Beberapa negara lain, termasuk Irak, Jamaika, dan Republik Demokratik Kongo, juga masuk dalam daftar kebijakan tersebut. Padahal, negara-negara tersebut masih memiliki peluang lolos ke Piala Dunia 2026 melalui jalur play-off.
BACA JUGA:Singgung Rizky Ridho, John Herdman: Generasi Pertama Membawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia
Ancaman bagi Atmosfer Piala Dunia
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap atmosfer inklusif Piala Dunia, yang selama ini dikenal sebagai pesta sepak bola dunia tanpa batas.
Banyak pihak menilai, jika kebijakan ini terus berlanjut, antusiasme global terhadap Piala Dunia 2026 bisa terdampak signifikan, terutama dari sisi kehadiran suporter internasional.