JAKARTA, DISWAY.ID - PT Jakarta Lingkar Barat Satu (JLB) selaku operator ruas tol Lingkar Barat menanggapi video viral tiga pak ogah jaga palang rantai yang terindikasi pungli pada Selasa, 13 Januari 2026.
Video yang direkam Tim Disway.id merekam tiga pak ogah berjaga di Exit Tol Rawa Buaya yang dirantai dan diikat barrier pada Pukul 10.00 WIB pagi itu diduga kerap jadi ajang pungli oknum tak bertanggung jawab.
BACA JUGA:Viral Pak Ogah Tutup Exit Tol Rawa Buaya Pakai Rantai, Gak Dibuka Sebelum Diberi Uang!
BACA JUGA:Ahli Pidana: Netflix Bisa Laporkan Pelapor Pandji Soal Barbuk Mens Rea dalam Flashdisk!
Menanggapi hal itu, Kabag Humas PT JLB menjelaskan bahwa penutupan itu sudah dilakukan sejak 2017 atas Diskresi berbagai pihak terkait. Tujuannya untuk mencegah kepadatan menuju Traffic Light Jalan Daan Mogot di wilayah Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.
"Penutupan exit tol rawa buaya merupakan rekayasa lalu lintas yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan dari pkl 06.00 wib s.d pkl 11.00 siang Rekayasa tersebut sudah dilakukan sejak 2017 (atas dasar kajian dari dishub mengingat traffic cukup padat karena exit tol dekat Traffic light)," kata Kabag Humas PT JLB, Ahmad Agus kepada Disway.id, Rabu, 14 Januari 2026.
Penutupan itu juga dilakukan dengan berkoordinasi sejumlah pihak mulai dari Dinas Perhubungan hingga Kepolisian. Forkopimda seperti Kecermatan hingga Wali Kota juga dilibatkan terkait penutupan situasional Exit Tol Rawa Buaya untuk mencegah kemacetan.
BACA JUGA:Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said Disaksikan Sutiyoso, Pramono: Jakarta Sedang Menata Diri
"Kami sudah melakukan koordinasi hingga tingkat walikota (Polsek Cengkareng, Dishub, Dinsos, Pol PP, dan pemda) terkait rekayasa lalin exit tol dan perihal aktivitas Pak Ogah," papar Agus.
Agus tak menampik jika beberapa kasus pungli dengan modus mengangkat rantai agar kendaraan bisa lewat pernah terjadi di Exit Tol Rawa Buaya. Atas dasar itu, pihak JLB lalu melakukan evaluasi agar hal tak serupa tak terjadi di kemudian hari.
"Memang sebelumnya ada kasus yang beredar bahwa Pak Ogah mengangkat rantai pada tahun 2019, namun kita koordinasikan kepada Dishub untuk evaluasi sehingga rantai diberi pemberat dan rantai tidak dapat diangkat,".
"Jika merujuk pada video dikirimkan terlihat rantai terikat water barrier dibagian tengahnya. Sehingga rantai tidak dapat diangkat," ungkapnya.
BACA JUGA:Heboh Barang Ilegal Langgar Kepabeanan di Kawasan Berikat Cileungsi, Bea Cukai Bogor Lalai?
Agus berjanji, akan terus meningkatkan pengawasan dan keamanan di Exit Tol Rawa Buaya untuk mencegah pungli. Pihaknya sudah menempatkan beberapa personel Security dan melakukan imbauan persuasif atas kegiatan di sekitar Tol JLB 1.
"Tentunya Kami sudah secara persuasif untuk mengimbau kegiatan masyarakat disekitar area tol. Kami juga menempatkan personiel security untuk melakukan pengaturan disaat jam sibuk/padat diarea tersebut," pungkasnya.