Sebanyak 35 unit rumah sementara dibangun di Desa Arakundo, Kecamatan Simpang Ulim, di atas lahan seluas sekitar 960 meter persegi.
Sementara itu, 10 unit lainnya didirikan di Desa Seumatang, Kecamatan Julok Ulim, dengan luas lahan kurang lebih 495 meter persegi.
Seluruh hunian dirancang tidak hanya sebagai tempat tinggal sementara, tetapi juga dilengkapi fasilitas pendukung.
BACA JUGA:Jember Jadi Tuan Rumah Pertama Festival Bogasari, Targetkan 15 Ribu Pengunjung
BACA JUGA:Persija Kedatangan Pemain Gacor Top Skor Liga India, Target Juara Super League 2025/2026
Fasilitas umum seperti toilet, musala, dan dapur umum turut dibangun untuk menunjang aktivitas sehari-hari warga selama masa transisi.
Dengan adanya fasilitas tersebut, diharapkan kehidupan sosial masyarakat dapat kembali berjalan secara bertahap.