"Itu raw materialnya sebenarnya tidak perlu ada pajak juga, jadi raw material bahan-bahan mentahnya itu kan pajaknya mahal-mahal itu," pungkas Trubus.
"Jadi masalah Pemerintah sendiri itu karena ingin mendapatkan uang cepat dalam rangka pembangunan itu. Jadi akhirnya pajaknya didorong. Nah pajak didorong itu akhirnya dampaknya ke UMKM," sambungnya.
Di sisi lain, pengeluaran tambahan yang perlu dikeluarkan untuk membayar biaya sewa yang tinggi, pun tak kalah ironinya.
Pengusaha UMKM harus lebih berjuang untuk mendapatkan omzet lebih. Tujuannya agar biaya sewa bisa tertutupi tanpa pengurangi laba bersih.
Namun memang hal tersebut tidak mudah dengan kondisi perekonomian masa kini. Daya saing semakin tinggi, tapi daya beli masyarakat semakin merosot.
Imbasnya, terjadi penurunan aktivitas ekonomi akibat kekosongan ruang usaha akibat biaya sewa tinggi, serta penurunan jumlah pengunjung.