolusi 2011 diganti namanya jadi Alsyuhada .
Murid SD Internasional
Asli. Pak Guru @Ja'far Syahidan ini luar biasa tulisan reflektifnya. Bikin saya ikut merenung mendalam. Saya juga pernah, beberapa kali baca / buka kitab al Qur'an secara random. Dan ayat-ayat yang pertama membentur mata saya, lebih sering membicarakan aib diri, seperti ayat: "...sungguh manusia itu sangat ingkar, tidak tahu terima kasih kepada Rabb / Tuhan yang menciptakannya" (saya lupa nama suratnya). Akhirnya saya baca / buka random, kitab Injil / Bible. Ternyata hasilnya sama. Ayat yang saya baca pertama kali, adalah Injil Matius 17:20, "...sebab kamu kurang iman, sungguh sekiranya kamu punya iman sebesar biji sesawi saja, maka kamu bisa berkata kepada gunung ini, 'pindahlah dari tempat ini ke sana', dan tidak akan ada yang mustahil bagi kamu..." -- Kok nasib saya sial betul? Dua kitab agama, ayat-ayatnya to the point membicarakan diri saya. Katanya kali ini saya kurang iman, dan itu memang benar. Akhirnya saya pilih buka buku yang lain. Saya pilih buka dan baca-baca ini saja, saldo rekening tabungan BCA SimPel / Simpanan Pelajar saya. Dan kali ini saya nyaris menangis tersedu-sedu. Saldo BCA saya tinggal sisa Rp326 ribu. Akhirnya saya pilih baca-baca CHD. Ealah, isinya jalan-jalan keliling dunia melulu. Kali ini ke Alexandria pula. Hhhh... Entahlah, harus apa lagi yang mesti saya baca. *kembali tarik selimut *kembali tidur
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
AEXANDRIA DAN CLEOPATRA.. Kalau bicara tentang Mesir dan Alexandria, biasanya kita selalu ingat nama Cleopatra. Cleopatra sering dibayangkan sebagai wanita dengan kategori “10i” dari Mesir kuno. Cantik, cerdas, dan tahu cara menguasai panggung politik. Ia ratu terakhir dari dinasti Ptolemaios, memerintah Mesir dari istana di Alexandria. Tapi pesonanya bukan cuma soal rupa. Ia fasih banyak bahasa, piawai bernegosiasi, dan paham betul bahwa cinta bisa jadi strategi. Pasangan terkenalnya memang orang Eropa—tepatnya dari Romawi. Pertama, Julius Caesar. Mereka bertemu saat Cleopatra berjuang merebut kembali takhta. Konon ia “menyelundup” masuk ke hadapan Caesar dalam gulungan karpet—adegan dramatis yang mengubah arah sejarah. Hubungan itu bukan sekadar romansa. Ada aliansi politik dan di dalamnya. Dari mereka lahir seorang putra, Caesarion. Setelah Caesar wafat, Cleopatra bersekutu dengan Mark Antony. Hubungan ini lebih bergelora—cinta, kekuasaan, dan ambisi bercampur. Mereka membangun blok kekuatan yang menantang Roma. Namun konflik berujung pada kekalahan di Actium. Antony gugur. Cleopatra, memilih jalan tragisnya sendiri. Kisahnya jadi legenda: ratu Timur yang menawan dua tokoh terbesar Eropa pada zamannya. Cantik, ya. Tapi yang membuatnya “10i” adalah kecerdasan membaca waktu—dan keberanian mempertaruhkan segalanya.
Achmad Faisol
mahasiswa indonesia ke al-azhar sejak kapan...? menurut gemini, google, sekitar 1850, dengan sosok pionir seperti kh abdul manan dipomenggolo dari jawa timur, yang berguru kepada syaikh ibrahim al-bajuri. kh abdul manan dipomenggolo adalah pendiri pesantren tremas, pacitan... cucu beliau, yaitu syaikh mahfudz at-turmusi termasuk ulama nusantara yang mengajar di masjidil haram... syaikh ibrahim mengarang hasyiyah al-bajuri (penjelasan fathul qarib syarah taqrib), yang menjadi rujukan penting di kalangan pesantren...
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
MONUMEN YANG TAK BERBENTUK PATUNG.. Saya suka bagian ini: kemajuan tidak selalu berdiri di alun-alun. Kadang ia mengalir. Seperti air Sungai Nil yang akhirnya jinak. Seperti devisa yang datang diam-diam dari terusan. Bukan patung tinggi. Bukan pidato panjang. Hasilnya terasa. Pemimpin sering tergoda meninggalkan sesuatu yang bisa difoto. Padahal yang paling berguna justru yang tak menarik untuk selfie. Bendungan menahan banjir, bukan tepuk tangan. Terusan membawa kapal, bukan slogan. Rakyat merasakan, sejarah mencatat. Perbandingan itu jadi cermin yang agak nakal. Bukan untuk merendahkan siapa pun. Hanya mengingatkan: romantisme tidak membayar tagihan listrik. Infrastruktur kadang lebih puitis daripada puisi. Ia menulis kesejahteraan dengan angka panen dan tarif pelabuhan. Di ujung cerita, makam para nabi tetap sederhana. Yang megah justru pelajarannya. Kekuasaan lewat. Karyanya bertahan. Kalau harus memilih warisan, saya pilih yang bikin orang tidak kebanjiran. Dan kalau bisa, yang juga bikin perut kenyang—secukupnya.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
MATI KENYANG, HIDUP KENANGAN.. Ada ironi yang empuk di sini. Raja bisa mati karena terlalu banyak makan. Rakyatnya dulu mati karena kelaparan. Sejarah kadang seperti meja prasmanan. Yang kuat ambil banyak. Yang lemah hanya kebagian cerita. Saya membayangkan dua makam sederhana di bawah masjid itu. Sunyi. Tanpa protokol. Tanpa buffet. Padahal di atas tanahnya, manusia ribut soal kuasa dan devisa. Dari singa yang menunduk, sampai bendungan yang menahan banjir. Dari ziarah, ke nasionalisasi. Semua terasa dekat. Semua terasa jauh. Alexandria seperti pelabuhan kenangan. Orang datang untuk berangkat. Atau untuk pulang. Raja terakhir memilih menyeberang. Rakyat memilih bertahan. Selebihnya sejarah menulis dengan tinta asin laut Mediterania. Mati kekenyangan itu tragis. Tapi lebih tragis kalau hidup tak pernah merasa cukup. Barangkali pelajaran terbaik bukan soal raja atau presiden. Melainkan soal selera. Seberapa banyak yang kita butuhkan. Dan seberapa banyak yang kita sisakan untuk orang lain. Sejarah, seperti perut, tahu kapan harus berhenti. Kita saja yang sering pura-pura lapar.
Juve Zhang
Karena SMP saya belajar agama Islam 3 tahun bersama teman teman muslim ....itu zaman Majapahit....tentu saya juga dengar cerita kehebatan Masing masing Nabi....yang jelas semua beragama Islam dan sedang Puasa sekarang....kilas balik ke SD saya dengar kehebatan nabi nabi yang tentu saja agama nya Kristen....sem ua Nabi itu sama namanya baik di Kristen maupun di Islam....nabi Sulaeman....Nabi Daud ...nabi Daniel dll... sungguh hebat dunia ini dan sungguh hebat para Nabi itu diakui oleh agama besar kristen dan Islam..... luar biasa.... itulah kisah perjalanan belajar JZ sewaktu bocah....yang sempat belajar kedua agama besar dan kebetulan nabi nya banyak yang sama namanya.... luar biasa....
Ima Lawaru
Moga ada yang bisa jawab ini, terutama Abah. Soalnya cara penulisan seperti ini, saya dapatnya hanya di Disway. Kadang juga dalam meniru saya tiru, tapi dalam hati selalu bertanya-tanya. Apa itu? Penggunaan tada titik dua (:). Contoh: Di CHD_Disway kemarin, Abah menulis begini, "Saat pertama bertemu di bandara Kairo saya minta maaf kepadanya: pesawat dari Yaman telat 8 jam. Baru mendarat di terminal 1 Kairo tengah malam." Pertanyaannya: 1. Apakah fungsi tanda (:) pada kalimat itu? 2. Apakah salah misalnya tanda (:) itu diganti dengan tanda koma (,)? Mohon penjelasan Abah dan perusuh budiman. Terima kasih.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:

Komentar: 88
Silahkan login untuk berkomentar