Menakar Profesionalisme Petugas Haji 2026, Guru Besar UIN: Melayani Jemaah Bukan Sekadar Formalitas

Senin 19-01-2026,22:37 WIB
Reporter : Khomsurijal W
Editor : Khomsurijal W

"Petugas harus mampu menenangkan jemaah yang mengalami tekanan emosional. Jika situasi melampaui kapasitas, mereka harus sigap mengarahkan jemaah kepada tenaga ahli seperti dokter atau psikolog klinis yang bertugas," tambahnya.

BACA JUGA:Menjaga 'Rel' Ibadah, Strategi Besar Kemenhaj di Balik Operasional Haji 2026

Selain kesiapan mental, Prof Mujib menggarisbawahi lima pilar kompetensi yang wajib dimiliki setiap petugas.

Pertama, Kekuatan (Power). Ketahanan dalam menghadapi medan yang berat.

Kedua, Kecepatan (Speed). Responsivitas terhadap kebutuhan jemaah.

Ketiga, Keunikan Layanan (Differentiation). Inovasi dalam membantu jemaah.

Keempat, Kualitas (Quality). Standar pelayanan yang terukur.

Kelima, Keterampilan Interpersonal (Soft Skill). Empati dalam berkomunikasi.

BACA JUGA:Jalan 5 KM Menjemput Hati Jemaah Haji, Tutup Pekan Pertama Diklat PPIH Arab Saudi 2026

Pemerintah, sambungnya, juga memberikan peringatan keras terhadap praktik komersialisasi selama bertugas.

Petugas haji dilarang keras mencari keuntungan pribadi melalui jasa pembayaran dam, transportasi ilegal, maupun tawaran badal haji berbayar.

Fokus sepenuhnya pada pengabdian disebut sebagai jalan menuju "kemabruran petugas".

"Haji bagi petugas adalah irisan antara ibadah personal dan amanah pengabdian. Dengan empati dan responsivitas tinggi, kita berharap kualitas layanan haji 2026 meningkat signifikan, sehingga jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman," pungkasnya.

Kategori :